
“Aku tidak ada urusan dengan kalian! Jika kalian memaksa ingin mencelakai orang yang berada dalam lindunganku, maka kalian akan mati di tanganku!”
Shen Rong yang sedang tak ingin membunuh itu, membentak Shu Luan dan Qiao Hung.
Nyali kedua orang itu semakin nyiut mendengar ucapan Shen Rong. Setelah melihat kekuatan Shen Rong tadi, mereka yakin bahwa sosok misterius itu bisa membunuh mereka dengan mudah.
Tanpa sepatah kata pun, keduanya melesat pergi secepat yang mereka bisa. Shen Rong hanya tersenyum sinis memandang kepergian keduanya.
“Tuan … Bisakah kita berbincang-bincang sejenak di tempat kami? Ada beberapa hal yang ingin kami tanyakan kepada Anda. Tentu saja jika anda tidak keberatan.”
“Tentu saja saudara Fu Kuan.”Shen Rong Lalu mengikuti Fu Kuan dan Qin Rui, melayang kembali ke kediaman mereka.
“Sesepuh Fu Kuan apa yang terjadi? Siapa yang akan menghancurkan kota Baixan tadi?” Kedatangan ketiganya, disambut dengan wajah cemas Bangsawan Mu Bai.
Paman Zhu San itu terdiam setelah, mendengar penjelasan Fu Kuan. Ia memanggil pelayan untuk menyajikan arak dan hidangan terbaik mereka, demi menjamu orang yang telah menyelamatkan Kota Baixan dan seluruh penduduknya.
“Apa! Dewi Kegelapan!”
Raut wajah Fu Kuan dan Bangsawan Mu Bai memburuk, setelah mendengar Penjelasan Shen Rong. Apalagi setelah mengetahui bahwa Shen Rong sendiri tidak bisa mengalahkannya.
“Benar … Aku sudah tidak berjodoh dengan Pedang Tanpa Bilah, satu-satunya senjata yang bisa membunuh Roh Dewi kegelapan. Yang perlu kita lakukan adalah menunggu San’er kembali dari latihannya.”
Setelah berkata demikian Shen Rong lalu menunjukkan sebuah kertas besar berisi nama-nama orang yang ditulis oleh Zhu San.
Fu Kuan yang masih menebak identitas Shen Rong, segera meraih kertas tersebut dan membacanya. Ia pun memberikan kertas tersebut kepada Bangsawan Mu Bai yang wajahnya terlihat murung, setelah mendengar penjelasan Shen Rong.
“Apakah semua orang yang namanya berada di daftar itu, ada di kota ini?” tanya Shen Rong setelah bangsawan Mu Bai selesai dengan kertas besar itu.
“Tidak tuan Shen Rong, sesepuh Lin Kai dan beberapa orang lainnya ada di kota Songdu, sedangkan Ayah dan Ibu San’er ada di kota Shinzu. Kota Shinzu sangat jauh. Dan yang terjauh adalah kota Hangyao.”
Shen Rong hanya tersenyum mendengar penjelasan Bangsawan Mu Bai.”Jarak bukan masalah bagiku. Tunjukkan saja arahnya, Aku yang akan menjemput mereka semua hari ini.”
Raut Wajah ketiga orang yang berada di beranda kediaman Fu Kuan, terlihat sangat terkejut mendengar ucapan Shen Rong. Mereka memandang Shen Rong dengan tatapan tidak percaya.
__ADS_1
“Kota yang terdekat adalah kota Songdu bukan? Siapa saja yang berada disana? Tolong sebutkan. Aku Akan membawanya kemari dalam beberapa jam.”
Shen Rong yang mengetahui ketidakpercayaan mereka terhadap apa yang Ia ucapkan, segera berdiri setelah berkata demikian.
“Tunggu Tuan, Aku akan menulis surat untuk saudara Lin Kai. Dia orang yang tidak mudah percaya dengan orang lain, sekalipun Ia sudah mengenalnya.” Shen Rong kembali duduk mendengar ucapan Fu Kuan yang segera berdiri dan masuk ke dalam ruangan pribadinya.
Beberapa saat kemudian, Fu Kuan kembali dan menyerahkan surat itu kepada Shen Rong. Tubuh Shen Rong menghilang dari pandangan setelah Ia menerima surat dari Fu Kuan dan berkata kepada mereka untuk menunggu satu jam lagi.
“APA!!! Bagaimana bisa?!” Bangsawan Mu Bai hampir saja jatuh dari duduknya saat tiba-tiba tubuh Shen Rong menghilang. Sedang Fu Kuan dan Qin Rui tercekat melihat hal yang belum pernah mereka saksikan sebelumnya.
Sementara Shen Rong telah tiba di Kota Songdu setelah dua puluh menit melayang dengan kecepatan penuh yang Ia miliki.
Ia segera menuju ke sebuah bangunan yang terbesar yang berada di kota tersebut. Namun saat berjarak lima puluh meter lagi, sosok seorang kakek melesat menghadangnya.
“Siapa kau!? Apa maksudmu mendatangi kediaman kami dengan cara tidak sopan seperti ini?!” kakek yang ternyata Lin Kai itu, membentak Shen Rong.
“Sepertinya Dia guru kedua San’er yang temperamen itu.” Dalam benaknya Shen Rong menebak identitas kakek di depannya.
“Mohon Maaf atas ketidaksopananku. Aku ke sini membawa surat dari Saudara Fu Kuan untuk saudara Lin Kai. Apakah anda mengenal saudara Lin Kai?”
Sesaat kemudian raut wajah Lin Kai berubah. Ia pun segera mengajak Shen Rong ke kediaman Bangsawan Song Yu, setelah meminta maaf atas sambutannya yang tidak sopan tadi.
***
Kurang dari satu jam, Shen Rong telah kembali berada di depan kediaman Fu Kuan di Kota Baixan. Ia datang bersama Lin Kai serta Qin Ji isterinya.
Hal itu membuat Fu Kuan dan Bangsawan Mu Bai yang masih berada disana, sangat terkejut. Bahkan Lin Kai sendiri tidak percaya jika dia sudah berada di Kota Baixan dalam waktu dua puluh menit saja.
“Siapa sebenarnya Shen Rong ini? Kekuatannya tidak manusiawi.” Dalam benaknya Lin Kai berkata seraya melangkah ke arah Fu Kuan.
“Aku telah menjemput anda berdua, sekarang tunjukkan dimana Kota Shinzu dan kota Hangyao itu berada.” Ucap Shen Rong saat semua orang telah duduk di beranda kediaman Fu Kuan.
“Apakah anda tidak ingin istirahat sebentar saja Tuan Shen?” Tanya Fu Kuan hati-hati. “Semakin cepat Aku mengumpulkan nama-nama yang ada di daftar itu, akan semakin baik bukan?” jawab Shen Rong tersenyum hangat.
__ADS_1
“Jika begitu … Mohon Anda bawa surat ini dan tunjukkan kepada adikku Mu Rong. Ia akan percaya sepenuhnya karena surat ini ku bubuhi stempel keluarga kami.” Kali ini Bangsawan Mu Bai yang menitipkan surat kepada Shen Rong.
Setelah mendapat penjelasan tentang Kota Shinzu dan Kota Hangyao, Shen Rong kembali melesat dengan kecepatan penuhnya ke kota Shinzu.
“Saudara Fu … Siapa sebenarnya Shen Rong ini? Kekuatannya sangat tidak manusiawi.” Tanya Lin Kai setelah Shen Rong menghilang dari pandangan mata mereka.
“Entahlah, Ia masih merahasiakan identitasnya. Satu-satunya hal yang membuat Aku percaya adalah tulisan di kertas itu. Tulisan itu adalah tulisan tangan San’er.”
“Kapan San’er Akan kembali? Aku penasaran akan sekuat apa dirinya setelah selesai berlatih atas bimbingan Tuan Shen Rong itu.” Lin Kai menghela nafasnya.
“Lalu apa rencana kita untuk menghadapi malapetaka besar ini?” Lin Kai bertanya lagi.
Fu Kuan hanya menggelengkan kepalanya, Ia belum sempat memikirkan langkah menghadapi malapetaka besar yang akan menimpa Kekaisaran Liu dalam waktu dekat ini.
Informasi yang dibawa oleh Shen Rong, sangat mengejutkan baginya. Jika bisa, ingin tidak mempercayai informasi tersebut. Namun Ia tidak menemukan alasan untuk itu.
Sesuai dengan apa yang diucapkan, hari itu Shen Rong berhasil mengumpulkan sebagian nama-nama yang berada di dalam kertas besar kertas yang ditulis Zhu San.
Bangsawan Zhu Han dan Isterinya, serta Tan Kuan dan Yu Mei telah berada di kota Baixan saat menjelang malam.
Shen Rong memutuskan untuk menjemput, Xie Han dan Liu Ling besok malam. Ia mendapat sebuah ruangan mewah untuk tempatnya beristirahat memulihkan energinya yang terkuras sebagian.
***
Sementara suasana mencekam di malam hari, menyelimuti Kota Shangyu. Semalam setidaknya tiga orang gadis telah menghilang diculik oleh seorang yang berkemampuan sangat tinggi yang mengenakan pakaian Hitam dan kain yang menutupi seluruh wajahnya.
Hal itu membuat Xie Han dan Liu Ling memutuskan untuk mengawasi Kota Shangyu dari atap bangunan dimana Xie Han biasa bertugas sehari-hari.
“Ling’er … Apakah kau mempunyai dugaan siapa pelakunya?” Tanya Xie Han kepada Liu Ling yang duduk di belakangnya. Keduanya saling beradu punggung untuk mengawasi kota Shangyu dari dua arah yang berbeda.
“Aku memiliki kecurigaan terhadap perempuan itu. Aura kekuatannya dipenuhi kegelapan.” Jawab Liu Ling sambil menghela nafas Panjang.
Malam baru saja menyelimuti Kota Shangyu beberapa jam lalu. Suara riuh persiapan pernikahan Sang Kaisar, semakin mereda dan akhirnya suasana di kompleks Istana pun menjadi hening.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, sebuah bayangan hitam melesat dari sebuah bangunan di dalam Kompleks Istana. Hal itu membuat Xie Han yang melihatnya, segera berdiri diikuti oleh Liu Ling.
----------------------O--------------------------