
Satu minggu sudah Zhu San berada di Dunia Atas dan Sekte Pedang Suci, keduanya menunggu kedatangan Qi Shang yang diperkirakan akan mendatangi sekte tersebut untuk membalas dendam.
Sementara Ketua Jie Mei telah meninggalkan Sekte Pedang Suci setelah dua hari tinggal di sekte tersebut.
Ia berencana membangun kembali Sektenya dengan mengumpulkan setidaknya lima ratus anggota yang berada di markas Cabang Sekte mereka di lima Kota yang berada di Benua Biru.
Di hari ke tujuh itu, Zhu San dan Bian Chi kembali di datangi oleh Ketua Jie Mei yang meminta bantuan Zhu San untuk melepaskan Segel yang menyelimuti abu dari ribuan anggotanya yang telah tewas.
“Ketua Fei … Kami berangkat dulu ke Sekte Teratai Biru, aku telah memasang Segel Pelindung. Jika Qi Shang datang, maka Aku akan mengetahuinya. Berusahalah untuk mengulur waktu hingga kami tiba di tempat ini.”
“Baik Pelindung … Kami akan mematuhi instruksi Anda.”
Ketua Gong Fei memberi hormatnya. Zhu San hanya menghela nafas, Ia sudah berkali-kali meminta Ketua Gong Fei memanggilnya San’er. Namun tetap saja ketua Gong Fei memanggilnya dengan sebutan Pelindung.
Ketiganya lalu meninggalkan Sekte Pedang Suci setelah Zhu San menutup kembali Segel Pelindung yang terbuka saat mereka bertiga melesat keluar meninggalkan tempat tersebut.
Zhu San segera menyelimuti tubuh Ketua Jie Mei dengan energi qi sebelum melesat dengan kecepatan yang membuat ketua Sekte Teratai Biru itu, kembali terkagum-kagum.
Hanya dalam sepuluh menit saja ketiganya telah tiba di Sekte Teratai Biru. Perjalanan itu biasa di tempuh selama dua Jam oleh Ketua Jie Mei yang berada di tingkat Pendekar Bumi Tahap Akhir.
Setibanya di Alun-alun Sekte, Zhu San bisa melihat setidaknya lima ratus gadis berada di alun-alun tersebut.
Zhu San sejenak terpana, saat mendapati seraut wajah yang begitu dominan kecantikannya. Seorang gadis berusia sekitar delapan belas tahun bergaun biru muda, memiliki kecantikan yang setara dengan Bian Chi.
“San Gege!!! Cepatlah kau bantu Ketua Jie Mei, lalu kita secepatnya pergi dari sini untuk mencari guru Long Niu.”
Bian Chi berkata melalui telepati, saat menyadari suaminya tengah terpana dengan kecantikan salah satu murid Teratai Biru. Harus Bian Chi akui, gadis tersebut memiliki kecantikan yang mempesona.
“Eh Iya … Baiklah.” Zhu San tergeragap saat ia kepergok Bian Chi sedang mengagumi kecantikan perempuan lain saat Ia berada di samping Sang Isteri.
__ADS_1
Zhu San segera mendekati gunung es yang terbuat dari tumpukan ribuan bola es yang membungkus abu dari ribuan anggota sekte tersebut.
“Chi’er, susunlah Guci Abu itu agar aku lebih mudah dan cepat melakukannya.” Bian Chi segera mengerahkan energi qi nya, membuat ribuan guci yang telah dipersiapkan oleh Ketua Jie Mei itu melayang di udara.
Zhu San lalu membuka segel dan menggerakkan ribuan bola es itu ke atas guci abu. Dalam satu kali hentakan, ribuan bola es meledak kecil di sisi bawah, membuat abu meluncur deras ke dalam guci.
Bian Chi segera menggerakkan tutup guci abu dan setelah menutupnya, Ia meletakkan ribuan Guci itu di tengah alun-alun sekte.
Saat keduanya turun mendekati Ketua Jie Mei dan seluruh anggotanya, barulah keduanya menyadari tatapan kagum serta terpana dari seluruh anggota Sekte.
“Kurang ajar! … Kenapa gadis itu menatap San Gege dengan cara seperti itu! Aku harus memberitahunya jika pria ini adalah suamiku.” Bian Chi terbakar rasa cemburu yang sangat besar kepada gadis bergaun biru muda itu.
“Ketua Jie Mei … tugasku sudah selesai. Apakah kami boleh melihat Telaga Suci yang dulu pernah menjadi tempat beradanya Bunga Teratai Biru berusia dua ribu tahun itu?” Tanya Zhu San setelah tiba di depan ketua Jie Mei.
“Tentu saja San’er, mari …” Ketua Jie Mei lalu membawa Zhu San dan Bian Chi setelah menginstruksikan anggotanya untuk membawa ribuan guci ke dalam sebuah bangunan yang telah mereka perbaiki.
Tiga orang tetua Sekte Teratai Biru mengikuti Ketua Jie Mei dan salah satunya adalah gadis bergaun biru muda tersebut. Hal ini membuat hati Bian Chi kembali menjadi kesal.
Zhu San berguman sendiri setibanya mereka berada di tepi Telaga yang luasnya lebih dari seratus meter persegi itu.
“Apa! Segel ilusi?!” Ketua Jie Mei tersentak, Ia menatap Zhu San dengan tatapan penuh harap. “Benarkah yang kau ucapkan itu?”
“Benar Ketua Mei, telaga ini diselimuti segel ilusi tingkat tinggi… Sepertinya anda mengetahui sesuatu tentang Segel Ilusi ini?” Zhu San menatap Ketua Jie Mei dengan tajam.
“Kenapa Aku sepikun ini? Hingga terlupa bahwa Bunga Teratai Biru memiliki kemampuan menyegel dirinya sendiri. Dan Segel itu hanya bisa dibuka oleh tiga tetes darah dari dua gadis pilihan.”
Zhu San menganggukkan kepalanya, lalu menyarankan kepada Ketua Jie Mei agar mencoba membuka segel tersebut dengan cara yang disebutkan tadi.
Ketua Jie Mei yang masih gadis itu, segera meneteskan darahnya, namun tetesan darah itu menguap menjadi seperti asap. “Ah Aku tidak berjodoh dengan kekuatan Bunga Teratai Biru Dua ribu tahun ini.”
__ADS_1
Wajah sedih ditunjukkan oleh Ketua Jie Mei dan dua tetua lainnya yang mendapati hal serupa setelah meneteskan darah mereka ke telaga tersebut.
“Lian Li … Giliranmu untuk mencoba keberuntungan dari langit!” Ketua Jie Mei memberi perintah kepada gadis bergaun biru muda itu.
“Baik Ketua!” Lian Li segera menggores ujung jarinya dan mengucurkan tiga tetes darahnya ke dalam air telaga. Keajaiban pun terjadi sesaat kemudian. Separuh air telaga itu berubah menjadi biru dengan sangat cepat.
“Li’er Kau berjodoh dengan Bunga Teratai Biru Legendaris itu, Sekte Kita akan kembali berjaya karena mu!” Ketua Jie Mei bersorak kegirangan untuk sesaat.
Ia segera terdiam ketika menyadari bahwa membutuhkan satu orang lagi untuk membuka seluruh segel ilusi itu.
Ia pun lalu memerintahkan kedua Tetua lain untuk memanggil seluruh anggota mereka dan melakukan hal yang sama.
Wajah Ketua Jie Mei menjadi murung saat gadis terakhir yang meneteskan darah, juga gagal seperti ratusan rekannya yang lain.
“Apakah hanya mereka yang masih gadis saja yang bisa berjodoh dengan Bunga Teratai Biru itu?” Zhu San bertanya setelah melihat Bian Chi sejenak.
“Mengenai itu Aku tidak tahu pasti, hanya disebutkan darah gadis saja. Apakah Kau ingin Isterimu mencoba meneteskan darahnya? Jika Ia silakan.” Ketua Jie Mei menatap Bian Chi dengan penuh harap.
Seandainya Bian Chi berjodoh dengan Bunga Teratai Biru itu, maka sektenya akan mendapatkan sosok pelindung yang sangat Kuat.
Bian Chi terlihat enggan, namun berbeda dengan Zhu San. Jika Bian Chi berjodoh dengan Bunga Teratai Biru, maka Bian Chi dan Lian Li akan selalu bersama dan …
Zhu San mengaduh saat tangan Bian Chi mencubit pinggangnya dengan kuat. Zhu San baru tersadar jika Bian Chi diam-diam memasuki alam pikirannya.
Saat Bian Chi hendak menggores ujung jari telunjuknya, tiba-tiba terdengar sebuah dentuman yang berjarak lebih dari dua kilometer dari tempat mereka berada.
“San Gege … Aura ini?” Bian Chi tertegun merasakan pancaran aura kekuatan yang mereka kenali.
Hal yang sama terjadi dengan Zhu San yang segera mengarahkan pandangannya ke arah selatan dimana suara dentuman itu berasal.
__ADS_1
-----------------------------O-----------------------------