Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
332: Zhu San Vs Qi Shang


__ADS_3

Zhu San yang akan memperingatkan Bian Chi, tersenyum saat melihat kedua energi berbentuk ular naga Bian Chi, telah membesar dan kini sepanjang lima puluh meter.


Aura kekuatan Pendekar Dewa Sejati level Sepuluh, segera memancar dari tubuh Bian Chi yang membuat Qi Shang terkejut dan berusaha mencegah Chang Bei membatalkan serangannya.


“Bei’er Hentikan!”


Namun teriakan Qi Shang terlambat, karena Chang Bei telah menggerakkan pedang Kristal Merah, hingga membuat kedua energi pedang berukuran raksasa itu melesat ke arah kedua Ular Naga Bian Chi.


Kedua energi Ular Naga itu, segera menyambut serangan kedua pedang energi dengan membuka mulut mereka lebar-lebar. Sesaat kemudian melesat dua bola energi dari mulut kedua ular itu.


Namun Bian Chi terkejut mendapati serangan energi dari kedua ular naganya, tidak berefek apapun terhadap energi Pedang yang berkilau merah seperti kristal.


BLAAM BLAAAAM


Udara berfluktuasi hebat saat Ular Naga dari energi itu, meledak bersama dengan energi pedang kristal merah, tubuh Bian Chi sempat terjajar satu meter sedangkan tubuh Chang Bei terlempar lebih dari dua puluh meter.


Zhu San dan tak bergeming dari tempatnya, berbeda dengan Qi Shang yang terjajar hingga tiga meter jauhnya dengan wajah yang terkejut saat tiba-tiba tubuh Bian Chi melesat sangat cepat di luar dugaannya.


“Bei’er Awas!”


Qi Shang berteriak keras memperingatkan muridnya yang masih belum bisa mengendalikan diri, karena dadanya terasa sesak akibat benturan energi tadi.


Wajahnya menjadi pucat mendengar teriakan Gurunya dan Ia begitu terkejut saat tiba-tiba Bian Chi muncul di depannya dan menghantam tangan kanannya dengan kuat hingga hancur berkeping-keping.


AARRGGGGHHH


Pedang Kristal Merah yang terlepas dari genggaman tangan Chang Bei, terlempar ke arah Qi Shang yang hendak bergerak menyelamatkan muridnya itu.


BLAAARRR


Tidak terdengar jeritan kematian Chang Bei saat tubuhnya meledak terhantam telapak tangan Lian Li yang tiba-tiba muncul di belakangnya.


Sedari awal Lian Li sudah marah mengingat kekejaman Chang Bei dan Isterinya yang telah membantai seluruh saudara seperguruannya di Sekte Teratai Biru dan juga hampir membunuh Gurunya.

__ADS_1


Qi Shang tertegun saat melihat kabut darah dari tubuh muridnya yang meledak dengan kepingan tubuh yang berjatuhan ke tanah.


Tubuhnya bergetar hebat menahan kemarahan yang sangat besar. “Kalian… Kalian semua tidak akan kumaafkan!”


Tubuh Qi Shang seketika memancarkan aura yang sangat kuat di puncak Pendekar Dewa Sejati. Hal yang membuat Zhu Segera melesat mendekatinya.


“Jangan salah menyerang, Akulah Lawanmu!”


Zhu San berkata demikian saat menyadari Qi Shang akan menyerang Bian Chi dan Lian Li. Mendengar ucapan Zhu San itu, Qi Shang mendengus kesal.


“Baiklah Kalau kau ingin mati lebih dulu!”


Setelah berkata demikian, Qi Shang segera memasukkan Pedang Kristal Merah ke dalam cincin ruangnya. Lalu mengerahkan lima puluh persen energi qi ke arah kedua telapak tangannya.


Jurus Murka Iblis Angin Level dua, segera Ia gunakan untuk melawan Zhu San yang sepengetahuannya memiliki kekuatan setara dengan dirinya.


Dari kedua telapak tangan Qi Sang terlihat pusaran energi seperti angin tornado, bergerak melingkari telapak tangannya dengan cepat dan semakin cepat seiring dengan membesarnya pusaran energi tersebut.


Zhu San tersenyum melihat hal itu. Ia pun segera mengerahkan energi yin dalam jumlah besar ke arah kedua telapak tangannya. Seketika hawa dingin memenuhi udara.


“Matilah Kau!”


Qi Shang menggerakkan kedua tangannya ke arah dimana Zhu San berada sepuluh meter di depannya. Pusaran energi seperti angin itu, segera melesat cepat ke arah Zhu San.


Zhu San segera menggerakkan kedua telapak tangannya. Seketika menyemburlah dari kedua telapak tangan yang terkembang itu, energi dingin seperti salju yang segera membekukan pusara energi Qi Shang.


Qi Shang terkejut bukan kepalang, saat mendapati pusaran energinya membeku dengan cepat dan kini telah berada dalam kekuasaan Zhu San.


Zhu San melemparkan pusaran energi Qi Shang ke udara setinggi lebih dari seratus meter dan meledakkannya di sana.


BLAAAM


Zhu San sempat tertegun sesaat setelah pusaran energi itu meledak. Udara yang berfluktuasi hebat karena ledakan itu, menerpa tubuhnya dengan kuat.

__ADS_1


“Sudah kuledakkan sejauh seratus meter lebih, tapi terpaan energinya masih begitu kuat? Jurus Qi Shang ini sangat berbahaya sekali.”


Qi Shang terlihat sangat kesal ketika mendapati serangannya digagalkan oleh Zhu san dengan mudah.


“Sepertinya orang ini menyembunyikan kekuatan yang sebenarnya. Aku tak ada pilihan lain. Jurus Murka Iblis Angin Level tiga harus ku gunakan, sekalipun nyawaku sebagai taruhannya. Aku harus membalaskan kematian kedua muridku itu, apapun yang terjadi.”


Qi Shang sudah bertekad bertarung hidup mati dengan Zhu San. Ia pun mengerahkan seluruh kekuatan yang Ia miliki, sebelum memutar tubuhnya dengan cepat.


Pusaran energi segera terbentuk di sekitar tubuh Qi Shang, semakin lama semakin membesar dan semakin kuat. Sesaat kemudian tubuh Qi Shang melesat ke atas setinggi lima puluh meter.


Dari tubuh Qi Shang, memancar pusara energi sangat besar dengan diameter lebih dari tiga puluh meter. Pusaran energi itu, segera memayungi tempat dimana Zhu San dan Bian Chi serta Lian Li berada.


“Matilah kalian semua!”


Setelah Qi Shang berteriak keras, dari pusaran energi sangat besar itu, melesat puluhan energi berbentuk tombak yang segera menghujani Zhu san dan Bian Chi serta Lian Li.


Ketiganya segera berjibaku menghancurkan serangan energi angin dari jurus Murka Iblis Angin level tiga.


Belasan energi yang melesat sangat cepat itu, sebagian berhasil di hindari oleh ketiga orang yang berada di bawahnya.


Energi itu menghantam tanah dengan kuat dan menimbulkan ledakan keras serta membuat cekungan besar. Sementara sebagian yang lain menghancurkan tembok pagar kota Jiangyao.


“Kalian berdua! Menjauhlah dari tempat ini!”


Zhu San yang tiba-tiba merasakan pancaran dua aura kekuatan yang sangat besar di kejauhan, segera meminta Bian Chi dan Lian Li menjauhi tempat tersebut.


Setelah kedua perempuan itu berada lebih dari lima puluh meter, Zhu San segera mengerahkan kekuatan di tingkat pendekar Dewa Abadi. Hal itu mengejutkan Qi Shang yang sempat terjajar akibat pengerahan energi dari tubuh Zhu San.


Zhu San yang merasakan kedua aura kekuatan besar itu mendekat ke arah di mana mereka berada, segera menggunakan jurus Sentilan Jari Naga dan menembakannya dengan cepat sebanyak empat kali.


Empat energi berbentuk bola dengan diameter lebih dari sepuluh meter, segera melesat ke empat arah penjuru angin. Wajah Qi Shang memucat saat melihat hal tersebut.


Ia segera memutar tubuhnya dengan cepat dan menembakkan empat buah tombak dari pusaran energinya. Ke empat tombak energi itu segera melesat menyambut datangnya ke empat serangan Zhu San.

__ADS_1


------------------------------O-----------------------------


__ADS_2