
Udara menjadi berat dalam radius sepuluh meter, saat Pedang Berat di tangan Qiao Bun memancarkan cahaya berwarna ungu itu.
Zhu San menelan ludahnya, saat merasakan Aura berat itu membuat posisi melayangnya menjadi tidak stabil.
Sementara Tsao Beng yang sudah terbiasa dengan tekanan udara berat itu, terlihat tidak goyah sedikitpun.
Hal itu menunjukan kekuatan mereka berdua di atas kekuatan yang Zhu San miliki.
“Tapak Racun Biru!”
Tsao Beng segera melesat dengan sangat cepat memberikan serangan tapak ke dada Zhu San.
Namun tebasan pedang Awan Biru membuat Tsao Beng menarik kembali serangan tapaknya.
Ia menghindari tebasan itu dengan melompat ke atas dan segera berada di belakang Zhu San yang terkejut dengan tebasan Pedang Berat yang datang dari Qiao Bun.
TRANG
PLAAK
Zhu San menahan tebasan dan juga serangan tapak ke punggungnya dengan cepat. Hal itu membuat posisi melayangnya menjadi goyah yang segera dimanfaatkan oleh Qiao Bun.
Tebasan menyamping Pedang Berat Qiao Bun hampir gagal Zhu San hindari. Zhu San yang menarik badannya ke belakang harus harus berjibaku menghadang serangan tapak dari Tsao Beng.
Zhu San segera membalikan badannya dan menahan serangan tapak itu dengan Tapak Yin Yang Sejati.
PLAAK!!
Zhu San pun melompat ke udara saat tebasan Pedang Qiao Bun terlihat mengarah ke punggungnya.
Suara benturan dua pedang dan benturan dua tapak tangan yang beradu, berulangkali terdengar menghiasi heningnya suasana malam di tepi sungai yang bernama Liao.
Suara itu menunjukan bahwa Zhu San berhasil mengimbangi serangan dua orang pendekar dari Kekaisaran Wei itu.
Sebuah serangan yang datang bersamaan dengan gerakan yang sangat cepat, berhasil Zhu San tahan dengan Pedang Awan Biru dan tapak kirinya.
Kedua pendekar dari kekaisaran Wei terlihat mundur, setelah benturan itu. Setidaknya mereka telah bertarung hampir seratus jurus.
“Bocah hebat juga kau … Tapi jangan senang dulu, kami baru menggunakan tiga puluh persen kekuatan. Sebaiknya kau menyerah dan serahkan pedang itu.”
Tsao Beng berkata yang membuat Zhu San tertegun mendengarnya. Rasa was-was pun kini mulai menyelimuti hati Zhu San.
__ADS_1
“Dia baik-baik saja walau telah bersentuhan dengan tapak tangan yang mengandung racun api biruku, sepertinya tapakku harus mengenai tubuhnya baru racun itu bekerja padanya.
Tanpa Zhu San ketahui, Tsao Beng sedang merasa heran dengan kekuatan tapak Yinyang Sejati yang Ia miliki.
Hal itu karena Racun Api Biru Tsao Beng terlihat tidak bekerja sama sekali terhadap tubuh Zhu San walau tapak mereka telah puluhan kali beradu.
“Kekuatan mereka jauh di atas kekuatan yang kumiliki, walau teknik gabungan pedang dan tapakku mampu mengimbangi teknik mereka dengan susah payah.”
Zhu San berkata demikian dalam benaknya saat menyadari Aura kekuatan yang mereka tunjukan.
Ia merasa ragu apakah latihannya yang setiap hari selama tiga tahun itu, dapat menahan serangan ke dua orang itu jika mereka mengalirkan tenaga lebih besar lagi.
Udara bertambah berat ketika pedang di tangan Qiao Bun menyala lebih terang lagi setelah Ia mengalirkan tujuh puluh persen tenaga dalamnya.
Hal yang sama terjadi pada kedua telapak tangan Tsao Beng yang kini berwarna biru keputihan dan dua kali lipat lebih terang dari sebelumnya.
Raut wajah Zhu San memburuk saat merasakan pancaran tenaga kedua orang itu semakin membesar.
Udara pun menjadi dua kali lipat lebih berat dari sebelumnya, hal itu membuat Zhu San bersusah payah untuk mempertahankan posisi melayangnya.
Qiao Bun melesat lebih dulu dengan sebuah tebasan yang cepat ke arah dada Zhu San.
TRANG
Qiao Bun tak memberi Zhu San banyak waktu untuk menstabilkan posisinya. Ia segera memberi serangan susulan dengan menebas kembali dada Zhu San.
Zhu San yang terkejut dengan apa yang baru saja terjadi, menjadi panik melihat serangan yang menebas dadanya itu.
Ia hanya sempat menarik mundur tubuhnya dari tebasan kuat itu.
Sreett
Jubah Biru gelap Zhu San di bagian depan sobek bersama putusnya tali sarung pedang Awan Biru.
Sarung pedang Awan Biru jatuh diantara semak-semak yang banyak tumbuh di tepi sungai Liao itu.
Sementara Zhu San merasakan sedikit perih di bagian dadanya yang terkena tebasan ujung Pedang Berat Qiao Bun.
Ia segera melesat mundur, namun tekanan udara yang telah dua kali lipat berubah jadi lebih berat, membuat gerakannya menjadi lambat.
Tsao Beng pun segera melesat cepat saat melihat Zhu San sedang kepayahan untuk mempertahankan posisi tubuhnya.
__ADS_1
Zhu San terkesiap saat merasakan adanya serangan dari arah samping kanannya. Ia pun segera berbalik dan menahan tapak tangan kanan Tsao Beng dengan tapak tangan kirinya.
PLAK
Zhu San berhasil menahan serangan tapak kanan Tsao Beng. Namun serangan tapak kiri ke arah perutnya itu, tak bisa Zhu San hindari lagi.
DESH
ARRGGHH
Tubuh Zhu San terpental hampir tiga puluh meter hingga menabrak sebatang dahan sebuah pohon yang mencondong ke arah sungai Liao.
Pangkal batang pohon itu berada di sisi seberang dari tempat dimana Luo San dan Qing Jun berada, keduanya kini tersenyum melihat apa yang terjadi pada Zhu San.
Sementara pedang Awan Biru yang terlepas dari tangannya dengan cepat segera di raih oleh Tsao Beng.
BRAK
KRAAAKK
Punggung Zhu San menabrak dahan pohon yang seketika itu patah karena kerasnya benturan dengannya.
Perutnya yang terasa hancur dengan rasa yang sangat panas itu, membuat tubuh Zhu San menjadi lemas karenanya.
BYUUUR
Suara tubuh dan dahan pohon yang besar, jatuh ke air. Suaranya terdengar cukup keras di telinga Tsao Beng dan Qiao Bun yang kini telah kembali berada di dekat Luo San dan lainnya.
“Apakah dia telah mati saudara Tsao Beng?” tanya Luo San saat melihat Tsao Beng tidak segera mengejar tubuh Zhu San yang telah berada di dalam air.
“Aku yakin dia akan mati dengan rasa panas di sekujur tubuhnya. Racun Api dengan tujuh puluh persen kekuatanku, jarang sekali gagal membunuh orang yang telah terkena racun itu.”
Tsao Beng berkata dengan sangat yakin akan kekuatannya. Hal itu membuat Luo San pun menjadi tenang.
Satu orang yang Ia khawatirkan akan menghalangi jalan Aliansi yang Ia pimpin, kini terbujur kaku di dalam air sungai Liao.
“Ini pedang pemuda itu, ku hadiahkan padamu saudara Luo.” Tsao Beng lalu melemparkan Pedang Awan Biru ke pada Luo San yang menerimanya dengan senyum yang lebar.
“Terimakasih saudara Tsao Beng, Kau telah berjasa besar kepada kami. Aliansi pasti akan memberimu hadiah yang sangat pantas setelah semua rencana kami menguasai Kekaisaran Liu telah berhasil.”
Tsao Beng dan Qiao Bun tersenyum senang mendengar hal itu. Mereka pun lalu berjalan berlawanan arah dengan arus Sungai Liao.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari bahwa mereka baru saja menggali kuburan mereka sendiri dengan apa yang mereka lakukan terhadap Zhu San yang sedang dijemput oleh takdir yang telah langit tetapkan padanya.
*****