Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
043: Roh Pedang


__ADS_3

Fu Kuan dan Lin Kai menjadi panik, namun karena wajah mereka tertutupi oleh topeng, tidak ada satupun yang mengetahuinya.


Zheng An segera meraih tubuh Liu Ling dan membawanya menjauhi arena, demikian juga dengan Qin Rui yang membawa pergi tubuh Qin Yu.


“Shan’er … Apa yang terjadi denganmu?” Lin Kai yang tak dapat lagi menahan rasa penasarannya, akhirnya bertanya kepada Zhu San yang masih memejamkan matanya.


Zhu San sebenarnya bisa mendengar perkataan Guru Keduanya itu. Namun Ia masih ingin berbicara dengan roh yang menghuni kedua Pedang Pusaka itu.


Dari pembicaraan itulah, Zhu San akhirnya mengetahui apa yang sebenarnya terjadi terhadap kedua pedang pusaka, sehingga tadi bisa bergerak sendiri.


Suasana menjadi hening dan sangat menegangkan karena Zhu San hanya diam saja dalam waktu yang cukup lama.


Benak semua orang dipenuhi oleh pertanyaan terhadap situasi yang ada di hadapan mereka saat ini.


Suasana hening dikejutkan dengan jatuhnya ke dua pedang pusaka itu ke lantai arena turnamen. Zhu San pun terlihat jatuh terduduk dengan tubuh yang lemas.


Fu Kuan segera melesat menahan punggung Zhu San agar tidak jatuh ke lantai arena, Sementara Lin Kai segera mengamankan kedua pedang pusaka tersebut.


“Shan Gege!!”


“Saudara San!!”


Qin Yu dan Xie Han yang panik berteriak nyaris bersamaan saat melihat apa yang terjadi dengan Zhu San.


Qin Yu Ingin mendekati Zhu San, namun pegangan tangan Neneknya terlalu kuat untuk Ia lepaskan.


“Tua Bangka Lin bantu aku menormalkan gejolak energinya.” Lin Kai pun segera duduk di depan Zhu San setelah mendengar suara panik dari Fu Kuan.


Lin Kai pun sedikit terkejut saat mengetahui Tenaga dalam Zhu San begitu kacau. Ia pun segera mengalirkan lebih besar Energi Yin ke dalam tubuh Zhu San.


Wajah Zhu San silih berganti berubah warna dari merah merona berganti putih seperti kapas.


Sepuluh menit kemudian, wajah Zhu San mulai kembali normal seiring sirkulasi darah dan energi di dalam tubuhnya yang telah teratur kembali.


“Terimakasih Guru Pertama, Terimakasih Guru kedua.”

__ADS_1


Zhu San berkata seraya bersujud pada kedua gurunya. Rasa haru dan bahagia pun menyeruak di hati Zhu San, karena bisa kembali bertemu dengan keduanya.


“Bangunlah … Bisakah kau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.” Fu Kuan langsung bertanya kepada Zhu San untuk melepaskan rasa penasaran di hatinya.


Zhu San yang telah kembali berdiri, menggelengkan kepalanya, Ia tak ingin informasi yang Ia dapat di dengar oleh banyak orang.


Fu Kuan akhirnya mengerti, Ia lalu melepas topengnya. Hal itu membuat Ketua Chen Hu segera melompat dan bersujud di hadapan Fu Kuan.


“Bangunlah Hu’er, sampaikan kepada ketua Sekte yang lain, untuk berkumpul setelah ini. Ada hal penting yang ingin ku sampaikan pada kalian semua.”


“Tua Bangka Zheng, bagaimana kabarmu? Bisakah kita mendapat sebuah ruangan khusus untuk mendengarkan apa yang akan di sampaikan oleh muridku ini, berkait dengan apa yang baru saja terjadi?”


Fu Kuan berkata pada Zheng An yang telah berada di dekatnya.


“Tentu saja bisa, Aku akan menyediakan sebuah ruang khusus setelah menyelesaikan turnamen ini. Karena Aku juga penasaran apa yang terjadi tadi.”


Zheng An berkata seraya menerima Pedang Api Biru dari Lin Kai.


Sementara Qin Rui terlihat ragu untuk mendekati Fu Kuan, Lin Kai pun enggan untuk mengembalikan pedang Es Abadi kepada Nenek itu.


Sementara Zhu San melangkah ke arah Qin Yu dan Qin Rui. Biksu Fanzeng kemudian mengumumkan bahwa pertandingan pun telah selesai dengan juara satunya adalah Qin Yu dan juara dua adalah Liu Ling.


Kaisar pun menutup acara turnamen dan segera kembali ke Istana bersama pengawalan ketat Jendral Duan Li.


Zheng An meminta izin kepada Kaisar Liu untuk mengurusi sesuatu yang berkait dengan hal aneh yang terjadi sebelumnya.


Ia Lalu melangkah ke sebuah ruangan khusus untuk bertemu Fu Kuan dan Lin Kai. Senyum Zheng An melebar saat melihat Fu Kuan, Lin Kai, Qin Rui berjalan ke arahnya.


Sementara Zhu San berjalan bersama Qin Yu di belakang mereka. Kelima orang itu di pandu oleh Liu Ling untuk memasuki ruangan dimana gurunya Zheng An berada.


“San‘er … disini hanya ada kita, bisakah kau segera menceritakan apa yang sebenarnya terjadi tadi.”


Fu Kuan yang memang sudah tak sabar sedari tadi, segera meminta Zhu San untuk mulai bercerita.


Setelah menelan ludahnya, Zhu San pun lalu mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi tadi.

__ADS_1


Ia mengatakan jika di dalam kedua Pedang pusaka, memang ada penghuninya, sebangsa makhluk Roh yang disegel oleh seorang ahli penempa senjata.


Roh Itu terbangun saat merasakan aliran energi Yin dari Tubuh Qin Yu dan Tubuh Liu Ling yang sangat besar.


Kedua roh pusaka itu, lalu menghisap energi tersebut agar dapat bertahan dari kekuatan segel yang membuat mereka harus terus tertidur di dalam pedang tersebut.


Namun sebelum berhasil melakukan itu, energi Zhu San telah terlebih dahulu menyerang dan membuat mereka gagal dengan rencananya itu.


Mereka pun kesal dan lalu berbalik untuk menyerang Zhu San dengan berusaha menyerap energinya,


Namun Zhu San menghajar mereka dengan mengerahkan energi yang berbeda dengan yang mereka miliki.


Roh di Pedang Es Abadi yang memiliki energi Yin, Zhu San serang dengan mengerahkan Energi Yang dalam jumlah yang sangat besar.


Sementara Roh di pedang Api Biru memiliki energi Yang dan Zhu San serang dengan menggunakan energi Yin.


Kedua roh itu akhirnya takluk kepada Zhu San setelah mengetahui Zhu San memiliki tubuh Yinyang Sejati dan mulai menjawab setiap pertanyaan yang Ia ajukan.


“San’er bagaimana kau bisa berkomunikasi dengan mereka?” Fu Kuan yang heran mendengar penjelasan Zhu San, segera mengatakan pertanyaan dalam benaknya.


“Itu karena tubuh Istimewa yang kumiliki ini Guru, sehingga pikiran kami bisa terhubung satu sama lainnya. Itu kata mereka.”


Zhu San menjawab pertanyaan gurunya lalu menghela nafas panjang sebelum Ia melanjutkan penjelasannya.


Kedua roh itu terpaksa menyerap energi Qin Yu maupun Liu Ling untuk membuat roh mereka dapat bertahan lebih lama hidup di dalam riang segel mereka.


Zhu San juga mengatakan bahwa Kedua roh itu tidak akan menyerap energi pengguna pedang pusaka, jika mereka mau melakukan kontrak jiwa dengan meneteskan sedikit darah pada bilah pedang tersebut.


Dengan begitu jiwa mereka akan saling terhubung dan roh mereka yang tersegel tidak akan mengalami kematian yang saat ini sedang menggerogoti mereka secara perlahan selama ribuan tahun ke depan.


Mereka yang mendengar hal itu, terlihat takjub dengan apa yang Zhu San ceritakan, terutama Qin Yu dan Liu Ling.


Wajah kedua gadis itu menunjukan rasa kagum yang mendalam kepada Zhu San.


Perkataan Zhu San selanjutnya, membuat Nenek Qin Rui berpikir keras setelah mendengarnya.

__ADS_1


*****


__ADS_2