Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
194: Kemarahan Bian Chi


__ADS_3

Pertarungan Dua Pengawal Kaisar Shi Hung dan Tiga Dewa Pisau, terhenti saat melihat apa yang Bian Chi tunjukkan. Lu Fang terlihat beberapa kali menelan ludahnya, merasakan aura kekuatan besar memancar dari Bian Chi.


“Kekuatan Tuan Puteri Shi Ling benar-benar mengerikan.” Dalam benaknya, Lu Fang berkata demikian. Namun Ia tidak bisa terus mengagumi hal itu, karena lawan mulai kembali bergerak menyerangnya.


Pertarungan kelima orang berkemampuan tinggi itu pun kembali berlanjut. Sementara Bian Chi menatap penuh kemarahan pada sosok Tong Bai yang masih berada sepuluh meter di atasnya.


Tanpa berkata apa-apa lagi, Bian Chi segera menggerakkan pedang Yin. Ular Naga Es pun segera bergerak menyerang Tong Bai sesuai dengan gerakan tangan Bian Chi.


Whuusss


Tong Bai terkejut saat melihat ular Naga Es bisa menyemburkan serangkum angin dingin. Ia kembali berjibaku menghindari serangan Energi Pedang berbentuk ular Naga Es itu.


“Aku bisa kalah jika hanya menghindari serangannya saja.” Tong Bai pun memutuskan menyerang balik, setelah hampir sepuluh kali Ia berhasil menghindari serangan Bian Chi.


Sementara Zhu San terlihat tengah bertarung dengan melawan tiga orang yang memiliki kemampuan setara dengan Tiga Dewa Pisau. Ketiganya adalah Murid dari Tong Bai yang berjuluk Tiga Harimau Emas.


Berjuluk demikian karena keduanya memiliki kemampuan mengeluarkan serangan energi berbentuk harimau raksasa yang mampu menghancurkan rumah sebesar apapun dalam satu kali serangannya.


Ketiganya terlihat menyerang dengan gerakan melompat seperti yang sering dilakukan oleh harimau, saat menerkam mangsanya.


Namun menggunakan Jurus Tinten Siba, dengan mudah Zhu San menghadang dan mematahkan serangan mereka bertiga. Membuat ketiganya menjadi frustrasi, setelah puluhan kali menyerang, tak sekalipun mengenai lawan.


“Kakak kita gunakan Jurus Harimau Em …”


BLAAAAM !!!


Suara menggelegar terdengar membahana, mengisi udara di atas Kompleks Istana Kekaisaran Qing itu seiring dengan fluktuasi udara yang membuat beberapa atap bangunan berterbangan. Pertarungan mereka kembali terhenti untuk melihat apa yang terjadi.


Ular Naga Es dari Pedang Yin di tangan Bian Chi, telah sirna setelah beradu dengan energi berbentuk harimau raksasa berwarna merah yang mengeluarkan hawa panas.


Bian Chi terpental satu meter ke belakang, sedang Tong Bai terpental hingga sepuluh meter dengan memuntahkan darah segar dari mulutnya.

__ADS_1


Setelah menguasai dirinya, Ia menatap Bian Chi dengan tatapan seolah tak percaya dengan apa yang Ia lihat.


“Bagaimana mungkin, semuda itu telah memiliki tenaga dalam yang sangat besar. Siapa dia sebenarnya?”


Dalam benaknya, Tong Bai berkata dengan rasa jerih dalam hatinya. Rasa yang telah puluhan tahun, tidak pernah Ia rasakan lagi itu, kini hadir membawa rasa gentar di hatinya terhadap Bian Chi.


“Aku tak mungkin bisa menang melawannya, Aku harus bisa pergi dari sini secepatnya, tapi bagaimana caranya? Hah apa itu?” Seketika mata Tong Bai melotot lebar melihat apa yang dilakukan Bian Chi.


“Chi’er Jangan gunakan jurus itu!” Zhu San berteriak panik saat melihat Bian Chi sedang bersiap dengan Jurus Amarah Suci Pedang Yin.


“Jangan menghalangi Aku San Gege!” Bian Chi berteriak membantah ucapan Zhu San.


Kemarahannya kepada Tong Bai teramat besar atas apa yang akan dilakukan sosok jagoan nomor dua itu, kepada kedua orang tuanya tadi.


“Chi’er Kau akan membuat kediaman ini hancur dengan jurus itu!” Zhu San kembali berteriak di sela pertarungannya yang telah dimulai kembali.


Karena tidak fokus dengan serangan lawan, Zhu San harus terkena serangan lawan. Dua serangan Cakar Tangan yang dialiri tenaga dalam besar, berhasil mengenai punggung dan pahanya.


Sementara Bian Chi yang masih bersiap dengan jurus Amarah Suci Pedang Yin, mendengus kesal ketika melihat Tong Bai tiba-tiba melesat melarikan diri dari tempat tersebut.


Hal itu membuat keenam rekannya yang sedang bertarung, terkejut melihatnya. Tong Bai adalah sosok yang mereka andalkan untuk menghadapi lawan terkuat dari pihak Istana.


Namun kini, Ia pergi melarikan diri dengan melayang sangat cepat di udara. Bian Chi berniat mengejarnya. Namun Zhu San menghadang langkahnya.


“Chi’er jangan gegabah. Biar Aku yang mengejarnya, kau hadapi tiga orang itu.” Zhu San segera melesat meninggalkan isterinya tanpa menunggu jawaban darinya.


Zhu San melesat menggunakan energi qi nya untuk mengejar Tong Bai. Namun setelah menempuh jarak sekitar tiga kilo meter, Zhu San kehilangan jejak sosok tua itu.


Suasana gelap di tengah malam itu, membatasi pandangan mata Zhu San. Hingga Ia harus rela kehilangan sosok yang ingin Ia habisi. Lalu Zhu San bergerak kembali ke komplek Istana Kekaisaran.


Tepat saat Zhu San tiba di atap bangunan Istana itu, Ia mendapati Bian Chi baru saja melepaskan Jurus Amarah Suci Pedang Yin.

__ADS_1


Ular Naga Raksasa berwarna putih yang mengeluarkan asap putih kebiruan dari sekujur tubuhnya, tengah melesat menerjang ke arah seekor harimau raksasa berwarna kuning keemasan.


BLAAAMMM


Suara menggelegar yang dua kali lebih besar dari sebelumnya, kembali terdengar. Atap-atap bangunan berterbangan bahkan beberapa diantaranya terbawa ke udara akibat fluktuasi udara yang sangat kuat.


Tanah pun berguncang seolah gempa besar sedang terjadi. Nasib terburuk terjadi pada Tiga orang berjuluk Tiga Harimau Emas.


Jurus Harimau Emas mereka hancur dan Ular Naga Es Raksasa itu terus menderu ke arah mereka bertiga hingga dan menghantam tubuh ketiganya sehingga meledak dan hancur berkeping-keping.


Sementara Lu Fang dan Xiong Gi serta Tiga Dewa Pisau harus rela merasakan sakit, karena tubuh mereka terpental akibat ledakan tadi dan menghantam atap bangunan lain hingga rusak berat.


Hanya Zhu San dan Bian Chi yang masih tetap berdiri di tempatnya. Zhu San hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal melihat akibat dari Jurus Amarah Suci Pedang Yinyang itu.


Sebagian bangunan di kompleks Istana itu, atapnya mengalami kehancuran sehingga jika saja ada hujan turun saat ini, bisa dipastikan isi dalam rumah akan basah semua.


“Tak ku sangka, Chi’er semengerikan itu jika sedang marah besar.” Dalam benaknya Zhu San berkata tentang apa yang baru dilakukan oleh Bian Chi.


Sementara Bian Chi sendiri tertegun, awalnya Ia tidak percaya apa yang dikatakan oleh Zhu San, namun kini saat melihat kerusakan yang begitu hebat, Ia pun merasa menyesal.


Sementara Lu Fang dan Dan Xiong Gi masih terbengong dengan apa yang baru saja terjadi. Demikian juga dengan Tiga Dewa Pisau yang melayang tak jauh dari mereka berdua.


“Aku tak akan percaya hal ini jika tidak melihatnya sendiri Saudara Lu Fang.” Kata Xiong Gi yang masih menatap Bian Chi di kejauhan dengan tatapan kagum.


“Aku pun demikian Saudara Gi, Tuan Puteri Shi Ling benar-benar sangat kuat. Mungkin Ia juga bisa mengalahkan Si sesat Jing Lu itu.” Jawab Lu Fang .


“Omong kosong, Sesepuh Jing Lu jauh lebih kuat dari Sesepuh Tong Bai sekalipun. Gadis itu bukan lawannya!” Salah satu dari Tiga Dewa Pisau berkata dengan suara keras.


“Banyak omong kau! Ayo kita lanjutkan pertarungan kita!” Lu Fang segera melesat menerjang ketiganya diikuti oleh Xiong Gi yang juga kesal mendengar ucapan lawannya.


*****

__ADS_1


__ADS_2