Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
116: Rencana Zhu San


__ADS_3

Song Ruo berencana menginap selama Dua malam di Kota Baixan. Hal itu disampaikan Song Ruo kepada isterinya In Xeuxu, sekembalinya Ia menghadap Kaisar Liu Feng.


Song Ruo diutus sang Kakak, Bangsawan Song Yu untuk menyampaikan tentang Aliran Hitam yang akan melakukan serangan ke kota Songdu dalam beberapa waktu ke depan.


Selain itu, kedatangan Song Ruo juga untuk meminta kembali lima ribu prajurit Bangsawan Song Yu yang didatangkan untuk membantu pertahanan Kota Baixan.


Jika memungkinkan, Song Ruo akan meminta bantuan prajurit tambahan dari kota Baixan untuk menghadapi mereka.


Namun hal itu tidak bisa dipenuhi oleh Kaisar Liu Feng. Sang Kaisar hanya bisa mengizinkan Song Ruo kembali ke kota Songdu dengan lima ribu prajuritnya.


Karena itulah, dibutuhkan persiapan untuk membawa ribuan orang itu kembali ke Kota Songdu. Perjalanan itu akan membutuhkan waktu lebih dari tiga hari perjalanan kaki.


Malam itu, Song Ruo didatangi oleh Zhu San bersama kedua gurunya. Ia menemui mereka bertiga bersama In Xeuxu dan Qin Yu.


Zhu San lalu menceritakan tentang kemunculan Sang Dewi Kematian dan juga cara untuk mengalahkannya.


Song Ro dan In Xeuxu terdiam beberapa saat, masalah ini bukanlah hal yang bisa Ia selesaikan sendiri. Ia harus meminta pendapat dari Kakak Angkatnya, Zhu Han.


“San’er … Ayahmu dan paman sudah bersumpah darah untuk menjadi saudara angkat. Hal ini akan Paman bicarakan dengan Ayahmu. Namun setelah masalah yang akan datang ke Kota Songdu selesai terlebih dahulu.”


Song Ruo berencana untuk mengunjungi kota Shinzu dan membicarakan hal ini dengan Ayah Zhu San. Sehingga saat ini Ia tidak bisa memutuskan hal tersebut.


“San’er … Sebaiknya Kau ikut Pamanmu ini ke kota Songdu, Kekuatan Guru sudah pulih, Kau tak perlu khawatir dengan kami lagi.”


Zhu San hanya diam setelah menganggukkan kepalanya. Ia hanya bisa menyetujui keinginan Guru Keduanya itu.


Song Ruo pun tersenyum senang mendengar hal tersebut. Namun saat akan berkata-kata lagi, terdengar suara sepuh yang meminta izin untuk bertemu dengannya.


Nenek Lin Mi masuk ke ruangan bersama kedua muridnya. Mereka pun segera duduk satu meja membicarakan tentang Dewi Kematian.


Nenek Lin Mi menjelaskan betapa besar bahaya yang akan terjadi, jika Dewi Kematian berhasil menguasai Dunia Persilatan pada Ke empat Kekaisaran.

__ADS_1


Kemampuan yang Dewi Kematian miliki, tidaklah manusiawi. Hal itu Lin Mi ketahui dari Catatan Kuno tentang Dewi Kematian.


Untuk itulah, Lin Mi meminta Song Ruo untuk mempertimbangkan cara mengalahkannya yang hanya bisa dilakukan jika Zhu San menikah dengan Bian Chi.


Dan Lin Mi pun meminta maaf karena Ia telah lancang mengatakan hal tersebut kepada mereka. Ia tak ingin terjadi salah paham pada dirinya. Hal itu Ia lakukan semata karena perintah dari Roh Gong Chi.


Zhu San tersenyum tipis saat beberapa kali menemukan Ju Yan, menatap lekat-lekat ke arah Qin Yu. Sedang Qin Yu sendiri menjadi salah tingkah mendapati tatapan dari pemuda setampan Ju Yan.


Zhu San seperti mendapat sebuah solusi atas masalahnya ini. Ia pun segera berkata setelah Song Ruo mengatakan kepada Lin Mi bahwa Ia akan membicarakan hal ini setelah berhasil mempertahankan Kota Songdu dari serangan.


“Nenek Lin Mi … Izinkan Aku berbicara. Aku ingin meminta bantuan Nenek Lin Mi dan Saudara Ju Yan serta Chi’er untuk membantu Paman Ruo mempertahankan Kota Songdu, setelah itu kita bersama-sama ke kota Shinzu menemui Ayahku. Apakah Nenek bersedia?”


Perkataan Zhu San membuat wajah Ju Yang menjadi lebih cerah. Ia pun segera berkata kepada gurunya.


“Guru … benar sekali apa yang dikatakan oleh Saudara mo … eh oleh Saudara Zhu San. Aku setuju dengan rencananya itu.”


Wajah Lin Mi mengerut, Ia menatap muridnya dengan wajah yang heran. Tak biasanya Ju Yan terlihat begitu peduli dan antusias dengan masalah orang lain.


Song Ruo segera berdiri dan memberi hormatnya, Ia tersenyum lebar lalu berkata dengan rasa hormat kepada Lin Mi.


“Nenek … Terimakasih jika Anda bertiga bersedia membantu kami mempertahankan Kota Songdu. Kakakku pasti senang dengan kedatangan Anda.”


“Bocah bodoh … Bisa-bisanya Ia berpikir hal serumit itu. Kenapa Ia tidak bilang saja akan menikahi mereka berdua.”


Lain halnya yang terjadi dengan Lin Kai, Guru kedua Zhu San itu, bisa melihat apa yang direncanakan oleh muridnya. Ia pun memaki-maki sang murid di dalam benaknya.


Sementara Bian Chi merasakan senang dalam hatinya, mengingat akan kembali melakukan perjalanan bersama Zhu San.


Hal berbeda dialami oleh Qin Yu, Ia merasa kesal mendengar Zhu San mengatakan hal yang membuat Bian Chi harus ada dalam perjalanan mereka.


Pembicaraan mereka pun dilanjutkan dengan berbicara tentang kemungkinan munculnya tokoh-tokoh aliran hitam Kekaisaran Liu yang akan menyerang kota Songdu.

__ADS_1


Perbincangan pun saat malam telah mendekati puncaknya. Mereka pun segera kembali ke ruangan masing-masing.


Zhu San mendapatkan Ruangan yang Ia tempati bersama dengan Ju Yan. Kedua pemuda berwajah tampan itu, pura-pura melangkah menuju ruangan mereka, setelah keduanya sepakat untuk mencari kedai dan minum arak bersama.


Setelah memastikan tidak ada yang melihat, Zhu San dan Ju Yan segera melesat ke atap. Diluar dugaan Zhu San, Ju Yan melayang di udara dan memberi isyarat padanya untuk ikut melayang juga.


Zhu San pun segera melayang dan mengikuti kemana Ju Yan pergi. Setibanya di luar pagar Istana, kedua pemuda tampan itu segera turun di atap sebuah bangunan.


“Eh apakah kau tahu kedai yang menyediakan arak terbaik?” Ju Yan bertanya kepada Zhu San karena Ia bingung, Kedai mana yang sebaiknya mereka tuju.


Zhu San yang masih terkejut dengan Ju Yan atas kemampuan melayangnya, termenung sejenak. Ia pun meminta Ju Yan mengikutinya.


Keduanya melesat dengan peringan tubuh tinggi, menuju sebuah rumah makan yang terlihat masih ramai oleh pelanggan.


Kedua segera duduk di sebuah meja yang berada di lantai dua rumah makan tersebut. Hal itu karena meja di lantai bawah telah penuh.


Beberapa saat kemudian, dua guci arak besar datang ke meja mereka. Zhu San pun segera menuangkan arak dan meminumnya.


“Saudara Zhu San … Bolehkah Aku bertanya hal yang pribadi padamu?”


Ju Yan bertanya sambil kembali menuangkan Arak dari guci setelah Ia menegak lima cawan arak yang beraroma tajam itu.


“Silakan …Aku akan menjawabnya jika Aku rasa aku perlu menjawab pertanyaan Saudara Yan itu …”


Ju Yan tersenyum mendengar jawaban Zhu San. Ia pun segera menelan arak dan langsung menghabiskannya dalam sekali teguk.


“Apakah menurut mu … Pertunangan kalian berdua bisa dibatalkan?”


Zhu San hampir tersedak araknya sendiri mendengar pertanyaan Ju Yan.


*****

__ADS_1


__ADS_2