Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
288: Pelindung Sekte


__ADS_3

“Guru, Terimalah hormat Kami. Mohon lindungi Kami dan Sekte ini dari kehancuran.”


Ucapan Gong Fei kembali membuat Zhu San dan Bian Chi terkejut. Keduanya kehabisan kata untuk beberapa saat karena dipanggil Guru oleh mereka semua.


“Ketua Fei! Apa yang Anda lakukan?! Mohon berdirilah. Jangan perlakukan kami seperti ini.” Zhu San lalu mengerahkan energi qi nya untuk membuat Gong Fei berdiri.


“Guru …”


“Ketua Gong Fei! Kami akan pergi dari tempat ini jika anda terus memanggil Kami dengan sebutan seperti itu.” Zhu San memotong perkataan Gong Fei yang sepertinya ingin memprotes apa yang Ia lakukan tadi.


“Kami adalah murid dari Leluhur Yao San dan Gong Yi, tetapi kedua leluhur tersebut telah berbentuk Roh saat bertemu dengan Kami. Jadi tidak ada alasan bagi Anda dan semua orang di Sekte ini menyebut Kami sebagai guru.”


Semua orang terdiam mendengar ucapan Zhu San. Namun, bagaimanapun juga status dalam Sekte, Zhu San tetaplah guru bagi mereka. Tetua XI Tong tersenyum saat mendapatkan sebuah ide.


“Ketua dan Tetua serta seluruh Anggota Sekte, Aku mempunyai usul, bagaimana Jika mereka berdua kita nobatkan Sebagai Pelindung Sekte Pedang Suci. Dengan begitu kita tidak akan berlaku kurang Ajar terhadap Murid leluhur Yao San Dan Leluhur Gong Yi.”


Ucapan Xi Tong teriakan seluruh anggota dan juga para Tetua. Wajah Ketua Gong Fei pun terlihat senang karena terpecahkan dari masalahnya tentang mereka berdua.


Sementara Zhu San dan Bian Chi saling berpandangan sejenak, keduanya pun berunding melalui telepati mereka.


“Baiklah Ketua Gong, Tetua dan seluruh anggota Sekte pedang Suci, Kami tidak mempunyai alasan untuk menolak apa yang Paman Xi Tong ungkapkan tadi. Mohon semuanya untuk berdiri.”


Perkataan Zhu San disambut oleh sorak sorai anggota Sekte Pedang Suci. Hanya wajah Ketua Jie Mei yang terlihat sedih, mengingat sektenya telah musnah.


Malam itu, di Aula Sekte Pedang Suci, diadakan pesta meriah untuk merayakan penobatan Zhu San dan Bian Chi sebagai Pelindung Sekte.


Ketua Gong Fei dan lima orang tetua serta Ketua Jie Mei berada satu meja dengan Zhu San dan Bian Chi.


“Selamat Ketua Gong, Sekte anda memiliki Pelindung Sekte yang sangat hebat. Aku bersulang untuk sekte Anda.” Ketua Jie Mei berkata seraya mengangkat cawan yang telah berisi arak.


“Terimakasih Ketua Jie Mei. Atas Nama Sekte Pedang Suci, Kami turut berduka atas apa yang menimpa Sekte teratai Biru. Kami akan membantu sekuat kami jika anda Ingin membangun kembali sekte Anda. Sekte Pedang Suci berhutang Budi atas informasi Anda. Kami pasti akan membayarnya sekalipun nyawa sebagai taruhannya.”

__ADS_1


Ketua Gong Fei menjawab setelah mengangkat cawan dan meminum arak di dalamnya. Ketua Jie Menganggukkan kepalanya.


“Ketua Gong … Sedari tadi Aku ingin bertanya, siapakah dua orang yang berada dalam lukisan besar itu.” Zhu San tak bisa lagi menahan penasarannya, saat melihat dua lukisan besar terpajang di belakang Kursi Ketua Sekte.


“Pria dalam lukisan itu adalah Leluhur Gong Xhun, beliau adalah ketua Sekte Pedang Suci ke dua. Dan perempuan dalam lukisan itu adalah Leluhur Gong Yi, adik leluhur Gong Xhun sekaligus Isteri pertama dari tujuh isteri Dewa Yao Chan.”


“Tujuh Isteri? Ah … Aku menjadi iri mendengarnya.” Tanya Zhu San yang sempat terkejut mengetahui jumlah Isteri Sang Dewa yang menemui mereka saat berada di Alam Jiwa.


Semua yang satu meja dengan sepasang suami isteri itu, tersenyum tipis saat melihat Bian Chi melotot seraya mencubit pinggang Zhu San yang seketika meringis kesakitan.


Malam itu Zhu San dan Bian Chi mendapatkan banyak informasi tentang Dunia Atas dan situasinya dari Ketua Gong Fei dan Ketua Jie Mei.


Keduanya mengetahui keberadaan Long Niu dan juga tentang Sekte Pedang Angin yang kini telah musnah akibat di serang oleh musuh-musuh yang dendam kepada Shen Rong.


Satu hal lain yang menarik perhatian Zhu San dan Bian Chi adalah kisah dari Ketua Jie Mei tentang Legenda Bunga Teratai Biru.


***


Chang Bei berteriak histeris di depan sebuah goa yang berada di sebuah jurang yang dalamnya lebih dari lima ratus meter.


Teriakan kesedihan karena kematian Sang Isteri, mengejutkan sosok sepuh berjubah hitam yang sedang bermeditasi di dalam Goa.


Dalam satu kedipan mata, sosok sepuh itu telah berada di luar Goa dan berada satu meter di depan Chang Bei.


“Bei’er Siapa yang mencelakai Yin’er!” dengan suara yang terdengar geram, Sosok Sepuh itu bertanya kepada Chang Bei.


“Guru … Kami bertemu lawan kuat saat hendak memusnahkan Sekte Pedang Suci. Sepasang Suami Isteri yang sedikit lebih muda dari Kami.”


Sosok sepuh yang tak lain adalah Qi Shang itu, tersentak mendengar ucapan murid pertamanya Chang Bei. Ia pun berlutut dan memeriksa jasad murid Keduanya yang telah membeku terselimuti oleh lapisan Es.


“Pedang Yin!? Hanya Pedang itu yang bisa membuat jasad membeku seperti ini … Apakah mereka murid Yao San dan Gong Yi? Jika benar, kabar mengenai kematian mereka seribu tahun lalu oleh Dewi Kegelapan adalah berita bohong.”

__ADS_1


Qi Shang berkata dalam benaknya.”Bei’er Aku tahu kau sangat sedih atas kematian isterimu. Tapi Kau harus menjalani latihan lagi untuk meningkatkan kekuatanmu. Dengan begitu Kau bisa membalas dendam atas kematian Yin’er.”


Chang Bei terlihat bingung dengan perkataan gurunya. “Guru … Apakah Guru tidak ingin membalas dendam atas kematian Yin’er?”


“Guru masih harus menyelesaikan meditasi untuk menguasai level Tiga Jurus Murka Iblis Angin. Mungkin satu atau dua bulan lagi baru selesai. Kau mulailah berlatih Jurus utama Pedang Kristal Merah, Kehampaan Jiwa Pedang. Sebelum itu Kau carilah peti untuk jasad Yin’er. Tubuhnya tidak akan membusuk selama ratusan tahun karena Es Abadi yang menyelimuti jasadnya.”


Sosok Qi Shang kembali menghilang dari pandangan mata Chang Bei yang terlihat antusias saat Sang Guru memberi Kitab yang berisi Jurus Puncak Pedang Kristal Merah kepadanya.


****


AARRGGHHH


Suara Jeritan Qiu Lan terdengar pada hari ke tujuh proses pemindahan energi Ketiga Serpihan Inti Roh Iblis Sejati.


Jeritan Qiu Lan disebabkan oleh rasa sakit di bahu kanannya yang hendak ditumbuhkan kembali lengannya oleh Ketiga Roh Ibis Sejati itu.


Selama satu jam lebih, Qiu Lan tak berhenti menjerit karena mengalami rasa sakit yang luar biasa pada setiap tiga menit sekali.


Nafas Qiu Lan terengah-engah dengan keringat mengalir deras dari kulit tubuhnya yang polos. Namun keringat itu tidak sederas seperti tiga jam lalu, saat tubuhnya mengeluarkan Api biru yang sangat panas.


Mata Qiu Lan melotot lebar saat mendapati lengan kanannya kembali pulih dan terlihat seperti sedia kala. Senyumnya mengembang saat merasakan tiga energi berpusar dalam tubuhnya.


“Tangan Kananmu sekarang menjadi senjata hebat, Cobalah Kau alirkan ketiga energi dari kami ke arah tangan itu.”


Salah satu bayangan Iblis sejati berkata kepada Qiu Lan yang masih memandangi telapak tangan kanannya.


Sesaat setelah mengikuti perkataan Roh Iblis Sejati itu, mata Qiu Lan melotot lebar melihat apa yang terjadi dengan tangan Kanannya.


Tangan Kanan sebatas bahunya, kini berubah menjadi seperti kristal yang berwarna biru. Dan pada telapak tangannya yang terkepal, berpusar angin tornado kecil yang bergerak sangat cepat sekali.


-------------------------O---------------------------

__ADS_1


__ADS_2