Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
148: Sumpah Suci Dua Sejoli


__ADS_3

148: SUMPAH SUCI


Seiring dengan hilangnya suara tersebut, dua orang telah menghadang Huang Jin dan Huang Jun. Tanpa saling berkenalan, sosok perempuan yang ternyata Yu Mei, segera melemparkan senjata rahasianya.


Seketika asap putih yang beracun memenuhi tempat tersebut. Kedua Pendekar Huang menjauhi tempat itu, sambil membawa Tsao Beng dan Qiao Bun yang sedang bermeditasi.


Setelah asap putih itu menipis, Huang Jin dan Huang Jun, tidak melihat lagi dua orang tersebut di dekat mereka. Demikian juga dengan Zhu San dan Bian Chi.


Keduanya pergi seraya membawa Zhu San dan Bian Chi yang saat itu sedang bermeditasi. Melayang di udara menuju ke arah timur dan telah berada seratus meter dari tempat mereka berada.


“Kakak … Aku akan mengejar mereka berdua.” Huang Jin segera akan melesat ke udara, namun Huang Jun menahannya.


“Jangan gegabah. Kau tidak akan menang melawan mereka sendirian!” Huang Jun menahan sang adik. Ia menyadari bahwa dua orang yang menyelamatkan Zhu Han dan Bian Chi, memiliki kemampuan yang tinggi.


“Benar Saudara Huang Jin, Kau hanya akan mengantar nyawamu saja. Dua anak muda yang bertarung dengan kami tadi, bukan anak muda biasa.” Tsao Beng yang terganggu meditasinya, menguatkan perkataan Huang Jun.


Akhirnya Huang Jin terdiam, Ia pun membantu Tsao Beng untuk berdiri dan mereka akhirnya memutuskan kembali ke kediaman Bangsawan Yin Lu, Penguasa Kota Dongyin.


***


“Terimakasih Paman Kuan, Bibi Mei.” Zhu San dan Bian Chi segera memberi hormat mereka kepada Tan Kuan dan Yu Mei, yang telah menyelamatkan mereka dari Dua Pendekar Huang, yang akan menyerang saat mereka sedang bermeditasi.


“Syukurlah kami datang tepat waktu, Bagaimana Kondisi kalian? Sudahkah membaik?” Tanya Tan Kuan kepada Zhu San.


“Luka kami telah sembuh paman, kekuatan kami telah pulih kembali.”Jawab Zhu San yang segera memasukan Pedang Yinyang ke dalam Cincin Jiwa mereka. Demikian juga halnya dengan Bian Chi.


Tan Kuan dan Yu Mei tersenyum kagum melihat Zhu San dan Bian Chi yang masih begitu muda namun telah memiliki kemampuan yang tinggi.


Mereka berempat saat ini sedang berada di pinggir hutan besar yang merupakan hutan perbatasan kekaisaran Wei dan kekaisaran Liu.


Hutan tersebut berada sepuluh kilometer dari Kota Dongyin. Jarak yang cukup jauh untuk mereka beristirahat, jika saja Empat orang tadi mengejar mereka.

__ADS_1


“Oh Iya paman Kuan dan Bibi Mei, perkenalkan ini Bian Chi, tunanganku!” Kata Zhu San sesaat kemudian. Tan Kuan sedikit terkejut mendengar hal tersebut.


Ia tersenyum dan membalaskan penghormatan Bian Chi yang wajahnya memerah bahagia, saat mendengar Zhu San berkata demikian.


“Paman … Bagaimana Paman bisa berada di kota Dongyin?” Tanya Zhu San yang sedari tadi benaknya terisi oleh pertanyaan itu.


Tan Kuan tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Zhu San. Ia menjelaskan jika dirinya akan menuntut balas atas kematian guru dan Ayah Zhu San.


Ia mendatangi Kota Dongyin karena telah mengetahui bahwa Bangsawan Yin Lu berada di belakang semua ini, mengingat Tiga Pendekar Huang adalah pengawal pribadi bangsawan penguasa kota Dongyin.


Ia bersama Yu Mei yang sedang melatih jurus Tangan dan Pedang perak, baru saja tiba di kota Dongyin kemarin malam. Keduanya akan mencari informasi terlebih dahulu dan akan menyerang di waktu yang tepat.


Namun siapa sangka, Ia melihat Zhu San sedang melesat dengan Bian Chi dan diikuti oleh Tsao Beng dan Qiao Bun. Ia pun memutuskan untuk mengikuti keduanya.


Saat mereka berempat mulai bertarung, Dua orang Pendekar Huang datang, membuat IA dan Yu Mei tidak jadi membantu, Ia mengenali Huang Jin dan berencana untuk menyerangnya.


Namun, melihat Huang Jin tidak mengenalinya, Ia memilih diam dan mengawasi apa yang akan mereka lakukan kemudian.


“Jadi kapan kapan kalian akan menikah dan membangkitkan kekuatan Yinyang sejati di tubuh kalian?” Tanya Tan Kuan yang sudah mengetahui hal tersebut, saat Zhu San dan Song Ruo datang ke kota Shinzu lebih dari seminggu yang lalu.


Wajah Zhu San memerah dan Ia kebingungan untuk menjawabnya. Namun tidak dengan Bian Chi yang segera menjawab dengan cepat.


“Secepatnya Paman … Jika Paman Kuan bersedia, hari ini juga kami akan melakukan sumpah pernikahan kami di hadapan paman dan Bibi.”


“Chi’er! …” Zhu San terkejut mendengar apa yang baru saja Bian Chi katakan. Demikian juga dengan Tan Kuan dan Yu Mei.


“San Gege … Kita harus segera membangkitkan kekuatan Tubuh Yinyang Sejati dan menguasai semua teknik yang ada di dalam Kitab itu secepatnya.”


Bian Chi lalu menjelaskan mengapa Ia meminta hal tersebut. Ini pertama kalinya Ia merasakan ketakutan dalam hidupnya, saat tadi Huang Jin melangkah mendekatinya, dengan tatapan yang liar padanya.


Ia tak ingin lagi mengalami hal itu untuk kedua kalinya. Ia bertekad menjadi lebih kuat lagi dari sebelumnya, agar tidak mengalami peristiwa buruk seperti tadi.

__ADS_1


Tan Kuan dan Yu Mei menganggukkan kepala mereka. Sebagai Kakak Seperguruan Ayah Zhu San, Ia memiliki wewenang untuk memenuhi hal yang diminta oleh Bian Chi.


“San’er … Apa yang dikatakan oleh Chi’er sangat benar. Dunia Persilatan sedang membutuhkan kekuatan kalian berdua. Apakah Kau setuju dengan apa yang dikatakan oleh Chi’er?”


Zhu San terdiam, Ia membenarkan apa yang diucapkan oleh pamannya itu. Namun di satu sisi, Ia tak ingin membuat keluarga mereka melewatkan peristiwa penting itu.


Saat mengingat kembali situasi dunia persilatan yang sedang kacau oleh Aliansi Aliran hitam, Akhirnya Zhu San menyetujui hal tersebut. Membuat Tan Kuan dan Yu Mei tersenyum.


Sesaat kemudian keduanya bersiap untuk melakukan sumpah pernikahan mereka. Zhu San dan Bian Chi kini duduk berdampingan.


Disaksikan oleh Tan Kuan dan Yu Mei, Akhirnya Zhu San dan Bian Chi mengucapkan sumpah pernikahan yang diajari oleh Yu Mei.


Hal itu sempat membuat Tan Kuan tersipu, karena mengetahui Yu Mei belum menikah di usianya yang hampir empat puluh tahun itu. Sama dengan dirinya yang masih sendiri di usianya yang telah lebih dari lima puluh tahun.


Setelah sumpah pernikahan selesai diucapkan, Tan Kuan dan Yu Mei memberi selamat kepada Zhu San dan Bian Chi.


Zhu San yang teringat dirinya memiliki dua guci arak dan tiga cawan kecil, mengeluarkannya dari Cincin Jiwa. Zhu San meminum arak dari satu cawan bersama Bian Chi. Sedangkan Tan Kuan dan Yu Mei, keduanya meminum arak dari cawan yang berbeda.


"San’er Kami akan ke kota Songdu. Kekuatan yang ditunjukan oleh kedua lawan kalian tadi, sepertinya tidak mampu kami hadapi. Kami akan berlatih kembali dengan jurus dari guruku di sana.” Jawab Tan Kuan setelah Zhu San bertanya, apa rencana Tan Kuan selanjutnya.


Zhu San pun setuju, dan Ia meminta Pamannya menunggu di kota Songdu dan mengabarkan kepada guru Bian Chi tentang pernikahan mereka dan juga mereka akan berlatih di Alam Jiwa.


Satu bulan lagi mereka akan kembali ke kota Songdu setelah menguasai seluruh isi Kitab Lima Elemen.


Mereka pun akhirnya berpisah, Tan Kuan Dan Yu Mei melesat ke udara menuju ke arah kota Songdu. Bian Chi meletakan kepalanya di bahu Zhu San saat Tan Kuan dan Yu Mei hilang dari pandangan.


Namun sesaat kemudian mereka merasakan adanya pergerakan dari dalam hutan. Keduanya segera bangkit dan membalikkan badan. Lalu keduanya tercengang dengan wujud makhluk yang mereka lihat.


“Siluman Buaya Darat!”


Zhu San mendesis, setelah melihat beberapa sosok makhluk yang berwujud setengah manusia dan setengah buaya, sedang menatap ke arah mereka, tepatnya ke arah Bian Chi.

__ADS_1


*****


__ADS_2