Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
196: Mendatangi Sekte Tapak Besi


__ADS_3

“Sungguh kekuatan yang mengerikan!” Gao Yu bergumam sendiri dan Lu Fang yang berada di dekatnya pun mengangguk setuju.


“Beruntung sekali Kekaisaran Qing, memiliki pewaris tahta sehebat Tuan Puteri Shi Ling.” Lu Fang mengutarakan sesuatu yang berada di benaknya.


Jenderal Teng Ji yang mendengar hal itu, ingin mengatakan sesuatu. Namun Ia menahannya saat melihat Zhu San dan Bian Chi melayang turun mendekati mereka.


“Sesepuh Lu, bagaimana luka anda?” Tanya Bian Chi kepada Lu Fang yang sempat Ia khawatirkan kondisinya tadi.


Lu Fang terharu mendapati dirinya begitu dikhawatirkan oleh Bian Chi yang terdengar jelas dari suaranya.


“Luka Hamba sudah sembuh berkata Tuan Muda Zhu San, Tuan Puteri Shi Ling.” Jawab Lu Fang sambil menangkupkan kedua tangan di depan wajahnya.


“Ling’er … Apakah Kau terluka Nak?” Permaisuri Qiang Ji yang melihat pertarungan telah selesai, bergegas datang menghampiri Bian Chi dengan suara yang menyiratkan kecemasan hatinya.


“Aku Baik-baik saja Ibunda, hanya saja bangunan istana banyak yang rusak karena jurus yang ku gunakan.” Jawab Bian Chi yang disambut dengan senyum tipis beberapa orang termasuk Kaisar Shi Hung.


“Mengenai bangunan yang rusak, akan segera kita perbaiki dengan koin emas yang Kau berikan kemarin. Ling’er, ternyata kau sangat kuat sekali. Ayah tak perlu khawatir lagi akan keselamatanmu, apalagi ada San’er di sisi mu. Ah Kapan kalian akan memberi kami cucu?”


Baik Zhu San maupun Bian Chi menjadi tertegun dengan wajah yang memerah. Zhu San hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal mendengar suara tawa kedua mertuanya.


***


BLAAMM


Suara ledakan kembali terdengar dari dalam Goa dimana Qiu Lan telah selesai berlatih jurus Pedang Iblis Ilusi. Namun ledakan itu, bukan akibat dari melatih jurus itu.


“Ini ledakan yang kelima dalam seminggu ini. Sepertinya Yang Mulia gagal lagi. Aku sudah lelah harus membunuh gadis-gadis muda untuk dia jadikan percobaan Jurus Aneh itu.” Ying Yu berkata kepada Yue Yin.


Keduanya berada dalam sebuah gubuk kecil yang mereka dirikan sejak hampir tiga minggu lalu. Dan saat ini Ying Yu merasa lelah jika harus menculik gadis dan membunuhnya.


“Aku saja yang akan melakukannya. Pasti sebentar lagi Ia akan keluar dan meminta kita untuk menculik gadis lagi.” Yue Yin menarik nafas panjang setelah berkata demikian.

__ADS_1


Seandainya saja di tubuh mereka tidak terdapat Racun yang diberikan oleh Qiu Lan, mungkin sudah sejak dari kemarin-kemarin mereka kabur meninggalkan tempat tersebut.


Hanya saja mereka masih memilih untuk mengabdi kepada Qiu Lan daripada harus mati akibat racun tersebut.


“Kalian Bersiaplah! Kita akan kembali ke meninggalkan tempat ini sekarang juga!” Suara Qiu Lan dari dalam goa yang terdengar kesal, berhasil mengejutkan Yue Yin dan Ying Yu.


Keduanya bisa memahami jika Qiu Lan telah putus asa mempelajari Teknik Replika Diri dari Kitab Sakti Energi Alam.


Dua Bunga Kematian itu segera bersiap untuk meninggalkan tempat tersebut. Tepat di saat mereka selesai, Qiu Lan terlihat keluar dari dalam goa dengan wajah yang terlihat kesal.


“Benar dugaanku, Yang Mulia Qiu Lan telah gagal dalam latihannya.” Dalam benaknya Ying Yu berkata demikian ketika melihat raut wajah Qiu Lan.


BLAAR


Qiu Lan menjentikan jarinya, membuat lubang goa tertutup oleh bebatuan yang jatuh akibat terkena hantaman dari energi yang keluar dari jentikan jarinya tadi.


Mata Ying Yu dan Yue Yin membelalak lebar melihat hal itu. Mereka bisa merasakan jika kekuatan Qiu Lan kini bertambah besar dari sebelumnya.


“Tidak! Kita akan mencari Kitab Tapak Besi terlebih dahulu ke Sekte yang pernah didirikan oleh Pembuat Kitab itu!” Jawab Qiu Lan dengan tegas.


“Kalian akan ikut melayang bersama ku. Jangan mengerahkan tenaga dalam kalian jika tidak ingin tubuh kalian hancur!” Selesai berkata demikian, Qiu Lan lalu menggerakkan kedua tangannya ke arah Ying Yu dan Yue Yin.


Keduanya terkejut saat merasakan adanya energi tak kasat mata yang menyelimuti tubuh mereka dengan kuat. Sesaat kemudian, tubuh keduanya terangkat ke udara bersama dengan tubuh Qiu Lan yang melayang.


Siang itu juga, ketiganya meninggalkan tempat itu dan menuju ke utara wilayah Kekaisaran Wei. Qiu Lan tak banyak bicara selama perjalanan itu.


Hingga saat malam tiba, ketiganya pun tiba di sebuah sekte yang cukup besar yang bernama Sekte Tapak Besi. Sebuah sekte Aliran Putih yang cukup besar.


Walau tidak masuk dalam jajaran Sepuluh Sekte Aliran Putih yang terkuat, Sekte Tapak Besi adalah sekte yang tertua di Kekaisaran Wei, setidaknya untuk saat ini, sebelum Qiu Lan mendatanginya.


“Siapa Kalian? Dan Apa tujuan kalian mendatangi Sekte Kami?” Seorang anggota Sekte Tapak Besi, bertanya dengan penuh rasa hormat melihat Qiu Lan dan Dua Bunga Kematian mendatangi gerbang Sekte mereka.

__ADS_1


Qiu Lan hanya diam, lalu menggerakkan tangannya. Hal yang tak terduga kembali terjadi. Pemuda murid Sekte yang bertanya dengan sopan itu, terpental dan tewas dengan mulut menyemburkan darah.


Lonceng tanda bahaya segera dibunyikan oleh seorang penjaga gerbang yang lain. Sementara tiga orang yang lain segera mengepung Qiu Lan dengan pedang di tangan mereka.


“Minggir Kalian!” Qiu Lan berkata seraya melangkah dan mengibaskan tangannya. Tiga penjaga gerbang itu, terpental dengan nyawa melayang saat tubuh mereka menghantam tembok pagar sekte.


Dua Bunga Kematian, kembali menelan ludah mereka melihat Qiu Lan dengan mudahnya menghabisi para penjaga gerbang itu.


Ketiganya lalu melangkah masuk dan disambut dengan serangan dari anggota Sekte Tapak Besi yang telah berdatangan karena mendengar bunyi lonceng tanda bahaya tadi.


Namun lagi-lagi, Qiu Lan menghabisi para anggota Sekte yang menyerang mereka dengan mudahnya. Puluhan mayat segera bergelimpangan dalam waktu kurang dari lima menit saja.


“Hentikan Serangan!” Sebuah suara dengan tenaga dalam yang tinggi, terdengar menggelegar membuat para anggota yang akan menyerang, menghentikan gerakan mereka.


Lalu melesat sosok sepuh yang berusia sekitar delapan hingga sembilan puluh tahunan, menghadang langkah Qiu Lan.


“Maaf Nona, Siapakah Anda? Dan Ada permusuhan apa anda dengan Sekte Kami?” Sosok Kakek itu bertanya dengan suara yang berwibawa.


“Kau tak perlu tahu siapa diriku! Serahkan Kitab Tapak Besi padaku sekarang juga! Atau Sekte Kalian akan aku musnahkan hari ini!” Qiu Lan membentak Kakek tersebut dengan suara keras.


“Lancang! Jaga sikapmu Nona! Beliau adalah Ketua Sek…. Aarggghh!” Sosok lelaki yang membentak Qiu Lan tak bisa menyelesaikan kalimatnya.


Qiu Lan yang dibentak demikian, menjadi marah dan melepaskan Pisau yang terbuat dari energi qi miliknya. Pisau dari Energi itu, melesat cepat dan menembus leher pria yang membentaknya.


Kakek yang ternyata Ketua Sekte Tapak Besi, terkejut dua kali. Ia terkejut dengan permintaan Qiu Lan dan juga dengan apa yang baru saja Ia lakukan terhadap Tetua Sekte mereka.


“Kemampuan gadis ini di luar nalar. Aku sepertinya tidak akan menang melawannya. Apakah ini akan menjadi akhir dari Sekte Tapak Besi?”


Ketua Sekte Tapak Besi berkata dalam hatinya dengan firasat buruk yang mengisi benaknya.


******

__ADS_1


__ADS_2