Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
257 Pertempuran Di Gerbang Barat VI


__ADS_3

Dari belakang punggung sepasang Pendekar Hantu, perlahan muncul sebuah sayap transparan seperti sayap seekor capung.


Sayap itu terus membesar dan perlahan berubah warna menjadi hitam. Di kedua sayap itu juga, terlihat butiran-butiran hitam sebesar kepalan tangan orang dewasa.


Tian Long pun segera menyelimuti tubuhnya dengan energi qi yang lebih besar lagi saat merasakan ancaman dari kedua lawannya yang telah berubah wujud itu.


Bersamaan dengan selesainya Tian Long mengalirkan energi qi-nya, serangan kuat datang dari lawan yang mengepakkan sayap di punggung mereka.


BLAAR BLAAR BLAAR


Terdengar belasan ledakan saat butiran hitam di sayap Sepasang Pendekar Hantu melesat menghantam Tubuh Tian long yang tak sempat menghindar.


Namun Tian Long tersenyum setelah menyadari perisai energi pada tubuhnya, bekerja sesuai dengan harapannya. Ia tidak mengalami luka sedikitpun akibat ledakan tersebut. Hanya saja tubuhnya terpental dua meter ke belakang.


Hal itu membuat Sepasang Roh yang menghuni kalung di leher Sepasang Pendekar Hantu, menjadi marah. Keduanya berteriak seraya melesat menyerang Tian Long yang bersiap dengan serangan berikutnya.


“Cepat sekali!” Tian Long mendesis setelah berhasil menghindari tendangan sangat cepat dari Kakek Pendekar Hantu.


Ia pun berhasil menghindari serangan tapak dari Nenek Pendekar Hantu dengan melesat menjauhi keduanya. Lalu Tian Long bersiap-siap dengan gerakan yang terlihat aneh.


Sepasang Pendekar Hantu yang telah melesat menyerang Tian Long, kembali menjadi marah saat serangan mereka mengenai ruang hampa.


Bahkan Tian Long berhasil menyarangkan pukulan telak ke punggung Nenek Pendekar Hantu yang membuat Sang Nenek terpental memuntahkan darah.


Namun begitu Nenek Pendekar Hantu seolah tidak merasakan sakit sama sekali, bahkan kembali membantu suaminya menyerang Tian Long dari arah yang berbeda.


Kesabaran Tian Long yang diserang secara bertubi-tubi akhirnya habis tak tersisa. Jagoan Nomor satu Aliran Putih itu tiba-tiba melesat sejauh dua puluh meter dengan sangat cepat.


“Kalian memang layak mati, Kalian pikir Kalung Sepasang Peri Hantu itu bisa mengalahkan Aku?” Terdengar kemarahan dalam suara Tian Long.


Sesaat kemudian Tubuh Tian Long mengeluarkan cahaya kuning keemasan. Kedua telapak tangannya, kini diselimuti bola energi berwarna sama namun jauh lebih pekat.

__ADS_1


Bola energi itu terlihat berpusar dengan sangat cepat. Udara di sekitar tangan Tian Long pun mulai ikut berputar seperti sebuah tornado dengan ukuran yang kecil.


Sepasang Roh yang merasuki tubuh Sepasang Pendekar Hantu, matanya terbelalak lebar melihat apa yang Tian Long lakukan. Mereka mengenali jurus itu sebagai jurus yang telah membunuh mereka dua ribu tahun lalu.


Keduanya menjerit keras seperti ketakutan sebelum melesat pergi secepat mungkin dari tempat tersebut. Namun Tian Long yang telah marah, segera melesat lebih cepat dan menghadang mereka.


Tanpa berkata apa-apa Tian Long segera melesakkan sebuah tinju ke dada Kakek Pendekar Hantu yang terkejut dengan kemunculan Tian Long di depannya.


Rasa jerih Akan jurus Tian Long, membuat Roh Peri Hantu itu menjadi lengah dan Ia pun gagal menghindari tinju Tian Long yang sangat cepat itu.


Suara jeritan yang melengking, menghantarkan kematian Roh Peri Hantu dan Juga kakek Pendekar Hantu karena dadanya kini telah berlubang akibat tinju Tian Long.


Tian Long yang berhasil membunuh Kakek Pendekar Hantu segera menghadap ke arah roh Peri Hantu dan Nenek Pendekar Hantu yang sedang tertegun melihat kematian suaminya masing-masing.


Tubuh Kakek pendekar Hantu yang telah tergeletak di tanah, menyadarkan Nenek Pendekar Hantu akan situasinya. Ia bergerak mundur seraya memohon ampun kepada Tian Long.


“Maafkan Aku … Aku tidak bisa mengampuni segala bentuk kejahatan di alam ini.” Tubuh Tian Long seolah menghilang dari pandangan karena begitu cepatnya Ia bergerak.


Tubuh Sepasang Pendekar Hantu kini tergeletak tak bernyawa di atas tanah. Mereka yang menyaksikan pertarungan itu, begitu takjub dengan apa yang Tian Long Tunjukkan.


“Tak Ku sangka sesepuh Tian memiliki kemampuan yang sangat tinggi. Kemampuannya itu setidaknya mendekati kemampuan yang Guru Long Niu miliki.”


Bian Chi pun menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Zhu San. Ia pun menatap ke arah Qiu Lan yang sedang menatap ke arah utara.


Keheranan Bian Chi dan Zhu San akan sikap Qiu Lan, akhirnya terjawab setelah keduanya juga bisa merasakan suatu energi yang besar sedang mendatangi mereka.


Tian Long yang berniat membantu Ruan Lao menghadapi Ketua sekte Kapak Emas, segera mengerutkan dahinya saat merasakan aura kekuatan yang besar datang dari udara.


“Aura kekuatan ini? Rasanya aku pernah merasakannya, tapi dulu tidak sekuat ini. Cao Lung … Kau masih hidup rupanya. Kuharap kau tidak lari lagi dari pertarungan kita kali ini.” Tian Long bergumam sendiri, setelah berhasil mengenali aura kekuatan besar yang semakin dekat itu.


Cao Long adalah Jagoan Nomor Satu Aliran Hitam di masa Dua puluh tahun yang lalu. Namun Ia pernah dikalahkan oleh Tian Long dan terpaksa melarikan diri. Hal itu terjadi sebelum Tian Long mengasingkan dirinya.

__ADS_1


Cao Lung adalah Pendiri Sekte Kapak Emas yang juga menjadi julukannya di Dunia Persilatan Kekaisaran Hun sebagai Pendekar Kapak Emas.


Setelah lima belas tahun mengasingkan diri dan menempa kekuatannya, Cao Lung kembali ke sektenya yang terlihat sepi saat Ia tiba di sana.


Setelah bertanya kepada Salah satu anggota Sekte Kapak Emas yang berjaga, Cao Lung kemudian melesat ke selatan, dimana Kota Hungdao berada.


Berdasarkan informasi anggota sektenya itu, sedang terjadi pertemuan besar di Ibukota Kekaisaran Hun. Namun saat tengah dalam perjalanan, Ia merasakan Aura kekuatan yang Ia kenali milik Tian Long.


Hal itu membuat Cao Lung mempercepat laju melayangnya. Ia berharap bisa bertemu Tian Long untuk menguji teknik-teknik yang baru Ia ciptakan sekaligus membalas kekalahannya dulu.


Ambisinya untuk menjadi jagoan nomor satu Dunia Persilatan Kekaisaran Hun, membuat Cao Long begitu bersemangat menuju ke Kota Hungdao .


Namun saat semakin dekat, Ia bisa merasakan aura kekuatan dan hawa kematian yang kuat berada di depannya.


“Milik siapa Aura Kematian ini? Siapa pula dua orang yang memiliki aura panas dan dingin yang begitu besar?” Benak Cao Lung dipenuhi berbagai pertanyaan.


Ia semakin penasaran dengan situasi yang ada di depannya. Dan saat Ia tiba di tempat dimana Tian long berada, Ia pun tertegun heran.


Cao Lung terkejut saat menemukan siapa pemilik aura kematian dan aura berhawa panas dan dingin itu yang ternyata masih berusia sangat muda.


Namun Ia lebih terkejut dengan aura kekuatan Tian Long yang jauh meningkat dari terakhir kali mereka bertarung.


Saat keempat orang yang masih muda itu bertanya-tanya siapa sosok sepuh yang baru saja tiba, Tian Long yang sudah menduga siapa yang akan datang, tersenyum tipis sebelum berkata.


“Pendekar Kapak Emas Cao Lung, Tak ku sangka kita akan bertemu lagi dalam situasi yang tepat seperti ini. Ku harap kau tidak lari lagi dari pertarungan kita.”


Wajah Cao Lung berubah kelam mendengar ucapan Tian Long yang memang sengaja memprovokasinya. Ia melihat ke arah medan pertempuran yang berlangsung di bawahnya, sebelum menanggapi perkataan Tian Long.


“Aku tak akan lari lagi, karena hari ini Aku akan menghabisimu Tian Long!” Aura Kekuatan kembali meledak dari tubuh Cao Lung, selepas Ia berkata demikian.


--------------------------O------------------------------

__ADS_1


__ADS_2