
“Chi’er! ... Apakah Kau belum selesai?!” Zhu San berteriak. Setelah setengah jam kemudian, Bian Chi belum selesai juga selesai dengan apa yang Ia lakukan di balik sebuah batu besar.
“Iya sebentar!” Bian Chi menjawabnya.
Setelah lima menit kemudian, Bian Chi pun melesat keluar dari balik batu. Tentu setelah Ia mengintip terlebih dulu, memastikan Zhu San sudah mengenakan jubahnya.
“Kenapa lama sekali…” Zhu San terdiam tak bisa menyelesaikan kata-katanya, saat melihat wajah Bian Chi yang kini lebih bersinar dan lebih cantik dari sebelumnya.
Bian Chi pun tertegun saat Ia menatap wajah Sang Suami, yang sedikit lebih tampan dari terakhir Ia melihatnya.
“San Gege … Sepertinya energi yang kita serap, berpengaruh juga terhadap tubuh kita. Kau terlihat lebih tampan dari sebelumnya.” Bian Chi tertawa lebar.
“Benar … Kau pun terlihat semakin cantik dan juga semakin seksi…” Zhu San pun tertawa ketika melihat Bian Chi kesal, saat dirinya menjulurkan lidah untuk mengusap bibirnya sendiri.
“San Gege … Aku tidak mau melihatmu melakukan hal itu lagi. Kau seperti durjana yang menyeramkan jika seperti itu!” Bian Chi berkata dengan suara yang meninggi.
Zhu San hanya tertawa saja mendengarnya. Ia segera memeluk bahu sang Isteri dan mengajak melangkah ke arah timur. Ke sebuah gunung kecil dimana Kawah Suci Inti Api terletak.
Di tepi kawah gunung itulah mereka berdua menghentikan langkah mereka.
“San Gege … Hawanya sangat panas apakah kita bisa berkonsentrasi dengan hawa sepanas ini?” Tanya Bian Chi.
“Aku yakin kita bisa, jika tidak maka petunjuk itu tidak akan diberikan untuk kita.” Zhu San menghibur sang isteri.
Keduanya segera bersiap melakukan proses kedua yaitu menyerap Energi Inti Api dari Kawah Suci itu.
Walau masih mengalami masalah dalam hal konsentrasi, namun keduanya berhasil mengatasi hal itu dengan cepat, kurang dari satu jam saja, mereka mulai menyerap energi panas tersebut.
Butuh waktu satu bulan bagi mereka untuk menyerap seluruh energi Inti Api di dalam Kawah Suci itu.
Seperti sebelumnya, saat telah selesai menyerap seluruh energi panas, keduanya segera menelan Kristal Inti Api yang membuat tubuh mereka mengeluarkan bara api ketika khasiat kristal itu, terserap oleh tubuh mereka.
Perubahan pada bagian tubuh mereka, kembali terjadi seiring dengan meningkatnya kekuatan tenaga dalam yang mereka miliki.
Karena tidak merasakan lapar dan letih, keduanya segera melanjutkan ke proses berikutnya. Di proses inilah, Yao Shan dan Gong Chi terhenti karena melakukan hubungan suami isteri untuk pertama kalinya.
__ADS_1
Proses itu akan Zhu San dan Bian Chi lakukan di dalam Kolam Suci Inti Air yang berhawa sangat dingin sedingin air es.
“Chi’er … Sepertinya kedua Leluhur gagal menyerap dua elemen terakhir, karena tidak berhasil meredam hawa nafsu mereka akibat udara dingin ini. Kita harus bisa melewati ujian ini.” Zhu San berkata dengan mantapnya.
“Iya San Gege …” Bian Chi berkata dengan penuh semangat walau di dalam hatinya muncul sedikit keraguan.
Hal itu karena, Ia merasa tidak lagi semalu seperti saat pertama kalinya berada dalam keadaan polos, tanpa sehelai benang pun di depan Zhu San.
Bahkan kini Ia merasa senang melihat pandangan takjub Zhu San ketika memandang tubuh polosnya itu.
Hal itulah yang membuatnya segera melepaskan seluruh gaunnya dengan santai, saat hendak memasuki Kolam Suci itu.
Dinamakan demikian, karena hanya mereka yang masih suci saja yang bisa memasuki kolam seluas dua puluh langkah dengan air yang sangat jernih sekali.
Mata Zhu San melotot lebar, degup jantungnya semakin cepat saat melihat tubuh indah sang isteri yang polos, melangkah memasuki kolam sedalam tiga jengkal itu.
“San Gege … Ayo jangan bengong saja!” Teriak Bian Chi yang telah berdiri di tengah kolam. Zhu San terlihat kebingungan mendengar hal itu.
“Aih gimana ini …” Zhu San mengeluh dalam benaknya. Karena terbius lenggokan ping*** sang isteri, sesuatu mengganggunya.
“San Gege … Apalagi yang Kau tunggu! Cepatlah kakiku seperti akan membeku!” Bian Chi kembali berteriak.
Hal itu membuat Zhu San tak memiliki pilihan lain selain melepas jubahnya. Zhu San segera melangkah masuk dan merasakan hawa dingin segera memeluk kakinya.
Setelah sepuluh langkah, Ia tiba di depan Bian Chi yang sedang melotot lebar, menatap ke bagian bawah tubuhnya.
Zhu San segera duduk dan itu membuatnya harus menelan ludah, dengan apa yang kini berada di depannya. Ia merasakan siksaan luar biasa di jiwanya karena hal tersebut.
Dan siksaan itu berhenti setelah Bian Chi pun duduk dengan wajah yang merona merah. Ia tidak merasakan hawa dingin lagi di tubuhnya, melainkan hawa hangat yang membuat tubuhnya menjadi bergetar hebat.
Tidak seperti sebelumnya, kali ini keduanya tidak bisa segera menyerap Energi Inti Air seperti sebelumnya yang berlangsung dengan cepat.
Gejolak bira** yang semakin menguat, membuat mereka baru bisa memulai proses penyerapan Energi Inti Air, setelah tiga jam kemudian.
Proses penyerapan energi Inti Air berlangsung dengan waktu yang sama, satu bulan dalam hitungan waktu Alam Jiwa.
__ADS_1
Setelah energi dalam air di Kolam Suci itu menghilang, muncul dua kristal Inti Air dan segera ditelan oleh keduanya.
Setelah setengah jam kemudian, keduanya membuka mata dan tersenyum senang, namun disinilah ujian terberat mereka dimulai.
Zhu San, entah kenapa, ingin memeluk Bian Chi. Namun Ia kalah cepat dengan Sang Isteri, yang telah bergerak lebih dulu memeluk dirinya.
Keduanya bukan hanya berpelukan, namun mulai melakukan lebih dari sebelumnya. Namun saat bibirnya berada dalam mulut Sang Suami, Bian Chi tiba-tiba tersadar.
Ia segera mendorong tubuh polos sang suami dan melesat keluar dari kolam. Setelah mengenakan gaunnya, Bian Chi segera melesat meninggalkan sang suami.
Dalam sekejap saja, Bian Chi telah berdiri di depan Goa yang berada di bagian barat Alam Jiwa itu. Bian Chi sempat tertegun dengan kecepatan yang Ia miliki saat ini.
Beberapa saat kemudian Zhu San tiba dengan wajah yang cemberut. Keduanya lalu memasuki Goa Suci Inti Bumi dan keluar dari goa tersebut satu bulan kemudian.
Kini tibalah mereka pada proses terakhir dalam proses penyerapan Energi Inti Lima Elemen, menyerap energi inti es di Goa Suci Inti Es. Saat berada di depan Goa Suci, Bian Chi pun berkata kepada Sang Suami.
“San Gege … Sekuat apapun godaannya nanti, Kita harus berhasil menyerap seluruh Energi Inti Es atau kita berdua akan mati jika gagal menyelesaikan proses ini.” Suara Bian Chi terdengar bergetar saat Ia berbicara demikian.
Ia berkata demikian, karena sedang berusaha meredam hasrat bi****nya yang semakin membesar, setelah Ia melihat Tongkat Suci Sang Suami, yang hampir dua kali lipat dari pertama kali Ia melihatnya.
Zhu San hanya menganggukkan kepalanya, Ia tak ingin suaranya yang serak, terdengar oleh sang isteri karena sedang menahan gejolak besar dalam tubuhnya.
“Tinggal menunggu satu proses lagi untuk bisa segera mengeluarkan Darah Suci itu dan menyatukan seluruh energi yang kami serap sebelumnya.” Dalam benaknya Zhu San berkata demikian.
Keduanya pun kembali melangkah memasuki Goa Suci Inti Es yang hawa udaranya jauh lebih dingin dari hawa di Kolam Suci Inti Air.
Setelah satu bulan, keduanya keluar dari dalam Doa Inti Es. Namun tidak seperti sebelumnya, keduanya keluar dari dalam Goa dengan saling berpelukan dan tubuh yang tanpa sehelai kain pun.
Adu Jigong pun terjadi dengan serunya sampai kedua tiba di tempat berbentuk lingkaran dengan dua warna rumput yang berbeda. Sebagian berwarna merah dan sebagian biru.
Setelah satu jam bergumul, barulah terdengar teriakan keras dari Bian Chi, mengakhiri rintihannya selama satu jam terakhir.
Dengan keringat yang bercucuran, keduanya segera duduk dan mengeluarkan pedang masing-masing dari Cincin Jiwa mereka.
Lalu terjadi keajaiban yang membuat mata keduanya melotot lebar, setelah meneteskan darah suci ke bilah pedang dan menyatukan ujungnya di udara, dengan arah menghadap ke atas Awan Suci, yang kini telah terbentuk kembali.
__ADS_1
******