Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
236: Membatu Tetua Huo Long


__ADS_3

236: Membantu Tetua Huo Long


.


Seorang kakek tergopoh-gopoh keluar dari balik semak-semak dengan wajah yang ketakutan.


Kakek itu segera berlutut dan memberi hormat kepada Zhu San seraya berkata dengan suara yang bergetar.


“Maafkan saya Tuan Pendekar, saya tidak sengaja melihat perkelahian anda. Mohon jangan bunuh saya.”


Kakek tersebut menunjukan wajah memelas yang membuat Bian Chi meminta Zhu San membiarkannya dan lalu mengajak pergi dari tempat tersebut.


Setelah tubuh keduanya menghilang di udara, Kakek itu tersenyum penuh kemenangan. “Tak ku sangka bisa mengibuli mereka dengan mudah. Aku harus menemui sahabatku Si Harimau Merah dan memberitahu jika ketiga muridnya telah tewas.”


Si Kakek segera melesat dengan cepat meninggalkan tempat tersebut. Ia menuju ke arah utara di mana sahabatnya Harimau Merah itu berada dengan menggunakan peringan tubuhnya walau Ia sebenarnya bisa melayang di udara.


“Sudah ku duga Kakek itu bukan orang biasa.” Zhu San berkata kepada Bian Chi yang menunggunya di atas dahan sebuah pohon. “Biarkan Ia menduga kita tidak mengetahui jika Ia telah membohongi kita.” Jawab Bian Chi.


Keduanya lalu memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalan ke arah barat laut. Setelah satu jam melayang, keduanya tiba di kota yang cukup besar.


San Gege … Kita singgah dulu di kota ini dan mencari penginapan. Aku ingin tidur nyenyak malam ini.” Zhu San pun menganggukkan kepalanya, menyetujui keinginan sang Isteri.


Keduanya pun mencari penginapan dan setelah beberapa kali bertanya, akhirnya mereka pun mendapatkan ruang untuk menginap. Hampir semua penginapan telah penuh, karena banyaknya para pedagang yang akan menuju Ke Kota Hungdao.


Keesokan paginya mereka berdua melanjutkan kembali perjalanan. Setelah beberapa jam melayang di udara, mereka melihat sebuah kota besar. Kota Hangzu, kota kelahiran Qiu Lan.


Namun saat jarak mereka kurang dari tiga kilo meter lagi, Zhu San mendengar suara pertarungan di depan mereka. “San Gege … Sepertinya sedang terjadi pertarungan di bawah sana.” Ucap Bian Chi sambil melambatkan laju terbangnya.


Keduanya mengamati sejenak pertarungan tersebut. Terlihat lima orang sedang bertarung dengan tujuh orang bertopeng. Dan kelima orang tersebut sedang terdesak hebat.

__ADS_1


“Tetua Huo Lang, Pergilah selamatkan Putera Mahkota Kuang He!” Salah satu dari lima orang tersebut berteriak kepada pemimpin rombongan mereka.


Mendengar hal itu, Zhu San sedikit memahami situasinya. Awalnya Ia tidak ingin membantu, namun mengingat nyawa seorang Putera Mahkota sedang terancam, Zhu memutuskan melesat ke arena dimana pertarungan itu terjadi.


Kemunculan Zhu San yang tiba-tiba itu, mengejutkan semua orang. Tanpa permisi lagi, Zhu San menghantam dada salah seorang dari tujuh pria bertopeng.


Pria itu terpental dan muntah darah sesaat sebelum meregang nyawa. Hal itu membuat pertarungan seketika terhenti, kedua belah pihak pun saling menjauh satu sama lain.


“Siapa Kau! Mengapa ikut campur urusan kami!?” Salah satu pria bertopeng yang memiliki tubuh paling tinggi, berteriak membentak sambil menghunuskan pedangnya ke arah wajah Zhu San.


Seketika itu juga Zhu San bergerak sangat cepat, sosok yang baru membentaknya itu, tidak mengetahui bagaimana cara dia mati. Apalagi mendengar peringatan Zhu San.


“Jangan pernah menghunuskan senjata ke wajahku jika kau masih ingin hidup!”


Ke lima orang bertopeng yang tersisa, menjadi jerih melihat dua rekan mereka tewas dalam satu kali serangan. Mereka pun berpandangan satu sama lain sebelum akhirnya melesat pergi meninggalkan tempat tersebut.


Seorang pemuda berusia sekitar empat belas tahun mengenakan jubah yang mahal, memandang ngeri ke arah dua mayat yang tergeletak.


“Terimakasih atas pertolongan anda pendekar muda.” Sosok yang tadi dipanggil Tetua Huo Lang, menghampiri Zhu San seraya menangkupkan kedua tangan sebagai tanda penghormatannya.


“Jangan sungkan Tetua … Bolehkah saya bertanya sesuatu?” Tanya Zhu San membalas penghormatan tetua Huo Lang.


Setelah tetua Huo Lang menganggukkan kepala Zhu San pun bertanya padanya, “Tadi Aku sempat mendengar bahwa adik itu adalah Putera Mahkota, bukankah Kaisar Hun seorang perempuan muda dan akan menikah beberapa hari lagi?”


Tetua Huo Lang mengerutkan dahinya. Ia pun menjadi maklum setelah Zhu San mengatakan jika dirinya berasal dari Kekaisaran Liu dan sedang mencari dua orang bangsawan yang bertanggung jawab atas kematian Pamannya.


Kedua orang itu kabarnya berada di Ibukota Kekaisaran Hun, kota Hungdao. Untuk itulah Zhu San akan ke sana, selain itu untuk memastikan bahwa suami Kaisar Hun adalah Gao Yan, Pengkhianat Sektenya.


Tetua Huo Lang ingin memberi lebih banyak informasi, namun salah seorang rekannya memberitahu bahwa mereka harus segera pergi dari tempat tersebut.

__ADS_1


Mengingat Tiga orang pemimpin utama dari kelima orang tadi telah berada di Kota Hangzu. Demi keselamatan putera mahkota mereka harus segera pergi dari tempat tersebut.


Tetua Huo Lang lalu memberikan jawaban singkat atas pertanyaan Zhu San. Pemuda berusia empat belas tahun itu, adalah putera kedua dari Kaisar sebelumnya yang dibunuh oleh Kaisar yang sekarang yaitu Qiu Lan.


Qiu Lan tidak hanya membunuh Sang kaisar tetapi Ia juga membunuh mantan tunangannya Kuang Long yang juga Putera Mahkota.


Kuang He adalah Putera Kaisar terdahulu dari seorang selirnya. Dengan kematian Kuang long, maka Kuang He sekarang menjadi Putera Mahkota yang berhak atas tahta Kekaisaran Hun yang telah direbut oleh Qiu Lan.


Mengetahui hal tersebut, Qiu Lan memberi perintah kepada para pendekar aliran hitam yang tergabung dalam aliansi yang ia bentuk untuk membunuh Kuang He.


Namun Huo Lang dan yang lainnya telah lebih dulu menyembunyikan Kuang He yang tak lain adalah keponakannya sendiri. Ibu Kuang He adalah adik sepupu Huo Lang.


“Pendekar muda, hanya itu yang bisa aku ceritakan, saat ini. Kami mohon pamit untuk segera pergi dari tempat ini, karena Tiga Setan Bukit Pelangi mungkin akan segera datang.”


Huo Lang memberi hormatnya. Sementara Bian Chi yang telah berada di dekat mereka berdua segera bertanya kepada Zhu San.


“ San Gege … menurutku lebih baik kita membantu mereka dulu menyelamatkan Putera Mahkota. Sambil mencari informasi lain tentang Qiu Lan.” Bian Chi berkata demikian karena Ia teringat sesuatu.


Ingatan tentang kemunculan Dewi Kematian yang keberadaannya ditunjukkan oleh pandangan Roh Gong Yi yaitu ke arah dimana kekaisaran Hun berada.


Zhu San pun memiliki pandangan yang sama, Ia menduga Qiu Lan bukanlah gadis biasa. Bisa jadi Ia adalah sosok yang mereka cari keberadaannya selama ini, yaitu reinkarnasi Sang Dewi Kematian.


Saat keduanya memutuskan untuk membantu, Tetua Huo Lang dan yang lainnya telah menghilang dari pandangan, hanya suara derap kaki kuda yang mereka tunggangi yang terdengar.


Zhu San dan Bian Chi lalu melesat ke udara, mengejar rombongan itu. Saat berhasil menyusulnya, rombongan itu telah berada di sebuah jalan persimpangan yang memiliki dua arah lain.


Zhu San dan Bian Chi segera melesat turun dan menjejakkan kaki mereka di tanah. Tetua Huo Lang terkejut melihat kedatangan Zhu San dan Bian Chi dengan cara seperti itu.


-----------------O------------------

__ADS_1


__ADS_2