
Dua siluman berwujud setengah manusia pada bagian atas dan wujud buaya pada bagian bawahnya itu, melesat cepat ke arah Bian Chi dan terlihat seperti akan menangkapnya.
Zhu San yang sudah waspada segera melesat dan menghantam tubuh dua ekor siluman buaya itu.
Dua siluman buaya yang tidak menduga akan adanya serangan yang cepat dan kuat itu, terlambat untuk menghindarinya.
Dengan telak tinju dan tendangan yang Zhu San lesatkan, mengenai tubuh mereka dan membuat keduanya terpental beberapa meter dengan nyawa telah melayang.
Tubuh siluman yang terkena tinju dari Zhu San membeku dan yang terkena tendangan, hangus seperti terbakar.
Melihat rekan mereka tewas dalam satu serangan, puluhan siluman lain segera berlarian memasuki hutan sambil berteriak untuk melaporkan hal itu kepada pimpinan mereka.
“San Gege … Jangan dikejar.” Bian Chi menghentikan Zhu San yang akan melesat untuk mengejarnya. Ia merasa risih melihat tatapan para siluman buaya itu.
“Mereka akan menemui pemimpinnya, kita harus membasmi mereka semua karena berani menyerang manusia.” Zhu San berkata dengan suara yang masih terdengar geram.
Bian Chi terdiam sejenak, Ia setuju dengan alasan itu lalu menganggukkan kepala dan melesat mengikuti Zhu San yang telah melesat setelah melihat sang isteri menganggukkan kepala.
Setelah hampir satu kilometer mengejar, keduanya berhasil menemukan mereka yang tiba-tiba berhenti di tepi hutan rawa. Sesaat kemudian terdengar suara raungan aneh.
Air rawa tiba-tiba menyibak dan terlihat dua Siluman Buaya yang tubuhnya berwarna keemasan melesat keluar dan segera berdiri di depan Zhu San dan Bian Chi yang terkejut melihatnya.
Keduanya merasakan hawa panas dari siluman buaya berwajah seorang lelaki dan hawa dingin dari siluman buaya yang berwajah seorang perempuan.
Mereka berdua adalah Raja dan Ratu Siluman Buaya Emas yang merupakan Penguasa Hutan Rawa Buaya, tempat di mana Zhu San dan Bian Chi kini berada.
Tubuh keduanya, sama seperti puluhan siluman buaya lain. Hanya saja bagian tubuh pinggang ke atas dari Raja dan Ratu Siluman itu, berwarna Kuning Keemasan. Warna yang sama dengan Zirah yang dikenakan oleh mereka.
“Manusia … Lancang sekali kau membunuh anak buahku dan memasuki Hutan Rawa Buaya ini!” Raja Siluman Buaya membentak Zhu San.
__ADS_1
“Anak buahmu yang mencari masalah terlebih dahulu dengan kami! Jadi jangan salahkan jika Aku akan membasmi kalian!” Jawab Zhu San dengan kesal.
“Lancang!” Raja Siluman Buaya Emas berteriak marah dan melesat menyerang Zhu San, dengan sabetan ekornya yang memiliki kulit keras dan seperti berduri itu.
Zhu San melompat ke udara, namun serangan tinju Raja Siluman segera datang dengan cepat ke arah dada Zhu San.
Zhu San yang sempat terkesiap dengan kecepatan serangan itu, akhirnya menangkis tinju itu dengan tapak tangannya.
Zhu San terpental dua meter ke belakang, demikian juga dengan Raja Siluman Buaya yang wajahnya berubah, saat mendapati seorang manusia bisa membuat tubuhnya terpental sedemikian rupa.
“Suamiku !!!” Dengan suara yang terdengar mesra, Ratu Siluman Buaya memburu ke arah sang Raja Siluman Buaya. Wajahnya terlihat marah dan Ia segera melesat menyerang Zhu San.
Namun Bian Chi segera menghadangnya dengan serangan tapak yang berhawa panas. Hal itu membuat Ratu Siluman Buaya menjadi kesal dan segera mengalihkan serangannya.
Keduanya segera bertukar serangan dengan sengitnya. Tidak Zhu San sangka, kekuatan Ratu Siluman itu tidak berbeda jauh dengan Raja Siluman Buaya.
Perhatian Zhu San segera teralihkan oleh serangan dari Raja Siluman Buaya, Ia pun segera menghindar dan memberikan serangan balik. Setelah belasan kali bertukar serangan, Zhu San kembali melesakkan pukulan ke arah punggung Raja Siluman itu.
“Sepertinya Zirah yang dipakainya itu, bukan Zirah biasa. Zirah Pusaka yang hebat, pukulan tangan kosong, sepertinya tidak mampu untuk mengalahkan mereka berdua.”
Zhu San berkata dalam benaknya. Ia menatap kesal ke wajah Raja Siluman Buaya yang kini terlihat sangat sombong.
Tiba-tiba terdengar teriakan Bian Chi, yang terkejut karena tubuhnya yang terpental ketika Ia berhasil mendaratkan serangan ke dada Ratu Siluman Buaya yang membusung besar itu.
Ia berhasil menguasai dirinya yang terpental ke arah Zhu San. Lalu Ia segera berada punggung dengan sang suami saat melihat Ratu Siluman Buaya menyeringai seram sambil melangkah ke arah mereka.
“San Gege … sepertinya kita harus menggunakan pedang untuk bisa mengalahkan mereka.”
Bian Chi berkata seraya mengeluarkan Pedang Yangyin dari dalam Cincin Jiwa. Zhu San membenarkan hal itu, Ia pun mengeluarkan Pedang Yinyang miliknya.
__ADS_1
Namun keduanya terkejut sendiri, saat melihat wajah pucat kedua Raja dan Ratu Siluman Buaya yang melangkah dengan tubuh yang gemetar. Mata mereka melotot lebar saat melihat Pedang di tangan Bian Chi dan Zhu San.
Hal selanjutnya membuat Zhu San dan isterinya menjadi lebih terkejut. Raja dan Ratu Siluman Buaya itu, tiba-tiba berlutut dan memberi hormat kepada mereka berdua, diikuti oleh seluruh anak buahnya.
“Ampuni Kami yang buta dan tidak mengetahui Jika Anda berdua adalah Pendekar Yinyang Sejati.” Raja Siluman segera berkata sambil menundukkan wajah.
Zhu San yang terheran-heran dengan apa yang sedang terjadi di depannya, memandang ke arah Bian Chi dengan tatapan meminta jawaban darinya.
Bian Chi hanya menggelengkan kepala. “Apa yang kalian lakukan? Dan mengapa kalian bersikap seperti itu kepada kami?” Tanya Bian Chi, mencoba mencari tahu mengenai sikap aneh mereka semua.
Raja Siluman Buaya lalu menjelaskan mengapa mereka bersikap demikian. Zhu San dan Bian Chi terkejut setelah mendengarnya.
Kini mereka mengetahui mengapa Roh Yao Shen dan Roh Bian Chi, harus tewas karena luka yang mereka derita.
Zhu San dan Bian Chi tersenyum senang, saat mengetahui bahwa kedua Zirah Pusaka yang saat ini dikenakan oleh Raja dan Ratu Siluman Buaya itu, ternyata dititipkan oleh leluhur Siluman Buaya untuk mereka berdua.
“Baiklah jika begitu, Aku tidak akan membunuh kalian semua. Tapi kalian harus berjanji untuk tidak mengganggu manusia yang tersesat atau melintasi hutan ini lagi.” Zhu San berkata sambil memandang tajam ke arah puluhan Siluman Buaya itu.
“Siap Tuan Pendekar! Kami akan mematuhi Perintah anda!” Seluruh Siluman Buaya berkata serempak menjawab perkataan Zhu San.
Raja dan Ratu Siluman tiba-tiba berdiri dan mereka segera membuka Zirah yang ternyata bernama Zirah Mustika Yinyang.
Namun, mata Zhu San seketika melotot lebar dan Bian Chi sontak menutup mata suaminya dengan telapak tangan agar tidak melihat pemandangan indah itu.
Bian Chi segera mengeluarkan salah satu gaunnya dari dalam Cincin Jiwa. Lalu melemparkannya ke arah Ratu Siluman Buaya yang kebingungan dengan tindakannya itu.
“Tutupi bagian dadamu yang besar itu, suamiku tak ingin melihatnya!” Kata Bian Chi dengan kesal karena Ratu Siluman Buaya itu memiliki Dada yang dua kali lebih besar dari miliknya.
“Kata Siapa Aku tak ingin melihatnya?” Zhu San protes kepada Bian Chi melalui telepatinya.”Kau hanya boleh melihat milikku saja!” Jawab Bian Chi kesal.
__ADS_1
“Tapi kan Aku belum melihat milikmu ...” Zhu San masih protes dan Ia terdiam ketika mendapatkan tarikan keras di telinganya karena Bian Chi sangat kesal mendengar kata-kata nakal dari suaminya.
******