
Pertarungan kedua perempuan yang sedang bertarung dengan sengit itu, membuat Lahula dan Laduta hanya bisa melihat saja.
Pertukaran serangan kedua perempuan yang telah bermusuhan sejak ribuan tahun lalu itu, berlangsung dengan sangat cepat dan semakin berbahaya dari waktu ke waktu.
Untuk belasan kali pertukaran serangan, long Li hanya bertahan saja. Namun setelah ia mengeluarkan tongkat pendek yang ujungnya setajam mata anak panah, keadaan kembali berimbang.
Tongkat yang berwarna putih dan terbuat dari batu langka di alam semesta lain itu, memiliki kekuatan yang tak kalah dari pedang pusaka Teratai Biru.
Kedua senjata seringkali berbenturan dan mengeluarkan energi yang memercik bagai sebuah petir. Energi itu beberapa kali nyasar ke arah kota Xiangqing yang telah hancur perisai pelindungnya.
Jerit kematian puluhan orang terdengar seiring dengan meledaknya puing-puing bangunan yang telah runtuh itu.
Hal itu membuat Zhu San segera meminjam kembali Pedang Yin dari Bian Chi , lalu membuat perisai Pelindung yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Cukup lama Zhu san membuat perisai pelindung itu dan saat Ia telah selesai, Sebuah teriakan terdengar keras dari Long Li seiring tubuhnya yang terpental hingga lebih dari seratus meter dan berhenti saat menghantam tanah.
Sebuah cekungan besar dan cukup dalam segera terlihat di dinding danau besar yang berwarna merah darah itu.
Terlihat kemarahan di wajah Long Li sebelum Ia kembali melesat ke udara setinggi lebih dari seratus meter dimana Lian Li sedang menatapnya dengan senyuman mengejek.
“Kurang Ajar Kau Dewi Teratai Biru! Rasakan ini!”
Setelah berada tak jauh dari hadapan Lian Li yang dirasuki Roh Dewi Teratai Biru, Long Li segera mengangkat tongkat pendeknya ke udara.
Seketika terdengar suara menggelegar yang sangat keras seiring dengan melesatnya sebuah petir besar ke udara. Petir tersebut segera berubah menjadi seekor ular naga yang tubuhnya diselimuti oleh ratusan petir kecil.
Naga petir sepanjang seratus meter itu, segera meliuk-liuk di udara sebelum berhenti setelah tubuhnya melingkari Lian Li yang masih terdiam melihatnya.
“Jurus kacangan ini masih kau gunakan untuk melawanku? Bodoh sekali kau Long Li!”
Setelah berkata demikian, tiba-tiba sebuah cahaya berwarna biru memancar dari tubuh Lian Li yang segera membentuk sebuah bola energi bergaris tengah tiga meter.
Tubuh Lian Li yang kini berada di tengah-tengah bola energi biru itu, tiba-tiba berputar sangat kencang sehingga tubuhnya tidak terlihat.
__ADS_1
Seiring dengan hal tersebut, bola energi itu pun semakin membesar dan terus membesar hingga akhirnya bergaris tengah sepuluh meter.
Melihat hal itu, wajah Long Li terlihat kesal, lalu Ia menggerakkan kedua tangannya. Seketika tubuh naga petir itu meledak. Ledakkan dimulai dari ekornya terus bergerak ke arah kepala.
Ledakkan itu melesatkan puluhan petir besar ke arah Lian Li yang tubuhnya masih terus berputar dengan cepat di dalam bole energi berwarna biru.
JEDAAAR JEDAR JEDAAAR
Puluhan petir besar bertubi-tubi menghantam lingkaran biru yang ternyata bisa mementalkan lecutan petir itu hingga ke berbagai arah dengan kuat.
Zhu San dan Bian Chi serta Laduta dan Lahula, berjibaku menghindari hantaman petir itu dengan melompat kesana kemari dan bergerak menjauhi tempat itu hingga sejauh lebih dari dua ratus meter.
JEEEDAAAAARRR
Sebuah petir sangat besar dan dua kali lipat lebih besar dari petir-petir sebelumnya, terlihat menghantam bola energi berwarna biru itu saat kepala Naga Petir meledak dengan sangat keras.
Terdengar teriakan keras dari Lian Li sesaat setelah petir besar itu menghantam bola energi dan meledakkannya. Sesaat kemudian terlihat tubuh Lian Li terpental ke udara hingga setinggi lima puluh meter.
Melihat hal itu, Zhu San segera berpindah tempat dalam sekejap saat melihat Long Li hendak melesat ke arah Lian Li yang ternyata sedang kesakitan akibat tubuhnya terkena petir terbesar tadi.
“Li’er… Eh Dewi Teratai Biru, apakah Anda Baik-baik saja?” Tanya Zhu San sambil mengalirkan energi penyembuh Yinyang ke punggung Lian Li.
Seketika wajah Lian Li tersentak kaget saat luka dalamnya telah disembuhkan dengan cepat.
“Aku Baik-baik saja. Tidak ku duga siluman keji itu telah meningkat kekuatannya. Kau memiliki tubuh Yinyang sejati bukan?”
Melihat Zhu san mengangguk, Dewi Teratai Biru segera melanjutkan kalimatnya.
“Gunakan segel Yinyang dari kedua pedang kalian untuk menyegelnya saat nanti aku berhasil mengurungnya dengan jurus terkuat yang kumiliki. Sekarang kalian bersiaplah.”
“Mengapa tidak membunuhnya saja Dewi? Kenapa harus bersusah payah menyegelnya?” Tanya Zhu san sedikit keheranan.
“Membunuhnya sama saja dengan mengundang malapetaka yang lebih besar dan membuat alam semesta menjadi musnah. Ikuti saja apa yang ku katakan tadi.”
__ADS_1
Walau sedikit penasaran dengan ucapan Dewi teratai Biru, namun Zhu San menyimpannya karena Long Li telah melesat ke tempat dimana mereka berada.
Zhu San segera melesat kembali ke samping Bian Chi. Lalu Ia menjelaskan apa rencana yang dimiliki oleh Dewi Teratai Biru.
Bian Chi segera mengulurkan Pedang Yin kepada Zhu San yang telah mengeluarkan kembali Pedang Yang. Ia memasukkan pedang itu ke dalam Cincin Jiwa sesaat sebelum berpindah tempat menyelamatkan Lian Li tadi.
Sementara Bian Chi bersiap menahan serangan dari kedua makhluk kuno yang ternyata berasal dari Bangsa Org itu.
Sesaat kemudian keempat orang yang berada di udara itu, dikejutkan dengan ledakan energi dari tubuh Long Li yang tiba-tiba berubah menjadi Ular Naga berwarna kuning keemasan.
“Inikah kekuatan sesungguhnya dari Ratu Naga Long Li?” Tanya Lahula seraya menelan ludahnya merasakan tekanan udara yang begitu kuat kembali mendera tubuhnya.
Belum mendapat jawaban dari rekannya Laduta yang masih terdiam, sebuah ledakan energi yang sedikit lebih besar, mendadak memenuhi udara.
“Sepertinya pertarungan akan mencapai puncaknya. Perempuan berpedang biru itu, memiliki kekuatan yang menyamai… ah tidak… sedikit lebih besar dari Ratu Naga.”
Ucapan Laduta membuat Lahula mendapat firasat buruk, apalagi saat Ia melihat Zhu San telah memegang kedua pedang di tangannya.
“Sepertinya manusia itu akan ikut campur dengan melakukan sesuatu hal. Kita harus bersiap untuk membantu Ratu Naga Long Li jika nanti dugaanku ini benar.”
Ucapan Lahula disetujui oleh Laduta yang segera mengalihkan pandangan ke arah Zhu San yang telah bersiap dengan kedua pedang di tangannya.
Perhatian Laduta segera teralihkan saat tiba-tiba mendengar suara dari tubuh ratu Naga Long Li.
Ia merasa takjub dengan apa yang dilakukan long Li yang tubuhnya seketika membesar dan memanjang hingga seratus meter lebih.
Namun di saat yang hampir bersamaan sesuatu terjadi pada Tubuh Lian Li yang tiba-tiba terpental ke belakang ketika sebuah asap bayangan keluar dan membesar hingga setinggi sepuluh meter.
Lian Li yang terpental dan kembali mendapatkan kesadarannya segera melesat ke arah Zhu San dan Bian Chi.
“Kakak Chi … Biar Aku membantumu menghadang mereka berdua yang sepertinya menyadari apa yang akan dilakukan oleh San Gege.”
Mendengar ucapan Lian Li, Kini Zhu San menyadari bahwa Bayangan Raksasa yang kini tengah berhadapan dengan Naga Petir Raksasa itu adalah Roh Dewi Teratai Biru.
__ADS_1
“San Gege … Dewi mengatakan akan menggunakan Jurus terkuatnya saat ini. Ia memintamu bersiap untuk menyegel Ratu Siluman Naga itu.”
-------------------------O------------------------------