
Dari kedua ujung pedang, melesat seberkas cahaya yang menembus Awan Suci. Dan sesaat kemudian, awan itu memancarkan empat cahaya ke empat penjuru.
Masing-masing cahaya menuju ke tempat Suci lainnya. Lalu meledaklah ke empat tempat suci tersebut, hilang tanpa bekas seolah ke empat tempat itu, tidak pernah berada di sana.
Sesuatu terjadi pada gumpalan awan, kini gumpalan Awan Suci itu bergulung-gulung dan bergerak ke arah dimana Zhu San dan Bian Chi berada.
Awan Itu perlahan menggulung tubuh polos keduanya. Setelah beberapa menit kemudian, Awan Suci itu hilang, seolah menguap seperti embun di pagi hari.
Bian Chi dan Zhu San kembali membuka mata mereka. Keduanya bisa merasakan lima energi yang berbeda hawa, berpusar dalam tubuh mereka dengan sangat kuat.
Selain itu, keduanya merasakan tubuh mereka menjadi sangat ringan, seringan kapas kering yang dihembus angin. Wajah takjub keduanya perlihatkan saat menatap telapak tangan kiri mereka yang kini dipenuhi oleh energi.
Hal lain terjadi pada kedua pedang mereka. Pedang di tangan Zhu San kini bilahnya berwarna merah seperti darah. Di bagian pangkal pedang tertulis Pedang Yang.
Sementara bilah pedang di tangan Bian Chi, telah berubah menjadi berwarna biru muda dan memancarkan hawa sangat dingin walau belum teraliri tenaga dalam.
Di pangkal bilah pedangnya, Bian Chi melihat nama pedangnya kini telah berubah. Pedangnya itu kini bernama Pedang Yin.
“San Gege … Kita berhasil!… Kita berhasil!” Bian Chi pun berteriak kegirangan lalu memeluk tubuh Zhu San, setelah memasukan Pedang Yin ke dalam Cincin Jiwanya.
Zhu San segera memasukan pedang ke dalam Cincin Jiwanya. Ia pun memeluk tubuh sang isteri dengan rasa bahagia. Dan apa yang terjadi selanjutnya adalah hal yang membuat hidup menjadi lebih hidup.
Setelah beberapa jam kemudian, keduanya terlihat kelelahan dan memandangi langit Alam Jiwa dengan senyum terkembang. Semua hal terlihat Indah dalam pandangan mereka.
“San Gege … Apakah kita akan segera keluar dari Alam Jiwa ini?” Tanya Bian Chi yang merebahkan kepalanya di dada bidang Sang Suami.
Zhu San membelai rambut Bian Chi yang kusut itu dan mengecup kening sang Isteri sebelum menjawab pertanyaannya.
“Kita harus mempelajari semua jurus dalam teknik yang ada di Kitab Lima Elemen terlebih dahulu. Setelah itu kita akan keluar dari sini. Apakah kau sudah merindukan Guru Lin Mi?”
__ADS_1
“Aku memang ingin bertemu dengan guru, tapi aku akan menuruti apa kata suamiku. Seorang Isteri harus mengikuti jalan yang ditempuh oleh suaminya dan menuruti kata-katanya.”
Setelah berkata demikian, Bian Chi tiba-tiba menangis. Zhu San menenangkannya walau Ia heran mengapa sang isteri tiba-tiba menangis.
“Kenapa kau menangis?” Tanya Zhu San dengan lembut. Bian Chi terdiam sebelum akhirnya menjawab.”Aku teringat Ibu yang berpesan demikian padaku.”
Zhu San memeluk sang isteri agar segera menjadi tenang. Keduanya pun akhirnya tertidur dan terbangun saat hari telah berganti.
“Sepertinya, Aku harus mencari gaun yang baru, gaun lama terasa sesak dan ketat.” Bian Chi bergumam pelan.
Tentu saja Zhu San mendengarnya dan Ia pun tertawa setelah memperhatikan Bian Chi yang kini tubuhnya lebih berisi, jauh berbeda dari sebelum mereka memasuki Alam Jiwa.
“Chi’er … Nanti kita akan mencarinya setelah keluar dari Alam Jiwa. Apakah kau sudah siap untuk mempelajari teknik ke dua dari Kitab Lima Elemen?” Tanya Zhu San.
Bian Chi menganggukkan kepala, lalu mendekati Zhu San yang telah mengeluarkan Kitab Lima Elemen dari Cincin Jiwa. Teknik Pertama adalah Tapak Lima Elemen.
Dalam Teknik Tapak Lima Elemen ini, terdapat lima jurus yang berkekuatan dahsyat. Tapak Elemen Angin, Tapak Elemen Api, Tapak Elemen Air, Tapak Elemen Tanah dan Tapak Elemen Es.
Dengan kecerdasannya, Zhu San memahami petunjuk yang tertera dalam Kitab Lima elemen tersebut dengan cepat. Lalu Ia menjelaskan kepada Bian Chi.
Keduanya pun mulai menghapal setiap gerakan dan akhirnya memperagakannya setelah mengingat semua gerakan yang dijelaskan di dalam kitab tersebut.
Dalam waktu satu bulan atau empat hari dalam hitungan waktu Dunia Manusia, keduanya berhasil menguasai Tapak Lima Elemen dengan tahap penguasaan sempurna.
Hal itu mereka kuasai, setelah waktu di setiap hari mereka, digunakan untuk berlatih kelima jurus dalam teknik tersebut.
“San Gege … Apakah kita akan melanjutkan latihan kita ke teknik berikutnya?” Tanya Bian Chi, saat mereka beristirahat di bawah sebuah pohon besar.
“Kita istirahat dulu satu hari sambil membaca petunjuk tentang Teknik Pedang Lima Elemen.” Jawab Zhu San sambil mengeluarkan Kitab Lima Elemen. Namun Bian Chi mengambil Kitab itu dan memasukannya ke dalam Cincin Jiwanya.
__ADS_1
Belum sempat Zhu San bertanya, mulutnya telah terkunci oleh kecupan Bian Chi dan adu jigong pun terjadi lagi dengan serunya.
Keesokan harinya, mereka mulai mempelajari petunjuk tentang Teknik Pedang Lima Elemen. Teknik ini memiliki enam Jurus.
Jurus Pedang Elemen Angin, Jurus Pedang Elemen Air, Jurus Pedang Elemen Tanah, Jurus Pedang Elemen Api dan Jurus Pedang Elemen Es serta Jurus Amarah Suci Pedang Yinyang.
Jurus terakhir adalah jurus gabungan dari dua Teknik Tapak Elemen dan Teknik Pedang Elemen yang kekuatannya bersumber Energi Murni Lima Inti Elemen yang telah diserap sebelumnya oleh mereka berdua.
Berbeda dengan Teknik Tapak Lima Elemen, setiap jurus ini berhasil dipelajari oleh keduanya selama dua minggu untuk setiap satu jurusnya.
Sehingga mereka berhasil menguasai lima Teknik Pedang Lima Elemen dalam waktu delapan minggu dalam hitungan waktu Alam Jiwa. Jika dihitung berdasar waktu di Dunia Manusia, hanya selama delapan hari saja.
Kini keduanya sedang membaca petunjuk jurus terakhir yang maha dahsyat, Jurus Amarah Suci Pedang Yinyang. Zhu San akhirnya memahami isi petunjuk dalam Kitab itu setelah dua kali membaca ulang petunjuknya.
“Jurus Amarah Suci ini, diawali dengan memainkan dua jurus yang berbeda di saat bersamaan. Jurus Pedang Elemen Api di tangan kanan dan Jurus Tapak Elemen Tanah di tangan kiri dan disatukan dengan Jurus Tiupan Naga Angin. Dimana petunjuk Jurus Tiupan Naga Angin ini?” Zhu San berkata kepada sang isteri.
Lalu Ia membuka lembaran terakhir, namun tidak menemukan petunjuk itu di halaman terakhir itu.
“San Gege … Apa arti tulisan di sampul belakang Kitab Lima Elemen itu?” Tanya Bian Chi saat melihat tulisan yang terlihat seperti simbol-simbol bagi mereka berdua.
Zhu San pun mengamatinya dan Ia tak mengerti sama sekali tentang arti simbol-simbol itu.
“Ini sepertinya bahasa dari negeri lain. Aku pernah melihatnya sewaktu kecil, pada catatan seorang pedagang dari Negeri Hindi.” Zhu San berkata menjawab pertanyaan Bian Chi.
“Negeri Hindi… Apakah kita harus ke negeri Hindi untuk bisa mengetahui maksud dari simbol-simbol ini?” Tanya Bian Chi penasaran.
“Entahlah … Sebaiknya kita tunda dulu mempelajari Jurus terakhir ini, karena jika kita tidak mengerti bagaimana petunjuk untuk menguasai Jurus Tiupan Angin Naga, kita akan tidak bisa mempelajari Jurus Amarah Suci Pedang Yinyang ini.“
Setelah mereka beristirahat dan memadu kasih di dunia yang hanya milik mereka berdua itu, keduanya akhirnya memutuskan keluar dari Alam Jiwa. Berencana untuk menemui Sang Guru meminta petunjuk mereka.
__ADS_1
Dan keduanya terkejut saat mereka yang keluar di Hutan Rawa Buaya, mendapati tempat itu telah porak poranda.
*****