
Zhu San dan Bian Chi segera mengikuti kelima orang yang memiliki teknik peringan tubuh yang sangat tinggi itu. Kelimanya terlihat seperti sedang melayang di udara.
Lalu terlihat lima orang itu mengendap-endap saat tiba di sebuah atap bangunan yang megah dengan penjagaan yang ketat. Beberapa prajurit terlihat di berbagai sudut bangunan itu. masing-masing terdiri dari tiga orang.
“San Gege … Bangunan itu sepertinya tempat dimana Ayah da Ibuku berada, karena penjagaannya sangat ketat.” Bian Chi berkata melalui telepati dengan sang suami.
“Entahlah … Jika benar begitu, kita harus turun tangan membantu para prajurit itu.” Jawab Zhu San dengan sedikit khawatir, jika saja perkataan Bian Chi benar.
Tiba-tiba tiga orang prajurit yang berada di satu sudut belakang bangunan, roboh dengan leher yang tertancap pisau hingga tidak terdengar suara jeritan kematian mereka.
Tiga prajurit lain hanya mendengar suara seperti benda jatuh, mereka pun segera datang untuk memeriksanya. Naas dua orang diantaranya, langsung tewas terkena serangan pisau di leher mereka.
“ADA PENYUSUP!!”
Satu orang prajurit yang terkena pisau di bahunya, berteriak keras. Hal itu mengejutkan beberapa prajurit lain yang berjaga di bagian depan bangunan tersebut.
Suara tanda bahaya segera dibunyikan, puluhan prajurit pun segera datang tak lama kemudian dan mengepung bangunan tersebut.
Sementara lima orang yang berpakaian hitam dengan wajah yang tertutup cadar, segera melesat turun sambil melemparkan pisau-pisau mereka dengan sangat cepat.
Lima belas prajurit tumbang dengan leher yang tertancap pisau, puluhan prajurit yang lain segera mengepung kelima orang itu. Namun dalam sekejap saja tiga puluh prajurit yang baru datang itu, tewas dengan cara yang sama.
“Siapa yang lancang menyusup ke kediaman Yang Mulia Kaisar!” Tiba-tiba dari dalam bangunan megah itu, melesat tiga orang berkemampuan tinggi.
Ketiga segera saja berhadapan dengan lima orang yang bercadar dan berpakaian serba hitam. Sementara Zhu San terkejut ketika mendapati dugaan Bian Chi ternyata benar adanya.
“San Gege … Sepertinya kita harus turun tangan untuk membantu ketiga orang itu. Mereka tak akan sanggup menghadapi kelima orang itu.” Bian Chi berkata dengan panik melalui telepatinya.
“Sabar Chi’er … Jika kita datang di saat yang tidak tepat, justru kita yang akan dicurigai dan akan terjadi salah paham nantinya.” Jawab Zhu San menenangkan Sang Isteri.”Tunggu Aba-aba dariku. Kita akan menyerang bersama-sama!” Lanjut Zhu San.
__ADS_1
Sementara di depan kediaman megah itu, para prajurit semakin banyak yang berdatangan, lalu mengepung lima orang bercadar hitam yang tengah bertarung melawan tiga pendekar yang dikenali sebagai pengawal Pribadi Kaisar.
“Bayangan Semu! Hanya segini sajakah kemampuanmu?!”
Salah satu dari tiga orang bercadar yang mengeroyok satu orang itu, berkata mengejek pada sosok yang dikenali sebagai Kepala Pengawal Pribadi Kaisar.
“Huh … Dasar kalian Lima Raja pengecut! Beraninya main keroyokan!” Sosok Bayangan Semu berkata dengan kesal.
Andai saja Ia tidak sedang melawan tiga orang sekaligus, maka mudah baginya menghajar mulut pria yang merupakan pimpinan kelompok itu, kelompok bernama Lima Raja Pisau.
Mereka adalah salah satu dari kelompok pembunuh bayaran yang termasuk dalam tiga besar terkuat di Kekaisaran Qing. Lima Raja Pisau merupakan tim pembunuh nomor dua di organisasi mereka.
Tim yang terkuat adalah Tiga Dewa Pisau, yang merupakan tiga orang guru bagi kelima orang tersebut. Ketiganya terkenal sebagai pembunuh nomor satu di Kekaisaran Qing.
Hal itulah yang membuat Bayangan Semu menjadi khawatir akan keselamatan Kaisar Hi Hung. Ia dengan cepat mengerahkan kekuatan penuhnya.
Pertarungan satu lawan tiga orang itu berlangsung seimbang. Namun tidak dengan dua pengawal pribadi kaisar yang lain.
Hal itu membuatnya tidak bisa bertarung lebih lama lagi. Sebuah tendangan keras tepat mengenai dadanya, membuat tubuhnya terpental dengan mulut memuntahkan darah.
Satu orang pengawal yang lain. Terkejut melihat hal itu, membuatnya lengah dan hampir saja tidak bisa menghindari sabetan pisau yang mengarah ke lehernya.
Beruntung Ia sempat menghindarinya hingga ujung pisau hanya mengenai dadanya, merobek jubah dan kulit di bagian itu. Namun sebuah tendangan di perutnya, membuatnya harus terpental dan mencium tanah.
Wajah Bayangan Semu seketika berubah, konsentrasinya terpecah dan sebuah tendangan telak membuat tubuhnya terhempas dengan mulut menyemburkan darah.
Ketiganya tergeletak di tanah dengan jarak yang cukup berdekatan. “Habisi mereka!” salah satu pria bercadar itu berteriak dengan melempar pisau. Diikuti oleh keempat rekannya.
Sepuluh pisau melesat sangat cepat ke arah Bayangan Semu dan dua rekannya yang hanya bisa pasrah melihat serangan itu.
__ADS_1
Trang
Sepuluh kali suara benturan serupa terjadi hampir bersamaan. Kelima orang itu terkejut saat mendapati serangan mereka dihalau oleh sebuah pedang yang memancarkan hawa panas.
Yang membuat mereka terkejut adalah pedang itu seolah memiliki nyawa. Karena kini pedang yang mampu terbang sendiri itu, ujungnya sedang terarah kepada mereka.
“Siapa yang berani ikut campur urusan kami Hah! Keluarlah” Bentak sosok yang adalah pemimpin kelompok Lima Raja Pisau itu.
“Jangan berteriak-teriak. Kami memang akan menunjukan diri tanpa kau suruh sekalipun.” Sebuah suara yang berasal dari udara di atas mereka, bukan hanya mengejutkan lima orang itu saja.
Mata seluruh orang melotot lebar saat melihat seorang pemuda tampan melayang turun dari udara, bersama seorang gadis cantik. Namun yang membuat Bayangan Semu adalah raut wajah gadis itu.
Wajah itu mengingatkannya pada wajah Sang Permaisuri selagi beliau belum menikah dengan Kaisar Shi Hung. Hal itu tentu saja Bayangan Semu ketahui, karena Ia telah mengawal Kaisar sejak masih berusia lima belas tahun.
“Siapa Kalian! Mengapa ikut campur urusan kami!” Walau merasa jerih melihat keduanya bisa melayang, namun karena mereka berlima, kelompok Lima Raja Pisau terlihat tenang.
“Apakah itu penting, mengingat kalian sebentar lagi akan mati!” Tanya Zhu san sambil meraih Pedang Yang lalu menggenggamnya dengan erat.
“Sombong!” Ketua Lima Raja Pisau yang kesal, segera melemparkan sebuah pisau dengan sangat cepat. Dari jarak sedekat itu, mustahil untuk bisa menghindari serangannya.
Dengan cepat Zhu San menangkap gagang pisau itu dengan tangan kirinya, membuat ketua dan empat orang anggotanya terjajar mundur dua langkah.
“Mustahil … Bagaimana bisa!”
“Tidak Mungkin!”
Beberapa suara dari anggota Lima Raja Pisau terdengar bergetar, saat melihat serangan secepat itu dengan mudah digagalkan.
Zhu San melemparkan pisau itu dengan tangan kirinya, pisau pun melesat dua kali lebih cepat dari saat pisau itu dilemparkan ke arahnya tadi.
__ADS_1
Tentu saja ketua Kelompok Lima Raja pisau terkesiap melihatnya. Tidak pernah Ia duga bahwa dirinya akan tewas oleh senjatanya sendiri yang telah dilumuri bisa ular kadut emas milik Sang Guru.
******