Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
303: Kedatangan Zhu San


__ADS_3

Setelah kepergian Long Niu Ke Sekte Pedang Suci, Ketua Jie Mei segera menghampiri Lian Li karena ingin menanyakan sesuatu yang mengganjal dalam benaknya.


“Li’er beberapa saat yang lalu, Sekte Kita hampir terkena bencana yang lebih mengerikan dari kematian. San’er tiba-tiba berubah menjadi sosok yang keji dan hendak memperkosa kedua saudari seperguruanmu yang sedang berjaga. Entah apa yang terjadi dengan San’er hingga Ia berubah demikian.”


Wajah Lian Li tertunduk, Ia lalu mengatakan jika yang muncul dan hendak berbuat keji itu adalah Sisi gelap dari Zhu San. Namun bukan itu yang membuat Lian Li kebingungan untuk menjawab.


Pernyataan Ketua Jie Mei yang menyebutkan bahwa mereka di tolong oleh Bian Chi dan dirinya, adalah hal yang membuat Lian Li menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Sang Guru.


“Guru … Mohon maafkan Aku yang tidak bisa menjelaskan hal tersebut. Hal ini terlarang bagiku dan juga Enci Bian. Kami terlarang untuk mengatakan kepada orang lain bahkan kepada San Gege sekalipun.”


“Siapa yang melarangmu?!” Ketua Jie Mei terlihat gusar karena pertanyaannya tidak menemui jawaban.


Wajahnya pun menjadi murung setelah mengetahui Tujuh Dewi Isteri Dewa Yao Chan yang melarang Lian Li dan Bian Chi menjelaskan apa yang tengah terjadi saat ini.


Sesaat kemudian Phoenix Putih dan Phoenix Biru meminta izin kepada Ketua Jie Mei untuk menunggu kedatangan Zhu San dan Bian Chi dengan bermeditasi di tepi telaga Suci.


Awalnya Ketua Jie Mei tidak mengizinkan karena Ia belum mempercayai keberpihakan Kedua Siluman Burung Phoenix itu kepada Pihak Mereka.


Namun dengan kata-katanya yang terdengar tanpa sedikitpun keraguan, Lian Li meminta agar Guru Jie Mei mengizinkan mereka berdua yang akan menunggu kedatangan Zhu San di telaga Suci itu.


***


Sementara itu, di wilayah bagian selatan Benua Merah, di Goa dimana Sisi Gelap Zhu San berada, terdengar tangisan Qiu Lan dan Ratu Siluman Rubah yang kini telah ternoda oleh Sisi Gelap Zhu San.


Sudah hampir sejam keduanya menangis, membuat Sisi Gelap Zhu San menjadi marah karena terganggu oleh tangisan mereka saat Ia sedang bermeditasi untuk memulihkan energinya yang terkuras banyak.


“Hentikan tangisan kalian! Atau Aku akan membunuh kalian berdua!”


Seketika tangisan Qiu Lan dan Ratu Siluman Rubah mereda. Hanya isakan kecil yang terdengar dan beberapa saat kemudian hilang karena tiba-tiba Ratu Siluman Rubah berdiri dengan wajah tegang.


Mengalami nasib yang sama, baik Qiu Lan maupun Ratu Siluman Rubah, melupakan permusuhan mereka untuk waktu yang tidak bisa mereka ketahui.

__ADS_1


“Mengapa wajahmu seperti itu?” Tanya Qiu Lan setengah berbisik, takut membuat Pria yang telah menodai mereka menjadi marah.


“Ada seseorang yang telah menghancurkan segel pelindung di goa kediamanku. Seseorang yang setidaknya memiliki kekuatan setara dengan kekuatan kita.”


Jawab Ratu Siluman Rubah membuat Qiu Lan mengerutkan dahinya. “Apakah itu mereka berdua yang dulu hendak membunuhku? Kekuatan mereka berdua sangat tidak wajar.”


Untuk kali pertamanya, mereka saling berpandangan bukan sebagai musuh. Lalu Ratu Siluman Rubah bertanya mengapa Qiu Lan menginginkan Cermin Sakti yang Ia miliki.


Qiu Lan lalu menjelaskan apa yang Ia rencanakan dengan Cermin Sakti tersebut. Untuk sesaat keduanya terdiam setelah Qiu Lan selesai dengan penjelasannya.


“Benarkah yang kau katakan itu?”Ratu Siluman Rubah Putih terlihat tidak percaya dengan penjelasan Qiu Lan.


“Tentu saja benar. Jika tidak, untuk apa aku bersusah payah ingin merebutnya darimu?” jawab Qiu Lan.


Ratu Siluman Rubah itu menyadari bahwa Phoenix Putih telah mengkhianati dirinya, Ia pun menyimpan kemarahannya itu dan berniat membunuh Phoenix Putih apabila mereka nanti bertemu.


“Aku akan menyerahkan kepadamu Cermin Sakti itu, tapi dengan sebuah syarat. Bawa juga Aku saat kau menemui mereka. Bagaimana?”


Pertanyaan Ratu Siluman Rubah Itu segera disetujui oleh Qiu Lan, namun keduanya saling memandang satu sama lain saat menyadari bahwa mereka kini sedang menjadi tawanan dan budak ***** Sisi gelap Pria itu.


Pertanyaan Ratu Siluman Rubah membuat wajah Qiu Lan berubah jengah. Sebenarnya ia telah berniat seperti itu.


Ia ingin membuat Sisi Gelap Zhu San itu membantunya untuk memenuhi ambisinya dengan menjadikan dirinya sebagai budak ***** pria tersebut.


Ia pun segera menganggukkan kepalanya tanda setuju. Keduanya tersenyum dengan benak yang memiliki pikiran yang sama namun tidak terucapkan.


Pikiran tentang tidak mudahnya menemukan pria yang bisa membuat mereka berada di alam kenikmatan tanpa batas dengan pusaka hebatnya.


“Kalian berdua kemarilah!” Suara Sisi Gelap Zhu San yang telah selesai bermeditasi, membuat keduanya segera melihat ke arah tubuh polos pria tampan itu.


Sesaat kemudian tubuh polos keduanya tertarik melayang mendekati Sisi Gelap Zhu San yang segera membuat mereka berdua dalam pelukannya.

__ADS_1


“Aku akan membantu kalian berdua memenuhi ambisi kalian itu dengan sebuah syarat. Kalian harus tetap berada di sisiku selamanya seperti ini. Apakah Kalian bersedia?”


“Tentu saja Aku bersedia.”


Walau kedua ratu siluman itu terkejut pembicaraan mereka di dengar Zhu San, namun Kedua Ratu Siluman itu merasa bahagia mendengar ucapannya.


Keduanya menjawab cepat secara bersamaan. Hal itu membuat mereka tertawa senang.


Sesaat kemudian suasana di dalam Goa itu berubah menjadi hening. Hanya deru nafas memburu dan erangan yang terdengar kemudian.


***


Empat hari telah berlalu, suasana Sekte Teratai Biru masih diselimuti ketegangan akan apa yang pernah terjadi dua hari lalu.


Saat pagi di hari ke lima Phoenix Putih dan Phoenix Biru menunggu Zhu San di tepi Telaga Suci, mereka dikejutkan dengan munculnya Zhu San dan Bian Chi secara tiba-tiba.


“Tuan … Akhirnya Anda kembali juga.” Phoenix Putih dan Phoenix Biru segera memberi hormatnya dengan berlutut kepada Zhu San dan Bian Chi yang melayang di atas air Telaga Suci.


“Ternyata benar ucapan Dewa Yao Chan, bahwa Phoenix Putih dan adiknya akan memilih Jalan kebenaran dengan menjadi Abdi kita.”


Zhu San berkata melalui telepati kepada Bian Chi yang menganggukkan kepalanya. Ia memang telah meyakini kebenaran ucapan Dewa Yao Chan yang menemui mereka sesaat sebelum keduanya keluar dari Alam Jiwa.


“Baiklah Phoenix Putih dan Phoenix Biru, Aku tahu kalian berdua telah memutuskan memilih jalan kebenaran. Kami meminta maaf atas apa yang terjadi pada Phoenix Merah.”


Kesedihan terlihat di wajah Phoenix Putih dan Biru mengingat kematian adik mereka oleh serangan Zhu San. Namun mereka menyadari bahwa itu adalah takdir langit yang tidak bisa mereka lawan.


Zhu San lalu meminta Phoenix Putih memberitahu situasi Dunia Atas. Keterkejutan terlihat di wajah Zhu San dan Bian Chi saat mengetahui tentang Cermin Sakti yang akan menjadi senjata hebat setelah bersatunya Serpihan Inti Roh Tiga Iblis sejati.


Ketua Jie Mei, Lian Li dan puluhan anggota sekte lainnya, tiba sesaat setelah Phoenix Putih selesai dengan penjelasannya.


Wajah ketakutan saat melihat Zhu San, membuat suami Bian Chi itu menelan ludahnya seraya tersenyum pahit.

__ADS_1


Ia sudah mengetahui bahwa Sisi Gelapnya akan berbuat keji kepada anggota Sekte Teratai Biru namun akan dicegah juga oleh dua Sosok Dewi yang tak lain adalah Bian Chi dan Lian Li dari dimensi waktu yang berbeda.


---------------------o-----------------------


__ADS_2