
Bian Chi menatap kesal ke arah lelaki berusia sekitar empat puluhan tahun itu. Ia mengalirkan qi ke arah telapak tangannya bersiap untuk meledakkan kepala lelaki tersebut.
“Chi’er! Jangan gegabah!” Zhu San tiba-tiba telah berada di samping Bian Chi dan memegang telapak tangan sang isteri yang telah dialiri energi berhawa sangat dingin.
Kecepatan gerak yang Zhu San tunjukkan, membuat hati lelaki itu merasa jerih. Namun sebelumnya Ia telah menyadari, bahwa kehilangan nyawa adalah resiko baginya dalam melaksanakan tugas besar dari Ketua Sektenya.
Ia pun menghela nafas panjang untuk menghilangkan kegentaran dalam hatinya, dan bersiap menghadapi apapun yang terjadi nanti, sekalipun itu kematiannya.
“Paman, mengapa paman menyerang kami secara tiba-tiba? Apa salah kami terhadap Paman?” Tanya Zhu San seraya tersenyum kepada lelaki yang seusia dengan Ayahnya tersebut.
“Huh! Bukankah kalian berdua Sepasang Pendekar Iblis?! Walau kekuatan kalian di atasku, aku tidak takut mati demi membela kebenaran dan keadilan.”
Jawaban lelaki itu, membuat Zhu San dan Bian Chi berpandangan sejenak. Mereka berdua menyadari telah terjadi kesalahpahaman.
“Maaf Paman, Paman salah orang. Kami bukan Sepasang Pendekar Iblis, kami baru saja tiba di Dunia Atas ini.” Perkataan Zhu San membuat Lelaki tersebut terdiam kebingungan.
“Baru tiba di Dunia Atas? Apa kalian berasal dari Dunia bawah? Apakah Dunia Bawah benar-benar ada? Lalu bagaimana Kalian bisa memasuki Dunia Atas ini?”
Pertanyaan lelaki separuh baya itu membuat Zhu San menggaruk-garuk kepalanya sejenak sebelum menjawab pertanyaannya.
“Paman, namaku Zhu San dan ini isteriku Bian Chi. Kami memang dari Dunia Bawah dan kami bisa berada di sini karena menggunakan Batu Tujuh Warna ini.” Dari Cincin Jiwanya Zhu San mengeluarkan batu Tujuh warna.
Dahi Zhu San dan Bian Chi mengerut karena heran melihat reaksi yang ditunjukkan oleh lelaki tersebut. Mata lelaki itu melotot lebar dengan tubuh yang sedikit gemetar.
“Batu Legenda Tujuh Warna! … Batu Sakti yang dimiliki oleh Sang Legenda Shen Rong! Bagaimana bisa berada di tangan kalian?” Lelaki itu berkata dengan suara keras karena begitu terkejut dengan apa yang Ia lihat.
Dengan cepat Zhu San menjawab semua pertanyaan lelaki itu dan sekaligus bertanya tentang tempat dimana mereka saat ini.
“Kita sekarang berada di bagian Barat Benua Biru. Oh ya perkenalkan namaku Xi Tong, tetua Nomor Dua Sekte Pedang Suci.”
“Sekte Pedang Suci! Ah kebetulan sekali Paman Tong … Aku berniat mengunjungi Sekte Pedang Suci. Aku ingin mengetahui kisah tentang Leluhur Yao Shan dan leluhur Gong Yi.”
Xi Tong kembali terkejut mendengar nama Leluhur Sektenya disebutkan oleh Zhu San. Kini dirinya meyakini bahwa mereka berdua bukanlah Sepasang Pendekar Iblis.
__ADS_1
Zhu San lalu meminta Xi Tong untuk mengantarkannya ke Sekte Pedang Suci. Ketiganya lalu melayang ke arah timur dimana Sekte tersebut berada.
“Kenapa Aku tidak bisa mengetahui tingkat kekuatan mereka berdua? Apakah mereka berada di tahap Pendekar Dewa? Mustahil semuda itu telah berada di tingkat tersebut. Tapi kekuatan yang mereka tunjukkan di atas kekuatan Ketua Gong Fei.”
Dalam perjalanan yang tiga jam lagi akan berganti malam itu, Xi Tong masih saja penasaran di tingkat apa sebenarnya kekuatan Zhu San dan Bian Chi.
Satu hal yang pasti bahwa kekuatan keduanya jauh di atas kekuatan dirinya yang berada tingkat Pendekar Langit tahap Awal.
Xi Tong menyimpan rasa penasarannya, karena menanyakan tingkatan kekuatan terhadap seseorang yang baru dikenal adalah hal tabu bagi mereka.
“Paman ... Siapakah Pendekar Iblis itu? Mengapa paman mencarinya?” Saat dalam perjalanan mereka, Zhu San berusaha mengumpulkan informasi dengan bertanya kepada Xi Tong.
Xi Tong pun menjelaskan bahwa tiga bulan lalu Di Benua Awan Hitam terjadi kekacauan dengan munculnya sepasang pendekar muda yang telah memusnahkan empat dari lima sekte Aliran putih terkuat di benua itu.
Mereka berdua masih berusia muda, kira-kira seusia dengan Zhu San dan Bian Chi. Namun kemampuan mereka kabarnya telah mencapai Tingkat Pendekar Langit.
Sepuluh hari yang lalu, Ketua Sektenya mendapat berita bahwa kedua Pendekar Iblis itu telah memasuki bagian barat Benua Awan Biru. Ia ditugaskan oleh Ketua Sektenya untuk menghadang mereka.
Namun telah seminggu Ia berada di wilayah barat Benua Biru dan tidak menemukan keberadaan mereka hingga akhirnya bertemu dengan Zhu San dan Bian Chi.
Sontak Xi Tong dan Zhu San mengedarkan pandangan ke arah yang Bian Chi tunjuk. “Apa yang terjadi dengan Sekte Teratai Biru!” Wajah Xi Tong terlihat terkejut saat mengenali tempat yang ditunjuk oleh Bian Chi.
“Paman Tong, apakah sebaiknya kita periksa terlebih dulu tempat itu?” Tanya Zhu San saat mendapati Xi Tong terlihat sedih melihat pemandangan sejauh dua ratus meter di bawah mereka.
“Sekte Teratai Biru adalah Sekte Aliran Putih yang bersahabat baik dengan Sekte Kami. Jika kalian berdua tidak keberatan, kita periksa dulu tempat itu untuk mencari tahu apa yang telah terjadi.”
Ketiganya segera melesat setelah Zhu San menyetujui perkataan Xi Tong. Keduanya tertegun melihat situasi yang berada dua puluh di bawah mereka.
“Biadab siapa yang melakukan kekejaman ini?”
Xi Tong terlihat sangat geram melihat ribuan mayat perempuan tergeletak dengan kondisi yang mengenaskan. Tubuh Bian Chi bergetar hebat menahan kemarahannya, saat melihat ribuan jasad itu.
Melihat dari puing dan reruntuhan ratusan bangunan itu, peristiwa pembantaian ini setidaknya terjadi tadi pagi atau semalam.
__ADS_1
“Paman … Apa yang biasa dilakukan oleh orang-orang di Dunia Atas ini pada manusia yang telah mati? dikuburkan atau dibakar?”
“Sebagian orang ada yang menguburkannya, namun sebagian besar mereka membakarnya. Sekte teratai Biru lebih sering membakar jasad anggotanya yang tewas. Apakah kita akan melakukan itu? Setidaknya butuh waktu satu minggu untuk membakar semua jasad mereka.”
Xi Tong berkata dengan wajah yang heran mendengar pertanyaan Zhu San. Namun wajah herannya menjadi takjub saat tiba-tiba merasakan energi dingin, menyelimuti tubuhnya.
Zhu San lalu melesat di tengah-tengah bangunan Sekte Teratai Biru yang luasnya lebih dari lima hektar itu.
“Kekuatan macam apa ini?”Mata Xi Tong melotot lebar seolah tak percaya dengan apa yang terjadi di depan matanya.
Hal itu karena Ia melihat ribuan jasad perempuan anggota Sekte Teratai Biru, mengambang setinggi sepuluh meter di udara, saat Zhu San menggerakkan kedua telapak tangannya ke arah atas.
Zhu San segera memejamkan matanya untuk memeriksa apakah dari ribuan tubuh perempuan itu, masih ada yang bernyawa.
Zhu San tiba menggerakkan tangannya seolah sedang menarik sesuatu saat mendapati satu orang masih memiliki nyawa.
“Ketua Jie Mei!”
Xi Tong berseru kaget saat tubuh Ketua Sekte Teratai Biru itu melayang ke arah Bian Chi yang segera meraihnya saat menyadari jika sosok berlumuran darah itu masih hidup.
Apa yang terjadi setelah itu, membuat Xi Tong menelan ludahnya dengan tubuh gemetar. Zhu San membakar seluruh jasad anggota Sekte Teratai Biru dengan menggunakan api berwarna putih.
Dalam waktu satu menit, seluruh jasad itu telah berubah menjadi abu. Dengan kekuatannya, Zhu San membungkus satu-persatu abu itu menggunakan energi dingin.
Hal itu membuat abu setiap jasad berada dalam bola Es yang segera dikumpulkan menjadi satu sehingga membentuk sebuah gunung es setinggi dua puluh meter.
Hal terakhir yang Zhu San lakukan adalah menyegel gunung es kecil itu dengan energi Yin agar tetap membeku.
Ketua Jie Mei yang diobati oleh energi penyembuh Yinyang oleh Bian Chi, telah tersadar. Ia sempat kebingungan saat melihat Bian Chi.
“Ketua Jie Mei … Apa yang terjadi? Siapa manusia kejam yang melakukan hal ini?” Xi Tong segera melesat mendekati Ketua Jie Mei yang terkejut melihat dirinya.
“Sekte Pedang Suci … Sekte mu dalam bahaya!” Ketua Jie Mei segera berkata setelah Ia teringat kata-kata terakhir dari sosok yang hampir membunuhnya, sesaat setelah Ia mengenali Xi Tong.
__ADS_1
----------------------------O--------------------------------