Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
324: Keputusan Laluba


__ADS_3

Di luar dugaan Zhu San maupun Bian Chi, energi berbentuk kepala raksasa yang melesat cepat itu, tiba-tiba mengeluarkan cahaya dari kedua bola matanya.


Cahaya hijau itu menderu sangat cepat ke arah Zhu San dan Bian Chi. Mustahil bagi mereka berdua untuk menghindari serangan itu, karena keduanya sedang dalam formasi jurus mereka.


Mata Laluba melotot lebar saat mendapati kedua lawannya menghilang dari pandangan. Hal itu membuat serangan dari kedua matanya mengenai ruang kosong dan terus melesat ke arah dimana belasan ribu pasukan kekaisaran Cong berada.


BUUUM


BUUUUM


Dua ledakan keras menggelegar sangat kuat membuat tanah berguncang dengan hebat. Gempa teramat besar itu membuat seluruh bangunan di kota Xiangqing berderak runtuh.


Sementara sebuah lubang sedalam seratus meter lebih tercipta dan menjadi berwarna merah karena darah belasan ribu pasukan kekaisaran Cong yang tewas dengan tubuh hancur yang berkeping-keping.


Sebuah lubang berbentuk lingkaran besar itu masing-masing bergaris tengah lebih dari seratus meter. Membuat wilayah bagian utara di luar tembok kota Xiangqing itu, menjadi sebuah danau besar dalam sekejap saja.


Zhu San dan Bian Chi yang kembali muncul di belakang Laluba benar-benar marah melihat kejadian itu. Keduanya segera melesatkan energi berbentuk ular naga raksasa yang telah bersatu dengan saling melilit itu ke arah Laluba.


Makhluk kuno itu seketika menoleh dan terkejut mendapati kedua lawan telah melesatkan serangan ke arah energi berbentuk kepalanya itu.


Ia segera membalikkan wajah kepala raksasa berwarna hijau itu, lalu membuat mulutnya terbuka dan melepaskan serangan kuat ke arah ular naga raksasa yang telah begitu dekat dengannya.


Sebuah bola energi berwarna hijau berukuran besar, melesat keluar dari mulut energi berbentuk kepala Laluba itu. Bola energi itu melesat menghadang laju energi ular naga Yinyang.


BUMMM


Tidak Laluba duga sama sekali, jika serangan yang dapat meledakkan sebuah gunung paling terbesar di alam semesta itu, meledak saat bersentuhan dengan energi berbentuk ular naga yang tetap utuh dan terus melesat ke arah energi berbentuk kepala miliknya.


Fluktuasi udara yang bergetar sangat kuat itu, membuat posisi Laluba menjadi goyah saat tubuhnya diterpa energi akibat ledakan besar itu hingga terjajar beberapa meter dari tempatnya.


Hal itu membuat ular naga raksasa Yinyang berhasil melilit energi berbentuk kepala Laluba dan segera menguncinya dengan kuat.


Saat mendapatkan kembali posisinya, Laluba terlihat marah setelah terlepas dari terkejutnya melihat energi berbentuk kepalanya itu telah dalam kuncian lawan.


Tiba-tiba Laluba melesat ke udara setinggi mungkin karena Ia berniat meledakkan energi berbentuk kepala raksasa itu.


Menyadari efek dari ledakan itu akan sangat besar dan bisa membahayakan dirinya sendiri adalah alasan Laluba melayang sangat cepat ke udara setinggi ratusan meter.


Zhu San yang tiba-tiba merasakan Aura sangat besar di kejauhan sana, segera melakukan jurus berpindah tempat dalam sekejap saat melihat Laluba melesat menjauhi mereka.

__ADS_1


Laluba yang telah berada dalam posisi aman, segera berhenti dan berniat untuk segera meledakkan energi berbentuk kepala dirinya itu.


Namun alangkah terkejutnya Ia ketika saat menoleh, energi berbentuk kepala yang telah terlilit oleh energi berbentuk ular naga itu, tiba-tiba menghilang dari pandangannya.


BUUUUMMMM


Sebuah ledakan sangat kuat di tempat sejauh lebih seratus kilometer dari tanah, berdentum sangat keras.


Suara dentuman itu terdengar puluhan detik setelah sebuah cahaya sangat terang dan lebih besar dari matahari, terlihat di kejauhan.


Beberapa saat kemudian gelombang udara yang sangat kuat menerpa Laluba dan kedua rekannya, membuat mereka terhempas kembali dan membentur tanah dengan sangat kuat.


Mata ketiga makhluk kuno itu menyiratkan ketakjuban atas apa yang baru saja terjadi. Tidak mereka duga sama sekali bahwa mereka akan mengalami hal yang begitu dahsyat.


Setelah tiga menit kemudian, suasana kembali normal dan sejauh mata memandang, hanya terdapat hamparan tanah yang datar dengan tidak ada satu pun pohon atau bukit yang masih tegak berdiri.


Ketiga Makhluk Kuno itu, terpaut sejauh ratusan meter satu sama lainnya. Dan Laluba terkejut saat tiba-tiba merasakan kemunculan dua energi besar di belakangnya.


JLEEEEBB


JLEEEEEB


“Dasar manusia bangsa licik!!!”


Tubuh Laluba yang telah tertusuk pedang Yin dan Pedang Yang itu seketika bergetar sangat hebat seiring raungannya yang tiada henti.


Tubuhnya pun perlahan kembali membesar dengan darah berwarna hijau yang terus menerus menetes saat Zhu San dan Bian Chi mencabut kedua senjata mereka.


Tubuh Laluba kembali membesar hingga sebesar saat pertama kali dirinya muncul di dunia atas ini.


“Aku tak mau mati sendirian. Matilah Kalian semua bersamaku!”


Zhu San dan Bian Chi sama terkejutnya dengan Lahula dan Laduta saat melihat tubuh Laluba terus membesar hingga tingginya lebih dari tiga puluh meter dan masih terus bertambah seiring waktu.


“Laluba bodoh! Ia benar-benar ingin menghancurkan dunia ini dengan meledakkan dirinya. Kita harus pergi sejauh mungkin dari sini.”


Lahula menyetujui ucapan Laduta, karena apa yang diucapkannya sangat benar. Saat tinggi tubuh Laluba mencapai seratus meter, maka ledakan tubuhnya akan membuat dunia ini hancur berkeping-keping.


Keduanya segera akan melesat meninggalkan tempat tersebut. Namun aura sangat berat membuat niat keduanya terhenti saat baru melayang setinggi lima puluh meter di udara.

__ADS_1


Sementara Zhu San dan Bian Chi yang baru menyadari apa tujuan Laluba membuat tubuhnya hingga sebesar itu, terkesiap ketika merasakan sebuah aura sangat kuat menekan tubuh mereka.


“San Gege… Aura ini… Bagaimana bisa ini terjadi?”


Zhu San hanya terdiam dan mencoba mencari sumber kekuatan besar yang baru saja datang dan mengintimidasi mereka.


BLAAAARRR


Tekanan udara yang semakin menguat itu, membuat perisai pelindung kota Xiangqing hancur berkeping-keping.


Hal itu membuat wajah Zhu San memburuk, karena perisai pelindung yang Ia buat dari kekuatan pedang Yin dan pedang Yang, hancur hanya oleh tekanan energinya saja.


“Kekuatan macam apa ini!? Siapa yang memiliki energi sebesar ini?”


Besarnya energi yang menekan mereka, membuat Zhu san bertanya-tanya siapa pemilik energi yang begitu dahsyat itu.


Zhu San terkesiap saat melihat apa yang terjadi dengan seluruh orang yang berada di dalam kota Xiangqing. Hampir bersamaan mereka jatuh tak sadarkan diri akibat tekanan kuat itu.


Wajah Long Niu pun memucat mencoba bertahan dari tekanan energi yang belum pernah Ia rasakan sebelumnya. Lututnya semakin lama semakin goyah.


Sementara ketua Gong Fei telah terduduk tak kuat menahan tekanan udara yang begitu besar pada tubuhnya. Dan Ia mulai merasakan pandangannya menjadi remang-remang.


Lian Li yang mencoba bertahan dari tekanan energi besar itu, tiba-tiba menyemburkan darah segar dari mulutnya hingga mengenai bilah pedang Teratai Biru.


Sesuatu terjadi pada pedang Teratai Biru sedetik kemudian. Cahaya biru melesat ke udara setinggi ratusan meter.


Tubuh Lian Li pun terangkat ke udara seiring dengan pedang Teratai Biru yang membawanya melesat setinggi lima puluh meter dari tanah.


Cahaya biru segera melesat dari gumpalan awan yang kini telah berwarna biru. Apa yang tadi terjadi pada Zhu San dan Bian Chi kini terjadi pada Lian Li.


Sesaat kemudian Aura Pendekar dewa Abadi terpancar dari Tubuh Lian Li seiring dengan tubuh Laluba yang tiba-tiba menghilang dari pandangan.


Sesaat kemudian di tempat yang begitu jauh dari mereka, terdengar dentuman sangat keras yang membuat semua mata mengalihkan pandangan ke atas.


Tubuh Lahula meledak dengan memancarkan cahaya hijau sangat besar di tempat yang sangat jauh.


Namun pandangan semua mata segera teralihkan oleh sesuatu yang terjadi tak jauh dari mata mereka.


Pusaran energi tercipta seiring dengan melemahnya tekanan energi yang memenuhi udara di wilayah utara kota Xiangqing itu.

__ADS_1


------------------------------O------------------------------


__ADS_2