
Udara Kota Qingzen malam itu menjadi berbau Anyir darah. Selain kematian ratusan prajurit, kini di tambah oleh anyir darah dari kematian para pendekar yang menyerang kota itu karena terbunuh oleh dua Pedang Yin dan Pedang Yang.
Mereka adalah para anggota dari dua Sekte yang menyerang Ibukota Kekaisaran Qing atas perintah dari Qiang Cao. Kedua Sekte itu berasal dari Kekaisaran Wei.
Ketua Sekte itu Awan Merah saat ini sedang bertarung dengan Bian Chi. Sementara Ketua Sekte lain yang bernama Sekte Pedang Petir, sedang berjibaku dengan Zhu San.
Zhu San yang melihat Sesepuh Xiong Gi kewalahan dan mengalami luka akibat pedang lawannya, segera datang membantu. Ia menghadapi Ketua Sekte Pedang Petir yang Ia ketahui nama dan sektenya dari Kakek Xiong Gi.
Ketua Sekte itu bernama Shao Meng, seorang Kakek berusia sekitar tujuh puluh tahun dengan sebuah pedang pusaka yang sangat berbahaya. Yaitu Pedang Selaksa Petir.
Zhu San telah bertukar serangan lebih dari dua ratus kali saat Bian Chi datang membantu Xiong Gi dan Lu Fang.
Hal itu membuat Zhu San yang khawatir akan keselamatan kedua Pengawal Pribadi Ayah dan Ibu mertuanya itu, menjadi bisa lebih fokus menghadapi serangan Shao Meng.
Jurus-jurus pedang yang digunakan oleh Shao Meng sangatlah berbahaya, dua kali Zhu San terkena sambaran pedang lawan hingga jubah yang Ia kenakan robek di dua tempat yang berbeda.
Walau telah telah dilindungi oleh Zirah Mustika Yang, namun tetap saja Zhu San merasakan sakit saat ketiga energi petir dari pedang lawan, menyengatnya tubuhnya dengan kuat.
Sekarang dengan adanya Bian Chi yang bertarung dengan Ketua Sekte Awan Merah, Zhu San bisa membalas serangan lawan dengan Jurus Pedang Yinyang.
Gerakan Zhu San yang berubah lebih cepat dan bervariasi dengan serangan tipuan, membuat Shao Meng mulai terdesak. Ia harus merelakan lengan dan paha kirinya terluka akibat serangan Pedang Yang milik Zhu San.
Pedang Yang telah Zhu San tarik kembali, karena melihat kehebatan dari pedang pusaka lawannya. Selain itu, para anggota sekte yang tersisa kurang dari dua ratus orang lagi dan masih terus diburu oleh Pedang Yin Bian Chi.
“Siapa Kau sebenarnya?!” Shao Meng yang baru saja melesat menjauhi kembali bertanya kepada Zhu San untuk ketiga kalinya.
__ADS_1
“Baiklah akan Ku katakan namaku sehingga Kau bisa mengadu kepada Dewa Kematian di Alam sana. Aku Zhu San dan aku adalah menantu Kaisar yang hendak kalian bunuh. Apakah sudah jelas?” Tanya Zhu San dengan Senyum mengejek.
Walau malam sangat gelap, namun udara di tempat mereka berada cukup terang karena cahaya dari aura yang memendar dari pedang mereka berdua. Sehingga Shao Meng bisa melihat senyum ejekan dari Zhu San.
“Menarik sekali, baru kali ini ada yang berani tersenyum seperti itu kepadaku.” Shao Meng yang kesal segera mengerahkan tenaga dalam lebih besar ke Pedang Petir di tangannya.
Pedang itu seketika memancarkan ratusan petir kecil yang terus membesar dengan cahaya kuning keputihan yang semakin terang. Membuat udara di sekitar mereka menjadi lebih terang dari sebelumnya.
Zhu San yang sudah merasakan sengatan petir kecil itu, tidak ingin gegabah. Ia pun segera mengalirkan energi qi nya untuk melindungi tubuhnya dari serang petir yang semakin membesar itu.
“Berbahagialah Kau anak muda, karena mati dengan jurus terkuat kedua milikku ini. Jarang sekali aku menggunakan jurus ini. Kau mendapat kehormatan untuk merasakannya.”
Shao Meng dengan sombongnya memastikan kematian Zhu San. Mendengar hal itu, Zhu San hanya tersenyum mengejek. Ini kesempatan baginya untuk menguji Jurus Amarah Suci Pedang Yang miliknya.
Mendengar itu Shao Meng hanya tertawa saja. Ia masih meremehkan kekuatan Zhu San walau setelah ratusan kali bertukar serangan dengannya tadi.
Kesombongannya itu harus dibayar mahal oleh Shao Meng beberapa waktu kemudian. jika saja Ia masih tetap ingin menggunakan jurus kedua terkuat miliknya, Selaksa Petir Langit.
Sementara Zhu San Segera mengerahkan energi qi nya ke dalam pedang Yang. Lalu melesat keluar seekor Ular Naga Raksasa yang jauh lebih besar dari yang terlihat sebelumnya oleh Xiong GI dan Lu Fang yang menyaksikan pertarungan keduanya.
“Bahaya … Cepat menjauh!” Lu Fang yang teringat bagaimana kehebatan jurus yang akan Zhu San gunakan, segera mengingatkan Xiong Gi yang rupanya telah melesat lebih dulu menjauhi tempat itu.
Mata Shao Meng melotot lebar melihat apa yang tengah Zhu San lakukan. Seumur hidupnya Ia belum pernah melihat jurus dengan mengeluarkan Ular Naga sebesar itu.
Bahkan Bian Chi dan Zhuang Ji menghentikan pertarungan mereka dan membuat jarak cukup jauh diantara keduanya. Bian Chi tidak menduga jika suaminya akan menggunakan jurus maha dahsyat mereka itu.
__ADS_1
“Sepertinya San Gege menghadapi lawan yang sangat kuat yang membuatnya menggunakan jurus Amarah Suci Pedang Yang.”
Sementara Shao Meng yang menyadari kebenaran kata-kata Zhu San tadi, segera mengubah jurus yang akan Ia gunakan. Ia merasa sedikit khawatir melihat jurus yang Zhu San gunakan.
Kini semua mata memandang ke arah dimana Ular Naga Api Raksasa itu sedang meliuk-liukkan tubuhnya dengan mata merah. Sementara di tangan kiri Zhu San terlihat pusaran Angin Tornado kecil yang terus saja semakin membesar.
Saat itu Shao Meng telah selesai dengan persiapan jurus terkuat miliknya, Badai Sang Petir. Yang membuat semua orang takjub ngeri melihatnya.
Di udara di atas tempat Shao Meng berada, kini terlihat bayangan Pedang sangat besar yang terbentuk dari energi tenaga dalam yang memancar dari Pedang Petir di tangannya.
Pedang Besar dari energi itu memancarkan ratusan petir besar yang menyambar kesana kemari dengan kilatan cahaya yang panjangnya lebih dari dua meter.
Zhu San memandang ratusan petir itu dengan wajah yang kesal. Ia telah merasakan bagaimana sakitnya tersambar petir kecil. Ia tak bisa membayangkan bagaimana jika terhantam petir sebesar itu.
“Orang ini harus ku bunuh, pedang itu sangat berbahaya bagi tubuh kami berdua.” Zhu San menyadari bahwa tubuh istimewa yang Ia miliki, tidak bisa menetralisir kekuatan dari petir.
Untuk itulah Ia menggunakan jurus terkuatnya Amarah Pedang Yang untuk menghadapi lawannya. Agar bisa segera menyelesaikan pertarungan mereka.
Namun melihat betapa besarnya kekuatan yang dikeluarkan oleh Shao Meng dan jurusnya itu, Zhu San sedikit merasa khawatir dengan situasinya.
“Apakah Jurus Amarah Pedang Yang bisa menghadapi Jurus Petir itu? Jika tidak ini akan sangat berbahaya bagiku.” Zhu San segera mengalirkan energi Qi lebih besar lagi dari dalam tubuhnya.
Ia tak ingin gegabah menghadapi lawan dengan jurus yang sangat kuat itu.
*****
__ADS_1