Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
107: Serangan Lima Iblis Kematian


__ADS_3

Sun Yang, berjuluk Pendekar Mata Iblis yang juga adalah Ketua Sekte Pedang Iblis itu, kali ini mendapat tugas yang tidak mudah dari Luo San, Ketua Aliansi Aliran Hitam.


Luo San yang mengetahui jika Sun Yang memiliki sebuah kelompok Pembunuh yang terdiri dari empat Tetua Sektenya, meminta Kakak Sun Li itu untuk membunuh Kaisar Liu Feng yang berada di Kota Baixan.


Kelompok Pembunuh Rahasia yang bernama Lima Iblis Kematian itu, sebenarnya telah lama Sun Yang bentuk. Kelompok yang Ia pimpin sendiri itu, saat ini sudah berada di Kota Baixan.


Kelimanya berhasil memasuki Kota Baixan, setelah bermuslihat menolong rombongan Pedagang dari Kekaisaran Jian.


Rombongan pedagang berjumlah lima puluh orang itu, diserang oleh anak buah Sun Yang yang lain, dan mereka berlima datang untuk menolongnya.


Dengan kemampuan dan juga siasat liciknya mereka berhasil membuat Pimpinan dari rombongan pedagang itu, menjadikan mereka sebagai pengawal mereka menuju Kota Baixan.


Kekaisaran Jian berada di utara kekaisaran Liu, sehingga mereka memasuki kota Baixan dari Gerbang Utara kota tersebut sejak tadi pagi.


Dua orang Tetua yang memiliki Ilmu peringan Tubuh yang tinggi, segera bergerak menyelidiki situasi Kediaman Bangsawan Mu Bai, saat mereka telah berada di dalam Kota Baixan.


Setelah berhasil mengetahui situasinya, Lima Iblis Pembunuh yang dipimpin sendiri oleh Sun Yang itu, memutuskan untuk mulai bergerak saat hari baru berganti malam.


Mereka tidak menunggu malam telah larut, karena sebuah strategi dalam hal yang mereka untuk melarikan diri setelah berhasil melakukan rencana pembunuhan tersebut.


Jika malam telah larut, mudah saja bagi mereka untuk segera diketahui keberadaannya. Namun jika mereka melakukannya di sore hari, maka mereka dengan mudah mereka bisa berbaur menjadi penduduk biasa yang tentunya masih ramai sesaat setelah hari berganti malam.


Menyembunyikan daun akan lebih mudah dengan menaruhnya diantara dedaunan itu sendiri. Begitulah yang ingin dilakukan oleh Sun Yang saat ini.


Kelimanya segera mengenakan topeng mereka saat telah berjarak beberapa puluh meter dari kediaman Bangsawan Mu Bai.


Kelimanya segera melompat ke atap bangunan dan bergerak cepat menuju bangunan dimana Kaisar Liu Feng berada.


“Ingat, ada dua orang tua yang memiliki kemampuan tinggi, kalian jangan melawannya, biar Aku dan Che Yung yang menghadapinya, kalian bertiga, bergerak memasuki bangunan itu dan bunuh semua yang kalian temui!”


Sun Yang memberi aba-aba saat mereka telah melihat bangunan kediaman Bangsawan Mu Bai dan segera memerintahkan anak buahnya menyebar dari empat penjuru.


Sun Yang dan Che Yung segera melesat melompati pagar tinggi yang mengelilingi bangunan besar dan megah milik Bangsawan Mu Bai itu.

__ADS_1


Mereka mendatangi bangunan itu dari arah depan sebagai pengalihan untuk membuat keributan dan memancing keluar dua orang tokoh dunia persilatan yaitu Zheng An dan Nenek Qin Rui.


Satu persatu prajurit yang berjaga, dibunuh dengan cepat oleh Sun yang dan Che Yung tanpa menimbulkan suara. Mereka akhirnya bertemu dengan sekelompok penjaga dengan jumlah yang cukup banyak.


“Siapa di sana?! Awas ada ser …..”


Prajurit yang baru saja berteriak segera tewas sebelum menyelesaikan kalimatnya. Kepalanya telah menggelinding saat Pedang Iblis di tangan Sun Yang, bergerak menebas lehernya.


“Serangan!! Awas Ada serangan!!”


Dua orang prajurit lain berteriak dengan kencang membuat suasana seketika berubah menjadi gaduh.


Puluhan prajurit segera mengepung mereka berdua. Sun Yang dan Che Yung pun kembali beraksi membunuhi para prajurit itu.


Saat hampir separuh prajurit itu terbunuh, seorang Kakek datang berteriak membentak mereka semua.


“Hentikan! Para prajurit mundur Lindungi yang mulia!”


Dua puluhan prajurit itu segera saja bergerak mematuhi perintah Kakek yang tak lain adalah Zheng An, Pendekar Tapak Sakti Pengawal Pribadi Kaisar Liu Feng.


“Ketua Sekte Pedang Iblis Sun Yang, Berani sekali kau mendatangi tempat ini!”


Zheng An membentak Sun Yang dengan suara keras, hal itu Ia lakukan untuk menggertak Sun Yang. Kekhawatiran menyelimuti hatinya saat Ia menyadari jika lawannya itu, bukan Sosok yang mudah Ia hadapi.


Luka dalamnya beberapa bulan lalu saat bertarung dengan Qing Jun, belum pulih seratus persen. Hal itu membuatnya hanya bisa menggunakan kekuatan sebesar delapan puluh persen saja.


Menghadapi dua lawan yang berkemampuan tinggi dihadapannya itu, tentu saja bukan hal mudah saat ini. Sehingga Zheng An, segera bersiap untuk bertarung hidup mati melawan keduanya.


“Mata Tua mu jeli juga Tua Bangka Zheng … Kau baru saja terluka saat melawan saudara Qing Jun, tapi masih berani berkata keras padaku.”


Sun Yang segera melesat memberikan serang cepat kepada Zheng An. Zheng An segera saja menghindar dan berbalik menyerang Sun Yang dengan Jurus Tapak Sakti yang membuatnya terkenal di dunia persilatan.


Pertarungan keduanya pun segera terjadi, pertukaran serangan itu berlangsung dengan cepat. Sudah puluhan kali pertukaran serangan itu dan terlihatlah Zheng An yang belum pulih seratus persen dari lukanya, mulai terdesak.

__ADS_1


“Guru … Biar Aku membantumu!”


Suara seorang gadis yang sangat cantik, segera terdengar dan sesaat kemudian telah ikut dalam pertarungan tersebut.


Liu Ling tentu saja tidak akan diam saja melihat gurunya sedang terdesak. Dan Zheng An pun tidak melarangnya, mengingat Liu Ling kini telah mengusai jurus hebat dari Pedang Api Biru.


Che Yung yang melihat hal itu, segera saja akan membantu Sun Yang, namun Zheng An segera menghadangnya. Ia sangat percaya jika Liu ling yang kini kekuatannya jauh besar darinya, akan mampu melawan Sun Yang.


Zheng An memutuskan bertarung menghadapi salah satu pria bertopeng lainnya yang ahli dalam menggunakan pisau itu.


Sementara Sun Yang sedikit terkejut dengan serangan yang dilakukan oleh Liu Ling. Melihat Pedang Api Biru di tangan gadis itu, Sun Yang menyadari jika lawannya memiliki tubuh istimewa, Tubuh Yang Sejati.


Hanya mereka yang memiliki tubuh Yang Sejati yang bisa menggunakan pedang tersebut. Dan Sun Yang menyadari jika gadis ini lawan yang tidak bisa Ia remehkan.


Hawa panas yang memancar dari tubuh gadis belasan tahun itu, sangatlah kuat. Namun tidak cukup hebat untuk membuat Sun Yang terganggu akan hal itu.


Hanya saja jurus pedang yang Liu Ling pelajari atas petunjuk Roh yang bersemayam dalam Pedang Api Biru itu, bukanlah hal yang mudah untuk Sun Yang hadapi.


“Ling’er … Kemampuanmu telah meningkat pesat. Kau benar-benar berjodoh dengan Pedang Api Biru itu.”


Zhu San yang baru saja tiba dan berada seratus meter di udara, terkesiap saat melihat adanya serangan dari dua pria bertopeng. Namun saat melihat siapa yang bertarung, Ia tersenyum.


Ia bisa melihat, jika Liu Ling sama sekali tidak bermalas-malasan dalam berlatih teknik pedangnya.


Tiba-tiba Zhu San mengalihkan pandangannya saat mendengar suara pertempuran dari arah yang berbeda.


Dan Ia dengan cepat bisa mengenali siapa yang sedang bertarung melawan tiga orang bertopeng lainnya, di halaman tengah kediaman pamannya itu. Nenek Qin Rui dan Qin Yu.


*****


Spesial Thanks untuk Akun KUDA HITAM dan AGUS SOLEMAN atas tips yang diberikan 🙏🙏🙏. Tips ini memiliki arti yang besar bagi Author. Terimakasih sekali lagi atas apresiasinya.🙏❤️🙏


Bersabar Ya... untuk yang Penggemar LZS. di grup FB sudah tiba di Chapter 129.

__ADS_1


Bulan ini Author akan Rilis sampai di Chapter 110 saja. sambil melihat level novel ini. Adakah kenaikan atau malah turun lagi. 😁😁😁


__ADS_2