
Suhu udara menjadi turun dengan drastis, hal itu sedikit mengejutkan Bian Chi yang memperhatikan situasi di sekitarnya. Hanya beberapa kata dari suaminya, suasana mendadak berubah menjadi hening.
“Mohon Maafkan kata-kata Tuan Kami, Tuan Muda Zhu San. Mereka tidak mengetahui jika anda adalah Murid Sekte Pedang Bintang juga.” Tiga pendekar pengawal para pedagang datang ke depan Zhu San dan berlutut untuk meminta maaf.
Zhu San tertegun melihatnya, Ia tidak mengerti mengapa mereka begitu ketakutan setelah ia berkata tadi. “Baiklah … Kali ini ku maafkan. Jangan pernah lagi menjelekkan Sekte Pedang Bintang di belakangku.”
Zhu San kembali duduk, ketiga pendekar yang sepertinya adalah kepala pengawal dari Tiga orang Pedagang yang tadi berbicara, memberi hormat setelah berjanji kepadanya.
Sementara wajah ketiga pedagang tadi, awalnya memucat melihat Kepala Pengawal mereka, terlihat ketakutan terhadap sosok pemuda tampan.
Saat mendengar nama Zhu San, mereka baru menyadari telah menyinggung sosok yang kini menjadi pembicaraan di Kekaisaran Liu karena Sepak terjangnya dalam membasmi para Pendekar Aliran Hitam yang memberontak.
Ketiganya berniat meminta maaf langsung kepada Zhu San, namun mendapat isyarat dari ara pengawal, agar tidak mengganggu Zhu San yang kembali menyantap hidangannya.
“San Gege … Kenapa mereka bersikap seperti itu ya? Sepertinya kau begitu terkenal sekarang di kekaisaran Liu.” Ucap Bian Chi melalui Telepatinya.
Zhu San hanya tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya, Ia sependapat dengan Bian Chi tentang penyebab ketakutan mereka padanya.
Suasana hening berlanjut hingga berubah ketika Zhu San dan Bian Chi telah keluar dari ruangan makan itu. Helaan nafas lega terdengar dari seluruh pengunjung kedai, seolah beban besar yang menindih mereka, telah terangkat.
Zhu San dan Bian Chi melanjutkan langkah kaki mereka menuju ke Kompleks Istana kekaisaran Liu. Hingga akhirnya mereka tiba di gerbang kompleks istana yang dijaga belasan prajurit.
Lagi-lagi para prajurit yang mengenali Zhu San memberi hormat seraya berlutut. Hal yang membuat Zhu San semakin yakin tentang dugaan Bian Chi tentang dirinya.
Seorang prajurit mengantar Zhu San menuju ke bangunan dimana Xie Han bertugas sebagai Jenderal sekaligus Panglima Perang Kekaisaran Liu.
“Ah saudara San! Akhirnya Kau datang juga. Aku sudah lama menunggumu!” Dengan sikap ramah dan penuh persaudaraan, Xie Han menyambut Zhu San dengan pelukan erat seolah dua saudara yang telah lama tidak bertemu.
__ADS_1
Kedekatan keduanya memang telah berlangsung cukup lama. Bisa dibilang, Xie Han adalah teman pertama bagi Zhu San yang saat itu baru keluar dari Lembah Iblis.
Xie Han mempersilakan Zhu San dan Bian Chi duduk, sementara Ia memberi perintah berbeda kepada dua orang prajurit penjaga yang berada di depan pintu bangunan tersebut.
“Saudara San … Bagaimana Kabarmu? Ku dengar kalian berdua berpetualang ke Negeri Qing?” Tanya Xie Han dengan antusias. Ketiganya pun mulai terlibat pembicaraan hingga beberapa waktu kemudian, pelayan masuk dan menghidangkan arak.
Selang beberapa waktu kemudian, Liu Ling tiba dan memeluk Bian Chi dengan erat. Zhu San tersenyum melihat Kemampuan Liu Ling meningkat.
Keempatnya pun berbicara dengan penuh kehangatan, hingga akhirnya mereka pun berbicara serius ketika Zhu San bertanya kepada Liu Ling.
“Ling’er … Apakah kau sudah yakin ingin menikah dengan saudara San?” Liu Ling mengangguk dengan wajah yang memerah menahan malu.
“Baiklah jika jika begitu? Saudara Han, sudah tiba waktunya Aku memenuhi Janjiku kepada kalian. Aku akan membantumu menyerap Kristal Yin agar Kekuatanmu meningkat dan tubuh mu menjadi jauh lebih kuat lagi. Kapan kita bisa memulai hal tersebut?”
Wajah Xie Han dan Liu ling menjadi berseri dengan mata yang berbinar-binar mendengar hal itu. Hal yang sudah lama mereka nantikan.
Tentu saja sebelum hal itu dilakukan, Zhu San meminta Bian Chi memohon izin kepada Sesepuh Zheng An, Guru Liu Ling. Jika tidak mendapat izin maka Bian Chi tidak boleh mengajarkan jurus tersebut.
Proses penyerapan itu dilakukan selepas hari berganti malam. Jika tidak ada halangan, maka dalam dua hari ke depan proses itu akan selesai dilakukan.
Sementara Sesepuh Zheng An yang sempat menemui Zhu San dan Bian Chi, sangat senang mendengar Muridnya akan diajari teknik yang sesuai dengan jenis energi murninya itu.
Setelah dua hari dua malam, proses itu pun selesai dilakukan. Kini Xie Han merasakan energi sangat besar berada dalam tubuhnya, beberapa kali lipat lebih besar dari yang Ia miliki sebelumnya.
Hanya saja Ia kini tidak bisa menggunakan beberapa jurus dari sektenya. Namun Zhu San berjanji akan mengajarinya beberapa jurus hebat lain yang selaras dengan energi murni yang Ia miliki saat ini.
Zhu San masih tinggal beberapa hari di Kediaman Xie Han. Ia mengajari dasar-dasar jurus yang berasal dari Kitab Yinyang untuk Liu Ling dan Xie Han, sesuai dengan jenis energi mereka masing-masing.
__ADS_1
Dalam seminggu, kemampuan mereka berdua meningkat jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Zhu San menyarankan mereka untuk melatih diri hingga mencapai tahap penguasaan sempurna.
Suatu malam, Xie Han datang kepada Zhu San dan mengajaknya untuk berbincang-bincang di sebuah tempat di luar Kompleks Istana. Zhu San yang sedikit heran dengan raut wajah sahabatnya itu, menuruti keinginannya.
“Ada apa Saudara Han? Kenapa wajahmu seperti menyimpan sebuah beban berat?” Tanya Zhu San setibanya mereka di sebuah atap bangunan yang tidak dihuni.
“Benar Saudara San, untuk itulah Aku mengajakmu berbincang di sini, Aku ingin bertanya kepadamu Jika Suatu saat Aku harus berdiri berseberangan denganmu, Apakah yang harus Aku lakukan?”
Zhu San terkejut mendengar perkataan Xie Han yang saat itu baru saja kembali dari pertemuan di Istana bersama Kaisar dan Para Menteri. Ia pun terdiam sejenak, mencoba memahami kalimat Xie Han lebih dalam.
“Sebagai seorang Jenderal dan Panglima Perang Kekaisaran, Kau harus melaksanakan tugas yang menjadi kewajibanmu. Atau Kau masih memiliki dua pilihan lain.”
Suasana hening berlangsung cukup lama hingga berakhir oleh kata-kata Zhu San yang membuat Xie Han mengerutkan dahinya. Zhu San lalu melanjutkan penjelasannya.
“Pilihan itu adalah kau pergi dan berhenti dari jabatanmu dan bersiap menanggung akibatnya yaitu dinilai sebagai Pengkhianat negara. Aku tidak inginkan hal itu terjadi padamu. Kau harus tetap berdiri pada tempatmu sekarang dan … “ Kalimat Zhu San terhenti sesaat, membuat Xie Han penasaran.
“Saudara Han, menurutmu lebih baik mati terhormat atau hidup dengan terhina?” Tanya Zhu San. “Tentu saja mati terhormat.” Jawab Xie Han dengan tegas.
“Jika begitu, Kau harus bertarung denganku jika saja kita harus berada di pihak yang berseberangan.” Jawab Zhu San yang membuat Xie Han tertunduk sedih.
“Saudara San, sepertinya Kau telah mengetahui gejolak yang terjadi di Kekaisaran Liu? Sampai saat ini Aku tidak mengerti mengapa Yang Mulia Kaisar bersikap seperti itu.” Xie Han tertunduk lemas.
Ia tidak menduga hari ini harus mendengar rencana kaisar Liu Feng dan para menteri. Rencana yang bertolak belakang dengan jiwa kependekarannya.
“Aku sudah mengetahuinya, Seseorang yang mencintai jabatan, akan selalu ketakutan oleh rasa takut akut akan kehilangan. Karena hal tersebutlah, semua orang akan melakukan berbagai cara untuk mempertahankannya bahkan hingga meninggalkan prinsip-prinsip kebenaran.”
Xie Han tertunduk, Ia merasa Zhu San sedang menyindirnya. Namun Ia tahu, Ia tidak mencintai jabatannya saat ini. Ia hanya ingin mengabdikan dirinya kepada negeri dimana Ia dilahirkan.
__ADS_1
---------------O-----------------