
Perjalanan ke Kota Shangyu setidaknya akan memerlukan waktu selama tiga hari dengan berkuda tanpa henti.
Zhu San yang kini dalam wujud Komandan Mao Sheng, mengistirahatkan pasukannya saat malam tiba. Mereka pun mendirikan tenda-tenda untuk beristirahat.
“Komandan Sheng … Tenda anda telah selesai didirikan. Silahkan Istirahat.”
Seorang prajurit melapor kepada Zhu San dan tanpa menjawab perkataan prajurit itu, Zhu San segera melangkah ke arah tenda yang terbesar di antara tenda yang lain.
Setelah menyantap makan malamnya, Zhu San pun segera mengeluarkan sebuah buku yang Ia ambil dari perpustakaan. Sebuah buku tentang strategi perang.
Setelah menemukan strategi yang Ia rasa cocok untuk digunakan dalam rencananya, Zhu San pun memasukan kembali buku itu ke dalam Cincin Jiwa Yinyang.
Ia lalu merebahkan tubuhnya, mencoba memejamkan mata, namun pikirannya terus berjalan memutar kembali penjelasan yang Ia terima dari Kakek Gurunya.
Penjelasan tentang apa yang terjadi selama enam bulan terakhir sejak Zhu San dikabarkan tewas saat melawan Tsao Beng dan Qiao Bun.
Setidaknya ada enam Ketua Sekte yang akan kembali ke sekte mereka, berhasil di tangkap oleh Aliansi Aliran Hitam.
Ke enam Ketua Sekte itu, empat orang diantaranya tewas beserta delapan orang murid mereka yang mengikuti turnamen.
Hal itu karena mereka tidak mau bekerja sama dengan Aliansi Aliran Hitam, untuk melakukan kudeta.
Sementara dua orang Ketua Sekte yang berasal dari Aliran Netral, bersedia untuk bergabung. Sebagai jaminan atas ucapan mereka, empat orang muridnya ditahan oleh Aliansi sementara waktu.
Empat bulan kemudian, kudeta Aliansi Aliran Hitam dan empat Bangsawan, berhasil mendesak mundur pasukan Kekaisaran Liu dan menguasai Kota Shangyu.
Adanya prajurit khusus yang memiliki kemampuan tinggi dalam pasukan Aliansi, menjadi faktor utama kemenangan mereka.
Para prajurit khusus itu adalah anggota dari belasan sekte aliran Hitam yang tergabung dalam Aliansi.
Kemampuan para prajurit khusus itu, setidaknya berada di tingkat Pendekar Pemula tahap akhir hingga tingkat pendekar menengah tahap menengah.
Enam puluh ribu pasukan yang dimiliki Kaisar Liu Feng, tidak dapat bertahan dari gempuran enam puluh ribu prajurit dari para pemberontak itu.
Lima belas ribu orang prajurit dari para pemberontak, merupakan pasukan khusus yang berasa dari Aliansi Aliran Hitam.
Sebuah kesalahan dilakukan oleh Kaisar Liu Feng adalah membiarkan ke enam bangsawan besar lainnya memiliki pasukan sendiri.
Walau diizinkan memiliki prajurit sendiri, namun jumlahnya tetap dibatasi yaitu sebesar lima belas ribu prajurit untuk setiap satu orang bangsawan.
__ADS_1
Kaisar Liu Feng sendiri memiliki enam puluh ribu prajurit. Dan apabila disatukan dengan jumlah prajurit ke enam bangsawan lain, maka kekaisaran Liu memiliki seratus lima puluh ribu prajurit.
Jumlah yang cukup besar untuk sebuah Kekaisaran kecil seperti Kekaisaran Liu, andai saja mereka bersatu.
Namun ambisi dan keserakahan telah membutakan mata mereka. Empat bangsawan bersepakat melakukan kudeta dibantu para pendekar Aliran Hitam.
Setelah mengepung Kota Shangyu selama satu bulan, akhirnya pasukan pemberontak berhasil menduduki Ibukota kekaisaran Liu.
Kaisar Liu Feng berhasil menghancurkan kepungan di bagian utara bersama dengan dua puluh ribu pasukannya yang tersisa.
Ia pun segera menuju ke Kota Baixan, kota yang dikuasai oleh Bangsawan Mu Bai, Paman Zhu San dari pihak Ibunya, Mu Rong.
Namun dalam masa pelarian selama dua minggu itu, pasukan khusus Aliansi Aliran Hitam di pimpin oleh Tsao Beng dan Qiao Bun serta Pedang Siluman Qing Jun dan Pendekar Dewa Tapak Api Luo San, terus mengejar mereka.
Dengan membawa sepuluh Ribu Pasukan Khusus, mereka berhasil mengejar pasukan Kaisar Liu Feng. Pertempuran pun terjadi.
Namun di luar dugaan Luo San, Sekte Pedang Api di pimpin Ketua Xie Bing dan Sekte Pedang Angin datang membantu saat pertempuran baru satu jam berlangsung.
Tak berapa lama, Sekte Kuil Cahaya Kebenaran pun datang dengan seribu anggota mereka.
Kedatangan tiga sekte aliran putih yang cukup besar itu, membuat pertempuran menjadi seimbang.
Dalam pertarungan para pemimpin itu, Tsao Beng dan Qiao Bun berhasil mengalahkan Fu Kuan dan Lin Kai.
Kedua orang guru Zhu San itu kalah dengan kondisi mengenaskan. Tenaga dalam mereka telah dihancurkan oleh Tsao Beng dan Qiao Bun.
Walau berhasil mengalahkan Fu Kuan dan Lin Kai, keduanya mengalami cedera yang cukup serius.
Di sisi lain, Dewa Tapak Api Luo San bertarung seimbang Qin Rui. Keduanya sama-sama terluka parah dalam duel itu.
Hal yang sama terjadi dengan Pedang Siluman Qing Jun yang bertarung imbang dengan Zheng An. Keduanya pun terluka cukup serius.
Hal itulah yang membuat Dewa Tapak Api Luo San memutuskan untuk menghentikan pertempuran dan kembali ke kota Shangyu untuk mengobati luka-luka mereka.
Akhirnya Pasukan Kaisar Liu Feng dan ribuan anggota dari tiga sekte, tiba di Kota Baixan.
Mereka pun disambut sangat baik oleh Bangsawan Mu Bai yang memiliki loyalitas tinggi kepada Kaisar Liu Feng.
Kabar tentang kematian dirinya diketahui dari Fu Kuan dan Lin Kai yang berhadapan dengan Tsao Beng dan Qiao Bun.
__ADS_1
Berita itu sangat mengejutkan, mulanya Fu Kuan dan Lin Kai tak ingin percaya. Namun saat melihat Pedang Awan Biru berada di tangan Luo San, mereka akhirnya percaya.
Berita kematian Zhu San menggemparkan Kota Baixan, Zhu Han yang saat itu berada di Kota Baixan, merasa sedih. Namun Ia tak ingin percaya dengan berita kematian Zhu San itu.
Dan karena dalam suasana peperangan, kesedihan itu segera teralihkan saat Kaisar Liu Feng mengajak semua tokoh untuk bermusyawarah.
Dan mereka pun memutuskan, mengirim seseorang untuk meminta bantuan ke Kota Songdu, yang dipimpin oleh Bangsawan Song Yu.
Sebulan kemudian, Pendekar Seribu Wajah yang ditunjuk untuk berangkat ke kota Songdu, telah kembali dengan membawa bantuan lima ribu prajurit .
Selain membawa prajurit, Pendekar Seribu Wajah juga membawa berita tentang Zhu San yang Ia ketahui dari Song Ruo yang telah tiba di kota kelahirannya.
Hanya saja saat kembali ke kota Baixan Pendekar Seribu Wajah tidak menemukan Zhu Han.
Setelah mendapat kabar jika Zhu Han kembali ke kota Shinzu, Pendekar Seribu Wajah pun segera menyusulnya.
Ia sampai di Kota Shinzu sesaat sebelum kemunculan Sang Raja Pedang, guru Cong Hai.
Saat makan di sebuah kedai, Guru Zhu Han itu mendengar kabar jika Zhu San telah kembali ke kota tersebut.
Dan Ia pun segera bergegas menuju kediaman muridnya itu, tepat di saat Raja Pedang membunuh prajurit penjaga yang bertugas menjaga gerbang.
Zhu San pun menghela nafas panjang, malam telah mencapai puncaknya saat Ia keluar dari tendanya.
Ia merasakan ada sesuatu yang janggal dalam surat yang mereka terima kemarin. Mungkinkah Aliansi Aliran Hitam tidak mengetahui jika Chou Bai telah tewas?
Suasana malam yang hening, membuat telinga Zhu San yang memiliki pendengaran sangat tajam, mendengar derap kaki yang bergerak mendekati perkemahan mereka.
Zhu San segera melesat ke udara setinggi seratus meter. Ia pun segera melesat ke arah sumber suara yang Ia dengar tadi.
Setelah melayang seratus meter dari tendanya, Zhu San menemukan kenyataan bahwa pasukannya telah terkepung.
“Jadi surat itu adalah jebakan agar kami meninggalkan kota. Aku harus segera memberitahu para prajurit.”
“AWAS ADA SERANGAN!”
Suara Zhu San yang berteriak menggunakan tenaga dalamnya, menggelegar memecah keheningan malam.
*****
__ADS_1