
“Guru … Mengapa Guru bersikap demikian kepada Lung’er?”
Song Ruo segera bertanya pada sosok nenek yang ternyata adalah guru mereka berdua.
“Bocah ini … Apakah kau mengenal Qin Rui? Seperti apakah Dia? Cepat jawab!”
Sosok Nenek tersebut membentak Zhu San dengan suara yang lebih keras lagi. Rasa penasarannya mengabaikan pertanyaan muridnya sejak tujuh tahun lalu itu.
Namun Zhu San segera menjawabnya saat Ia menyadari sesuatu ketika melihat sosok yang sangat mirip dengan Nenek Qin Rui itu.
“Nenek Qin Rui sangat mirip dengan Anda Nenek, Ia seorang tokoh Dunia persilatan Kekaisaran Liu yang terkenal dengan julukan Dewi Es karena memiliki energi dingin di dalam tubuhnya.”
“Jadi kakak Kembarku itu berada disana? Pantas saja aku tidak menemukannya di Kekaisaran Qing ini.”
Zhu San tersenyum saat dia menebak jika Nenek yang ada dihadapannya adalah Saudara kembar dari Nenek Qin Rui.
Zhu San pun lalu menceritakan bahwa Ia mengenal Nenek Qin Rui yang kini tengah berada di Kota Shangyu.
Wajah Nenek yang mengenalkan dirinya kepada Zhu San dengan nama Qin Ji itu, terlihat senang mendengar informasi yang Zhu San berikan.
Namun saat mendengar Nenek Qin Rui memiliki cucu bernama Qin Yu, dahi Nenek Qin Ji segera mengerut.
“Apakah Ia telah menikah? Siapa Lelaki bertubuh Istimewa yang menjadi suaminya itu?”
“Tidak Nenek Qin Ji, Nenek Qin Rui belum menikah saat ini. Karena saat Nenek Qin Rui masih muda, Ia tidak berhasil bertemu dengan sosok pria yang juga memiliki jenis tubuh yang sama.”
Zhu San berkata panjang lebar untuk menjelaskan keadaan yang Ia ketahui. Hal itu membuat Nenek Qin Ji segera bertanya kepada Zhu San.
“Jadi Ia pun masih hidup sendiri hingga saat ini, kenapa kami berdua mengalami nasib yang sama, terlahir dengan tubuh Istimewa yang ternyata sangat sulit untuk mencari Suami.”
Nenek Qin Ji menengadah ke atas seraya memejamkan matanya. Helaan nafas panjang terlihat Ia lakukan.
Ia dan Kakaknya ditakdirkan langit memiliki tubuh Yin dan Yang Sejati. Hal itulah yang membuat keduanya masih hidup sendiri hingga saat ini.
Qin Ji lalu bertanya kepada Zhu San tentang jatidirinya. Namun Song Ruo lah yang menjawab pertanyaan itu dengan cepat.
__ADS_1
Qin Ji terlihat terkejut mendengar hal tersebut. Lalu Ia meminta Zhu San untuk membawa mereka ke Kota Shangyu untuk bertemu dengan Kakak kembarnya itu.
Namun jawaban Zhu San membuat Nenek Qin Ji dan kedua muridnya itu terkejut.
“Maafkan Aku Nenek Qin Ji, Aku akan menuju ke lembah Houzhun selagi masih berada di kekaisaran Qing ini.”
“Apa lembah Houzhun? Apakah kau tak tahu jika lembah Houzhun dikelilingi oleh Hutan Siluman? Apa yang kau cari disana?”
Zhu San hanya tersenyum canggung mendengar pertanyaan Nenek Qin Ji. Ia pun lalu menjelaskan dengan tetap menyembunyikan sesuatu yang Ia cari.
Song Ruo Pun mencoba menahan keinginan Zhu San, karena tidak ada seorang pun Pendekar yang berani memasuki Hutan Siluman itu karena sangat berbahaya.
Hutan siluman dijaga oleh siluman Gorilla Api dan siluman Beruang Es. Keduanya memiliki kekuatan yang sangat hebat.
Dahulu pernah ada seorang Pendekar Nomor satu Kekaisaran Qing yang mencoba masuk ke dalam Hutan Siluman itu.
Namun beberapa jam kemudian Ia keluar dari tempat tersebut dengan luka yang sangat parah. Tubuhnya tercabik-cabik di beberapa bagian.
Dari dirinyalah, informasi tentang Raja Siluman Gorila Api dan Raja Siluman Beruang Es itu, diketahui luas oleh mereka yang berada di Kekaisaran Qing.
“Maafkan Aku Paman, Aku harus tetap kesana demi sebuah tujuan yang telah diperintahkan oleh kedua guruku.”
Zhu San berkata saat Song Ruo memintanya untuk membatalkan niatnya itu. In Xeuxu pun tak tinggal diam, Ia pun berusaha untuk membujuk Zhu San agar tidak mengunjungi Lembah Houzhun.
Setelah beberapa kali tidak berhasil untuk membujuk Zhu San membatalkan niatnya, akhirnya Song Ruo dan In Xeuxu pun menyerah.
Keduanya hanya meminta Zhu San untuk hati-hati dan jangan memaksakan diri jika bertemu dengan kedua Siluman tersebut.
“Baiklah Lung’er akan ku ceritakan hal ini kepada Ayahmu saat nanti kami tiba di Kota Shinzu.”
“Tidak … Jangan kesana Paman!”
Zhu San berkata dengan suara keras yang membuat ketiga orang tersebut terkejut mendengarnya.
Zhu San pun lalu menceritakan situasi yang telah dan sedang terjadi di Kekaisaran Liu saat ini kepada ketiga orang tersebut.
__ADS_1
Wajah Song Rui terlihat cemas setelah Zhu San menyelesaikan ceritanya. Ia pun ingin segera kembali ke Kota Songdu di mana Kakak kandungnya, Song Yu berada.
Sementara Nenek Qin Ji terlihat termenung saat mengetahui Chou Bai berada di Kekaisaran Liu dan menyamar menjadi sosok ayah pemuda di depannya itu.
Chou Bai adalah salah satu dari sepuluh Pendekar terkuat aliran Hitam di dunia persilatan Kekaisaran Qing.
Walau tidak termasuk dalam lima besar, namun kekejaman Chou Bai sangatlah terkenal.
Keempat orang tersebut diam dalam hening hingga suara perut Zhu San yang belum makan selama sehari semalam berbunyi dengan cukup keras.
Zhu San tersenyum malu karena hal itu, sementara Song Ruo segera meminta In Xeuxu mengambil makanan untuk Zhu San.
“Paman … Apakah rencana Paman setelah tiba di Kekaisaran Liu nanti?”
Zhu San bertanya saat In Xeuxu pergi untuk mengambil makanan ke ruang dapur di Kapal tersebut.
“Aku akan kembali ke kota Songdu terlebih dahulu, lalu Aku akan menemui Ayahmu di Kota Baixan dan menyusun strategi untuk menyelamatkan Ibumu.”
“Jangan kau lakukan hal itu Ruo’er. Chou Bai memiliki kekuatan besar selain kemampuan bela dirinya yang tinggi. Guru pun kesulitan untuk mengalahkannya.”
Qin Ji berkata demikian saat Ia mendengar rencana Song Ruo. Zhu San pun menyetujui apa yang dikatakan oleh guru Pamannya itu.
“Paman Aku dan dan kedua Guruku serta Kakek Pendekar Seribu Wajah telah berencana untuk ke Kota Shinzu. Karena selain Zhou Bai masih ada beberapa Pendekar tingkat tinggi lainnya dari Kekaisaran Qing.”
Saat Zhu San hendak menjelaskan lebih lanjut, In Xeuxu telah kembali dan membawa hidangan untuk dirinya.
Zhu San segera dipersilakan makan dan ketiga orang tersebut segera keluar dari ruangan dimana Zhu San Berada.
Zhu San pun segera menyantap hidangan yang cukup banyak itu. Karena rasa laparnya, Zhu San pun makan dengan cepat dan menghabiskan seluruh hidangan yang tadi dibawa oleh In Xeuxu.
Setelah selesai menyantap hidangannya, Zhu San pun segera mengambil peta yang terbuat dari kulit itu.
Ia pun segera membuka Peta tentang Lembah Houzhun tempat dimana Pedang Yinyang berada.
*****
__ADS_1
Jangan salahkan Author kalau membalas Bom Like Anda, Pembaca Setia Legenda Zhu san dengan bonus satu Chapter ini ya 😁 Semoga bisa menemani malam Minggu Anda.🙏