Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
176: Jenderal Teng Ji


__ADS_3

Setelah memesan seguci arak, Zhu San menempati kursi yang berjarak satu meja dari keduanya berada. Sepertinya mereka baru tiba di kedai itu, karena dua orang pelayan baru saja menyajikan pesanan mereka.


“Saudara Ji, kita sudah dua bulan di kota ini. Apakah sebaiknya kita kembali untuk melapor?” tanya Pria berjubah Biru kepada rekannya yang bernama Teng Ji.


“Entahlah, Aku merasa kita hampir berhasil menemukan sosok yang kita cari. Tapi sangat sulit untuk membuktikan jika mereka berdua adalah orang-orang yang kita cari selama dua tahun ini.” Teng Ji menjawab sambil mengambil lauk yang berbeda dengan sebelumnya.


Sosok berjubah biru yang bernama Weng Dan, hanya diam saja. Ia lebih memilih untuk menyelesaikan makan siangnya.


Setelah keduanya selesai, mereka pun kembali berbincang. Saat keduanya menyebut nama Ju Yan dan Bian Chi, Zhu San yang sedari tadi menguping pembicaraan keduanya, segera beranjak mendatangi keduanya.


“Maaf Paman, bolehkah Aku ikut bergabung di meja ini?” Zhu San dengan santainya berkata kepada mereka. Kedua pria setengah baya itu, hanya tersenyum sambil mempersilakan Zhu San untuk duduk.


“Paman … paman sepertinya bukan penduduk kota ini ya? Oh iya, mari kita bersulang dulu Paman.” Zhu San lalu menuangkan arak yang berada di dalam guci milik mereka, ke dalam cawan masing-masing. Setelah itu Zhu San mengajak keduanya bersulang.


“Dari mana Kau tahu kami bukan penduduk kota ini anak muda?” Tanya Teng Ji yang terlihat mulai waspada.


Zhu San meneguk lagi secawan araknya. “Aku mendengar pembicaraan paman berdua, dan gadis yang Paman bicarakan adalah orang yang sangat berarti bagiku. Apakah Paman berniat jahat pada mereka berdua?”


DEG


Jantung kedua orang tersebut, seketika berdebar mendengar perkataan Zhu San yang kini menatap Teng Ji dengan tatapan tajam.


“Anak muda apa maksudmu? Mereka berdua Siapa?” Tanya Teng Ji masih berusaha menutupi identitas mereka.


Zhu San tersenyum tipis, lalu menjelaskan bahwa Ia melihat keduanya menatap dan berbicara tentang Bian Chi dan Ju Yan, saat kedua berjalan mengiring peti mati, tadi pagi.


Wajah keduanya, seketika memucat, Zhu San kembali tersenyum. ”Paman berdua tak perlu takut. Jika paman berniat baik, Paman harus mengatakan yang sebenarnya apa maksud paman membicarakan tentang Isteriku tadi.”


Kata-kata Zhu San membuat keduanya saling berpandangan untuk sesaat. Keduanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda sepakat, untuk menceritakan yang sebenarnya.


“Anak muda, jika Kau benar adalah suami dari gadis itu, Maaf jika aku bertanya yang bersifat pribadi. Apakah Isteri anda itu memiliki tanda lahir di punggung kirinya?”

__ADS_1


Pertanyaan Weng Dan membuat Zhu San menghentikan cawan yang sudah berada dekat di mulutnya. “Kalau memang iya, kenapa Paman?” Zhu San tidak menjawabnya.


Walau pada kenyataannya memang di punggung kiri isterinya terdapat tanda lahir, Zhu San masih berusaha menutupi hal itu dengan balik bertanya.


Weng Dan mengumpat dalam hatinya saat mendengar perkataan Zhu San. Teng Ji pun akhirnya berbicara, karena merasa dugaannya adalah benar.


“Jika benar, ada kemungkinan Ia adalah orang yang kami cari. Perkenalkan namaku Jenderal Teng Ji dan ini Wakilku Kolonel Weng Dan. Kami berdua dari Kekaisaran Qing. Dan sedang dalam sebuah tugas rahasia.”


Zhu San tersenyum tipis mendengarnya, namun rasa penasaran membuatnya kembali bertanya pada mereka, saat melihat lencana giok bertulis nama Jenderal Teng Ji.


“Jenderal dari Kekaisaran Qing? Apakah Isteriku dan Kakak seperguruannya adalah buronan Kekaisaran Qing yang ingin kalian tangkap?” Nada suara Zhu San berubah mengintimidasi mereka berdua.


“Tidak anak muda, Kau salah paham. Kami akan menceritakan yang sebenarnya, tetapi disini terlalu banyak telinga yang bisa mendengar hal tersebut. Dan itu akan membahayakan mereka. Bisakah kita berbincang di ruangan kami?”


Jenderal Teng Ji berkata sambil memberi hormat kepada Zhu San. Tidak merasakan adanya niat jahat pada mereka berdua, Zhu San pun bersedia mengikutinya.


Setibanya di ruang penginapan yang mewah di lantai tiga atau teratas, mereka pun melanjutkan perbincangannya.


Jenderal Teng Ji lalu mulai bercerita. Kaisar Qing yang terdahulu bernama Kaisar Qiang Hu, mempunyai permaisuri bernama Lian Mei. Mereka berdua memiliki seorang puteri yang bernama Qiang Ji.


Karena belum memiliki seorang putera Mahkota, Kaisar Qiang Hu pun menikah lagi dalam waktu yang bersamaan sehingga mempunyai dua orang selir sekaligus.


Selir pertama bernama Jian Li, dengan selir ini Kaisar Qiang Hu mempunyai Anak lelaki bernama Qiang Cao.


Selir kedua bernama Meng Niu, keduanya mempunyai anak lelaki yang diberi nama Qiang Hung yang menikah di usia muda.


Beberapa tahun setelah Qiang Hung menikah, Qiang Ji pun menikah dengan seorang bangsawan bernama Shi Hung.


Dari pernikahannya itu, mereka dikarunia seorang puteri yang bernama Shi Ling (Bian Chi).


Qiang Hung naik tahta menjadi Kaisar Qing menggantikan Ayahnya yang meninggal. Hal ini membuat Jia Li dan Qiang Cao tidak terima. Beberapa bulan kemudian, keduanya melakukan kudeta.

__ADS_1


Dalam kudeta tersebut, Qiang Hung, isteri serta ibunya terbunuh. Tapi puteranya bernama Qiang Yan selamat karena dibawa kabur oleh salah satu pengawal pribadinya.


Qiang Cao Lalu naik tahta. Kaisar baru ini takut akan keselamatan Tahtanya. Ia pun beberapa kali mengirim pembunuh bayaran untuk menghabisi Shi Hung, Qiang Ji dan Shi Ling putri mereka.


Namun para pembunuh itu selalu gagal karena keberadaan Guru Qiang Ji yang bernama Mi Lin.


Mi Lin menjadi pengawal pribadi serta Guru Qiang Ji karena meneruskan jejak gurunya. Pendekar Pedang Phoenix yang telah wafat.


Mi Lin sempat menjadi pengawal Lian Mei, permaisuri Kaisar Qiang Hu. Permaisuri Wafat satu bulan setelah wafatnya kaisar Qiang Hu. Mi Lin pun lalu memutuskan menjadi pengawal pribadi sekaligus guru bagi Qiang Ji.


Setelah apa yang terjadi dengan saudara mereka Qiang Hung dan demi menjaga keselamatan Shi Ling, Qiang Ji dan Shi Hung meminta Mi Lin untuk membawanya pergi ke kekaisaran lain.


Mi Lin pun membawa Bian Chi yang berusia 2,5 tahun ke arah utara, di perjalanan Ia bertemu dengan pengawal Qiang Hung yang sedang bertarung dengan para pembunuh bayaran.


Mi Lin lalu membantai seluruh pembunuh bayaran itu. Sedangkan pengawal Qiang Hung itu tewas kehabisan darah. Mi Lin pun membawa Qiang Yan yang telah berumur 6 tahun bersamanya.


Mi Lin membawa keduanya ke utara, dan melewati kota Shangyu. Hal itu diketahui berdasar informasi dari salah satu pengawal pribadi Shi Hung, berjuluk Si Bayangan Semu.


Namun keberadaan Bayangan Semu diketahui oleh Mi Lin. Dan hampir saja Ia membunuhnya. Mi Lin meminta, Bayangan Semu untuk kembali ke Kekaisaran Qing dan melaporkan situasinya.


Sejak saat itulah tidak lagi terdengar berita tentang mereka bertiga, hingga akhirnya dua tahun lalu, mereka mendengar berita tentang seorang pendekar berjuluk Pendekar Pedang Phoenix yang bernama Lin Mi berasal dari Kekaisaran Jian.


Shi Hung yang akhirnya melakukan perlawanan terhadap Kaisar Qiang Cao. Berhasil mengalahkannya sejak enam tahun lalu dan menobatkan dirinya menjadi Kaisar Qing.


Dua tahun lalu, Kaisar Shi Hung mendengar berita kemunculan Pendekar Pedang Phoenix di Kekaisaran Jian.


Mereka berdua pun diutus oleh Kaisar Shi Hung untuk memastikan jika Ia adalah Mi Lin dan membawa kembali Puteri mereka Shi Ling, serta keponakan Kaisar yang bernama Qiang Yan.


“Tuan Muda siapakah nama Anda? Dan apakah benar Isteri Anda memiliki tanda lahir seperti yang kami sebutkan tadi?” Tanya Jenderal Teng Ji mengakhiri ceritanya.


“Namaku Zhu San Paman Jenderal dan mengenai tanda lahir itu aku memang melihatnya, tapi Isteriku bernama Bian Chi dan Pemuda itu bernama Ju Yan. Apakah mungkin mereka berdua adalah Shi Ling dan Qiang Yan?”

__ADS_1


Dahi keduanya terlihat mengerut, mencoba mencari jawaban atas pertanyaan Zhu San.


******


__ADS_2