Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
219:Pertarungan di Pegunungan Laosan III


__ADS_3

Kang Ji yang telah selesai mengobati lukanya akibat pertarungan dengan Bian Chi, kembali dikejutkan oleh kekuatan yang Zhu San kerahkan.


“Aku harus membantu mereka, walau Ia memiliki kekuatan sebesar itu, menghadapi banyak serangan kuat, pasti Ia akan kalah juga.” Kang Ji segera melesat ke arah mereka dan bersiap dengan jurus terkuatnya.


Setelah melihat Bian Chi dan yang lainnya telah berada cukup jauh dari tempatnya kini, Zhu San segera berteriak dengan keras seraya melepaskan serangan Amarah Suci Pedang Yang.


Bayangan Energi Ular Naga Api yang sangat besar segera terbentuk dan dengan kecepatan yang sukar diikuti mata, bergerak ke arah Hou Ming yang menurut Zhu San adalah orang yang paling berbahaya dengan kekuatan petirnya.


Hou Ming yang memang telah bersiap, terkejut dengan kecepatan yang Zhu San tunjukkan. Dengan panik Ia menggerakan Senjata Besi Petir Abadi untuk menghadang serangan tersebut.


JEDAAAARRRR


BLAAAAAAAM


Di luar dugaan Hou Ming, Petir sangat besar yang Ia keluarkan dari senjata pusakanya, berhasil meledakkan energi berbentuk Ular Naga Zhu San. Hal itu membuatnya semakin percaya diri untuk melawan pemuda itu.


Udara berfluktuasi dengan hebat, menerpa semua orang yang berada di sekitar tempat itu. Hou Ming terpental dua meter. Sementara Zhu San terjajar satu meter saja.


Selain Kang Ji, tidak ada yang berada pada posisinya semula. Tong Bai terlempar hampir sepuluh meter, sementara Bayangan Kilat sudah tidak terlihat lagi di tempat tersebut.


Namun suara jeritan darinya terdengar keras, sebelum kematiannya oleh pedang Bian Chi yang melihat niatnya untuk melarikan diri dari tempat tersebut.


Sementara itu, Shao Meng yang terpental belasan meter segera membenahi posisinya lalu kembali bersiap dengan jurus Badai Sang Petir.


“Pusakanya sangat hebat, apakah aku harus menggunakan jurus itu?” Saat Zhu San bertanya demikian dalam benaknya, Shao Meng telah melesatkan energi berbentuk Pedang Besar ke arah dirinya.


Bersamaan dengan itu pula, Kang Ji telah menggerakkan tangannya. Energi berbentuk Ular siluman merah, melesat menerjang ke arah Zhu San dari arah yang berbeda.


Merasa tak ada pilihan lain, Zhu San segera mengeluarkan jurus yang baru saja Ia pelajari walau merasa belum sepenuhnya Ia kuasai.

__ADS_1


Jurus yang Ia dapatkan dari membaca catatan yang diberikan oleh Long Niu segera Ia gunakan. Dengan cepat Zhu San melepaskan serangan dengan jurus yang Ia namai Jurus Pembalik Bumi.


Seketika tubuh Zhu San berada dalam posisi terbalik. Ia pun melepaskan dua serangan sekaligus untuk menahan laju dua serangan dari Shao Meng dan Kang Ji.


Kedua Kaki Zhu San bergerak menendang udara, energi yang berbentuk sepasang kaki berukuran raksasa, melesat keluar dari kaki Zhu San yang kini berubah warna menjadi kuning keemasan.


Sementara dari telapak tangannya yang juga berubah menjadi kuning keemasan, melesat sebuah dua buah kepalan tinju berukuran yang memiliki ukuran raksasa.


Energi berbentuk sepasang Kaki raksasa itu, bergerak menendang ke arah Ular Siluman Merah yang dilesatkan oleh Kang Ji. Sementara kedua kepalan tinju raksasa itu, tiba-tiba membuka.


Kedua telapak tangan yang terbuka, segera menahan laju tebasan pedang dari jurus Badai Sang Petir yang dilesatkan oleh Shao Meng.


Tidak terjadi ledakan saat kedua energi itu bertemu. Energi berbentuk pedang yang mengeluarkan petir itu, tiba-tiba berubah saat tergenggam oleh energi berbentuk telapak tangan.


Ukurannya semakin mengecil dan akhirnya hilang dari pandangan mata. Hal yang sama terjadi dengan energi berbentuk ular siluman merah.


Kini energi berbentuk sepasang kaki dan telapak tangan itu, berubah menjadi dua kali lebih besar dari ukurannya semula. Hal ini membuat Shao Meng bergerak mundur.


“Kakak! Hanya Kau yang bisa mengalahkannya cepatlah bantu Kami!”


Shao Meng berteriak panik saat sebuah telapak tangan berwarna kuning keemasan dan kini memiliki sambaran petir, bergerak kearahnya.


Sementara sepasang kaki berbentuk energi itu, menyerang Kang Ji dengan tendangan kuat dan cepat. Jagoan nomor tiga Aliran Hitam Kekaisaran Wei itu, terlihat kewalahan untuk menghindari serangan tersebut.


Ia terlihat sangat kesal, karena hanya bisa menghindar tanpa mampu untuk membalas kembali serangan tersebut. “Merepotkan sekali jurus anak muda ini!” Gerutunya dalam hati.


Sambil menghindari tendangan yang semakin lama semakin cepat itu, Kang Ji berusaha mencari cara untuk membalas serangan tersebut.


Namun yang Ia dapati adalah suara panik dari rekannya Shao Meng dan suara petir yang menggelegar. Terlihat olehnya Shao Meng sedang bergerak kesana kemari menghindari serangan petir yang keluar dari telunjuk tangan berbentuk energi itu.

__ADS_1


“Kakak cepat bantu Aku!” Shao Meng meneriaki Hou Ming yang saat itu tengah bersiap dengan seluruh kekuatan yang Ia miliki. “Bertahanlah sebentar lagi!”


Shao Meng Hanya mendengus kesal mendengar jawaban dari Kakak seperguruannya itu. Ia hampir saja terkena serangan petir yang tiba-tiba muncul dari telunjuk telapak tangan yang lain.


Dua tembakan petir yang dilesatkan Zhu San dengan menggunakan energi berbentuk telapak tangan itu, akhirnya membuahkan hasil. Shao Meng yang berada di depan Tong Bai, berhasil menghindari kedua serangan itu.


Tetapi Tong Bai yang tidak melihat serangan itu karena terhalang tubuh Shao Meng, gagal menghindarinya. Ia terlalu terkejut dengan datangnya serangan tersebut.


BLAAAARRR


Tubuh Tong Bai hancur lebur terhantam petir dengan gumpalan daging yang menimbulkan bau gosong di udara.


Shao Meng bergidik ngeri melihatnya, Ia menggerutu karena Hou Ming masih belum juga membantunya. Saat itulah Ia menyadari apa yang sedang dihadapi oleh Kakak seperguruannya itu.


“Aku Lawanmu Hou Ming!” Sebuah Suara sepuh terdengar membahana mengisi udara. Hal itu membuat semua pertarungan terhenti dan mengalihkan pandangan kepada sumber suara.


Seorang kakek berjubah Biru Tua, tiba-tiba muncul di hadapan Hou Ming dengan tatapan membunuh, seolah ada dendam membara yang Ia tunjukkan dengan tatapannya itu.


“Pang Ou!! Kenapa Ia muncul di saat seperti ini!” Hou Ming menelan ludah setelah menggerutu di dalam benaknya.


Zhu San yang melihat hal itu sedikit lega, setidaknya ada yang membantunya dengan menahan serangan Petir dari Hou Ming yang cukup sulit Ia hadapi.


Zhu San pun kembali pada pertarungannya dengan Shao Meng dan Kang Ji. Dua orang Sepuh itu, kembali berjibaku menghindari serangan dua pasang Tapak Tangan dan Kaki yang tercipta dari energi qi Zhu San.


Sesekali keduanya memberikan serangan balasan ke arah kedua bentuk energi yang menyerang mereka. Namun hasilnya tetap saja sama. Serangan mereka tak menimbulkan efek apapun pada kedua bentuk energi itu.


“Sepertinya Aku harus menyerang orang yang mengendalikan energi itu?” Kang Ji Akhirnya menemukan cara untuk melawan jurus yang Zhu San gunakan.


-------------O-------------

__ADS_1


__ADS_2