Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
133: Mengubah Arus Pertempuran


__ADS_3

Setelah meninggalkan Zhu San sebagaimana yang diperintahkan olehnya, Bian Chi segera melesat ke udara untuk kembali ke kediaman Bangsawan Song Yu.


Sesampainya di sana, dari ketinggian lima puluh meter, terlihat olehnya situasi yang buruk sedang dialami oleh pihak Bangsawan Song Yu yang sedang diserang oleh pasukan khusus, beranggotakan para pendekar yang berjumlah tiga ribu orang.


Terlihat delapan orang sedang dikeroyok habis-habisan oleh ratusan pendekar. Sementara ribuan pendekar lainnya sedang bertarung dengan ribuan prajurit.


Sebagian yang lain sedang melakukan perampokan dan juga pembantaian kepada para penduduk Kota Songdu.


Dari ketinggian itu, Bian Chi bisa melihat jika Gurunya sedang bertarung dengan empat orang lawan yang berkemampuan tinggi. Sementara Song Ruo sedang berjibaku bersama sang Isteri, melawan puluhan pendekar lain.


Puluhan pendekar itu, bukan pendekar biasa, Mereka adalah Tetua sekte yang berasal dari belasan sekte aliran hitam yang bergabung dalam aliansi.


Sementara di sisi yang berbeda, Nenek Qin Ji sedang membantai para pendekar dan terus merangsek maju mendekati tempat dimana Song Ruo dan In Xeuxu sedang bertarung.


Di dekatnya terlihat Qin Yu dan Ju Yan membantunya. Walau belum sembuh seratus persen, namun kemampuan Ju Yan terlalu hebat bagi para anggota itu.


Ketiganya semakin dekat dengan tempat dimana Song Ruo bersama tiga orang pendekar pengawal bangsawan Song Yu, sedang bertarung dengan sengitnya.


Nenek Lin Mi sedang bertarung melawan empat orang pendekar berkemampuan tinggi, menjadi tujuan Bian Chi yang sudah sangat marah melihat gurunya sedang di keroyok.


Ia mengerahkan tenaga dalamnya dengan jumlah besar, membuat udara dalam radius sepuluh meter di dekatnya berhawa panas dan dingin secara bersamaan.


Kedatangan Bian Chi itu membuat wajah Lin Mi kembali terkejut, Ia telah menduga telah terjadi sesuatu yang buruk pada sang murid. Saat mendapati muridnya baik-baik saja, Lin Mi semakin bersemangat dalam pertarungannya.


Kedatangan Bian Chi memecahkan serangan gabungan ke empat pendekar itu. Hal yang membuat mereka berempat terkejut, karena kedatangannya dari udara.


“Saudara Zhi Hung, bantulah Tetua Sektemu biar aku yang menghadapi Nenek ini bersama dengan tetua sekteku.”

__ADS_1


Dao Fang yang sedang bertarung dengan Nenek Lin Mi, segera memerintahkan Zhi Hung untuk membatu Tetua yang sedang terdesak oleh Serangan Bian Chi.


Zhi Hung segera melesat ke arah Bian Chi dengan rasa tak percaya diri melihat gadis itu bisa melayang di udara. Namun Ia tak bisa pergi begitu saja meninggalkan tempat itu.


Hawa panas yang memancar dari tubuh Bian Chi, membuat Tetua sekte yang dipimpin Zhi Hung itu kerepotan menghadapi serangan Bian Chi. Tepat saat Zhi Hung sampai di dekatnya, tebasan pedang Bian Chi memutus lehernya.


Zhi Hung terkesiap melihat hal itu, sesaat kemudian terdengar teriakan dari belakangnya. Saat Zhi Hung menoleh, hatinya bertambah jerih melihat Nenek yang tadi mereka keroyok, telah membunuh tetua sekte yang membantu Dao Fang.


Zhi Hung tidak bisa berlama-lama dalam rasa terkejutnya, Ia mengerahkan tenaga dalamnya lebih besar saat melihat Bian Chi melepaskan tebasan ke arah dirinya.


Hawa panas yang terpancar dari tubuh gadis itu, benar-benar mengganggu konsentrasi Zhi Hung. Ia harus berjibaku sekuat tenaganya untuk menghindari atau menangkis serangan dari Bian Chi yang begitu gencar.


Di luar dugaan Zhi Hung, baru lima puluhan kali Ia bertukar serangan dengan gadis itu, Ia telah mendengar jeritan Dao Fang.


Zhi Hung segera melompat menjauhi Bian Chi yang telah berhasil menorehkan luka tebasan di lengan kirinya. Ia pun menoleh ke arah dimana Dao Fang berada.


Apa yang Ia lihat membuat Zhi Hung terkejut sangat terkejut. Tubuh Dao Fang sudah hancur dan mengambang di udara, menjadi serpihan kecil.


Zhi Hung yang merasa ngeri dengan apa yang terjadi, segera berinisiatif untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun Bian Chi yang sudah menduganya, tak membiarkan begitu saja.


Dengan menaikkan kecepatan dan mengubah jurusnya, Bian Chi terus mencecar Zhi Hung yang semakin pucat saat punggungnya terkena tebasan pedang Bian Chi.


Merasa tidak bisa meninggalkan tempat tersebut, Zhi Hung pun menjadi nekat. Ia mengerahkan seluruh kekuatan yang Ia miliki untuk menggunakan jurus terkuatnya.


Merasakan pancaran tenaga dalam lawan meningkat, Bian Chi tak ingin gegabah. Ia pun meningkatkan kekuatannya dan bersiap dengan Jurus Phoenix Mencabik Mangsa.


Dengan jurus itulah, Lin Mi menghabisi Dao Fang. Melihat Bian Chi akan menggunakan jurus yang sama dengan yang Ia gunakan tadi, Lin Mi berniat melihat sejenak pertarungan itu.

__ADS_1


Bian Chi segera mengangkat Pedang Yangyin ke atas kepalanya, energi keluar dari ujung pedang itu dan segera membentuk seekor Burung Phoenix berwarna merah, berukuran sebesar gajah bunting dua puluh bulan.


Bian Chi terlihat takjub melihat besarnya ukuran burung phoenix yang terbentuk dari energi tenaga dalam. Hal yang menunjukan jika kekuatan tenaga dalam murid keduanya it, jauh lebih besar dari yang Ia miliki.


Zhi Hung terkejut melihatnya, namun Ia tak bisa berbuat apa-apa selain melawannya dengan jurus Amukan Si Hitam. Pedang Hitam di tangannya segera mengeluarkan aura merah kehitaman.


Sedetik kemudian, Burung Phoenix Merah segera melesat cepat ke arah Zhi Hung yang segera menebaskan Pedang Hitam ke arah datangnya burung phoenix itu.


BLAAM


Suara benturan kedua energi menggelegar, disusul oleh jerit keras Zhi Hung. Bukan karena terkena ledakan, tetapi Zhi Hung tertusuk pedang Zhu San yang tiba-tiba muncul untuk menghadangnya.


Ia yang berniat hendak kabur sesaat setelah melepaskan serangan ke arah burung phoenix, berbalik badan dan baru melesat beberapa meter, saat tiba-tiba Zhu San muncul dari udara dan menusuknya dengan cepat.


“Kau?!! “ Zhi Hung melotot marah. Tidak menduga jika pendekar aliran putih, berani berbuat curang seperti itu.


“Kau- Kau … Kau Apa hah!! Mati aja sana! Ga usah banyak protes!”


Zhu San yang sudah kesal dan marah, lalu membentak Zhi Hung sebelum menarik Pedang Yinyang yang mulai membekukan tubuh Zhi Hung.


Tentu saja Zhi Hung tidak menjawabnya, karena nyawanya telah melayang sebelum Zhu San selesai berkata-kata.


Bian Chi terlihat senang saat melihat Zhu San telah tiba di tempat itu. Ia segera mengajak melesat ke arah dimana Song Ruo masih berjibaku dengan lawan-lawannya.


Walau kedua pemimpin mereka telah tewas, namun mereka tetap tidak pergi dari kediaman Bangsawan Song Yu. Karena luasnya arena pertarungan, membuat Zhu San dan Bin chi berpisah untuk membantu yang lainnya.


Hal yang sama segera dilakukan oleh nenek Lin Mi, namun Ia tidak berada jauh dari Bian Chi yang telah mengamuk dan menyerang dengan ganas ke arah pendekar yang mengeroyok Song Ruo dan In Xeuxu.

__ADS_1


Kedatangan Zhu San, Bian Chi dan nenek Lin Mi, mengubah arus pertarungan menjadi berbalik. Para pendekar yang merupakan pasukan khusus itu, mulai berjatuhan dan tewas dengan luka pada titik vitalnya.


******


__ADS_2