Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
079: Tapak Naga Yinyang


__ADS_3

Teriakan Zhu San yang sangat keras itu, segera membangunkan para prajurit yang beristirahat di dalam tenda.


Sementara mereka yang mengepung pasukan Zhu San, terkesiap saat mendengar teriakan yang begitu keras dengan menggunakan tenaga dalam yang tinggi itu.


“Ketua Qing Jun … Siapa yang berteriak dan dimana orang itu? Apakah rencana kita telah diketahui mata-mata musuh?”


Suara serak-serak basah terdengar bertanya kepada Ketua Sekte Pedang Siluman itu.


“Entahlah Ketua Zhi Hung, Aku tidak bisa merasakan keberadaan orang tersebut. Sebaiknya kita segera menyerang mereka, Anda dari arah timur dan kami dari utara.”


Qing Jun berkata demikian kepada Ketua Zhi Hung yang merupakan Ketua Sekte Pedang Hitam.


Zhi Hung pun segera melesat menuju ke tempat seribu orang anggota sektenya yang telah berada seratus meter di sisi timur perkemahan pasukan Zhu Han.


Qing Jun lalu memberikan perintah kepada anak buahnya untuk segera menyalakan kembang api sebagai tanda serangan mereka di mulai.


Saat kembang Api itu meledak di udara, Mata Qing Jun membelalak lebar. Kini Ia berhasil mengingat suara siapa yang baru saja berteriak.


Keringat dingin pun segera mengalir di punggung Qing Jun, saat Ia menyadari keberadaan Zhu San di atas mereka.


“Pemuda itu … Dia masih hidup rupanya. Aku harus segera meninggalkan tempat ini secepatnya.”


Qing Jun pun segera berteriak memberi komando kepada anak buahnya untuk segera menyerang pasukan Zhu San.


Zhu San yang mendengar teriakan tersebut, wajahnya berubah menjadi buruk saat melihat dari arah utara, timur dan barat, melesat ribuan orang menyerang ke tempat dimana pasukannya berada.


“Apakah mereka ini Pasukan Khusus yang dikatakan oleh Kakek Guru? Jika benar, mereka adalah para anggota sekte Aliran Hitam, Aku tak akan membiarkan satu pun dari mereka pergi dari tempat ini!”


Zhu San segera mengeluarkan Pedang Yinyang dari Cincin Jiwa dan segera melemparkan ke arah barat.


Mereka yang menyerang dari barat, telah berada paling dekat dengan prajurit Kota Shinzu yang kini terlihat ketakutan saat mendapati mereka telah terkepung lawan.


“Jangan Takut! … Lawan mereka!” Zhu San yang menyadari hal itu segera berteriak membangkitkan semangat tempur prajuritnya.


Suara teriakan mulai terdengar dari arah barat saat pedang Yinyang melesat dan menusuk tubuh lawan yang berada di dekatnya.


“Apa!!? Mustahil!”

__ADS_1


“Tidak mungkin …!!?”


Para penyerang dari barat segera berhenti dan tak ada yang berani maju untuk menyerang, saat melihat Pedang Yinyang telah membunuh setidaknya dua puluh rekan mereka dengan sangat cepat.


Sementara Zhu San segera membantu para prajurit untuk mengatasi serangan dari utara dan timur.


Mereka yang dari utara terkejut saat tiba-tiba Zhu San muncul di hadapan mereka dan turun dari udara.


Mereka yang berada di dekat Zhu San tak sempat untuk bergerak mundur lagi, saat Zhu San menyerang mereka dengan menggunakan Teknik Tapak Yinyang Sejati.


Hawa panas yang tinggi dan hawa yang sangat dingin terpancar kuat dari kedua tapak tangan Zhu San.


Mereka yang terkena serangan Tapak kanannya, tewas dengan tubuh yang hangus dan yang terkena serangan tapak kirinya, tewas dengan tubuh membeku.


Hal itu tentu saja membuat mereka yang datang menyerang, berusaha lari menjauhi Zhu San.


Suara denting pedang serta suara teriakan kematian dari para prajurit, membuat Zhu San semakin marah.


Energi tenaga dalamnya semakin meluap- luap, membuat udara malam menjadi tak menentu hawanya.


Sementara itu Zhu San yang melihat sekilas wajah pucat prajuritnya itu semakin geram dibuatnya. Ia pun akhirnya mengeluarkan jurus Tapak Naga Yinyang.


Aura Panas dan Dingin semakin meningkat seiring dengan keluarnya dua energi merah dan biru dari telapak tangan Zhu San.


Energi yang lalu membentuk dua ekor naga berbeda warna merah dan biru, membuat para penyerang yang datang terkesiap.


Namun mereka yang sedang bertarung dengan prajurit, tidak menyadari hal tersebut. Dan merekalah yang menjadi sasaran kemarahan Zhu San.


Dua energi yang berbentuk ular naga itu, segera meliuk dan melesat menghantam mereka yang menyerang para prajurit.


Mata Qing Jun melotot lebar, tubuhnya pun menggigil hebat saat melihat apa yang terjadi dengan mereka yang terhantam oleh energi berbentuk naga itu.


Hal yang sama dialami oleh Zhi Hung, Ketua Sekte Pedang Hitam itu, mulutnya terbuka lebar saat melihat dua energi berbentuk ular naga itu membantai anak buahnya dengan cepat.


Tubuh mereka yang terhantam oleh energi itu, jika tidak hancur dengan tubuh hangus, pasti hancur dengan tubuh yang membeku bagai bongkahan Es yang diremukan.


Para prajurit pun segera menjauh dan berada di tengah-tengah perkemahan. Demikian juga dengan mereka yang datang menyerang.

__ADS_1


“Mundur!”


Zhi Hung yang telah merasa gentar dalam hatinya, berteriak keras sebelum melesat meninggalkan anggota Sektenya.


Sementara Qing Jun, telah lebih dulu melesat meninggalkan tempat itu. Zhu San mendengus kesal. Ia telah bertekad, mereka yang datang tidak ada yang boleh pergi lagi.


Namun karena jumlah mereka yang lari berhamburan meninggalkan tempat tersebut sangat banyak, membuatnya tidak bisa menghabisi mereka semua.


Zhu San berteriak keras. Ia melepaskan kedua ekor ular naga dari energi tenaga dalamnya itu, ke arah utara dan timur.


WHUTTT WHUUTS


BLAM BLAM


Dua ledakan keras membahana di malam yang mulai bergerak ke arah pagi hari. Jeritan kematian tidak sempat terdengar dari mereka yang terhantam energi itu.


Tubuh mereka hancur menjadi serpihan kecil yang bahkan kucing pun akan malas untuk memakannya.


Zhu San menghela nafas panjang saat menyadari mereka yang tadi menyerang, kini tidak terlihat lagi oleh matanya.


Zhu San membalikan badannya, dahinya berkerut saat melihat seorang pria yang mengenakan Topeng Elang Hitam, sedang berjibaku berusaha melepaskan dirinya dari serangan Pedang Yinyang.


Zhu San menyeringai lebar. Tatapan matanya berubah menjadi dingin saat melihat tingkat beladiri Pria bertopeng Elang Hitam itu.


“Pria ini sepertinya yang memimpin para penyerang dari arah barat. Aku harus bisa menangkapnya hidup-hidup dan menggali informasi darinya.”


Zhu San melangkah perlahan ke arah pertarungan yang terlihat aneh itu. Ia pun sempat mengalihkan pandangannya ke arah ratusan mayat yang berlumuran darah.


Udara yang berbau anyir, memang berasal dari tempat tersebut. Sementara bau daging yang gosong, berasal dari sisi timur dari mayat yang hancur terhantam jurus Tapak Yinyang Sejati Zhu San.


Zhu San berhenti melangkah saat Ia berada pada jarak lima meter dari Pedang Yinyang. Zhu San pun mengangkat tangannya, hal itu membuat pedang Yinyang melesat ke arah tangannya.


Sosok Pria yang tidak terluka saat melawan Pedang Yinyang itu, memandang Zhu San dengan tatapan yang sangat marah.


Zhu San pun tersenyum tipis melihatnya. Dari penampilannya yang memakai Topeng Elang Hitam, Zhu San bisa menebak bahwa sosok di hadapannya saat ini adalah Ketua Sekte Elang Hitam yaitu Chung Ta yang berjuluk Pendekar Elang Hitam.


*****

__ADS_1


__ADS_2