Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
111: Keinginan Orang Tua atau Keselamatan Dunia


__ADS_3

Fu Kuan lalu menceritakan awal pertarungan mereka berdua sampai akhirnya bertemu dengan Zhu San dan juga bagaimana mereka berada dalam kondisi seperti saat ini.


Lin Min pun tercenung saat Fu Kuan selesai bercerita tentang kejadian sejak tiga tahun yang lalu itu. Ia pun memandang Lin Kai dengan tatapan bersalah, ternyata apa yang baru Ia dengar, tidak seperti kabar yang Ia terima.


"Adik Kai ... Maafkan Enci yang telah salah sangka kepadamu." Lin Mi pun berkata dengan wajah sedih saat menatap ke arah Lin Kai.


"Tidak apa-apa Enci ... Aku yang salah dan mungkin ini hukuman atas apa yang kulakukan dulu."


Walau berkata dengan suara sedih, setidaknya Lin Kai bersyukur tidak merasakan kemarahan Lin Mi yang akan menghukumnya atas segala perbuatannya yang telah mencemarkan nama baik keluarga besar Lin.


"Adakah hal yang lain yang ingin saudari Lin Mi ketahui?"


Fu Kuan kembali bertanya kepada Lin Mi saat melihat nenek itu menatap tajam Zhu San dengan wajah yang menyimpan kemarahan.


Lin Mi pun menganggukkan kepalanya ketika mendengar pertanyaan Fu Kuan.


"Aku ingin bertanya padamu, siapakah kedua gadis di sampingmu itu?"


Zhu San pun menghela nafasnya mendengar pertanyaan nenek Bian Chi.


"Nenek, gadis di sebelah kananku ini adalah Liu Ling, Ia adalah keponakan Yang Mulia Kaisar dan juga adik angkat aku."


Zhu San menghela nafas saat berhenti sejenak ketika akan menerangkan siapa Qin Yu. Ia pun menatap ke arah Nenek Lin Mi yang sedikit berkurang kemarahannya.


“Ini adalah Qin Yu yang sebenarnya bernama Song Yi puteri dari Paman Song Ruo dan juga Bibi In Xeuxu dan juga sekaligus tunanganku dari semenjak kami masih kecil.”


Apa yang baru saja Zhu San katakan, bukan saja mengejutkan Nenek Lin Mi dan kedua muridnya. Qin Yu berdiri nyaris bersamaan dengan Qin Rui, karena terkejut mendengar apa yang Zhu San katakan.


“San’er … Kau … Apa maksudmu berkata begitu? Apakah kau sedang mengarang cerita?”


Qin Rui segera bertanya dengan rasa penasaran yang membuat kepalanya merasa sedikit pusing akan berita yang baru Ia dengar.

__ADS_1


Zhu San lalu berdiri, Ia pun lalu menceritakan bagaimana Ia tak sadarkan diri dan terbawa arus sungai Liao dan membawanya bertemu dengan sepasang suami isteri, yang bernama Song Ruo dan In Xeuxu dan Juga Nenek Qin Ji.


Qin Rui terkejut ketika Zhu San menyebut saudara kembarnya Qin Ji, hal yang menunjukan jika Zhu San sedang tidak berbohong dengan ceritanya.


“San Gege … Dari mana Kau tahu jika Aku adalah puteri mereka dan juga bernama Song Yi yang telah mereka jodohkan denganmu?”


Zhu San tersenyum, Ia lalu menjelaskan jika Song Ruo bercerita tentang kehilangan puterinya yang dibawa bajak laut dan itu adalah cerita yang sama yang Qin Yu ceritakan kepada Zhu San.


Zhu San kembali menjelaskan bahwa saat ini mereka bertiga berada di kota Songdu, untuk membantu Kakaknya Bangsawan Song Yu yang berada dalam tekanan Aliran Hitam.


Zhu San pun mengatakan kepada kedua Gurunya, Fu Kuan dan Lin Kai bahwa Ia telah berhasil mendapatkan Pedang Yinyang dan juga kitab Pedang tersebut, selain ingatannya yang telah pulih.


Namun ada sesuatu yang membuat Zhu San terdiam ketika mengingat tentang Pedang Yinyang dan juga Bian Chi. Ia pun melihat ke arah Nenek Lin Mi.


Lin Mi mengetahui jika Zhu San ragu untuk menceritakan tentang apa yang disampaikan oleh Roh Yao Shan dan juga Roh Gong Chi.


Ia pun segera berdiri dan mulai menjelaskan hal yang sulit untuk Zhu San jelaskan tentang Takdir langit antara Zhu San dan Bian Chi dan juga akan munculnya Dewi Kematian.


“Masalah ini … Ini bukan masalah sepele…” Fu Kuan sendiri kehabisan kata-kata dan menghela nafas panjang saat menyadari situasinya.


Pertunangan Zhu San dan Qin Yu yang telah direncanakan oleh kedua orang tua mereka, bukanlah hal mudah untuk dibatalkan.


Namun, mengingat Dewi kematian hanya bisa dikalahkan oleh jurus gabungan dan kekuatan yang dimiliki sepasang suami isteri bertubuh Yinyang sejati, membuat masalah ini tidak bisa diabaikan.


Akan terjadi banyak pembunuhan dan juga kesengsaraan yang dialami oleh rakyat, apabila Dewi Kematian dibiarkan tetap hidup dan menguasai Dunia Persilatan.


Tentu saja hal ini menjadi sebuah pilihan sulit bagi Zhu San. Ia hanya bisa diam, mencoba mencari sebuah solusi yang terbaik bagi mereka bertiga.


Suasana Hening di ruang tamu itu, disentakkan oleh melesatnya Qin Yu keluar dari ruangan dengan air mata yang berurai.


Qin Rui mencoba mengejarnya, namun Fu Kuan segera menahannya.

__ADS_1


“Biarkan mereka berdua yang menyelesaikan hal ini.” Fu Kuan berkata sambil melirik ke arah Zhu San.


Zhu San pun segera melesat setelah mendengar perintah tak langsung dari Guru Pertamanya itu. Apalagi Guru keduanya menganggukkan kepala menyuruh Zhu San untuk mengejarnya.


Hal itu membuat Bian Chi tersenyum tipis, Ia pun segera berkata kepada Gurunya Lin Mi yang membuat semua orang terkejut mendengarnya.


“Nenek … Sebaiknya kita kembali ke Kekaisaran Jian besok pagi. Aku juga tidak ingin menjadi perusak hubungan orang lain karena Takdir Langit yang belum tentu kebenarannya itu.”


“Chi’er! … Apa kau lupa bagaimana Roh leluhur Gong Chi mengatakan, bahwa akan terjadi tragedi pada dunia persilatan dan juga umat manusia atas kemunculan kembali Dewi Kematian!?”


Suara Nenek Lin Mi terdengar sedikit keras membentak Bian Chi. Ia tidak menduga jika muridnya akan berkata seperti itu.


Melihat Bian Chi yang tertunduk dengan mata yang berkaca-kaca, Lin Mi pun mendekati dan segera memeluk murid keduanya itu.


“Nenek Aku tahu bagaimana perasaan gadis tunangan Mo Heng itu? Ia akan sangat sakit hati dan benci kepadaku karena telah merebut tunangannya. Aku tidak ingin mengalami perasaan bersalah seumur hidupku.”


Bian Chi pun menangis setelah berkata demikian, semua orang yang berada di ruang tamu itu, ikut merasakan apa yang kini sedang Bian Chi rasakan.


Masalah seperti ini, bukanlah masalah yang mudah untuk diselesaikan. Jika salah langkah, maka akan terjadi pertumpahan darah.


Hal itu karena kedua orang Tua Zhu San dan Qin Yu, telah sepakat untuk menjodohkan keduanya sejak mereka masih kecil.


“Saudara Lin … Apakah Kau memiliki solusi untuk masalah ini?”


Lin Kai tersenyum tipis mendengar Fu Kuan memanggilnya seperti itu, hal yang menunjukan bahwa sahabatnya itu sedang serius dengan kata-katanya.


“Enci Lin Mi … Chi’er … Tenanglah Beri kami kesempatan untuk menyelesaikan masalah ini dan membicarakannya dengan kedua orang tua mereka terlebih dahulu.”


Sementara itu, tanpa mereka perhatikan, seorang pemuda sedang tersenyum dengan sebuah rencana, yang telah Ia susun di dalam benaknya demi mengikuti kata hatinya.


******

__ADS_1


__ADS_2