Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
277: Keputusan Kaisar Liu Feng


__ADS_3

“Pantas saja aku merasa ada yang berbeda dari mereka berdua, rupanya hanya sosok duplikat dari energi qi. Aku harus berhati-hati.”


Qiu Lan akhirnya mengetahui penyamaran Zhu San dan Bian Chi, setelah tubuh yang tercipta dari energi qi itu, tiba-tiba berubah bentuk menjadi dua ekor ular naga raksasa.


Tubuh duplikat Zhu San berubah menjadi Ular Naga Api sedang kan tubuh duplikat Bian Chi berubah menjadi Ular Naga Es.


Kedua Ular Naga sepanjang tiga puluhan meter segera melesat dan menyemburkan Api dan Salju secara bersamaan. Qiu Lan pun tak tinggal diam, dengan senjata pusaka andalannya Ia lalu membuat perisai pelindung.


BLAM BLAM


Empat energi qi bertemu di udara membuat udara berfluktuasi hebat. Tubuh kedua ular naga itu terpental beberapa meter. Sementara Qiu Lan tetap di tempatnya dengan wajah yang terlihat terkejut.


Fluktuasi udara panas dan dingin, menghantam dirinya dari arah berlawanan. Membuat tubuhnya merasakan dua sensasi berbeda yang terasa menyakitkan. Ia pun mengalirkan lebih banyak energi qi untuk menetralisir rasa sakit itu.


Baru saja Qiu Lan terlepas dari rasa sakit akibat benturan energi itu, Ular Naga Api telah kembali melesat dan melecutkan ekornya yang membara dengan kuat.


Qiu Lan yang kesal, segera mengerahkan telapak tangan kanannya ke arah ekor Ular Naga Api. Sehingga melesatlah sepuluh benang dari ujung kelima jarinya.


Di luar dugaan Qiu Lan, kepala ular Naga Api telah melesat ke arah dirinya dari sisi yang berbeda. Hal itu membuat Qiu Lan terpaksa melompat ke atas.


Namun Ular Naga Es telah bergerak lebih dulu dan menghadang dengan semburan Angin Es-nya yang sangat dingin itu.


Qiu Lan yang terkejut dan panik, tanpa sadar melepaskan delapan puluh persen energinya. Dan mengamuk dengan melecutkan dua puluh Benang dari kedua jarinya.


BLAAAAMMM BLAAAAMMM


Ledakan sangat kuat dengan suara yang sangat keras, segera memenuhi udara hingga terdengar oleh penduduk Kota Shangyu. Mereka kebingungan mendengar suara menggelegar seperti suara gunung yang meletus.


Satu menit kemudian, di pusat ledakan terlihat Qiu Lan sedang berdiri dengan wajah kesal dan juga takjub dengan apa yang baru terjadi.

__ADS_1


“Walau aku tidak mengalami luka, tapi serangan tadi cukup menguras energi. Sekuat apakah sosok asli mereka sekarang? Sepertinya Aku harus berhati-hati bila bertemu dengan mereka nanti.”


“Dewi Apa yang terjadi?” Phoenix Api Merah yang datang bersama Chi Yu segera bertanya setibanya mereka di tempat tersebut.


“Sekuat itukah mereka Dewi?” Tanya Phoenix Api setelah Qiu Lan menjelaskan apa yang baru terjadi.


“Entahlah … Aku tidak bisa memperkirakan dengan pasti kekuatan sosok asli mereka saat ini. Ku rasa mereka sedikit lebih kuat dariku.”


Wajah Chi Yu dan Phoenix Api Merah terlihat terkejut mendengar penjelasan Qiu Lan. Keduanya terdiam, asik dengan pikirannya masing-masing.


“Dewi … Bolehkan Aku kembali ke Dunia Atas? Aku akan menemui kedua Kakak ku Phoenix Api biru dan Phoenix Api Putih untuk membantu kita.”


“Phoenix Api Biru dan Api Putih?!” Tanya Qiu Lan dengan wajah terkejut. Ia mengetahui bahwa mereka berdua adalah Siluman terkuat ke tiga dan ke dua di Dunia Atas.


Di masa seribu tahun lalu, Ia sempat mencari keduanya namun tidak bisa menemukan tempat di mana mereka berdua berada.


“Benar Dewi … Kedua Kakak ku itu berada di sebuah tempat yang dimensinya berbeda dan hanya bisa dimasuki oleh Kami bertiga saja. Dimensi itu tercipta dari Pusaka bernama Permata Phoenix Emas yang merupakan warisan leluhur kami.”


Setelah tubuh Phoenix Api Merah menghilang dari pandangan mereka, pergi ke Dunia Atas dengan menggunakan Batu Tujuh Warna, Qiu Lan dan Chi Yu segera kembali ke Kota Shangyu.


Sesampainya di ruangan pribadi Kaisar Liu Feng, Qiu Lan segera mengeluarkan jasad gadis dari Cincin Jiwanya.


Lalu dengan Teknik yang Ia dapat dari Kitab Sakti Energi Alam, Ia mengubah wujud mayat perempuan itu sehingga menyerupai Wujud Kaisar Liu Feng.


***


“Mohon hukum Aku, Aku telah berbuat kesalahan besar dan mengorbankan banyak nyawa karena ambisiku.” Kaisar Liu Feng berkata dengan suara bergetar.


“Guru dan Sesepuh semuanya, mohon ampuni Pamanku. Beliau adalah satu-satunya saudara yang dimiliki oleh Ibuku.”

__ADS_1


Liu Ling segera bersujud sambil menangis di hadapan Shen Rong, saat pagi harinya mereka semua berkumpul setelah mengetahui kabar bahwa Kaisar Liu Feng berada di Kota Baixan.


Fu Kuan, Lin Kai dan kedua isteri mereka merasa sangat geram terhadap Kaisar Liu Feng. Namun mereka tidak berani gegabah mengingat Shen Rong yang membawanya ke kota ini.


“Yang Mulia Kaisar, Kami bertiga telah bersumpah untuk setia kepada Yang Mulia, apapun dan bagaimanapun situasinya. Nyawa kami pernah menjadi incaran Aliansi Aliran Hitam karena kesetiaan Kami kepada Yang Mulia Kaisar. Apakah hal itu belum cukup untuk membuktikan kesetiaan Kami kepada Yang Mulia?”


Kaisar Liu Feng tertunduk mendengar ucapan Bangsawan Zhu Han yang terdiam sejenak sebelum melanjutkan kata-katanya.


“Jika saja Aku ingin menjadi Kaisar Liu, maka mudah bagiku untuk merebut tahta kekaisaran dari Yang Mulia. Puteraku dan isterinya, mereka berdua bisa melakukan hal itu dengan mudah. Sekalipun seratus ribu prajurit anda kerahkan untuk melawannya.”


Kaisar Liu Feng terduduk di kursinya dengan wajah yang tertunduk malu, mengingat bagaimana dirinya berkali-kali diselamatkan oleh Zhu San dari kematian.


“Yang Mulia Kaisar, kami dan penduduk kota Songdu tetap memilih setia kepada yang Mulia sekalipun nyawa kami sebagai taruhannya. Hamba Yakin Yang Mulia Kaisar mencurigai Kami karena Puteri Keluarga kami, Song Yi atau dikenal Qin Yu adalah Permaisuri Kaisar Qing saat ini. Sesungguhnya …”


Ucapan Bangsawan Song Yu terhenti saat Kaisar Liu Feng berkata dengan suara yang bergetar.


“Apa!!? Qin Yu adalah puteri keluarga Song dan Permaisuri Kekaisaran Qing?!” Tanya kaisar Liu Feng yang berdiri dari duduknya.


‘Benar Yang Mulia, Kaisar Qing berencana mengunjungi Kami setelah bertemu dengan Yang Mulia Kaisar untuk menjalin kerjasama dalam berbagai bidang termasuk bidang militer. Apakah Yang Mulia Lupa dengan Ju Yan? Yan’er adalah Kaisar Qing saat ini. Ia adalah Putera Mahkota Kekaisaran Qing yang berhasil lolos dari kudeta yang dilakukan Pamannya.”


Penjelasan panjang lebar dari Bangsawan Song Yu, membuat kaisar Liu Feng terduduk kembali dengan rasa bersalah yang teramat besar.


Tidak Ia duga bahwa dirinya begitu keji dengan berencana menghancurkan orang-orang yang telah banyak berjasa kepadanya. Pada detik itulah Kaisar Liu Feng merasakan rasa malu yang dalam.


Di luar dugaan semua orang, Kaisar Liu Feng tiba-tiba mencabut Pisau Kecil dari balik jubahnya dan mengarahkan mata Pisau tepat Ke arah dadanya.


Rasa malu dan bersalah yang amat besar, adalah hal yang mendasari dirinya berbuat nekad untuk mengakhiri hidupnya sendiri.


“Yang Mulia Jangan Lakukan itu!” Bangsawan Zhu Han berteriak seraya berkelebat mencoba untuk menahan laju pisau itu, namun Ia terlambat.

__ADS_1


----------------------O------------------------


__ADS_2