
Sebuah Cakar Raksasa yang terbuat dari tanah, muncul menyerang Zhu San dengan berusaha mencengkeramnya. Beruntung Zhu San telah melebarkan jarak dengan tanah sehingga Ia bisa menghindari serangan itu.
Apa yang terlihat kemudian membuat Zhu San kembali melotot, tanah tiba-tiba bergerak dan membentuk sebuah wujud manusia setinggi delapan meter.
Melihat hal itu Zhu San segera mengalirkan energi dalam jumlah besar ke telapak tangannya. Tapak Naga Api segera Ia keluarkan untuk menghadapi jurus aneh tersebut.
Hawa udara seketika berubah menjadi panas saat muncul dua ekor ular berbentuk api dari kedua telapak tangan Zhu San. Ular Naga Api raksasa itu segera melesat begitu Zhu San menggerakan kedua telapaknya.
Setan Tanah yang berada di dalam tubuh tanah berbentuk manusia dengan ukuran raksasa itu, melotot lebar melihat ular itu menderu dan segera melilit tubuh raksasa dari tanah yang Ia bentuk.
Wajah Setan Tanah menjadi pucat saat menyadari sesuatu, senyum Zhu San yang menyeringai lebar seolah berkata kepadanya.”Matilah Kau sekarang!”
Seperti apa yang di duga oleh Setan Tanah, Zhu San berencana mengakhiri pertarungan mereka dengan serangan tapak Naga Api Yinyang itu. Ia pun segera melindungi dirinya dan juga bangunan di sekitarnya dengan energi qi.
BUUUMM
Sebuah ledakan menggelegar sangat keras ketika Zhu San melambaikan tangannya untuk meledakkan energi berbentuk ular naga yang melilit tubuh raksasa dari tanah itu.
Tidak ada jerit kematian terdengar dari Setan tanah karena tubuhnya hancur bersamaan dengan hancurnya tubuh raksasa dari tanah itu.
Kini tanah di depan gerbang menjadi berlubang dengan kedalaman tiga meter dan lebar lebih dari sepuluh meter.
Hal itu karena tanah yang digunakan untuk membentuk wujud raksasa tadi kini berserakan gosong terkena ledakan dari energi qi Zhu San yang berhawa panas.
Sementara pepohonan yang berada di depan Zhu San, terlihat tumbang bahkan yang terdekat patah menjadi beberapa bagian. Sementara bangunan dan orang-orang di belakang Zhu San tidak terkena imbas ledakan itu karena terlindungi oleh energi qi Zhu San.
Setan Api adalah orang pertama yang berteriak menyadari jika Setan Tanah telah tewas oleh Zhu San. Ia pun menjadi sangat marah sehingga membuat Ruan Lao yang bertarung dengannya kewalahan.
__ADS_1
Serangan-serangan dari senjata Mustika Api Iblis yang berwujud pedang itu, begitu dahsyat menerpa Ruan Lao yang melindungi tubuhnya dengan Kekuatan Pedang Bumi miliknya.
“Sialan Kau Setan Api!” Ruan Lao berteriak kesal karena diserang secara brutal oleh Setan Api. Ia pun segera mengerahkan tenaga dalam lebih besar ke arah pedang pusaka di tangannya.
Aura berwarna ungu dari Pedang Bumi semakin terang. Serangan energi api dari pedang Mustika Api Iblis milik Setan Api, semakin gencar menyerangnya.
Ketua Sekte Pedang Bumi itu segera berteriak keras sambil meneriakkan jurus terkuatnya. “Pedang Bumi Menghukum Iblis!”
Cahaya ungu sangat terang keluar dari Pedang Bumi dan membentuk sebuah pedang raksasa yang dengan cepat menyambar ke arah tubuh Setan Api.
Setan Api mendengus kesal, dua kali Ia berhasil menghindari serangan energi pedang berukuran besar itu. Merasa tak ada jalan lain, Setan Api akhirnya memutuskan beradu energi dengan Ruan Lao.
Ia memutar-mutar Pedang Mustika Api Iblis dengan cepat, lalu terbentuk bola energi api yang berdiameter sekitar lima meter.
Bertepatan dengan selesainya Ia mengeluarkan bola energi dari pedang itu, serangan Ruan Lao datang. Setan Api segera menggerakan bola api untuk menangkis laju pedang energi berwarna ungu itu.
Suara ledakan keras kembali terdengar, walau ledakan itu tidak sekeras ledakan sebelumnya, namun korban yang ditimbulkan lebih banyak.
Beberapa tetua dan anggota Tiga Setan Bukit Pelangi tewas dengan tubuh meledak akibat terlalu dekat dengan benturan kedua energi itu.
Sementara Setan Api dan Ketua Ruan Lao terpental sambil memuntahkan darah segar dari mulut mereka masing-masing. Tubuh kedua jatuh dengan posisi terduduk di tanah.
“Ketua!” Huo Long berteriak seraya melesat menuju ke arah jatuhnya Ruan Lao. Namun sabetan pedang lawan berhasil melukai punggungnya.
Zhu San yang melihat hal itu segera berkelebat. Dengan sekali hantam, pria bertopeng yang hendak menghabisi Tetua Huo Long yang telah tergeletak, tewas dengan kepala yang remuk akibat terkena tinju Zhu San.
Zhu San segera menolong tetua Huo Long, Ia mengalirkan energi penyembuh Yinyang ke tubuh Tetua Huo Long. Luka di punggung itu pun segera mengering dan tidak terasa sakit sama sekali.
__ADS_1
Tetua Huo Long bangkit dengan wajah yang terlihat kagum kepada kemampuan yang Zhu San tunjukkan padanya tadi. Ia kini merasa beruntung memilih percaya kepada kata-kata Zhu San kemarin.
“Terimakasih San’er. Bisakah Kau menolong Ketua Lao?”. “Tentu Saja Paman.” Jawab Zhu San melangkah ke arah Ruan Lao yang sedang berusaha bangkit dari duduknya.
Namun karena luka dalamnya cukup parah, Ia kembali terduduk saat Zhu San tiba di depannya. “Ketua Lao, izinkan aku mengobatimu.”
Zhu San segera duduk di belakang Ruan Lao setelah ketua Sekte Pedang Bumi itu menganggukkan kepalanya. Segera saja energi penyembuh mengalir ke tubuh Ruan Lao yang tersentak kaget.
Hawa murni dari telapak tangan Zhu San dengan cepat mengobati semua luka dalamnya. Hingga perlahan tubuhnya tidak merasakan sakit lagi. Bukan hanya itu, Ia merasakan hawa murni itu membuat tenaga dalamnya pulih seperti sebelumnya.
Ia pun bangkit setelah proses pengobatan itu selesai. Ia menunduk memberi hormat kepada Zhu San saat mengucapkan terimakasihnya dengan wajah yang dipenuhi kekaguman.
“Jangan Sungkan Ketua Lao, Apakah Anda akan membiarkan Setan Api itu pergi dari tempat ini?” Kata Zhu San sambil menunjuk ke arah dimana Setan Api yang sedang di papah pergi oleh kedua orang anggotanya.
Tanpa berkata apapun, Ketua Ruan Lao segera melesat setelah mengambil Pedang Bumi yang tergeletak tak jauh darinya. Ia melesat ke arah Setan Api yang segera menyadari serangan darinya itu.
Dengan cepat Setan Api mendorong mendorong tubuh salah satu anggotanya yang Ia gunakan untuk menangkis tebasan pedang Bumi Ruan Lao.
Anggotanya itu terkejut, namun tak lagi bisa bersuara ketika pandangannya menjadi gelap seketika setelah tubuhnya terbelah menjadi dua akibat tertebas Pedang Bumi.
“Setan Api Api jangan kau kira bisa pergi dengan nyawamu!” Ketua Ruan Lao segera menerjang ke arah Setan Api yang wajahnya telah semakin pucat akibat luka dalam yang Ia derita.
Setan Api hanya bisa menangkis serangan Pedang Bumi sebanyak dua kali saja. Pada kali ketiga, pedang Mustika Api Iblis terlepas dari tangannya dan saat itulah ajal datang menjemputnya.
Tebasan cepat dari Ketua Ruan Lao yang sudah pulih kekuatan maupun kondisinya, berhasil memisahkan kepala Setan Api dari kepalanya. Hal itu membuat Setan Air yang sedang bertarung dengan Bian Chi berteriak Histeris.
Sementara anak buah Tiga Setan Bukit Pelangi, telah berhasil dihabisi semuanya oleh Zhu San dan yang lainnya. Zhu San menatap ke arah pertarungan Bian Chi yang sepertinya akan segera mencapai Puncaknya.
__ADS_1
------------------------O------------------------