
“Chi’er bantulah Lian Li bersama Phoenix Putih!”
Zhu San berkata demikian setelah melihat tubuh Ratu Siluman itu berubah menjadi Seekor Rubah berukuran raksasa dengan ekor berjumlah sembilan.
Aura berwarna merah kehitaman, menyelimuti tubuh Ratu Siluman Rubah yang berwarna Putih itu. Aura hitam itu adalah aura yang keluar karena kekuatan sihir Labamba dan Labimbi.
Kekuatan yang Ratu Siluman Rubah tunjukkan, membuat Zhu San menjadi khawatir akan keselamatan Bian Chi dan Lian Li yang telah bersiap untuk menyerangnya.
Sementara Qiu Lan yang melihat Bian Chi hendak menyerang Ratu Siluman Rubah, segera melesat untuk menyerangnya. Namun, Zhu San telah lebih dulu bergerak menghadang langkahnya.
“Kau benar-benar ingin bertarung denganku?”
Pertanyaan Qiu Lan dengan senyuman genit itu, membuat Zhu San tertegun mendengarnya. Ia merasa ada sesuatu yang salah. Dan wajah Zhu San memerah saat Ia menyadari sesuatu.
“Melihat sikapmu, sepertinya Kau memiliki hubungan khusus dengan Sisi Gelap diriku. Jangan-jangan kau …”
“Benar sekali, Sisi Gelap mu itu begitu Perkasa. Aku yakin Kau juga seperkasa dirinya. Aku tak bisa merasakan keberadaan dirinya, sepertinya hal buruk telah terjadi padanya.”
Qiu Lan terdiam sejenak, sambil menatap Zhu San dengan tajam. “Aku akan mengampuni nyawamu jika Kau bersedia menggantikannya. Namun, jika kau menolaknya, jangan salahkan Aku jika harus terpaksa menghabisimu! ”
Entah keberanian dari mana yang Qiu Lan dapatkan, hingga Ia bisa berkata sekonyol itu. Rasa rindunya, membuat Ia mengesampingkan egonya.
“Maafkan aku Nona Qiu Lan, Kita memiliki jalan yang berbeda. Tidak mungkin bagi kita untuk bersama.” Hati Qiu Lan serasa tertusuk ribuan jarum mendengar ucapan Zhu San.
Rasa malu yang sempat Ia tekan tadi, kini kembali menyeruak diselimuti oleh kemarahan yang begitu besar. Hal itu membuatnya segera mengerahkan energinya.
Zhu San terkesiap saat melihat aura kehitaman, memancar kuat dari tubuh Qiu Lan. Terakhir kalinya mereka bertemu, kekuatan Qiu Lan masih di tingkat Pendekar Dewa Sejati level lima.
“Teknik apa yang Ia gunakan hingga bisa meningkatkan kekuatannya menjadi sebesar ini dalam waktu yang relatif singkat?”
Zhu San tak menyangka jika Kekuatan Qiu Lan yang sebenarnya telah berada di tingkat Pendekar Dewa Abadi tahap awal. Sedikit lebih kuat dari kekuatan yang Ia miliki.
__ADS_1
“Matilah Kau!”
Qiu Lan berteriak keras dengan melesatkan serangan menggunakan senjata Seribu Benang Jiwa. Dari kelima ujung jarinya, melesat dengan cepat, lima benang keperakan yang mengandung kekuatan besar.
Zhu San tak mau gegabah, Ia pun segera membuat perisai energi dengan menggunakan kedua telapak tangannya.
Namun, mata Zhu San melotot lebar saat melihat kelima benang itu, berhasil menembus perisai energinya, sekalipun laju geraknya yang melambat.
Zhu San segera melompat ke udara menyadari perisai energi pelindungnya, tak akan bertahan dari serangan Qiu Lan. Ia segera mengeluarkan pedang Yang dan segera mengalirkan energi qi nya dengan jumlah cukup besar.
Lima buah benang, melesat berbelok arah dan mengejar Zhu San. Zhu San berkelit ke samping dan setelah berhasil menghindari kelima benang itu, Ia segera menebaskan Pedang Yang dengan kuat dan cepat.
Terdengar lima kali suara berdenting, seiring dengan putusnya kelima benang itu. Wajah Qiu Lan terlihat mengelam mendapati senjatanya pusakanya, berhasil dihancurkan lawan.
Tangan Kanan Qiu Lan segera berubah warna menjadi kebiruan dan seketika berubah menjadi seperti kristal. Ia gunakan tangan itu untuk menangkis tebasan pedang Zhu san yang mengarah ke lengan kirinya.
TRANG
Tangan kristal Qiu Lan beradu dengan Pedang Yang milik Zhu San. Tubuh Keduanya terjajar beberapa meter setelah benturan itu. Namun tubuh keduanya kembali melesat sangat cepat, seolah menghilang karena begitu cepatnya bergerak.
Lima puluh meter dari tempat keduanya bertarung, Ratu Siluman Rubah Putih berekor sembilan, sedang terdesak oleh serangan Bian Chi dan Lian Li yang dibantu Phoenix Putih.
Dengan tubuh burungnya yang panjangnya lebih dari lima meter, Phoenix Putih berhasil membuat konsentrasi Ratu Siluman Rubah Putih itu terganggu.
Walau Ia telah dua kali terkena serangan dari Siluman Rubah yang panjang tubuhnya lebih dari sepuluh meter itu, namun Phoenix Putih tak gentar menyerangnya.
Perbedaan kekuatan yang cukup jauh, membuat serangan Phoenix Putih tidak begitu berefek pada Ratu Siluman Rubah Putih. Kecepatan gerak Phoenix Putih, membuatnya bisa mengimbangi pergerakan lawan.
Tiba-tiba Siluman Rubah Putih itu menggeram marah, saat pedang Bian Chi berhasil mengenai salah satu ekornya hingga membuatnya buntung.
Siluman Rubah Putih segera mengerahkan energi besar ke arah delapan ekornya, ujung ekor siluman rubah itu, kini dipenuhi energi berwarna merah kehitaman yang siap dilepaskan kapan saja.
__ADS_1
“Matilah Kalian!”
Enam energi itu melesat dari ujung ekor siluman rubah putih, dan segera berubah bentuk menjadi enam ekor rubah raksasa yang menerjang ke arah Bian Chi, Lian Li dan Phoenix putih.
Masing-masing mendapat serangan dua rubah energi yang bisa bergerak seolah mereka makhluk hidup. Phoenix Putih terlihat kewalahan mendapat serangan kedua energi itu.
Sementara Bian Chi dan Lian Li masih bisa mengimbangi kedua energi yang digerakkan oleh sihir dari kedua Ratu Siluman Rubah Putih.
Bian Chi yang terlihat kesal karena mendapat serangan bertubi-tubi, Segera melesat menjauhi kedua energi yang terus menyerangnya tanpa henti.
Ia segera mengeluarkan energi berupa seekor Ular Naga Es berukuran sangat besar dari ujung pedang Yin. Udara seketika berubah menjadi dingin saat ular dari energi sepanjang lebih dari lima puluh meter itu, bergerak menyambut datangnya dua energi berbentuk rubah.
Di luar dugaan Ratu Siluman Rubah, tiba-tiba mulut ular naga itu menyemburkan energi berbentuk butiran salju sangat banyak hingga berhasil menyentuh dan membekukan kedua serangan energinya.
BLAAM BLLAAM
Sesaat kemudian, kedua ekor rubah dari energi itu, meledak sangat kuat. Selang beberapa detik kemudian, suara petir menggelegar sangat kuat.
JEDAAR JEDAAARR
Dua ekor rubah dari energi lainnya, meledak karena terhantam petir biru dari pedang Lian Li yang kini diselimuti gumpalan awan.
Sementara itu, Bian Chi segera meledakkan dua energi lain yang menyerang Phoenix Putih dengan menggunakan ekor dari energi berbentuk ular naga es.
Wajah Ratu Siluman Rubah Berekor sembilan itu, terlihat menggeram marah. Ia segera meraung keras seraya mengerahkan seluruh kekuatan yang Ia miliki.
“Li’er! Gunakan jurus terkuatmu untuk mengunci pergerakkannya. Aku akan menyerangnya dengan Jurus Amarah Suci Pedang Yinyang!”
Bian Chi yang melihat udara di sekitar tubuh Siluman Rubah berukuran raksasa itu berfluktuasi hebat, menyadari akan bahaya dari serangan lawan.
Seketika tubuh Siluman Rubah Putih itu, memancarkan cahaya merah kehitaman dan yang semakin lama semakin membesar dan membentuk sebuah energi berbentuk Siluman Rubah yang berukuran sebesar dirinya.
__ADS_1
Tekanan udara yang hebat dari ratu Siluman Rubah Putih itu, membuat Zhu San dan Qiu Lan saling melesat mundur untuk melihat apa yang sedang terjadi.
--------------------------O--------------------------