
Zhu San yang akan berlutut di hadapan kedua gurunya, membatalkan niatnya tersebut.
Hal itu karena Guru Keduanya terlihat ngeri saat memandang Nenek Lin Mi, sehingga melangkah mundur menjauhi Ia dan Guru pertamanya.
Lin Kai, untuk pertama kalinya terlihat oleh mereka semua seperti seekor ayam yang ketakutan saat akan disembelih.
Hal itu membuat semua orang memandang Lin Mi dengan benak dipenuhi pertanyaan. Sehebat apakah Nenek itu? Atau ada masalah apakah sehingga Sang Nenek begitu marah padanya.
“Enci Lin … Aku sudah tidak seperti dulu lagi, tanyalah kepada mereka semua. Aku bukan lagi Jagoan nomor satu Aliran Hitam di Kekaisaran Liu Ini.”
Seraya mundur, Lin Kai berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Lin Mi tertegun mendengar hal itu. Ia bisa melihat jika teman-teman Lin Kai saat ini, tidak menunjukan aura yang jahat di wajah mereka.
“Benarkah yang Kau katakan itu?! Atau kau hanya ingin membela dirimu saja?!” Lin Mi bertanya tegas.
“Benar Saudari Lin Mi … Si Tua Bangka peot Lin Kai itu, sudah bertobat sejak kami berdua terluka parah beberapa tahun lalu.”
Fu Kuan yang sudah mengetahui siapa Lin Mi dan sehebat apa Nenek itu, segera berbicara membenarkan perkataan Lin Kai.
Lin Mi memandang Fu Kuan sejenak, Ia sedikit terkejut saat menyadari bahwa sosok tersebut pernah Ia ketahui identitas.
“Apakah Kau Saudara Fu Kuan? Si Tinju Besi yang merupakan Jagoan Nomor Satu Aliran Putih Kekaisaran Liu?”
“Ah itu hanya masa lalu saja, apalagi saat ini kami berdua sudah kehilangan tenaga dalam kami. Saat ini predikat tersebut, dimiliki oleh murid kami berdua ini.”
Fu Kuan menunjuk ke arah Zhu San saat menjawab pertanyaan Nenek Lin Mi. Qin Rui pun segera mendekati Suaminya Fu Kuan, yang terlihat berbincang akrab dengan Nenek itu.
“Mo Heng murid kalian? Jadi pemuda jelek ini adalah murid kalian berdua?”
Fu Kuan dan Lin Kai tersedak nafas mereka sendiri, saat mendengar perkataan Lin Mi. Mereka berdua segera menatap Zhu San yang dalam wujud palsunya itu.
Hawa tenaga dalam yang kuat segera memancar dari tubuh Lin Mi, saat menyadari bahwa dirinya telah dibodohi oleh Zhu San selama seharian ini.
“Sabar Saudari Lin Mi, semua bisa dibicarakan baik-baik bukan?”
__ADS_1
Fu Kuan berkata, setelah menyadari mungkin Zhu San telah menyinggung Nenek yang memiliki kemampuan tinggi itu.
“Kau sengaja membodohi kami rupanya, Apa maksudmu menunjukan wajah sejelek itu di hadapan muridku Bian Chi yang ditakdirkan langit untuk menjadi istrimu itu?!”
JELEGER
Suara Lin Mi terdengar bagai petir yang tiba-tiba saja menggelegar di seluruh benak mereka yang berada di situ.
Tubuh Qin Yu seketika bergetar hebat, demikian juga dengan Nenek Qin Rui. Nenek yang dinikahi oleh Fu Kuan beberapa bulan lalu itu, terlihat sangat marah mendengar perkataan Guru Bian Chi itu.
Qin Rui yang telah berada di dekat Fu Kuan seketika memancarkan tenaga dalam berhawa dingin dan memandang tajam nenek di depannya itu dengan tatapan membunuh.
“Apa maksudmu dengan memancarkan tenaga dalam seperti itu, Nenek Peot!” Lin Mi seketika menjadi marah saat merasakan hawa dingin menerpa tubuhnya.
“Kau pikir Kau masih gadis Hah! Kau ju …”
“Rui’er … Tenanglah … Kemarilah.”
Tidak ada yang menyadari jika Zhu San telah kembali ke wujud sebenarnya. Ia tidak lagi terlihat seperti Mo Heng yang bertubuh pendek dan berwajah sangat jelek.
“Maafkan Aku Nenek Lin Mi … semua itu kulakukan karena aku tidak bisa dengan wujud asliku saat berada di kota Wuchang. Kota itu, adalah Kota dimana Bangsawan Pengkhianat Wu Lei berkuasa.”
Zhu San segera melangkah dan berbicara yang membuat Bian Chi dan Ju Yan terkejut melihat paras tampan Zhu San.
Sementara Liu Ling dan Qin Yu segera melesat bersamaan untuk menghampiri Zhu San.
“San Gege … San Gege Kau masih hidup!… Aku tidak pernah percaya jika kau sudah tewas …”
Tanpa Zhu San duga, Liu ling memeluknya. Sementara Qin Yu telah menangis saat tiba di dekat Zhu San. Zhu San pun mengembangkan tangannya dan meraih Qin Yu dalam pelukan.
Hatinya menghangat saat merasakan kedua gadis yang Ia sayangi itu, begitu gembira mengetahui jika dirinya masih hidup.
Zheng An dan yang lainnya pun tertegun melihat kenyataan, jika sosok pemuda berwajah jelek tadi adalah Zhu San yang telah mereka anggap tewas enam bulan lalu.
__ADS_1
Mulanya mereka tidak percaya saat Fu Kuan menyebut pemuda itu adalah Zhu San. Namun saat ini mereka harus percaya dengan kenyataan yang mereka lihat.
Sementara Nenek Lin Mi, tiba-tiba merasakan sakit di kepalanya ketika melihat Zhu San tengah memeluk dua gadis yang tak kalah cantik dari cucunya Bian Chi.
Ia pun melihat ke arah Cucunya yang tengah menatap mereka bertiga dengan senyum tipis. Lin Mi pun menghela nafas panjang sebelum berkata, memecah keheningan suasana.
“Aku butuh penjelasan mu tentang semua ini Mo Heng! Dan Juga Kau Lin Kai!”
Suara Nenek Lin Mi segera saja membuat Qin Yu dan Liu Ling melepas pelukan mereka pada Zhu San.
“Baiklah jika begitu, mari kita semua memasuki ruang tamu, Tidak sopan rasanya berbicara di tempat ini.”
Fu Kuan segera berkata dan mengajak mereka semua memasuki ruang tamu kediaman Bangsawan Mu Bai yang cukup besar untuk menampung puluhan orang.
Beberapa waktu kemudian terlihatlah belasan orang berada di Ruang Tamu Kediaman Bangsawan Mu Bai.
Fu Kuan duduk dengan Qin Rui berada di sisi kirinya, sementara Lin Kai berada di sisi kanannya.
Di hadapan Fu Kuan, Nenek Lin Mi duduk dengan Ju Yan di sebelah kanan dan Bian Chi di sebelah kirinya.
Sementara Zhu San duduk diantara Liu Ling dan Qin Yu. Hal yang sebenarnya membuat Nenek Lin Mi merasa kesal dan marah melihat hal itu.
Sementara Zheng An berada di sisi kanan Liu Ling, Zheng An merasa khawatir akan apa yang terjadi nanti, saat melihat karakter Nenek Lin Mi yang mudah marah itu.
“Saudari Lin Mi … Penjelasan apa yang ingin kau dengar terlebih dahulu?” Suara Fu Kuan memecah keheningan di ruangan itu.
Lin Mi tidak menjawab, Ia hanya memandang Lin Kai yang segera menunduk setelah beradu pandang dengan Encinya itu.
“Aku ingin tahu bagaimana adik sepupuku ini, bisa bertobat dari Aliran Hitam dan bagaimana Ia bisa berakhir seperti ini?”
Lin Mi tentu saja penasaran bagaimana Lin Kai kini tak ubahnya seperti seorang Kakek biasa yang tak memiliki tenaga dalam sama sekali.
*****
__ADS_1