Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
054: Dua Lawan Satu


__ADS_3

Keenam orang tokoh aliran putih itu, telah tiba di bangunan tempat dimana Jenderal Duan Li bertugas setiap harinya.


Kaisar Liu Feng, Jenderal Duan Li dan Hung Bai bersama Qin Rui dan kelima murid peserta turnamen, terlihat menatap mereka dengan dahi berkerut.


Kedatangan mereka disambut oleh tatapan heran karena begitu cepat mereka kembali dengan jumlah yang berkurang satu orang.


Benak Qin Yu segera dipenuhi pertanyaan, karena Ia tidak menemukan sosok yang Ia tunggu kembalinya. Dan Ia hanya bisa diam, tak berani bertanya kemana Zhu San pergi.


Setelah memberi hormat kepada Kaisar Liu Feng, Zheng An segera menjelaskan situasi yang mereka temui setibanya di kediaman Perdana Menteri Xhu Shuen.


“Jadi murid Sesepuh Fu Kuan sedang mengikuti mereka, karena teknik peringan tubuhnya yang sangat tinggi. Semoga saja Ia kembali dengan selamat.”


Kaisar Liu Feng menghela nafas setelah berkata demikian. Ia pun lalu menanyakan apa rencana mereka selanjutnya.


Fu Kuan pun segera unjuk bicara, Ia akan mengirim Jasad Chen Hu atas nama Jenderal Duan Li untuk sebuah tujuan yang tidak bisa Ia sebutkan.


Fu Kuan akan menggunakan jasa asosiasi pengiriman untuk mengantarkan jasad Chen Hu ke Sekte Pedang Bintang. Namun Kaisar Liu Feng tidak menyetujuinya.


Kaisar Liu itu, lalu memerintahkan Jenderal Hung Bai untuk memimpin pengiriman jasad Chen Hu dengan membawa kereta Istana dan seribu prajurit.


Hal itu karena kedatangan Ketua Chen Hu atas undangan Pihak Istana. Dan sudah selayaknya Pihak Istana bertanggung jawab atas hal tersebut.


Fu Kuan pun berterimakasih kepada Kaisar Liu Feng dengan kekaguman di dalam benaknya atas apa yang telah diputuskan oleh Kaisar Liu itu.


Pembicaraan pun kembali kepada rencana pencarian informasi, tentang keberadaan Ketua Sekte lainnya yang sebelumnya hadir di dalam acara turnamen itu.


“Yang Mulia izinkan hamba berbicara. Kami berenam akan menyelidiki keberadaan mereka dalam waktu dua hari. Arah yang kami tuju adalah Barat, utara dan timur.”


Lin Kai terdiam sejenak, lalu melanjutkan kata-katanya setelah melihat Kaisar Liu Feng menganggukkan kepalanya.


“Pendekar Seribu Wajah akan ke arah Timur bersama Ketua Shang Zuo. Sedangkan hamba akan ke Utara bersama Ketua Hao Jian, lalu Saudara Fu Kuan akan ke barat bersama Saudara Zheng An. Sementara Murid kami Zhu San akan Ke selatan sekembalinya Ia nanti.”


Kaisar Liu Feng terlihat tertegun sejenak sebelum akhirnya berbicara.


“Maafkan keegoisanku sesepuh semua. Saat ini keadaan Ibukota sedang tidak menentu, Aku sangat ingin Sesepuh Zheng An selalu berada di dekatku.”


Lin Kai tersenyum senang dalam hatinya bahkan sedikit bersorak nakal.


“Baiklah yang mulia, hal itu memang sangat benar sekali.”

__ADS_1


Lin Kai mengalihkan pandangannya ke arah Qin Rui yang membuat hati perempuan tua itu berdegup kencang tanpa Ia ketahui penyebabnya.


“Saudari Qin Rui, bersediakah engkau menemani Saudaraku Fu Kuan mencari informasi ke arah barat?”


Lin Kai pun menahan tawanya karena Ia telah berhasil memojokkan Qin Rui yang kini terlihat kebingungan untuk menjawabnya.


Sementara Fu Kuan menggerutu senang dan entah kenapa dalam hatinya, Ia berharap Qin Rui bersedia dengan apa yang dikatakan oleh Lin Kai.


“Baiklah, Aku akan menemani saudara Fu Kuan menuju ke barat.”


Senyum Lin Kai pun melebar mendengar hal itu. Ia pun segera mengatakan bahwa setelah dua hari kemudian mereka harus segera kembali ke ruangan ini.


Pertemuan pun selesai setelah Kaisar Liu Feng berkata akan memerintahkan Liu Ling untuk menemani dan menjamu ke lima murid ketua yang akan bertugas besok.


Lin Kai dan Pendekar Seribu Wajah tetap berada di ruangan untuk menemani Fu Kuan bermeditasi sambil menunggu Zhu San.


Beberapa saat kemudian Ruang itu pun kembali sunyi. Karena Lin Kai dan Pendekar Seribu Wajah duduk di atas atap bangunan dan berbincang tentang segala hal.


Sementara Fu Kuan duduk bermeditasi di depan Peti Mati dimana Jasad Murid pertamanya itu terbaring kaku.


***


“Nyalimu besar juga anak muda. Berani membuntuti kami sendirian tanpa seorang teman hahahaha.”


Tsao Beng tertawa setelah Ia berkata demikian kepada Zhu San yang baru saja menelan ludahnya.


Zhu San pun kembali dikejutkan dengan datangnya satu orang lain yang segera saja berada di belakangnya.


Mendapati dua dari lima orang yang ia ikuti mampu melayang seperti dirinya, Zhu San pun sadar jika Ia tengah berhadapan dengan dua orang pendekar tingkat tinggi.


“Siapakah Anda berdua? Dan dari mana anda berasal? Karena sepengetahuan ku Pendekar Kekaisaran Liu belum ada yang mampu melayang di udara selain diriku.”


“Hahahaha … Pemuda yang cerdas. Kami memang bukan dari Kekaisaran Liu. Namaku Tsao Beng dan rekanku bernama Qiao Bun. Kami dari kekaisaran Wei. Apakah telah cukup penjelasanku?”


Tsao Beng terdengar masih santai dengan tersenyum setelah Ia menjawab pertanyaan Zhu San.


Sinar Bulan dari sisi timur yang baru saja muncul membuat Zhu San dapat melihat wajah Tsao Beng dan Qiao Bun.


“Baiklah kurasa sudah cukup penjelasan dari anda tadi. Siapakah yang akan maju terlebih dahulu?”

__ADS_1


Zhu San segera mencabut Pedang Awan Biru dari balik punggungnya.


“Kami tidak punya banyak waktu untuk meladeni dirimu, kami berdua akan membunuh mu dengan kematian yang cepat.”


Selepas berkata demikian Tsao Beng segera melesat sangat cepat dengan serangan Tapak Racun Apinya.


Zhu San terkesiap melihat serangan cepat itu, beruntung Ia telah mencabut Pedang Awan biru yang segera Ia gunakan untuk menahan serangan tapak itu.


PLAAK


Tapak tangan kanan Tsao Beng bertemu dengan bilah pedang Awan Biru. Benturan itu membuat Zhu San terpental mundur hingga lima meter jauhnya.


“Lumayan juga kau anak muda.” Tsao Beng tersenyum walau Ia merasakan kemampuan Zhu San tidaklah serendah yang Ia duga.


Udara tiba-tiba saja menjadi berat saat Qiao Bun mengeluarkan Pedangnya. Hal itu membuat Zhu San segera mengerahkan tenaga dalam penuhnya.


Aura panas dan dingin segera memancar keluar dari tubuh Zhu San. Tsao Beng dan Qiao Yu terkejut saat merasakan kedua hawa tersebut.


“Tubuh Yin Yang Sejati?! Pantas saja kau memiliki tenaga dalam besar di usiamu yang masih muda.”


Walaupun terkejut dengan jenis tubuh yang Zhu San miliki, Qiao Bun masih berkata dengan suara yang tidak menunjukan ketakutan di dalamnya.


Zhu San tidak memperdulikan perkataan Qiao Bun, Ia sedang berkonsentrasi akan menggunakan dua jurus berbeda untuk menghadapi kedua lawannya.


Jurus Pedang Yin Yang Sejati dengan tangan kanan yang memegang pedang dan Jurus Tapak Yin Yang Sejati dengan tangan kirinya.


“Sepertinya kau tak ingin menyerah. Baiklah kalau begitu, jangan salahkan kami jika terpaksa membunuhmu dengan cara yang menyakitkan.”


Kedua telapak tangan Tsao Beng seketika mengeluarkan Api yang berwarna biru, udara pun bertambah panas karenanya.


Sementara Pedang Berat di tangan Qiao Bun segera memancarkan cahaya ungu setelah Ia mengalirkan tenaga dalamnya ke pedang tersebut.


*****


Anggap saja Ketupat lebaran dari Author ya..


😁😁😁


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2