Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
276: Suatu Siasat


__ADS_3

Tepat sebulan setelah masuknya Zhu San dan Bian Chi ke Alam Jiwa, Shen Rong yang baru saja selesai melatih Xie Han dan Liu Ling di sebuah bukit tak jauh dari Kota Baixan, merasakan jika Formasi Pelindungnya di gunung Awan Putih telah terbuka.


“Sepertinya mereka baru keluar, tapi mengapa Aku tidak bisa merasakan kekuatan energi dari tubuh mereka?”Dalam benaknya, Shen Rong berkata keheranan.


“Leluhur Shen … Kami ingin bertemu dengan Anda. Ada hal yang ingin kami tanyakan.” Suara telepati dari Zhu San terdengar di benak Shen Rong yang masih bertanya-tanya tentang energi mereka.


“Aku berada di sebuah bukit sebelah utara kota Baixan. Adik Angkatmu dan suaminya barus saja kembali ke kota setelah selesai berlatih.”


“Baiklah, leluhur tunggu Kami di sana.”


Suasana kembali menjadi hening, setelah Zhu San berkata demikian kepada Shen Rong.


Senja pun berganti malam, saat Shen Rong merasakan dua energi cukup besar menghampiri dirinya. Ia keheranan mengapa energi itu hanya dua kali lipat besarnya dari energi mereka sebelumnya.


Akhirnya Shen Rong mendapat jawaban atas pertanyaannya setibanya sosok Zhu San dan Bian Chi muncul di hadapannya.


“Jadi begitu rupanya, Kalian telah berhasil menguasai teknik duplikat diri dari Kitab dariku itu.” Shen Rong berkata setelah menyadari bahwa kedua sosok itu tidak memiliki Aura Roh.


“Benar Leluhur, Kami berhasil menguasainya. Selain ingin mengukur kekuatan Dewi Kegelapan secara langsung, ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan pada anda.”


Zhu San lalu menjelaskan bahwa mereka kesulitan memahami teknik yang terdapat pada Jurus Pedang Tanpa Bilah terutama pada Jurus ke tiga, Jiwa Pedang Menghukum Iblis.


Shen Rong tertegun mendengar pertanyaan Zhu San. Ia menyadari bahwa teknik Pedang Tanpa Bilah tidak mudah untuk dipelajari, dibutuhkan pemahaman yang mendalam untuk dapat menguasainya dengan sempurna.


Lalu Ia menjelaskan jika dirinya sendiri hanya berhasil menguasai Jurus pertama dengan penguasaan mahir dan Jurus kedua dengan Penguasaan Dasar.


Selain itu, Ia juga menganggap bahwa kegagalannya membunuh Dewi Kegelapan dan menghancurkan Inti Rohnya karena belum berhasil menguasai jurus ketiga tersebut.


Ia lalu mengatakan bahwa hingga kini, Ia masih bertanya-tanya mengapa satu Pedang diberikan kepada dua orang. Bukankah sangat sulit satu pedang digunakan oleh dua orang dalam waktu yang bersamaan?


“San’er … Cobalah kalian pecahkan misteri ini. Aku Yakin kalian pasti bisa menguasai jurus ketiga ini karena kalian memiliki takdir untuk itu dan juga tubuh istimewa … “


Shen Rong menghentikan kata-katanya. Dahinya mengerut saat mengingat keistimewaan tubuh Zhu San dan Bian Chi. Wajahnya berubah menjadi antusias sesaat kemudian.


“Apakah Kalian berdua pernah mengalirkan energi yang berbeda ke dalam Gagang Pedang itu?”

__ADS_1


“Belum pernah sama sekali Leluhur. Bahkan kami memegang pedang secara bersamaan hanya saat mencabutnya dari batu tujuh warna.” Duplikat Bian Chi yang menjawab pertanyaan Shen Rong.


“Jangan-jangan … Ah begitu rupanya arti dari kalimat itu.“ Sosok Duplikat Zhu San tersenyum lalu memberi hormatnya seraya berkata: ”Terimakasih leluhur atas petunjuk anda…”


Shen Rong yang merasa asal menduga saja tersenyum tipis. Keyakinannya semakin kuat bahwa mereka berdua bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik.


“Jadi apa rencanamu selanjutnya dengan tubuh duplikat ini?” Tanya Shen Rong. “ Leluhur bagaimana situasi saat ini? Kami ingin mengetahuinya sebelum menemui Dewi Kegelapan dan bertarung dengannya.”


Shen Rong lalu menjelaskan situasi sebulan terakhir kepada Sosok Duplikat Zhu San dan Bian Chi yang dikendalikan dari Alam Jiwa oleh mereka berdua.


Setelah Shen Rong selesai dengan penjelasannya, Zhu San dan Bian Chi terlihat senang bahwa Shen Rong memenuhi janjinya.


Zhu San merasa sangat kesal kepada Kaisar Liu Feng dan berniat untuk menghukumnya dengan kematian atas apa yang telah dilakukannya selama ini.


Malam itu, Shen Rong menemani Duplikat Zhu San dan Bian Chi yang berencana menculik Kaisar Liu Feng di Kota Shang Yu.


Namun setibanya di sana, mereka merasakan sosok dengan pancaran energi yang sangat besar, meninggalkan Komplek Istana menuju ke arah barat.


Shen Rong yang memiliki kemampuan untuk menghilangkan keberadaan dirinya, mengikuti sosok yang ternyata adalah Qiu Lan yang sedang membawa tubuh Kaisar Liu Feng dengan memegang satu tangannya.


Sepuluh menit kemudian, terlihat tubuh kaisar meluncur deras ke dalam jurang yang berada di bawah mereka.


Zhu San melalui sosok duplikatnya meminta Shen Rong untuk menyelamatkan Kaisar Liu Feng dan membawanya Ke Kota Baixan.


Sementara Ia dan Bian Chi akan menjajagi kemampuan Qiu Lan saat ini sekaligus memberi waktu kepada Shen Rong untuk kembali ke Kota Baixan tanpa harus dikejar oleh Qiu Lan.


Shen Rong pun melesat menyambar tubuh Kaisar Liu Feng yang lima meter lagi akan menghantam batu cadas di bawahnya.


Sementara Duplikat Zhu San dan Bian Chi segera menghadang Qiu Lan yang akan mengejar Shen Rong.


“Kalian berdua rupanya!” Qiu Lan berkata dengan suara yang terdengar kesal.


“Benar … Kali ini kami akan menghabisi dirimu yang sebenarnya.” Jawab Zhu San yang berkata seolah-olah dirinya adalah Sosok yang asli.


Qiu Lan tertawa dengan pandangan yang terlihat meremehkan.

__ADS_1


“Kekuatan kalian memang meningkat dua kali lipat saat terakhir aku mengetahuinya, tapi kekuatan ku juga meningkat berkali-kali lipat. Jadi sangat lucu jika kalian ingin membunuhku dengan kekuatan sebesar itu.”


Selesai berkata demikian, Qiu Lan segera melesat menyerang Duplikat Zhu San dan Bian Chi. Walau terkejut dengan kecepatan yang dimiliki oleh Qiu Lan, namun keduanya berhasil menghindari tendangan kuat itu.


Baik Zhu San maupun Bian Chi tidak ingin beradu fisik dengan Qiu Lan. Karena mereka belum mengetahui kekuatan sebenarnya dari Dewi Kegelapan itu.


Pertarungan itu terlihat sedikit aneh, karena Zhu San dan Bian Chi hanya menghindari serangan Qiu Lan tanpa membalasnya. Hal itu membuat Qiu Lan menjadi kesal.


“Kalian meremehkan Aku rupanya!” Bentaknya dengan amarah yang meluap.


Tekanan udara seketika berubah menjadi sangat berat. Saat Qiu Lan mengerahkan tiga puluh persen kekuatannya.


Qiu Lan tersenyum saat melihat wajah terkejut Zhu San dan Bian Chi setelah Ia mengeluarkan kekuatannya sebesar tiga puluh persen.


“Kalian terlihat terkejut dengan tiga puluh persen kekuatanku. Mungkin kalian akan mati terkejut melihat kehebatan Senjata andalan ku ini!”


Wajah Duplikat Zhu San dan Bian Chi menunjukkan rasa ngeri untuk membuat Qiu Lan mengeluarkan Senjata Pusaka andalannya, Seribu Benang Jiwa.


Qiu Lan yang tidak menyadari tipuan yang direncana Zhu San, segera menggerakkan kedua telapak tangannya ke arah mereka berdua.


Sepuluh buah benang berwarna keperakan, melesat dari ujung jari Qiu Lan, menderu sangat cepat dan kuat ke tubuh keduanya.


Zhu San dan Bian Chi segera melesat ke udara serta menjauhi dari Qiu Lan dengan arah yang berbeda, namun lima benang itu masih mengejar keduanya.


Zhu San dan Bian Chi terlihat kewalahan menghadapi senjata berupa benang yang bisa mengejar dan menghindar dari serangan itu.


Cukup lama keduanya berhasil menghindari serangan cepat dan mematikan itu. Hingga mereka mendapat pesan telepati dari Shen Rong yang telah tiba di kota Baixan.


Keduanya akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pertarungan uji coba itu setelah mengetahui kehebatan senjata Pusaka Benang Seribu Jiwa.


Keduanya melesat cukup jauh dari Qiu Lan dengan arah berbeda. Qiu Lan hanya tersenyum melihat keduanya akan menyerang dari dua arah berbeda.


Beberapa detik kemudian, senyuman di bibir Qiu Lan menghilang dengan dahi berkerut, saat melihat apa yang terjadi di hadapannya.


---------------------O------------------------------

__ADS_1


__ADS_2