Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
060: Mendatangi Hutan Siluman


__ADS_3

Fu Kuan dan Qin Rui yang telah mendapat kabar tentang selamatnya rombongan Sekte Kuil Cahaya Suci, segera melanjutkan perjalanan mereka ke arah selatan.


Keduanya kini melesat menggunakan teknik peringan tubuh mereka yang tinggi dengan wajah yang terlihat bahagia.


Senyum tak pernah hilang dari kedua bibir mereka yang kini terlihat berbincang sangat akrab sembari melompat dari dahan pohon ke dahan pohon yang lainnya.


Saat senja tiba, keduanya telah berada di Sekte Pisau Perak yang merupakan Sekte Aliran Putih yang dipimpin oleh Gui Bang.


Kedatangan keduanya, segera disambut oleh seorang Tetua Sekte yang rupanya mengenali Fu Kuan karena pernah bertemu dengannya.


Tetua Sekte Pisau Perak itu, awalnya sangat terkejut ketika bertemu dengan Fu Kuan.


Hal Itu karena Ia telah mendapat kabar tentang kematian Sosok Sepuh Jagoan Nomor Satu Aliran Putih di dunia persilatan Kekaisaran Liu itu.


Mendapati kenyataan bahwa kabar tersebut tidak benar, tentu saja Ia merasa sangat gembira.


Kedatangan Fu Kuan ibarat hujan di saat musim kemarau. Mengingat situasi dunia persilatan yang tengah dilanda kekacauan Akibat gerakan Aliran Hitam.


“Tetua Gui Shang … Kedatanganku kemari adalah ingin bertamu dan juga berbicara mengenai satu dua hal dengan Ketua Gui Bang, Apakah beliau ada?”


Fu Kuan sengaja berkata demikian untuk mengetahui keberadaan Gui Bang.


Wajah Fu Kuan dan Qin Rui memburuk saat mendengar jika Ketua Gui Bang, belum kembali dari Ibukota Kekaisaran Shangyu untuk menghadiri undangan turnamen.


Fu Kuan pun memutuskan untuk tidak memberi tahu Tetua Gui Shang tentang apa yang mungkin terjadi terhadap Kakaknya yang juga Ketua Sekte Pisau Perak itu.


Setelah berpesan untuk meningkatkan penjagaan dan keamanan di sekte, Fu Kuan dan Qin Rui pun meninggalkan Sekte Pisau Perak dan segera menuju ke arah Timur


***


Satu Jam kemudian, saat malam mencapai puncaknya, Zhu San melesat dari atas kapal di mana Song Ruo, In Xeuxu dan Nenek Qin Ji melepas kepergiannya.


Ketiganya pun terlihat kagum saat melihat teknik peringan tubuh Fu Kai yang membuat Zhu San telah berada di tepi sungai, hanya dengan satu kali saja menjejakkan kakinya di permukaan air.


Zhu San sengaja tidak melayang. Hal itu agar tidak tersebar berita oleh para kru kapal yang juga melihat kepergiannya.


Keberadaan dirinya yang masih hidup tidak boleh diketahui oleh Aliansi Aliran Hitam yang mungkin saja masih mengejar dirinya. Dan berita seorang yang mampu melayang tentu saja akan dengan mudah tersebar.


“Selamat Jalan Paman!”

__ADS_1


Zhu San berteriak seraya melambaikan tangannya. Jubahnya yang berwarna putih itu, membuat gerakan tangannya terlihat oleh mereka bertiga.


“Hati-hatilah Lung’er jangan memaksakan dirimu!” Song Ruo pun berteriak membalas ucapan Zhu San seraya melambaikan tangannya.


Setelah Kapal dengan layar besar yang mengandalkan arah angin untuk melawan arus sungai Liao itu menghilang dari pandangannya, Zhu San segera melesat menyusuri tepi sungai.


Menurut keterangan Pemimpin Kapal itu, Pohon yang batangnya melengkung dan menyerupai sebuah pintu gerbang, berada sepuluh kilometer ke tenggara dan telah mereka lewati beberapa jam yang lalu.


Dengan Teknik Fukai yang Ia miliki, mudah saja bagi Zhu San menyusuri tepi sungai itu. Dalam waktu kurang dari satu jam akhirnya Zhu San menemukan apa yang Ia cari.


Zhu San mengamati pohon yang batangnya melengkung dan membentuk sebuah pintu masuk ke dalam lembah Houzhun sesuai dengan apa yang berada dalam peta.


Zhu San lalu mencari sebuah tempat yang agak luas, Ia menemukan sebuah batu yang cukup besar untuk Ia duduki.


Zhu San memutuskan menunggu pagi untuk memasuki hutan Siluman. Ia menunggu pagi dengan bermeditasi di atas batu tersebut.


Dengan bermeditasi, Zhu San pun berhasil menenangkan pikirannya dari berbagai masalah yang harus Ia hadapi ke depannya nanti.


Saat pagi tiba, Zhu San tersenyum dan menatap pohon di depannya. Selain pikirannya jauh lebih tenang, Tenaga Dalamnya pun telah pulih seratus persen.


Zhu San segera melesat dan memasuki hutan Siluman dengan pedang yang telah berada di tangannya. Pedang yang Ia beli dari seorang kru kapal.


Ia merasa menembus sebuah lapisan kabut saat telah sepuluh langkah memasuki hutan. Hal selanjutnya membuat Zhu San segera menjadi waspada.


Ia merasakan adanya bahaya yang datang dari dua arah yang berbeda dan juga udara dengan hawa yang berbeda pula.


Dari sebelah kanannya, Zhu San merasakan udara yang berhawa panas dan juga belasan ekor gorila berbulu merah, memandangnya dengan tatapan membunuh.


Sebaliknya dari sebelah kirinya, Zhu San merasakan hawa udara dingin dan juga tatapan membunuh dari belasan ekor beruang besar berbulu putih setinggi dua meter lebih.


Gorila dan beruang yang sama tinggi dan besarnya itu, kini mulai mendekat ke arah Zhu San berada.


Dua ekor gorila segera saja melompat dan akan menyerang kepala Zhu San. Zhu San segera saja menebaskan pedangnya ke arah dua gorila tersebut.


Namun yang terjadi di luar dugaannya. Kedua gorila itu segera menarik tangannya dan segera menunduk menghindari tebasan pedangnya.


“Apa!! Gorila ini bisa menghindari serangan dariku?!!”


Belum sempat hilang dari rasa terkejutnya, Zhu San telah kembali mendapat serangan cepat dari kedua gorila yang menyerang bagian kakinya.

__ADS_1


Zhu San melompat setinggi lima meter dan melayang di udara. Kedua Gorila itu entah terkejut entah bagaimana, menatap Zhu San dan berteriak seraya memukuli dada mereka.


GRRRR GRRRR HAH HAH


Sesaat kemudian Zhu San dikejutkan dengan lompatan kedua gorila itu.


Keduanya kini telah berada setinggi dirinya dan tangan mereka bergerak sangat cepat memukul tubuhnya.


Zhu San menahan sebuah pukulan dengan Tapak tangan kirinya, sementara pedang di tangan kanannya berhasil menebas tangan gorila yang hendak menamparnya.


GRRRRRR GRRRRR


Kedua gorila itu jatuh berdiri dan berteriak marah padanya .


Mata Zhu San melotot lebar saat dirinya mengetahui pedang di tangannya, tidak mampu memotong tangan gorila itu walau Ia telah menebasnya dengan sangat kuat.


Zhu San akhirnya menyadari bahwa Siluman gorila ini bukan siluman gorila biasa.


Hal itu terlihat dari banyaknya tulang belulang manusia di sepanjang jalan yang berada sepuluh meter di depannya.


“Mungkinkah siluman ini yang telah menyerang mereka semua, kekuatannya memang tidak manusiawi. Sepertinya mereka kebal terhadap senjata.”


Zhu San pun segera memasukan pedang ke dalam sarung di pinggangnya. Ia pun lalu mengalirkan tujuh puluh persen tenaga dalam ke seluruh tubuhnya.


Udara panas dan dingin segera memancar kuat dari tubuh Zhu San.


Tanpa Zhu San duga, puluhan siluman dari dua jenis yang berbeda itu, segera bereaksi dengan apa yang baru saja Ia lakukan.


Dua ekor siluman gorila yang menyerang tadi, kini melompat menjauhi dirinya saat Ia bergerak turun mendekati mereka.


Beberapa saat kemudian, Siluman Beruang Putih dan Siluman Gorila Api itu, melesat meninggalkan Zhu San.


Mereka seolah-olah melihat sosok monster yang menakutkan ketika melihat Zhu San yang telah bersiap menyerang mereka.


Zhu San akhirnya memutuskan untuk melewati jalan tersebut dengan melayang di udara. Dengan cara seperti itu, Ia berharap dapat dengan cepat sampai di lembah Houzhun.


Namun apa yang diduga oleh Zhu San ternyata tidak sepenuhnya benar.


Saat baru melayang sekitar seribu meter, Zhu San terkesiap melihat apa yang kini berada di depan matanya.

__ADS_1


*****


__ADS_2