Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
260: Pertempuran di Gerbang Barat IX


__ADS_3

Walau merasakan kekuatan Zhu San meningkat, Gao Yan tidak merasa gentar sama sekali. Ia begitu percaya dengan kekuatan jurus Tapak Pembalik Langit Level tiga.


Ia menyerang Zhu San dengan kedua energi berbentuk tapak itu secara bertubi-tubi. Zhu San yang selalu menghindar untuk berbenturan energi, sedikit kerepotan untuk memperpendek jarak dengan Gao Yan.


Hingga detik ini, Zhu San masih belum mengetahui kelemahan dari Jurus Tapak Pembalik Langit yang mampu memantulkan energi lawan menjadi dua kali lipat lebih kuat.


Sebuah cara terlintas dalam benak Zhu San, Ia pun segera membuat angin Tornado besar dari kedua telapak tangannya.


Angin yang berputar sangat kuat itu, segera Zhu San gunakan untuk menghadang sekaligus mengurung kedua telapak tangan energi milik Gao Yan.


Hal itu membuat Gao Yan terkejut karena tidak bisa lagi mengendalikan kedua energi tapak miliknya. “Sepertinya cara ku berhasil!”


Raut wajah Gao Yan yang panik, memberitahu Zhu San jika serangannya menggunakan energi angin, berhasil meredam jurus Tapak Pembalik Langit .


Setelah mengurung kedua tapak itu, Zhu San segera melesat memperpendek jarak dengan Gao Yan. Dengan jurus Tinten Siba Zhu San menyerang Gao Yan secara bertubi-tubi.


Gao Yan pun terdesak hebat setelah bertukar serangan lebih dari dua puluh kali. Sebuah Tinju Zhu San dengan telak menghantam dada Gao Yan yang membuatnya terpental memuntahkan darah.


“Yan Gege!!” Qiu Lan berteriak histeris saat melihat tubuh Gao Yan melayang tidak terkendali. Kepanikannya bertambah saat melihat Zhu San telah kembali melesatkan serangan susulan.


“Tidak !!!” Qiu Lan hendak berkelebat menghadang tendangan Zhu San. Namun langkahnya tertahan oleh tendangan Bian Chi yang membaca niatnya.


DUAAAGHHH


AAARGGGHHH


BLAAAMMM


Tendangan kuat Zhu San bersarang dengan telak di punggung Gao Yan, membuat tubuhnya melambung ke udara hingga dan meregang nyawa tepat saat hendak berbalik jatuh.


Karena Gao Yan telah tewas, dua energi berbentuk tapak itu meledak bersamaan karena tidak ada yang mengendalikan.


Ledakan sangat kuat itu, membuat Bian Chi dan Qiu Lan serta Zhu San terpental dengan arah yang berbeda-beda hingga sejauh belasan meter.

__ADS_1


Qiu Lan yang melihat tubuh suaminya meluncur jatuh ke tanah, segera melesat dan meraihnya. Jeritan keras terdengar dari Qiu Lan saat menyadari sang suami telah tewas.


Kesedihannya hanya bisa berupa isakan. Saat Ia melepaskan tubuh Gao Yan yang kemudian jatuh namun tidak membentur tanah karena ia kendalikan dengan energi qi nya.


Tidak terlihat setetes pun air dari mata Qiu Lan yang terisak sedih, hanya kemarahan yang ada di dalam hatinya, saat Ia kembali melesat ke atas dan berdiri menatap Zhu San telah berada di samping Bian Chi.


“Kalian berdua … kalian telah membunuh orang yang ku cintai … Aku tidak bisa memaafkan kalian lagi!” Aura yang mencekam, segera memenuhi udara selepas Qiu Lan berkata demikian.


Ia mengerahkan seluruh energi qi yang berada di dalam tubuhnya. Pancaran energi yang sangat kuat segera menerpa Zhu San dan Bian Chi, membuat keduanya terjajar dua meter ke belakang.


Baik Zhu San maupun Bian Chi terkesiap merasakan energi qi yang sangat besar dari Qiu Lan. “Chi’er hati-hati! Kekuatannya ternyata sangat besar sekali. Bersiap dengan jurus Amarah Suci Pedang Yinyang.”


Bian Chi pun segera mengeluarkan Pedang Yin setelah melihat suaminya mengeluarkan Pedang Yang dari Cincin Jiwanya. Lalu keduanya segera mengerahkan seluruh energi qi yang mereka miliki.


“Apakah ini kekuatan penuh kalian?” Qiu Lan berkata dengan senyum sinis saat merasakan dua energi yang sedikit lebih besar dari energi yang Ia miliki.


“Benar, bersiaplah untuk mati dengan jurus yang telah membunuh mu seribu tahun lalu.” Jawab Bian Chi dengan suara ketus.


Di luar dugaan keduanya, Qiu Lan tertawa lebar hingga tubuhnya terguncang-guncang. “Kalian pikir mudah untuk membunuhku? Lakukanlah! Jika kalian merasa yakin bisa membunuhku dengan jurus itu.”


Namun Zhu San tidak bisa berlama-lama dengan pikirannya, Bian Chi telah bersiap dengan mengeluarkan Naga Es dari ujung Pedang Yin.


Dua buah Ular Naga Raksasa yang sedang meliuk-liukkan tubuhnya di udara, membuat pertempuran di depan Gerbang Barat Kota Hungdao, seketika terhenti.


Mata mereka melotot lebar saat melihat seekor Naga Putih yang mengeluarkan asap dingin, sedang bersama seekor ular naga raksasa yang tubuhnya diselimuti api membara.


Kedua Ular Naga dari energi itu, tiba-tiba saling melilitkan tubuh mereka satu sama lainnya sehingga terlihat seperti terpilin. Lalu dua buah angin tornado berputar cepat dan melilit tubuh keduanya yang telah bersatu padu di udara.


“Mengapa Dewi Kematian itu terlihat tenang saja melihat jurus yang dulu pernah membunuhnya? Bahkan Ia tidak terlihat akan melawan jurus ini.”


Benak Zhu San pun kembali dipenuhi oleh pertanyaan besar yang mengganjal di dalam benaknya selama ini. “San Gege … Kenapa Qiu Lan hanya diam saja?”


“Entahlah Chi’er … Aku merasa ada sesuatu yang janggal tapi aku tidak tahu apa itu.” Jawab Zhu San yang bimbang untuk melepaskan serangan terkuat mereka.

__ADS_1


“Tak kusangka, kekuatan mereka berdua jauh lebih besar dari kekuatan Yao San dan Gong Yi seribu tahun lalu. Namun begitu, sebenarnya aku bisa membunuh mereka jika saja … “ perkataan Qiu Lan dalam benaknya, terputus mendengar teriakan Bian Chi.


“Dewi Kematian! Apakah Kau telah menyerah dan berpasrah diri menerima serangan kami yang akan mengakhiri hidupmu?”


Pertanyaan Bian Chi itu dijawab Qiu Lan dengan bersiap melawan mereka menggunakan satu-satunya senjata pusaka yang Ia miliki saat ini, Gaun Kematian.


Sesaat kemudian, dari Gaun Hitam yang Ia kenakan saat ini, muncul enam buah selendang hitam sepanjang tujuh meter dari bagian punggungnya.


Enam selendang itu, menunjukkan jika Qiu Lan bersiap dengan jurus selendang mautnya. Lalu perlahan selendang itu Ia aliri energi qi dalam jumlah sangat besar.


Hal itu membuat Panjang dan besar selendang hitam menjadi sepuluh kali lipat lebih besar baik panjang maupun lebarnya yang kini selebar dua meter lebih.


Hal itu membuat Zhu San dan Bian Chi tersenyum. Setidaknya mereka tidak membunuh musuh yang diam dan menyerah pasrah.


Zhu San dan Bian Chi segera melesatkan Ular Naga yang telah bersatu padu itu ke arah dimana Qiu Lan berada dengan selendang raksasa yang telah di aliri energi qi sangat besar.


Saat Ular Naga itu menderu ke arah tubuhnya, Qiu Lan segera menghentakkan kedua tangannya. Hentakkan itu membuat empat selendang raksasa segera bergerak membentuk perisai energi.


Sementara dua Selendang yang lain segera melesat melilit tubuh ular naga dan menahan lajunya yang sangat cepat itu.


Di luar dugaan Qiu Lan, Perisai Selendang maut dan lilitan Selendang maut, gagal menahan kuatnya serangan Zhu San.


BLAAMMMM


Ledakan sangat keras menggelegar di udara sebelah barat Kota Hungdao. Fluktuasi udara yang sangat hebat terjadi setelah ledakan itu dan menerpa mereka yang berada di bawah dan membuat semuanya jatuh terduduk.


Tubuh Qiu Lan terlihat hancur dan hanya menyisakan Gaun Hitam yang tidak lagi memiliki selendang. Bian Chi melesat untuk meraih Gaun Hitam tersebut.


Namun langkahnya terhenti saat sebuah cahaya keperakan menderu sangat cepat ke arahnya. Beruntung Zhu San yang masih waspada segera melesat dan menahan serangan itu dengan energi dari Pedang Yang.


Keduanya terkejut saat mengetahui asal serangan tersebut. Mata keduanya melotot lebar. Saat itulah Zhu San akhirnya mendapat jawaban dari kejanggalan yang Ia temukan beberapa hari terakhir.


“Teknik Duplikat Diri dari Kitab Sakti Energi Alam!? Begitu rupanya. Dia menggunakan jasad manusia untuk membuat duplikat dirinya.”

__ADS_1


Zhu San berkata demikian setelah Ia melihat Kepala Qiu Lan yang telah terpisah dari badannya, melayang secara perlahan mendekati mereka.


--------------------------O---------------------------------


__ADS_2