Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
090: Sepasang Tubuh Yinyang Sejati (End Of Arc.1)


__ADS_3

Tubuh Chou Ong tiba-tiba meledak sehingga kabut darah segera saja terlihat di udara. Zhu San sendiri jatuh terduduk sesaat kemudian ketika melihat tubuh yang hancur itu.


Dirinya hanya ingin menangkis tendangan Chou Ong ke arah kepalanya, menggunakan lengan kanan yang Ia gerakan dengan tiba-tiba.


Namun Tubuh yang kini berbulu itu hancur Seperti daging yang dicincang oleh penjagal.


Zhu San pun memandangi kedua telapak tangannya dengan rasa keheranan.


Tan Kuan yang selama dua puluh tahun lebih tidak pernah menyaksikan kematian yang seperti itu, terlihat bergidik ngeri sambil menahan rasa mualnya.


Sementara gurunya, terlihat tengah menatap Zhu San dengan mulut yang terbuka lebar.


“Apa yang terjadi dengan Lung’er? Ia hanya menangkis serangan itu dan dia sendiri sepertinya terkejut dengan apa yang terjadi.”


Pendekar Seribu Wajah berkata dalam benaknya seraya bangkit berdiri lalu melangkah menghampiri Zhu San ketika merasakan pancaran energi Zhu San menghilang.


“Lung’er inikah kekuatanmu yang sebenarnya?”


“Kakek … Aku sendiri tidak mengetahui apa yang terjadi dengan tubuhku. Entah kenapa tadi aku merasakan tubuh sangat ringan sekali dan Energi yang yang sangat besar mengalir deras di dalam otot tubuhku.”


Zhu Sang berkata seraya memandang Kakek Gurunya dengan tatapan yang keheranan.


“Jika Kau saja tidak memahami apa yang terjadi, apalagi kami.”


Pendekar Seribu Wajah berkata seraya mengajak Zhu San untuk berdiri.


“Lung’er … Biar Kami yang mengurus disini sekarang susullah Kedua Orang Tuamu yang menyelamatkan diri dari Tsao Beng dan Qiao Bun tadi.”


Pendekar Seribu Wajah menjelaskan bahwa kedua orang Tuanya itu, kemungkinan menuju ke arah barat, ke tempat lahan pertanian milik keluarganya yang tadi pagi akan dikunjungi oleh Zhu Han.


Tanpa membuang waktu, Zhu San segera melesat ke udara dan melayang ke arah barat menuju ke lahan pertanian yang dulu sering Ia kunjungi bersama Ayahnya.


Namun saat melayang dan berada di atas hutan, Zhu San dikejutkan oleh sebuah bayangan seseorang Pria yang mengenakan Jubah putih.


Satu hal yang membuat Zhu San keheranan adalah adanya awan putih berukuran kecil, berada di kaki Pria yang ketampanannya bagai seorang Dewa. Setidaknya Pria itu berusia sekitar tiga puluh tahunan.


Zhu San mulanya bersikap waspada, namun saat pria itu menyapa dan memperkenalkan dirinya dan dari mana Ia muncul, seketika itu juga Zhu San segera mengubah posisinya menjadi berlutut di udara.


***


“Chi’er … Kau … Kau akhirnya mendapatkan Pedang Yangyin itu bukan?”


Pendekar Pedang Phoenix segera bertanya, saat melihat mata muridnya itu mulai kembali berubah ke warna normalnya.


Belum sempat Bian Chi menjawab pertanyaan gurunya, Ia merasakan energi yang berpusar kuat di tubuhnya, perlahan kembali normal seperti sediakala.

__ADS_1


Demikian juga dengan kedua bola matanya. Hal itu membuat Pendekar Pedang Phoenix yang bernama Lin Mi itu, segera datang mendekatinya.


“Chi’er … Kau baik-baik saja bukan?”


Lin Mi bertanya seraya tersenyum saat menatap wajah muridnya yang keheranan sendiri dengan apa yang baru saja terjadi pada dirinya.


“Nenek apa yang terjadi denganku, Aku merasakan energi yang sangat besar berpusar dan mengalir ke seluruh otot tubuhku?”


Lin Mi menghela nafas panjang, lalu Ia mengajak Bian Chi untuk duduk di sebuah batu besar.


Ia harus menjelaskan tentang fenomena yang baru saja terjadi, kepada Bian Chi agar Ia mengetahui apa yang akan terjadi tiga tahun kelak.


“Apa?!! … Bian Chi tersentak dan berdiri dari duduknya dengan tubuh yang bergetar saat mendengar tentang dewi kematian dan Pemuda bertubuh Yinyang Sejati.


Wajahnya menunjukan raut kesedihan yang membuatnya segera mengalirkan air di matanya. Tubuhnya terguncang segera dipeluk oleh Lin Mi.


Hal itu karena Bian Chi diberitahu jika Ia dan Pemuda yang akan menjadi suaminya nanti, akan tewas akibat luka dalam, saat mereka menggunakan jurus gabungan itu.


“Nenek … Apakah tidak ada jalan lain bagi kami untuk mengalahkan Dewi Kematian?” Apakah kami harus menyatu menjadi suami Isteri? Untuk apa kami menikah jika harus mati sesaat kemudian?”


Bian Chi bertanya di sela tangisnya yang kian menjadi. Lin Mi hanya bisa diam dan memeluk erat muridnya seraya membelai rambutnya yang hitam legam itu.


“Sejauh yang nenek ketahui dari catatan kuno itu, tidak ada cara lain selain kalian harus menikah.”


Lin Mi terdiam sejenak, lalu Ia menjelaskan kembali informasi yang telah Ia hafalkan dari catatan kuno itu.


Lin Mi menghela nafas panjang setelah selesai berkata demikian. Air matanya pun mengalir deras seiring dengan tangis Bian Chi yang semakin menjadi.


“Yan Gege … Mengapa bukan Kau yang memiliki Tubuh Yinyang Sejati itu. Kenapa Kita harus berpisah ketika aku sudah memutuskan untuk hidup bersamamu?”


Tangis Bian Chi semakin menjadi saat mengingat sosok pemuda bernama Ju Yan, Kakak seperguruannya yang diam-diam Ia Cintai itu.


“Gadis pendekar yang cengeng! Sudahi tangisanmu itu dan terimalah Takdir Langit atas hidupmu!”


Suara seorang perempuan, terdengar cukup keras membuat kedua guru dan murid itu tersentak kaget.


Keduanya segera melepaskan pelukan mereka dan kini menatap heran ke arah seorang wanita yang berusia sekitar tiga puluhan tahun.


Wajahnya sangat cantik, kulit tubuh yang sehalus dan seputih kulit Bian Chi, bersinar bagaikan seorang Dewi turun dari surga.


Hanya saja terlihat awan berukuran kecil yang menyelimuti kedua telapak kakinya. Awan yang menandakan bahwa Wanita itu adalah Makhluk Roh.


Lin Mi dan Bian Chi segera turun dari batu besar tempat mereka duduk tadi. Keduanya pun segera bersiaga dengan kedatangan makhluk roh itu.


Namun Bian Chi menjadi tertegun, saat perempuan cantik itu memberitahu siapa dirinya dan juga dari mana Ia datang.

__ADS_1


“Namaku Gong Chi … Aku adalah Roh dari tulang kerangka yang kau lihat di dalam goa tadi.”


Sesaat kemudian, Bian Chi dan Nenek Lin Mi segera berlutut, setelah mengetahui jatidiri makhluk Roh di hadapan mereka.


“Gadis Bian Chi … Kau sudah ditakdirkan langit untuk membunuh Reinkarnasi dari Dewi Kematian yang dalam dalam seribu tahun sekali akan muncul di dunia ini.”


Roh Gong Chi berhenti sesaat dan menatap tajam ke arah wajah Bian Chi yang masih tertunduk.


“Jangan Kau sesali takdir mu. Saat ini Aku merasakan keberadaan Roh Suamiku di sebelah selatan dari sini.”


Roh Gong Chi menjelaskan lebih lanjut bahwa saat ini, suaminya sedang menjelaskan pada sosok pemuda yang memiliki jenis tubuh yang sama dengan Bian Chi.


Roh Gong Chi pun berkata bahwa Bian Chi tidak perlu merasa sedih akan kematiannya nanti setelah Ia dan suaminya bertarung melawan Dewi Kematian.


Roh Gong Chi dan Suaminya Yao Shan, akan mencari cara agar mereka berdua tidak mengalami luka dalam seperti yang dialami oleh Ia dan suaminya seribu tahun lalu.


“Dalam wujud Roh ini … Kami bisa menemui Dewa Chan yang juga adalah Kakek dari suamiku. Semoga Yang Agung Dewa Chan memiliki solusi atas kekurangan dari jurusan gabungan itu. Sehingga Kalian berdua masih hidup setelah bertarung dengan Sang Dewi Kematian.”


Bian Chi tersentak mendengar hal itu, ada rasa senang namun juga sekaligus sedih.


Kesedihannya bukan pada Ia tidak akan mati setelah pertarungan nanti, tetapi sedih karena akan berpisah dengan Kakak seperguruannya, Ju Yan.


Roh Gong Chi lalu meminta Bian Chi untuk segera menemui Pemuda Calon Suaminya itu secepat mungkin. Tugasnya adalah untuk menyatukan Kitab Yangyin dengan Kitab Yinyang.


Dengan memadukan kedua kitab tersebut maka akan terbentuk sebuah kitab baru, kitab yang berisi Teknik dari Dewa untuk melawan Dewi Kematian kelak.


Tiba-tiba Roh Gong Chi tersentak kaget demikian juga dengan Roh Yao Shan yang sedang menjelaskan hal yang sama kepada Zhu San.


Keduanya, di tempat yang jauh jaraknya, sama sama menatap langit di bagian Barat, dimana Kekaisaran Hun berada.


Terlihat dalam pandangan mata mereka, fenomena aneh di atas langit, di mana Pusaran Awan Hitam kemerahan, tengah memancarkan Aura Kematian begitu kuat, menerpa tubuh Roh mereka.


“Kenapa secepat ini Dewi Kematian itu muncul dan bereinkarnasi? Apakah yang sedang terjadi disana?”


Kedua Makhluk Roh itu, sama-sama bertanya hal yang sama dalam benak masing-masing.


******


Besok Author tidak rilis..


Rilis selanjutnya akan ditentukan di tanggal 1 Bulan Juni nanti.


Hal ini berkaitan Level Karya yang berujung pada income Author. Jika Status Novel ini berubah menjadi End. Itu Karena Level karya Yang diberikan Oleh Pihak NT tidak sesuai dengan harapan Author.


Semoga saja Level Karya Legenda Zhu San ini nanti Naik dan sesuai dengan harapan Author. Sehingga kita masih bisa bersama-sama lagi.

__ADS_1


🙏🙏🙏😍🙏🙏🙏


__ADS_2