Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
318: Perang Besar Dunia Atas IV


__ADS_3

Laminyong tiba-tiba menggerung keras yang memekakkan telinga. Ia menyemburkan api dari ketiga kepala ular naganya. Api itu bagai anak panah, melesat cepat ke tubuh Zhu San.


Zhu San membuka telapak tangan kirinya, membuat perisai pelindung dari energi Yin dan membekukannya ketika api yang hendak membakar tubuhnya.


Di saat bersamaan, Zhu San telah mengalirkan energi besar ke dalam Pedang Yang. Sesaat setelah menguasai posisinya yang sempat terjajar ke belakang sejauh dua meter, Ia pun menebaskan pedang pusaka itu dengan cepat.


Selarik sinar berupa Pedang energi, melesat sangat kuat ke arah Laminyong yang terkejut melihatnya. Hal itu karena Ia baru saja menguasai dirinya yang terpental lima meter akibat benturan energi tadi.


Dengan wajah panik, Laminyong berusaha menghindari serangan itu. Namun Ia sedikit terlambat karena cepatnya pedang energi itu melesat kearahnya.


CRAASHHH


Kaki kanan Laminyong tertebas dan putus sebatas lututnya, darah berwarna merah kekuningan mengalir deras sesaat. Darah itu berhenti ketika sepasang kaki baru muncul kembali.


Ia lalu melesat ke arah Zhu San dengan rasa marah. Melepaskan serangan dengan menggunakan ketiga ekornya yang seperti cambuk itu.


Pertarungan secara langsung antara Zhu San dan Laminyong segera terjadi bersamaan dengan pertarungan ketiga orang lainnya. Pertukaran serangan antara Lian Li dan Ke Hin lebih dulu terjadi yang disusul oleh pertarungan Cheng Yun yang diserang oleh Phoenix Putih.


Phoenix Putih berhasil mendesak Cheng Yun yang jubahnya telah robek di bagian perut saat Ia sedikit terlambat menghindari serangan energi berbentuk pedang dari Siluman Burung Phoenix .


Dengan kemarahan dan siasat liciknya, Cheng Yun menyerang lawannya dengan sihir berupa tiga ekor ular cobra berukuran raksasa dari ujung tongkat merahnya.


Melihat hal itu, Phoenix Putih segera mengubah wujudnya menjadi seekor Burung Phoenix yang panjang tubuhnya lebih dari lima meter.


Ia segera mengepakkan sayapnya untuk menghantam ketiga ular cobra yang datang untuk menggigitnya.


Ketiga ular cobra sihir itu, berhasil dipentalkan oleh Phoenix Putih. Namun serangan berikutnya dari ketiga ular Cobra itu membuat Phoenix Putih terkejut.


Ketiga ular cobra sihir itu, melesat dari tiga arah berbeda, sementara Cheng Yun terlihat sedang merapal manteranya, membuat Tongkat Merah Darah kini menyala kembali.


Ketiga ular cobra sihir itu, tiba-tiba menyemburkan bisa dari mulutnya berupa air berwarna hijau yang berbau sangat amis.


Sontak Phoenix Putih melesat ke udara, namun di saat bersamaan Cheng Yun melesat menyusulnya dan melepaskan sebuah cahaya merah kehitaman ke tubuh Phoenix Putih.

__ADS_1


Serangan yang mendadak dan sangat cepat itu, berhasil mengenai tubuh Phoenix Putih. Namun Siluman Burung itu terkejut saat menyadari dirinya tidak merasakan sakit sedikit pun.


KWAAAAAAKKK


Phoenix Putih tiba-tiba menjerit keras, Ia terbang kesana kemari dengan tidak terkendali saat merasakan energi merasuki kepalanya dan berusaha mengambil alih kesadarannya.


Sekuat Apapun Phoenix Putih berusaha melawannya, kekuatan Sihir Cheng Yun terlalu kuat untuknya.


Setelah dua menit kemudian, Phoenix Putih terdiam dengan mata yang kini semerah darah. Cheng Yun tersenyum puas karena berhasil membuat Siluman Burung Phoenix itu tunduk kepadanya.


Hingga saat ini, belum ada satu siluman pun yang lolos dari kekuatan sihirnya kecuali Qiu Lan yang sebenarnya adalah titisan Roh Ratu Siluman Ular Jia Fu


Cheng Yun yang melihat Ke Hin sedang terdesak hebat, segera memerintahkan Phoenix putih untuk membantu kakak Seperguruannya itu melawan Lian Li.


Lian Li tersentak kaget melihat Phoenix Putih, tiba-tiba menyerangnya dengan brutal. Serangan Pedang Teratai Biru, ke arah leher Ke Hin segera Ia tarik kembali.


“Phoenix Putih! Apa maksudmu menyerang Aku!?” Lian Li berteriak marah. Namun Ia tersadar bahwa Phoenix Putih telah terkena sihir lawannya.


Situasi pertarungan itu kini berbalik. Phoenix putih tidak memperdulikan perkataan Lian Li dan melesat menyerangnya dengan buas.


Gadis teramat cantik itu sayang sekali jika harus mati dengan cepat. Begitulah pikiran Ke Hin yang mulai membentuk jaring Sihir berukuran besar untuk melumpuhkan kekuatan Lian Li dan menyerap energi qi gadis itu.


Zhu San yang melihat Bian Chi sedang dalam bahaya, berusaha untuk segera menolongnya, Namun Laminyong yang sangat marah kepadanya, tidak memberinya celah sedikitpun.


Tendangan ke dua kaki depannya dan lecutan ekornya serta semburan kepala ular naga Laminyong, silih berganti melesat cepat ke arah Zhu San.


Aaarrrggghhhhh


Zhu San terkesiap saat melihat Tubuh Lian terpental belasan meter dengan mulut yang menyemburkan darah.


Perut Lian Li baru saja terkena kepakan ujung sayap Phoenix Putih yang telah ditingkatkan kekuatannya secara perlahan oleh Cheng Yun.


Zhu San segera menggunakan Jurus berpindah tempat dalam sekejapnya. Ia berhasil meraih tubuh Lian Li yang hampir kehilangan kesadarannya.

__ADS_1


Zhu San membopong tubuh Lian Li, hal yang membuat konsentrasi Bian Chi sedikit terganggu dan hampir saja terkena serangan makhluk kuno yang keluar dari tongkat biru milik Ke Hin.


“Ah kenapa hatiku terasa sakit?” Bian Chi berkata dalam benaknya. Namun Ia tidak bisa berlama-lama seperti itu. Makhluk Kuno berwujud Ikan bersayap itu, telah kembali menyerangnya.


Sementara Zhu San segera membawa Lian Li ke dalam perisai pelindung yang Ia buat dan mengalirkan energi Penyembuh Yinyang dengan cepat.


“Li’er pulihkan dulu kondisimu, Gunakan energi penyembuh yang kualirkan tadi untuk mengobati luka dalammu. Aku harus segera membantu Chi’er.”


Zhu San berkata demikian setelah melihat Laminyong melesat mengeroyok Bian Chi.


Zhu San menghilang dari pandangan dan telah berada di samping Bian Chi tepat, saat semburan api dari Laminyong hampir mengenai tubuh isterinya itu.


Tubuh Zhu San segera kembali terpental dan kini beradu punggung dengan Bian Chi.


Zhu san segera memeluk pinggang Sang Isteri dan menghilang dari tempat tersebut tepat saat kedua makhluk kuno itu melesatkan serangan energi ke arah mereka berdua.


Tubuh Zhu San dan Bian Chi, kembali muncul pada jarak seratus meter dari ke lima musuh mereka.


“Chi’er Kita gunakan Jurus Amarah Suci Pedang Yinyang level ke dua! Cepatlah!” Zhu San segera menjauh satu meter dari Bian Chi dan mengalirkan kekuatan di Level Enam Pendekar Dewa Sejati.


Begitu pun dengan Bian Chi yang segera menyadari bahwa kekuatan dari tubuh istimewa mereka bisa menaklukkan mahkluk kuno itu.


“Laminyong! Lahumba! Serang mereka dengan kekuatan penuh kalian!”


Ke Hin memberi perintah kepada kedua Makhluk Kuno itu agar menyerang Zhu San dengan kekuatan penuh mereka.


Suara Ke Hin yang bergetar, bukan tanpa sebab. Hal itu karena Ia bisa melihat kekuatan tersembunyi dari dua ekor Ular Naga yang melesat dari kedua ujung pedang Zhu San dan Bian Chi.


Selain itu Ia teringat pesan dari sang guru agar menghindari kedua pendekar yang telah membunuh Labuda dan Chui Hong. Dan Ia kini menyesal karena telah mengabaikan perintah dari Gurunya.


Laminyong dan Lahumba segera, segera melesat ke arah Zhu San dan Bian Chi. Namun ular naga berukuran raksasa menghadang mereka.


Kedua mulut ular naga itu terbuka dan sesaat kemudian melesat bola energi besar dengan cepat. Kedua bola energi berbeda warna dan hawa itu membuat kedua makhluk kuno itu terkesiap.

__ADS_1


-------------------------O--------------------------


__ADS_2