Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
094: Kembalinya Dewi Kematian


__ADS_3

Qiu Lan yang dipenuhi dendam terhadap Kuan Long, malam itu segera melayang di udara dengan kecepatan penuhnya.


Perjalanan dari Kota Hangzu ke Ibukota Kekaisaran Hun, setidaknya memerlukan waktu selama tujuh hari perjalan kuda pada siang hari.


Namun jarak yang lebih dari seribu kilometer itu, ditempuh oleh Qiu Lan hanya dalam waktu tujuh jam saja.


Saat matahari baru saja menampakkan wujudnya, Qiu Lan telah tiba di sisi timur kota Hungdao, Ibukota Kekaisaran Hun.


Qiu Lan yang melayang pada ketinggian seratus meter dari tanah, mengejutkan para prajurit penjaga kota tersebut.


Mereka pun segera membunyikan lonceng tanda bahaya, sehingga hal itu membuat panik para penduduk Kota Hungdao.


Gadis cantik yang akan melintasi tembok kota yang setinggi delapan meter itu, menghentikan laju terbangnya karena mendengar suara lonceng yang terdengar keras dari arah bawah.


Ia pun memandang ke arah bawah di mana terlihat puluhan orang prajurit penjaga gerbang Kota, tengah memandanginya dengan tatapan yang heran dan juga takut.


Melihat ketakutan di wajah mereka, entah kenapa Qiu Lan menjadi sangat senang. Ia pun segera melesat turun ke arah dimana mereka berada dan segera saja bersiaga.


Sosok seorang manusia yang bisa terbang, bukanlah hal yang bisa mereka lihat setiap harinya. Bahkan ini yang pertama kalinya, mereka melihat hal tersebut.


Tentu saja ada rasa takut yang merasuki hati puluhan prajurit itu, ketika Qiu Lan melayang turun dan kini telah berada di atas pagar tembok kota Hungdao.


Tak ada satupun yang berani mengeluarkan sepatah kata, meskipun di hadapan mereka kini, berdiri seorang gadis cantik yang memandangi mereka dengan tersenyum.


Walau Qiu Lan tersenyum, para prajurit itu tetap merasakan adanya bahaya yang tengah mengancam mereka.


Hawa mencekam yang memancar keluar dari tubuh Qiu Lan adalah penyebabnya, hawa itu memancar karena Qiu Lan tengah mengalirkan kekuatan ke arah telapak tangan kanannya.


“Matilah kalian!”


Puluhan prajurit itu, tidak bisa lama-lama dengan rasa terkejut mereka, saat mendengar perkataan Qiu Lan.


Hal itu karena tubuh Qiu Lan yang bergerak cepat menyerang mereka, seolah hilang dari pandangan mata.


Prak prak


Suara beruntun dari kepala yang remuk terkena serangan tapak Qiu Lan, terdengar keras dalam waktu kurang dari satu menit.

__ADS_1


Sekitar dua puluh lima prajurit penjaga gerbang itu, tewas tanpa sempat mereka memperdengarkan jerit kematiannya.


Qiu Lan tertawa senang setelah menghirup aroma anyir darah yang segera memenuhi udara pagi hari itu. Ia menatap sejenak dengan senyum di bibirnya ke arah puluhan mayat yang kini telah bersimbah darah itu.


Qiu Lan kembali melesat ke udara dengan ketinggian sekitar lima puluh meter dari tanah. Setelah beberapa menit kemudian, Ia telah tiba di dekat tembok pagar Istana.


Saat akan melintasi tembok pagar itu, puluhan anak panah melesat cepat ke arah tubuhnya. Qiu Lan melambaikan tangannya ke arah dari mana anak panah itu berasal.


Seketika puluhan anak panah itu, hancur berkeping-keping dan membuat mereka yang melepaskan anak panah itu, menjadi terpana dengan mulut terbuka lebar.


Qiu Lan kembali menyeringai, Ia pun segera melesat ke arah prajurit pemanah yang segera tersadar dan mengambil anak panah mereka, untuk melakukan serangan ke dua.


Namun, Qiu Lan telah lebih dulu sampai di tempat mereka berada dan melakukan serangan yang sangat cepat seperti yang sebelumnya Ia lakukan.


Namun, kali ini Qiu Lan tak bisa membunuh semua prajurit pemanah itu. Serangan pedang yang sangat cepat, tiba-tiba saja datang dan menderu ke arah tubuhnya.


Qiu Lan berdecak kesal sebelum Ia melesat mundur menghindari tebasan pedang yang kembali menyerang ke arah lehernya.


Ia menyeringai kesal saat melihat seorang Pria berusia sekitar lima puluh tahun, telah berada di depannya dengan Pedang yang terhunus ke arah wajahnya.


“Nona Qiu Lan mengapa kau membuat kekacauan di Istana ini!” Lelaki itu membentak Qiu Lan dengan wajah yang keheranan.


Qiu Lan mengetahui jika laki-laki yang kini berada di hadapannya itu, seorang pendekar tingkat tinggi yang menjadi pengawal pribadi Kaisar Kuang Yun.


“Suruh keluar Kuang Long dan ayahnya sekarang juga! Mereka harus membayar penghinaan padaku dengan nyawa mereka!”


“Lancang!!”


Pria itu tak dapat menahan kemarahannya mendengar Qian Lu berkata demikian. Ia pun segera melesat dengan serangan yang hebat untuk memenggal kepala Qiu Lan.


Qiu Lan yang telah marah, juga melesat dengan sangat cepat ke arah Pengawal Pribadi Kaisar Kuang Yun.


Apa yang terjadi kemudian, sungguh di luar dugaan Pria pengawal itu. Ia tak melihat kapan Qiu Lan membuat pedang dari energi tenaga dalamnya.


Pedang energi itu, tiba-tiba saja telah ada di tangan Qiu Lang yang segera di tebaskan untuk menangkis pedangnya hingga patah menjadi dua bagian.


Belum sempat pengawal itu menyelesaikan keterkejutannya, Ia dipaksa untuk diam saja saat lehernya telah berada di genggaman tangan gadis itu.

__ADS_1


KRAAK


Suara leher yang remuk terdengar kurang dari dua detik kemudian. Qiu Lan segera melemparkan tubuh pengawal itu ke arah tembok pagar Istana.


PRAAK !!!


Suara kepala yang hancur membentur tembok, terdengar keras. Hal itu membuat para prajurit dan juga komandan Pasukan jaga Istana, gemetaran melihatnya.


Qiu Lan tersenyum seraya melangkah ke arah para prajurit penjaga istana yang turut bergerak mundur seiring langkahnya yang bergerak maju mendekati mereka.


Saat itulah terdengar suara keras yang dilapisi tenaga dalam tingkat tinggi.


“Berhenti Nona Qiu Lan!!”


Seorang Kakek yang seluruh rambutnya masih hitam, melesat mendatangi Qiu Lan yang segera saja menghentikan langkahnya.


“Kakek ini, jika tidak salah bernama Lai Ong. Pengawal pribadi pertama Kaisar Kuang Yun. Ia adalah tokoh nomor tiga di dunia persilatan Kekaisaran Hun ini. Baguslah jika begitu.”


Qiu Lan berkata demikian dalam benaknya.


Ia merasa senang bertemu dengan Lai Ong, Ia ingin menguji sejauh mana kemampuan yang Ia miliki di kehidupan keduanya ini.


“Nona … Kenapa Kau …”


“Lan’er ! Benarkah itu Kau Lan’er?”


Suara Kaisar Kuang Yun terdengar seiring langkahnya yang terburu-buru hendak menghampiri Qiu Lan.


“Berhenti!”


Qiu Lan berteriak seraya menghunuskan pedang energi ke wajah kaisar Kuan Yun yang terkejut dan terlihat sangat marah melihat hal itu.


“Yang Mulia … Mohon Mundurlah dan berlindung di belakang Para prajurit itu. Nona Qiu Lan tidak terlihat seperti biasanya. Ia seperti orang yang berbeda dari yang kita ketahui selama ini.”


Lai Ong berkata demikian setelah Ia menyadari Aura membunuh yang kuat, memancar dari Qiu Lan setelah kedatangan Kaisar Kuang Yun.


Kaisar Kuang Yun pun tertegun saat Ia merasakan sesuatu yang mencekam ketika melihat wajah gadis yang pernah akan menjadi menantunya itu.

__ADS_1


******


END


__ADS_2