Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
028: Tiba Di Ibukota Shangyu


__ADS_3

“Ada apa? Mengapa Kau terburu-buru seperti itu?” Dewa Tapak Api bertanya dengan kesal kepada pelayan yang datang dengan tergopoh-gopoh.


“Ampun Ketua … Jendral Duan Li, Komandan Telik Sandi Kekaisaran, datang dengan belasan pasukan. Perdana Menteri meminta anda untuk bersembunyi terlebih dahulu.”


Mendengar perkataan anggotanya itu, Dewa Tapak Api segera meletakkan cawan yang Ia pegang.


Dewa Tapak Api Luo San dan Qing Jun Segera melesat meninggalkan ruang belakang kediaman perdana Menteri.


Keduanya berjalan kaki menyusuri jalan ibukota yang ramai oleh para pedagang yang berada di sepanjang sisi jalan.


Lampu-lampu Lampion yang terang, membuat Kota Shangyu tetap sibuk seperti halnya di siang hari.


Saat itulah keduanya melihat beberapa kuda dipacu berlawanan arah dengan langkah mereka.


Qing Jun Dan Luo San segera membalikkan badan mereka saat mengenali siapa yang tengah berkuda tersebut.


Qin Rui, Qin Yu, Xie Bing dan Xie Han, baru saja tiba di Ibukota Shangyu. Keempatnya segera menuju ke arah Istana dimana dua hari lagi akan diadakan Turnamen beladiri.


“Mengapa mereka hanya berempat? Kemana pemuda bernama Zhu San itu?” Qing Jun Si Pedang Siluman bertanya entah kepada siapa.


Sementara Dewa Tapak Api terlihat geram, melihat ke dua tokoh Aliran Putih Dunia Persilatan Liu itu, masih hidup dan terlihat baik-baik saja tanpa luka sedikitpun.


“Ayo … Kita segera ke markas Sekte Tombak Emas, aku ingin mendengar informasi dari mereka dan juga istirahat di sana.”


Luo San yang terlihat kesal, segera mempercepat langkah mereka. Menuju bagian selatan Ibukota Shangyu.


Sekte Tombak Emas adalah Sekte Aliran Netral yang termasuk ke dalam lima Sekte Aliran Netral terkuat.


Aliran Netral dan Aliran Putih memang diizinkan oleh Pemerintah untuk memiliki Markas Cabang di ibukota Shangyu.


Hal ini karena mereka merupakan sekte yang memberikan jasa pengawalan kepada para pedagang yang setiap hari selalu datang silih berganti.


Demikian juga dengan Sekte Tombak Emas. Mereka memiliki sebuah bangunan yang cukup besar di Kota Shangyu sebagai Markas Cabang mereka.


Tempat itu diperuntukkan bagi anggota mereka untuk beristirahat atau menunggu datangnya pekerjaan serta untuk keperluan administratif lainnya.


“Silakan masuk Ketua Besar … “ Penjaga yang telah mengenali Luo San, segera mempersilahkan mereka untuk memasuki bangunan itu.

__ADS_1


Sesampainya di dalam, suara riuh para dari pendekar Anggota Sekte Tombak Emas yang sedang mengobrol, seketika menjadi hening saat melihat Luo San.


Mereka segera memberi hormat kepadanya dengan memanggil Ketua Besar sama seperti penjaga pintu depan tadi.


Hal itu karena Ketua Sekte Tombak Emas memberi perintah kepada seluruh Anggotanya untuk memanggil Luo San dengan sebutan itu.


Mulanya banyak anggota dan para Tetua Sekte yang mempertanyakan hal tersebut.


Namun mereka terdiam setelah Ketua Sekte mereka, Yuan Du memberi penjelasan rinci tentang Siapa Luo San dan Aliansi Aliran Hitam yang dipimpinnya.


Dan mereka pun akhirnya mengerti jika sekte mereka telah bergabung dengan aliansi Aliran Hitam dan menjadikan markas cabang mereka untuk menjadi markas Administratif bagi Aliansi itu.


Sementara Kediaman Perdana Menteri Di jadikan tempat tinggal utama Luo San dan untuk bertemu para petinggi Aliansi saja.


“Kita Istirahat dulu di ruanganku.” Luo San mengajak Qing Jun untuk memasuki ruang besar yang merupakan tempat tinggal kedua baginya itu.


Satu jam kemudian, datanglah Gui Xiang bersama sepuluh orang anggotanya. Mereka baru tiba dari Kota Shansi.


Selang beberapa waktu kemudian, empat orang dari Kelompok Lima Topeng Kematian mendatangi tempat tersebut dengan menggunakan tutup kepala yang lebar.


***


Keesokan paginya, Zhu San yang berkuda tanpa henti untuk menyusul Qin Yu dan yang lainnya, akhirnya tiba di Gerbang Ibukota Shangyu.


Dengan menggunakan lencana identitas sebagai keluarga Bangsawan Mu Bai, Zhu San pun diizinkan memasuki kota Shangyu.


Ia mendapati suasana kota terlihat sangat ramai, banyak terlihat pendekar berlalu lalang dengan senjata di punggung atau pun di pinggang mereka.


Beberapa kelompok prajurit pun terlihat secara berkala, berpatroli di sepanjang jalan-jalan utama Kota Shangyu.


“Di manakah mereka menginap?” Zhu San terlihat kebingungan saat Ia tak tahu harus kemana Ia memacu kudanya.


Ia pun mengedarkan pandangannya, namun tak satupun Ia mengenali sebegitu banyak orang yang berada di depan matanya.


Setelah menghela nafas panjang, Zhu San akhirnya memutuskan mencari kedai untuk mengisi perutnya yang telah berbunyi syahdu sejak sebelum matahari terbit tadi.


Suasana pagi menjelang siang itu, semakin ramai dengan para pendekar yang terus berdatangan ke Kota Shangyu.

__ADS_1


Mereka sepertinya para pendekar dari berbagai sekte yang akan mengikuti acara Turnamen Beladiri Pendekar Muda yang diadakan oleh Kaisar Liu Feng.


Zhu San memasuki sebuah Kedai yang terlihat masih belum begitu ramai. Ia pun segera memesan makanan terbaik di kedai tersebut serta tak lupa memesan arak.


Ia pun duduk di sebuah meja kosong yang berada di sudut ruangan besar itu yang juga dekat dengan jendela.


Saat makanan yang Ia pesan datang, Kedai tersebut tidak lagi memiliki meja yang kosong karena banyaknya pelanggan yang datang memasuki kedai tersebut.


Setelah selesai menyantap makanannya, Zhu San segera meminum arak yang baru saja diantarkan oleh pelayan kedai.


Beberapa saat kemudian, masuklah lima orang prajurit bersama seorang Pemuda Tampan yang sepertinya adalah seorang putera bangsawan.


Di samping pemuda tampan itu, berdiri seorang lelaki bertubuh tegap yang sepertinya seorang pendekar yang memiliki kemampuan tinggi.


Pemilik Kedai segera datang menyambutnya dan segera memberi hormat. Hal itu menarik perhatian para pengunjung kedai yang lain.


Penghormatan yang dilakukan oleh pemilik kedai adalah penghormatan yang dilakukan karena rasa takut. Bukan rasa hormat yang sesungguhnya hormat.


“Selamat datang Tuan Muda Yao … silakan menikmati sajian terbaik dari kedai kami yang sederhana ini.”


“Hahahaha … Terimakasih Pak Tua Chun. Tapi bagaimana Aku bisa menikmati hidangan terbaik dari kedaimu, jika aku tidak mendapatkan meja untuk dan kursi untuk duduk.”


Setelah mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, wajah Pemilik Kedai tersebut seketika memucat saat menyadari bahwa semua meja di kedainya telah ditempati oleh pelanggan.


Secercah harapan Ia lihat saat melihat meja Zhu San yang telah selesai makan dan hanya ia sendiri yang berada di meja tersebut.


Pemilik kedai bergegas mendatangi meja Zhu San. Mencoba untuk bernegosiasi dengannya.


Namun Zhu San menolak untuk pergi dari meja itu, karena ia ingin menikmati arak yang telah Ia pesan dan telah Ia bayar.


“Paman… Jika memang kedai mu telah penuh, katakan saja pada pelanggan yang datang untuk menunggu atau mencari kedai lainnya yang masih kosong. Kurasa Paman tak perlu bersusah payah untuk mengusir pelanggan yang telah berada di dalam kedai ini bukan?”


Terdengar suara riuh dari para tamu lain yang setuju dengan apa yang dikatakan oleh Zhu San.


Mendengar perkataan seorang pemuda yang seusia dengan dirinya itu, membuat wajah pemuda yang dipanggil Tuan Muda Yao itu menjadi merah.


*****

__ADS_1


__ADS_2