Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
218: Pertarungan Di Pegunungan Laosan II


__ADS_3

Semua mata kini tertuju pada pertarungan antara Kang Ji dan Bian Chi yang akan mencapai puncaknya. Hal itu terlihat dari terbentuknya dua jenis hewan buas dari energi qi keduanya.


Kang Ji membentuk energinya menjadi seekor ular siluman yang berwarna merah dengan panjang lebih dari dua puluh meter. Sementara Bian Chi membentuk ular naga es dengan energi qi nya yang berukuran sedikit lebih besar.


“Kekuatan perempuan itu semakin meningkat, energinya dulu tidak sebesar ini. Hawa dinginnya pun tak sedingin saat ini.” Tong Bai yang dulu pernah bertarung dengan Bian Chi berkata dengan rasa takjub dalam suaranya.


“Lindungi tubuh kalian dengan tenaga dalam!” Hou Ming segera berteriak saat kedua ular dari energi itu mulai bergerak ke arah lawannya.


Dua energi besar saling berbenturan dan saling melilit satu sama lain. Terlihat kedua ular energi itu saling berusaha menelan kepala lawannya.


Namun tanpa di sadari oleh Bian Chi, Kang Ji melakukan suatu serangan dengan teknik ilusi yang tidak disadari sama sekali Bian Chi.


Hal itu membuat ular Naga Es Bian Chi menjadi tidak terkendali dengan baik. Perlahan namun pasti, sosok ular naga es mulai terlihat mengecil dan akhirnya berhasil ditelan oleh energi berbentuk ular siluman merah milik Kang Ji.


“Chi’er … Sadarlah. Apa yang Kau lihat hanya ilusi!” Zhu San berusaha mengingatkan Bian Chi yang terdiam mematung dengan tatapan kosong.


Sementara energi ular merah dari tongkat Kang Ji, mulai bergerak untuk menelan tubuh Bian Chi yang masih berdiri mematung seolah melihat sesuatu sehingga membuat perhatiannya teralihkan dari pertarungannya.


Zhu San segera berkelebat, tepat saat energi Ular Merah milik Kang Ji akan menelan Tubuh Bian Chi. Ia berhasil membuat Bian Chi terhindar dari serangan energi yang bisa menghancurkan tubuhnya itu.


“Chi’er … Fokuslah! Apa yang kau lihat hanya ilusi dari lawan untuk membuatmu lengah!” Zhu san mengguncang-guncang tubuh Bian Chi yang terkejut.


“San Gege … Maafkan Aku. Aku tak menduga lawan akan menggunakan teknik ilusi tingkat tinggi. Awas Serangan!”


Bian Chi berkata dan diakhiri dengan teriakan saat energi Ular berwarna merah, kembali menerjang ke arah mereka. Bian chi mendengus kesal setelah mereka berhasil menghindari serangan energi tersebut.


“Kakek itu tidak bisa dimaafkan sama sekali! Baiklah jika begitu.” Bian Chi berkata dengan kemarahan yang menggelegak.


Ia segera menggerakan pedang ke arah kepala Ular naga merah yang kembali melesat ke arah mereka. Tekanan udara pun berubah saat Bian Chi mengalirkan seluruh energi dalam tubuhnya.

__ADS_1


Sebuah cahaya melesat dan segera membentuk seekor ular naga es yang dua kali lipat lebih besar dari sebelumnya. Seiring dengan itu, Angin tornado besar segera berpusar membungkus tubuh ular naga es raksasa itu.


Kang Ji yang terkejut melihat apa yang ditunjukkan oleh lawan, berusaha menarik kembali serangan energinya. Namun apa yang Ia lakukan sudah terlambat.


Energi berbentuk ular merah besar itu, terlalu dekat dengan ular naga es yang tiba-tiba muncul dan membuka mulutnya. Kepala ular merah itu pun, akhirnya tertelan oleh ular naga es Bian Chi.


“Sialan!!” Kang ji berteriak keras, Ia memutar-mutar tongkat Tulang Raja Siluman dengan sangat cepat. Hal itu membuat ular dalam perut Naga Es pun meledak.


BLAAAAMMM


Suara menggelegar mengguncang pegunungan Laosan. Dinding goa dimana Ju Yan dan yang lainnya berada mulai berjatuhan, memaksa mereka untuk keluar dari goa tersebut.


Sementara tubuh Zhu San terjajar dua meter dari tempatnya berada. Berbeda dengan Hou Ming dan ketiga rekannya, mereka terpental belasan meter dari tempat mereka berada sebelumnya.


Tubuh ke empat orang itu membentur dinding tebing. Beruntungnya mereka telah melindungi tubuhnya dengan tenaga dalam sehingga tidak mengalami luka yang berarti.


Hoaaaakss!!


Bian Chi hanya terjajar tiga meter ke belakang dari posisinya semula. Wajahnya yang cantik terlihat masih menyimpan kemarahan yang besar.


Namun saat melihat Ayah dan Ibunya keluar dari balik Air terjun bersama yang lain. Wajah Bian Chi berubah cemas, Ia pun segera melesat untuk melindungi mereka.


Hal itu membuat semua orang kini mengetahui keberadaan Kaisar Shi Hung dan Isterinya.


“Itu Kaisar! Ayo kita habisi!” Teriak Tong Bai yang berambisi untuk membunuh Kaisar Shi Hung. Namun Ia mengurungkan niatnya untuk menyerang.


Hal itu karena tiba-tiba saja sebuah aura sangat kuat menekan dan memaksanya untuk menelan ludah, saat mengetahui bahwa Zhu San tengah memandang marah ke arah dirinya.


Bulu kuduk Tong Bai merinding menatap mata Zhu San yang memancarkan keinginan membunuh yang kuat. Belum sempat Tong Bai menetralisir perasaan jerihnya, Zhu San tiba-tiba telah berada di depannya.

__ADS_1


“Ingin Membunuh Ayah mertuaku?! Langkahi dulu mayatku!” Zhu Segera mengayunkan tangannya dengan cepat.


DUAAGHHH


Tubuh Tong Bai terpelanting ke udara setelah dagunya terhantam pukulan Zhu San yang sangat kuat dan cepat itu. Tong Bai kehilangan kesadarannya sat tubuhnya meluncur ke atas.


Zhu San segera melesat ke atas mendahului laju gerak tubuh Tong Bai. “Tapak Naga Yinyang!” Teriakan Zhu san menghantarkan kepergian Tong Bai ke Alam lain dengan kepala yang remuk tak berbentuk lagi.


“Cepat sekali!” Desis Hou Ming terpana. Ia hanya bisa memandangi jasad rekannya itu dengan hati yang berdebar-debar, hal yang belum pernah alami sejak puluhan tahun lalu.


“Kakak! Bagaimana ini?” Shao Meng terlihat panik melihat hal itu. Sementara Bayangan Kilat berencana melarikan diri dari tempat tersebut saat Ia memiliki kesempatan.


“Cepat serang Ia dengan serangan energi Petir kita!” Hou Ming kembali tersadar dan bersiap dengan pusakanya. Pusaka Besi Petir Abadi seketika memancarkan puluhan petir kecil.


Shao Meng menjauhi kakak seperguruannya itu. Ia pun segera bersiap dengan jurus Badai Sang Petir.


Di udara di atas tempat Shao Meng kini berada, terlihat bayangan Pedang sangat besar yang terbentuk dari energi tenaga dalam yang memancar dari Pedang Petir di tangannya.


“Lagi-lagi jurus Petir!” Zhu San mendengus kesal. Entah kenapa Ia merasa kesal dengan jurus yang menggunakan elemen petir sebagai kekuatan utamanya.


Zhu San tak ingin ceroboh mengingat serangan elemen petir mampu menembus zirah Yang miliknya. Walau tidak berakibat fatal, tetap saja itu terasa sakit.


Ia pun melindungi tubuhnya dengan lapisan energi qi, untuk meredam serangan petir dari kedua lawan yang satu guru satu ilmu itu. Setelahnya Ia pun mengeluarkan jurus amarah Suci Pedang Yang.


Bian Chi yang melihat itu sedikit khawatir. “Kenapa San Gege menggunakan jurus yang dapat menghancurkan seluruh lembah ini?”


Bian Chi bertanya sendiri dalam benaknya. Ia pun menemukan jawabannya, setelah teringat jika kelemahan tubuh mereka adalah elemen petir yang sekarang digunakan oleh lawan.


“Kita harus pergi dari sini secepatnya!” Bian Chi berkata dengan wajah sedikit panik. Hal itu karena besarnya energi yang Zhu San gunakan dan juga pesan telepati dari sang suami.

__ADS_1


---------------O-------------------


__ADS_2