
Wajah Chung Ta menunjukan kegeraman dan kegentaran di saat yang bersamaan ketika melihat Zhu San yang kini memegang Pedang Yinyang.
Ia geram karena Zhu San mengacaukan rencana mereka dan mengira Zhu San bukan bagian dari prajurit Kota Shinzu yang kini telah membelot dari Aliansi mereka.
Namun melihat bagaimana ribuan anggota dari tiga buah sekte lari tunggang langgang bersama Ketuanya, membuat Chung Ta merasakan gentar yang di hatinya.
“Siapa Kau sebenarnya anak muda? Mengapa Kau mencampuri urusan kami?”
Zhu San memandang heran ke arah Chung Ta yang bertanya dengan pertanyaan yang menurutnya sangat konyol.
“Mencampuri urusan kami katamu? Kau menyerang kami dan Kau bilang Aku mencampuri urusan kalian?”
Zhu San menggeleng-gelengkan kepalanya, hal itu membuat amarah Chung Ta seketika melonjak tinggi karena merasa diremehkan dengan sikap Zhu San yang demikian itu.
Sebagai Ketua Sekte Aliran Hitam yang masuk dalam lima besar, tentu saja dirinya tidak bisa menerima sikap yang Zhu San tunjukan padanya.
Walau mengetahui pemuda di hadapannya memiliki kemampuan tinggi, Namun Chung Ta bukan sosok pendekar kemarin sore.
Di usianya yang lebih dari lima puluh tahun, mudah baginya mengusir rasa gentar di hatinya dengan mengerahkan delapan puluh persen tenaga dalam yang Ia miliki.
Zhu San masih tersenyum walau merasakan Aura tenaga dalam yang kuat, memancar dari tubuh Pendekar Elang Hitam itu.
“Bocah … Kau memang hebat, tapi Aku bukan orang yang bisa kau remehkan sesuka hatimu.”
Selepas berkata demikian, Chung Ta segera melesat menerjang Zhu San dengan kedua telapak tangan yang membentuk Cakar Elang dengan kuku jari yang memanjang dua centimeter dan berwarna hitam.
Zhu San segera menghindari serangan itu dengan memundurkan tubuhnya, Ia pun memasukan Pedang Yinyang ke dalam Cincin Jiwa, karena lawan tidak bersenjata.
Walau hanya di terangi cahaya obor, Zhu San bisa melihat jika kuku yang memanjang itu, mengandung racun ganas dan dapat membunuh seseorang yang terkena dalam waktu enam jam. Itulah informasi yang Ia dapat dari Guru Keduanya, Lin Kai.
Chung Ta memang bukan Pendekar Tingkat Tinggi biasa. Ia telah berada di tingkat itu selama dua puluh tahun lebih.
Terbukti dia berhasil mendesak Zhu San, setelah delapan puluh kali pertukaran serangan terjadi. Serangan Chung Ta pun semakin mengganas, setelah melihat lawan terdesak.
Namun senyum di wajah Zhu San membuat Chung Ta segera menyadari sesuatu seiring dengan berubahnya gerakan tangan lawan.
Zhu San segera menggunakan jurus Tinten Siba setelah mengalirkan dua puluh persen tenaga dalamnya.
Serangan dari jurus gabungan tingkat tinggi milik gurunya itu, berhasil membuat Zhu San membalikan keadaan dalam waktu yang singkat.
__ADS_1
“Jurus apa ini? Gerakannya aneh tapi berbahaya sekali. Rasanya Aku seperti menghadapi Sesepuh Lin Kai dan Fu Kuan di saat yang bersamaan.”
Walau dalam keadaan terdesak, Chung Ta sempat bergumam dalam benaknya. Ia pun harus berjibaku mengerahkan seluruh keahliannya untuk menghindari serangan Zhu San yang semakin mendahsyat itu.
Selain gerakan jurus yang aneh dari serangan tinju dan tendangan yang Zhu San lesatkan padanya, hawa panas dan dingin dari kedua tinjunya itu, membuat Chung Ta kini berada dalam posisi yang terdesak.
Seratus pertukaran serang telah berlalu, sebuah tinju yang sangat kuat dari tangan kiri Zhu San yang berhawa panas, berhasil menghajar bahu Chung Ta.
Tubuh Chung Ta terpental hampir sepuluh meter akibat serangan tinju itu. Belum sempat Ia bersiaga, Zhu San telah datang dari udara, melesatkan tendangan keras dan cepat ke arah kepalanya.
Chung Ta segera melesat mundur, Ia pun berhasil menghindari serangan itu dan membuat jarak dengan Zhu San.
“Bocah!!! Kau benar-benar hebat, sudah sejak lama tidak ada yang memaksaku untuk menggunakan jurus rahasia Sekte kami ini.”
Aura yang jauh lebih kuat, memancarkan dari tubuh Chung Ta yang sangat marah itu. Zhu San terkesiap saat melihat kedua tangan Chung Ta kini memancarkan Cahaya putih yang menyilaukan mata.
Bukan hanya itu saja, dari punggung Chung Ta juga terlihat bayangan sayap seekor burung elang hitam yang sangat besar.
Tubuh Chung Ta tiba-tiba melayang ke udara seiring dengan mengepaknya kedua sayap di punggungnya.
“Kalian semua!! Cepat jauhi Kami!”
Zhu San segera berteriak keras ke arah para prajurit yang berada di dekatnya untuk menyaksikan pertarungan tersebut.
Chung Ta menyeringai sebelum memekik keras dan menghantamkan cakar tangannya ke udara di hadapannya.
Sebuah bayangan telapak tangan yang berbentuk Cakar dan berukuran sangat besar, segera menderu ke arah tubuh Zhu San dengan cepatnya.
BLAAR
Bayangan tangan raksasa yang berbentuk cakar itu, menghantam tanah sesaat setelah Zhu San pun melompat ke samping dengan cepat untuk menghindarinya.
Tanah tempat dimana Zhu San tadi berdiri, kini berlubang sebanyak lima buah dan mengepulkan asap kehitaman yang berbau sangat busuk dari dalam lubang itu.
Zhu Segera melesat ke udara dan melayang sejauh sepuluh meter di hadapan Chung Ta yang tertegun saat menyadari hal tersebut.
Menyadari lawan memiliki jurus yang sangat kuat dan berbahaya, Zhu San tak ingin gegabah lagi.
Ia pun segera mengalirkan lima puluh persen tenaga dalamnya dan bersiap dengan jurus Tapak Naga Yinyang.
__ADS_1
Hawa udara seketika berubah, seiring dengan melesatnya dua buah energi merah kekuningan dan biru keputihan dari kedua tangan Zhu San.
Chung Ta tertegun saat melihat dua ekor ular naga dari energi panas dan dingin yang keluar dari tangan pemuda dihadapannya.
“Apakah bocah ini yang dulu bertarung dengan Tsao Beng dan Qiao Bun? Jika benar, menang darinya bukanlah hal yang mudah.”
Timbul keraguan di hati Chung Ta saat Ia merasakan udara panas dan dingin yang memancar dari tubuh Zhu San.
Namun menyadari dirinya tak mungkin bisa pergi begitu saja dari tempat ini, Chung Ta akhirnya nekad menyerang Zhu San dengan serangan menggunakan ke dua tangannya.
Zhu San pun segera menggerakan kedua telapak tangannya. Empat buah energi yang berbeda bentuk itu, melesat saling menghantam satu sama lainnya.
BLAM BLAM
Dua ledakan keras terdengar menggelegar saat dua energi itu bertemu di udara. Apa yang terjadi kemudian membuat mata prajurit melotot lebar.
Dua buah tangan raksasa itu, kini hancur tidak berbentuk lagi. Sementara kedua ular naga yang berbeda warna dan hawa itu, segera melesat ke arah tubuh Chung Ta.
Tidak sekalipun pernah Chung Ta duga jika jurus terkuatnya, begitu mudah untuk dihancurkan oleh lawan.
Dan Chung Ta yang sedang tertegun itu, tak lagi bisa menghindar dengan sempurna saat dua energi naga itu menyerang dirinya.
AARGGGHHH !!!
Kaki kanan Chung Ta seketika putus dan hangus. Sementara lengan kirinya sebatas siku, kini membeku dan terus menjalar ke arah bahunya.
Sesaat kemudian, tubuh Chung Ta yang kini telah membeku seluruhnya, melesat jatuh dan hancur menjadi serpihan kecil yang membuat tanah di sekitarnya dipenuhi bercak darahnya yang membeku.
Zhu San segera melesat kembali ke arah para prajurit yang terlihat takjub dengan apa yang terjadi. Hal yang tidak bisa mereka lihat setiap hari itu.
“Wakil Komandan, Kau pimpin pasukan untuk kembali ke Kota dan bersiaga di sana. Dan tolong sampaikan surat yang akan ku tulis nanti, kepada Ayahku.”
“Siap Tuan Muda!”
Zhu San segera melangkah dan masuk ke dalam tendanya. Setelah beberapa waktu, Ia pun keluar dengan sebuah surat di tangannya.
Satu jam kemudian, tempat dimana tadi banyak tenda dan ribuan orang berada, kini telah sepi dan hanya menyisakan Zhu San yang berdiri mematung memandangi kepergian mereka.
Benaknya dipenuhi oleh berbagai rencana, yang membuatnya bingung, rencana mana yang terlebih dahulu akan Ia lakukan.
__ADS_1
Zhu San segera melesat setinggi seratus meter dari udara. Dan Ia tersenyum sebelum melesat ke arah utara. Arah yang sama dengan beradanya kota Shangyu.
*****