
“Tiga Inti Roh Iblis Sejati!”
Sisi Gelap Zhu San terkejut mendengar bahwa dirinya akan diajak ke Dimensi Antara oleh Qiu Lan yang akan melebur ketiga Inti Roh mereka menjadi satu dengan cermin yang dimiliki Ratu Siluman Rubah Putih.
Qiu Lan menganggukkan kepalanya sebagai tanda Ia tidak sedang bercanda dengan kata-katanya tadi.
Segera saja mereka bertiga bersiap untuk melakukan perjalanan ke Dimensi Antara dengan cara yang akan Qiu Lan gunakan berdasar petunjuk yang diajarkan oleh Tiga Inti Roh Iblis Sejati.
Setelah menyelimuti tubuh mereka dengan energi qi, Qiu Lan membaca mantera yang akan terdengar oleh Ketiga Inti Roh yang lalu akan membuka portal Dimensi Antara.
Sesaat kemudian, terjadi pusaran energi berwarna biru yang semakin membesar dan akhirnya menjadi sebuah Lorong Hitam yang sangat gelap.
Tubuh ketiganya tiba-tiba tersedot ke dalam lorong hitam itu, sekuat apapun Sisi Gelap Zhu San mencoba menahannya namun Ia tak mampu melawannya. Hal yang menandakan bahwa kekuatan Iblis Sejati itu jauh di atas kekuatannya.
Setelah beberapa detik melintasi lorong dimensi hitam itu. Mereka tiba di sebuah tempat dimana Qiu Lan pertama kali tersadar dari pingsannya sebulan yang lalu.
Aura hitam yang memancar dari tubuh Sisi Gelap Zhu San, mengejutkan ketiga Serpihan Inti Roh Iblis Sejati saat mereka melihatnya. Ketiganya saling bertatapan dengan senyum lebar.
Makhluk yang tercipta dari sisi Gelap manusia yang disucikan sebelum menjadi dewa, adalah makhluk yang sangat langka keberadaannya. Namun kali ini mereka bertemu dengan sosok makhluk langka tersebut.
Sisi gelap Zhu San itu, akan menjadi wadah yang jauh lebih kuat bagi ketiga serpihan Inti Roh Iblis Sejati itu. Dan setelah mereka bertiga menyatu dalam tubuh makhluk itu, maka kekuatan mereka akan berlipat ganda atau setara dengan kekuatan Dewa Tertinggi saat ini.
Namun mereka juga mengetahui bahwa terdapat kelemahan dari sosok makhluk seperti itu, yaitu Ia juga akan mati jika sisi dirinya yang lain telah mati.
Kelemahan itu membuat senyum lebar di bibir ketiga Serpihan Inti Roh Iblis Sejati menghilang.
“Kelemahan itu sebenarnya bisa dihapuskan Jika Saja Labamba dan Labimbi masih hidup.”
Wajah mereka tertunduk lesu saat teringat bahwa satu jalan lain yang bisa mereka tempuhi untuk menyatukan diri dan menjadi lebih kuat, telah tertutup karena Sepasang Penyihir Kuno telah mati. Setidaknya itulah yang diketahui mereka bertiga saat ini.
__ADS_1
“Tuanku Iblis Sejati, Aku datang membawa orang yang memiliki Cermin Sakti yang anda cari.” Suara Qiu Lan menyadarkan Ketiga inti Roh Iblis Sejati itu.
“Kami menemukan wadah lain yang jauh lebih kuat dan akan membuat kami bisa bertahan hingga akhir zaman nanti. Pria yang bersama mu itu adalah mahkluk langka yang sulit untuk ditemui dalam ribuan tahun.”
Tentu saja Qiu Lan terkejut mendengarnya, karena hal itu di luar kesepakatan mereka dimana ketiganya berjanji akan memberinya senjata terkuat yaitu Cermin Pelebur Sukma.
Qiu Lan lalu memprotes ketiga Inti Roh Iblis Sejati itu. Namun Ia terdiam saat salah satu Iblis Sejati itu membentaknya dengan kasar.
“Diamlah Bodoh! Bukannya Ia temanmu, dengan membuatnya menjadi sekuat Dewa, apakah itu tidak akan menguntungkan bagimu?!”
“Apa maksud kalian berkata begitu!” Sisi Gelap Zhu San membentak Ketiga Inti Roh Iblis Sejati dengan kesal.
“Aku tidak ingin tubuhku menjadi wadah bagi kalian bertiga. Aku sudah bosan dengan keadaan dimana Aku tidak bisa melakukan apa yang menjadi keinginanku sendiri!”
Perkataan kasar dan berapi-api dari Sisi gelap Zhu San, membuat Ketiga Inti Roh Iblis Sejati tertawa lebar. Hal itu membuat Sisi gelap Zhu San menjadi marah dan bersiap menyerang mereka.
Namun Qiu Lan menghentikan gerakannya itu dan memberitahu bahwa ketiganya sangat kuat. Namun Sisi gelap Zhu San tidak mengindahkan peringatan itu.
Kedua energinya itu, terserap ke dalam tubuh dua Inti Roh Iblis Sejati dan tidak meledak sama sekali. Hal yang tidak diduga oleh Sisi gelap Zhu San sebelumnya.
Ia akan mengerahkan kekuatan yang jauh lebih besar lagi, namun tiga buah cahaya berbeda warna melesat sangat cepat ke tubuhnya. Ketiga cahaya itu, segera bersatu dan menyelimuti tubuh Sisi gelap Zhu San.
Merasakan sekujur tubuhnya terasa sangat sakit, Sisi gelap Zhu San berteriak meraung-raung. Tubuhnya serasa akan diremukkan yang membuatnya seketika menjadi lemas.
Ia pun nyaris kehilangan kesadarannya jika saja ketiga Inti Roh Iblis sejati tidak menghentikan serangan mereka yang ingin menyegel tubuhnya dengan membuat tubuhnya mengecil.
“Apakah kau masih ingin melawan kehendak kami?!” Tanya Salah satu dari Inti Roh Iblis Sejati itu dengan kesal.
Awalnya Sisi Gelap Zhu San menolak untuk tunduk, namun cahaya yang menyelimuti tubuhnya kembali hendak mengecil.
__ADS_1
Sisi gelap Zhu San bertahan hingga satu menit, dan Ia berteriak beberapa saat kemudian. “Baiklah Aku tunduk pada Kalian!”
Tak kuat lagi menahan rasa sakit yang membuat tubuhnya lemas, Sisi gelap Zhu San akhirnya menyerah dan tunduk pada keinginan ke tiga Inti Roh Iblis Sejati itu.
***
Di waktu yang sama saat Ketiganya memasuki Lorong Dimensi Hitam yang membawa Sisi Gelap Zhu San, Qiu Lan dan Ratu Siluman Rubah Putih ke Dimensi Antara, Di Kota Qian’an sedang terjadi pertempuran yang hebat.
Kedatangan Phoenix Putih dan Lian Li segera mengubah arus pertempuran di pintu gerbang Komplek Istana Kekaisaran Qiang itu. Kekuatan yang dimiliki keduanya, sulit untuk dihadapi oleh para pendekar Aliran hitam.
Sementara di bagian ibukota sebelah utara, Zhu San dan Bian Chi sedang menyelamatkan para penduduk dengan membantai para siluman.
Zhu San melepaskan Pedang Yang demikian juga dengan Bian Chi yang melepaskan Pedang Yin untuk membantai para siluman. Keduanya membawa para penduduk melesat dari tempat tersebut, seraya membunuh siluman yang mendekati mereka.
Dalam waktu sepuluh menit saja, ratusan penduduk telah berhasil Zhu San dan Bian Chi selamatkan dan membawanya pada beberapa bangunan besar yang masih utuh serta telah diberi segel pelindung.
Zhu San melesat ke udara dan dengan jurus Pedang Mata Dewa, Ia membantai ratusan Siluman kelelawar yang berusaha membakar bangunan dimana penduduk berada.
Pekik kematian dari ratusan siluman segera memenuhi udara, saat tubuh mereka terbelah atau terpotong oleh Pedang energi tak kasat mata yang sangat tipis dari kedua mata Zhu San yang telah mengeluarkan cahaya.
Setelah berhasil menumpas serangan Siluman kelelawar itu, Zhu San hendak melesat ke arah Siluman Serigala Api. Namun sebuah energi berbentuk tombak membara, melesat mencoba menusuk Zhu San dari belakang.
Zhu San segera membalikkan badannya, dan mendapati seekor Siluman Kelelawar yang tubuhnya diselimuti Api, sedang menatap ke arahnya dengan tatapan marah.
Tiba-tiba Zhu San menjerit keras saat merasakan rasa sakit luar biasa mendera tubuhnya. Ia pun kehilangan kekuatannya yang menyebabkan posisi melayangnya menjadi tidak stabil.
Jeritan Zhu San semakin keras dan Ia hampir kehilangan kesadarannya saat tubuhnya melayang jatuh dengan cepat ke tanah.
Beruntungnya Bian Chi yang segera melesat setelah mendengar teriakan Zhu San, berhasil meraih tubuh suaminya itu, saat berada tiga meter dari atas tanah.
__ADS_1
“San Gege Ada Apa?! Apa yang terjadi?!” Bian Chi berteriak panik setelah membawa Zhu San ke sebuah atap bangunan dan berusaha mengobatinya.
---------------------------O-----------------------------