Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
063: Berlatih Kembali


__ADS_3

Zhu San pun perlahan-lahan membuka kotak hitam yang terbuat dari besi hitam itu. Ia pun menjadi terpana setelah melihat apa isi dalam kotak besi hitam tersebut.


Sesuai dengan petunjuk yang kini berada di ingatannya, terlihat satu buah kitab cukup besar dan tebal yang di sampulnya tertulis kata “Kitab Yinyang Sejati.”


Terdapat dua buah kotak kecil yang dengan tangan gemetar diambil oleh Zhu San.


Hawa energi panas segera terpancar saat Zhu San membuka kotak kecil di mana tertera kata “Kristal Energi Yang.”


Sedangkan Hawa energi dingin segera terpancar saat kotak bertuliskan “Kristal Energi Yin” itu di buka.


“Yu’er … Aku akan memberikan Kristal ini sebagai hadiah saat kita bertunangan nanti.”


Zhu San berkata lirih sambil menahan rasa rindu yang entah sejak kapan Ia miliki ketika Ia teringat sosok Qin Yu.


“ling’er aku akan menghadiahkan kristal ini kepadamu dan aku ingin tahu apa yang akan kau lakukan jika mengetahui Kristal ini bisa meningkatkan energi Yang Adik Xie Han.”


Berdasar apa yang Zhu San ketahui dari petunjuk yang berada di ingatannya, Kristal Energi Yang dapat membuat orang bertubuh, bisa mendapatkan Energi Yang dalam jumlah yang setara dengan mereka yang memiliki tubuh istimewa.


Begitu pula halnya dengan Kristal Energi Yin sebelumnya.


Dengan begitu, walau Xie Han yang berjenis tubuh biasa, tetapi Ia dapat menikahi Liu Ling tanpa merasa khawatir Energi Yang miliknya terserap habis.


“Semua keputusan berada di tangan mu adikku Liu Ling…”


Zhu San tetap memutuskan untuk mempelajari Kitab Yinyang dimana di dalam kitab tersebut terdapat metode khusus untuk Xie Han menyerap kristal itu.


Zhu San kemudian mengambil satu buah kotak yang berisi Cincin Jiwa Yinyang. Sebuah cincin yang dibuat oleh Yao Shan atas petunjuk seorang Dewa yang juga merupakan Kakeknya.


Zhu San pun segera mengeluarkan cincin yang batunya memiliki dua warna yang serupa dengan batu besar dimana Pedang Yinyang tadi berada.


Setelah menggigit ujung jarinya, Zhu San lalu meneteskan tiga tetes darahnya ke batu Cincin Jiwa Yinyang.


Sesuai dengan petunjuk dalam lembaran kulit yang menjadi debu tadi, Zhu San tidak terkejut saat batu tersebut memendarkan cahaya biru dan merah yang seperti api.


Hal yang menandakan bahwa dirinya berjodoh dengan Cincin Jiwa Yinyang tersebut.

__ADS_1


Dengan tak sabar, Zhu San pun segera memasang cincin itu ke jari manis tangan kanannya. Hal yang selanjutnya terjadi, setelah Ia membaca mantera, membuatnya sangat takjub.


Dirinya merasa berada dalam dua alam dunia yang berbeda yang berada di satu tempat yang sama.


Ia dapat melihat dinding goa dan juga sebuah hutan yang sama persis dengan kondisi hutan di luar goa itu.


Zhu San juga dapat melihat sebuah pohon Apel berbatang kuning keemasan yang buahnya juga berwarna sama dengan batang pohonnya.


“Ini pasti buah Apel Emas, tanaman buah yang hanya dimiliki oleh para dewa. Setidak ada seratus lebih buahnya. Chulai Chulai Chulai ….”


Zhu San membaca mantera agar dapat mengambil apel tersebut dari Cincin Jiwa Yinyang.


Zhu San sangat senang saat di tangannya telah tergenggam sebuah apel yang cukup besar. Rasa laparnya membuat Zhu Segera menyantap buah Apel itu hingga habis.


Selang beberapa detik kemudian, Zhu San tersentak saat merasakan energi besar bergolak di dalam perutnya.


Ia pun segera bermeditasi untuk menyerap energi tersebut dan mengalirkannya ke seluruh otot dan tulang yang berada di tubuhnya.


Satu jam kemudian Zhu San berhasil menyerap seluruh energi dari buah apel itu. Rasa laparnya pun menghilang.


Sesaat setelah pedang berada dalam sarungnya, perhatian Zhu San segera teralihkan ke tulang kerangka yang kini bercahaya terang.


Saat cahaya menghilang, tulang kerangka itu tidak lagi terlihat di atas altar kecil dimana Ia tadi berada.


Zhu San mengabaikan berbagai pertanyaan tentang apa yang baru saja terjadi. Ia lalu kembali duduk di depan kotak hitam dan segera meraih kitab Yinyang.


Zhu San membuka lembar demi lembar dan membacanya menggunakan penerangan dari Batu Cahaya yang bertebaran di dinding goa itu.


Kitab Yinyang itu selesai dibaca oleh Zhu San setelah menghabiskan waktu selama delapan jam tanpa jeda.


Karena adanya Energi yang berasal dari Lembaran Kulit yang masuk ke dalam kepalanya tadi, Zhu San kini mampu menghapal seluruh isi kitab tersebut dengan hanya sekali baca.


Zhu San pun teringat saat ia masih kecil, Ayahnya terkejut saat dirinya mampu menghapal dua lembar dari sebuah kitab, hanya dalam sekali baca saja.


“Seandainya Ayah tahu aku bisa menghapal isi sebuah kitab yang halamannya hampir seratus ini, apa kira-kira yang akan ayah lakukan sekarang ya?”

__ADS_1


Zhu San tersenyum saat teringat tubuh kecilnya langsung diangkat dan dilemparkan ke udara beberapa kali oleh sang ayah setelah mengetahui bakatnya tersebut.


Sepertinya Aku harus mulai berlatih, entah berapa lama aku bisa menguasai seluruh isi kitab yang begitu banyak.


Zhu San pun kembali mengingat urutan lembar demi lembar isi kitab Yinyang. Terdapat banyak teknik di dalam kitab tersebut.


Di lembar pertama tentang Teknik Tapak Yinyang. Teknik ini terdiri dari lima jurus, dan jurus tapak Yinyang yang telah dikuasai olehnya adalah Jurus pertama yang juga adalah jurus terlemah.


Teknik Kedua adalah Teknik Pedang Yinyang dimana jurus pertamanya yang terlemah juga telah kuasai oleh Zhu San.


Teknik ketiga adalah teknik peringan tubuh. Jurus pertamanya adalah teknik Langkah Angin dan jurus keduanya adalah jurus Tubuh Angin.


Selain itu dalam teknik ini juga terdapat sebuah jurus langka yaitu jurus Kaki Bambu Tubuh Lentur.


Dengan jurus Kaki Bambu Tubuh Lentur ini, seseorang dapat menggerakan tubuhnya dengan kaki yang seolah tertanam di dalam tanah.


Teknik berikutnya adalah teknik pengobatan Yinyang. Teknik ini mengandalkan kekuatan besar energi Yin dan Energi Yang di dalam tubuh Yinyang Sejati.


Mereka yang mengusai teknik ini akan menjadi seorang tabib yang hebat tanpa bantuan sumber daya sekalipun.


Selama orang itu masih bernafas, luka separah apapun dapat disembuhkan oleh teknik ini.


Selain dapat untuk mengobati orang lain, tentu saja teknik ini juga dapat mengobati luka dalam maupun luar pada tubuhnya sendiri. Bahkan bisa dibilang sangat efisien untuk mengobati diri sendiri.


Teknik terakhir adalah Teknik Tulang Lunak otot lentur.


Zhu San awalnya tidak ingin membaca petunjuk dalam teknik tersebut, namun saat Ia menemukan bahwa jurus ini jauh lebih unggul dalam beberapa hal dari jurus Tulang Lunak otot Kenyal.


Zhu San pun berniat mempelajarinya lebih lanjut. Ia memutuskan untuk berlatih semua teknik yang ada dalam kitab tersebut hingga dalam penguasaan tahap sempurna.


Setelah itu, Zhu San baru akan keluar dari goa dan tujuannya yang pertama adalah ke kota Shinzu. Kota tempat kelahirannya.


Setelah satu bulan berlatih teknik Tapak Yinyang Sejati, akhirnya Zhu San bertekad untuk menguasai semua teknik tersebut dalam waktu enam bulan.


Hal yang membuatnya Zhu San akan terkejut dengan situasi Tragis yang terjadi pada Kekaisaran Liu setelah lima bulan kemudian Ia keluar dari goa tersebut.

__ADS_1


*****


__ADS_2