Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
156: Pertempuran di Kota Songdu II


__ADS_3

Leng Xue yang terpental akibat tangkisan Zhu San, terdiam. Lalu Ia memandangi telapak tangannya, yang masih terasa kebas akibat beradu tapak dengan pemuda yang menolong Nenek tua itu.


Saat rasa kebas di tangannya menghilang, Ia melihat pemuda itu telah selesai mengobati luka dalam nenek yang menjadi lawannya tadi.


Ia sedikit heran melihat nenek itu, kini telah terlihat kembali segar dan sembuh dari luka dalamnya.


“Nenek … Biarkan Aku yang melawan orang ini. Nenek beristirahat saja dulu.”


Zhu San berkata lembut kepada nenek Qin Ji. Sang Nenek pun menganggukkan kepala dan Zhu San segera melesat ke hadapan Leng Xue.


“Sekarang Aku yang menjadi lawanmu.” Zhu San berkata seraya mengerahkan dua puluh persen tenaga dalamnya


Leng Xue si Tapak Iblis hanya tersenyum pahit. Ia menyadari pemuda di depannya adalah pendekar yang bertubuh Yinyang Sejati, Ia pun tak ingin menahan lagi kekuatannya.


Delapan puluh persen tenaga dalamnya yang tersisa, Ia alirkan ke arah kedua telapak tangannya. Seketika, kedua telapak tangannya hingga sebatas lengan, memancarkan aura berwarna Hijau kehitaman.


Tanpa basa-basi, Leng Xue segera menerjang ke arah Zhu San. Jurus Tapak Iblis Meraung Marah, segera Ia gunakan untuk menghantam kepala Zhu San.


Dengan cepat Zhu San menangkis serangan tapak itu dengan tapak tangan tangannya yang sedang memainkan Jurus Tapak Elemen Air. Pertukaran serangan diantara keduanya pun dimulai.


Serangan tapak silih berganti beradu di udara, semakin lama gerakannya pun semakin cepat dan kuat. Suara benturan kedua telapak itu pun semakin keras terdengar.


Puluhan kali pertukaran serangan telah terjadi, saat perhatian Leng Xue teralihkan oleh teriakan Kong Sun, Zhu San teralihkan oleh teriakan Qin Yu yang terpelanting dan muntah darah sebelum akhirnya jatuh pingsan.


Mata Leng Xue melotot ketika melihat Bian Chi memenggal leher Sahabatnya itu. Ia sangat marah kepada Bian Chi. Namun saat Ia hendak bergerak ke arahnya, suara teriakan lain terdengar.


Zhu San mendengus kesal ketika melihat Tsao Beng yang tadi dikeroyok oleh Ju Yan dan Qin Yu, berhasil menjatuhkan sahabatnya itu. Ju Yan yang terpental di samping Qin Yu, berusaha bangkit, Namun Ia terduduk dan muntah darah.


Sementara Nenek Lin Mi sedang bertarung sengit dengan Qiao Bun dan Zhu San menjadi khawatir ketika melihat Tsao Beng, melesat membantu Qiao Bun.


Beruntungnya Bian Chi segera menghadangnya, Zhu San akhirnya bisa fokus kembali pada pertarungannya dengan Leng Xue. Apalagi setelah melihat Nenek Qin Ji datang ke arah Ju Yan dan Qin Yu berada.

__ADS_1


“Aku harus segera menyelesaikan pertarungan ini dengan cepat. Jika tidak Nenek Lin Mi dalam bahaya.”


Zhu San berkata demikian setelah melirik ke arah pertarungan dimana Nenek Lin Mi mulai terdesak hebat, karena mengkhawatirkan kondisi Ju Yan.


Zhu San segera menaikkan kembali kekuatan tenaga dalamnya menjadi tiga puluh persen dari seluruh kekuatan yang Ia miliki.


Hawa panas dan dingin yang luar biasa, segera menyebar ke udara, menerpa tubuh Leng Xue yang menyadari lawan akan menyerang dengan kekuatan penuhnya.


Ia pun segera bersiap kembali dengan dengan jurus Iblis Meraung Marah. Dari kedua telapak tangannya, keluar bayangan makhluk seram yang memiliki tanduk dengan tubuh yang berwarna hijau.


Melihat itu Zhu San segera bersiap dengan jurus Tapak Elemen Es dari Kitab Lima Elemen. Bayangan seekor Ular Naga berwarna putih dengan tubuh yang memancarkan asap dingin, segera keluar dari telapak tangannya.


Leng Xue terkejut melihat hal itu, rasa jerih mulai merasuki hatinya. Namun begitu Leng Xue menyadari, jika dirinya tak bisa pergi begitu saja dari pertarungan itu.


Ia segera mendorong kedua telapak tangannya ke depan. Bayangan makhluk besar bertubuh hijau segera melesat dan hendak menghajar Zhu San dengan tangannya yang terkepal.


Namun bayangan Ular Naga segera datang dan menghadang serangan itu. Terjadi benturan ketika kepala Ular Naga terhantam pukulan tangan makhluk Hijau bertanduk itu.


Leng Xue terkesiap, karena kini Ia tidak bisa lagi menggerakkan tubuhnya. Zhu San segera mengangkat telapak tangannya.


Mata Leng Xue melotot lebar, setelah melihat Ular Naga itu, melesat ke udara dan telah berada di atas kepalanya.


Zhu San menggerakan tangannya ke bawah, Ular Naga itu pun melesat cepat ke arah Leng Xue dengan mulut yang terbuka lebar, siap untuk menelan tubuh Leng Xue.


“TIDAAAKK!!”


Leng Xue berteriak keras mengejutkan semua orang. Suaranya menghilang seiring dengan nyawanya yang melayang, meninggalkan tubuh yang kini telah membeku dan terselimuti oleh Es itu.


PRAAAK


Tubuh Leng Xue yang membeku, jatuh dari udara dan hancur berkeping-keping setelah menghantam tanah di bawahnya. Yang berhenti bertarung, terpana melihat kejadian itu.

__ADS_1


Di Saat itulah keheningan suasana dipecahkan oleh teriakan marah Nenek Lin Mi yang ditusuk secara curang oleh Pedang Qiao Bun. Dan Qiao Bun pun tertawa sambil mencabut pedang yang tepat mengenai dada kiri Nenek Lin Mi.


“Guru!!” Bian Chi segera bergerak menyambar tubuh sang Guru dengan gerakan yang mengejutkan Tsao Beng dan Qiao Bun.


Keduanya menatap Bian Chi dengan tatapan tidak percaya, melihat kecepatan yang sulit untuk diikuti oleh mata mereka.


Zhu San segera melesat, berusaha mengobati Nenek Lin Mi dengan segera mengalirkan energi penyembuh Yinyang melalui punggungnya.


Namun racun dari pedang Qiao Bun telah menyebar, walau luka di jantungnya berhasil Zhu San sembuhkan. Namun racun itu tertinggal sedikit lagi, dan membuat detak jantung guru Bian Chi itu melemah.


“Bagaimana dengan guru? San Gege … Ku mohon selamatkan guruku..” Bian Chi berkat dengan air mata yang telah berurai di pipinya.


“Chi’er … Tenanglah untuk saat ini guru masih bertahan. Aku harus membunuh mereka berdua, kau bawalah guru ke tempat yang aman di sana di tempat nenek Qin Ji.” Zhu San berkata dengan suara yang tertahan.


Bian Chi mengangguk saat Ia menyadari kemarahan sang suami atas apa yang terjadi. Lalu Ia membawa sang Guru yang telah tak sadarkan diri, ke tempat Nenek Qin Ji berada.


Aura panas dan dingin di tubuh Zhu San segera memancar kuat, saat Ia memandang Tsao Beng dan Qiao Bun. Kemarahannya segera meluap saat melihat senyum Qiao Bun dan Tsao Beng.


“Kalian Berdua tidak akan ku maafkan!!!”


Lima puluh persen tenaga dalam dikerahkan oleh Zhu San, bersamaan dengan teriakannya.


Gelombang energi dari tubuh Zhu San menyapu ke segala arah, membuat gelombang kejut yang membuat semua orang terkaget-kaget.


“Bagaimana Ia bisa memiliki kekuatan sebesar ini dalam waktu sebulan saja?” Tsao Beng berkata, saat Ia merasakan pancaran tenaga dalam Zhu San yang panas dan dingin itu, memancar sangat kuat.


“Sebulan sebelumnya, saat kita bertarung di luar tembok kota Song Du dengannya, kekuatan pemuda itu tidaklah sebesar saat ini. Apakah kita bisa menang melawan dia?”


Qiao Bun bertanya dengan suara parau. Rasa jerih telah menghimpit dalam hatinya.


*****

__ADS_1


__ADS_2