
Wajah Bian Chi pun memucat mendapati tubuhnya tidak bias Ia gerakan lagi. Sementara Qiu Lan tersenyum puas mendapati musuh bebuyutannya, berada dalam kekuasaannya.
Namun senyum Qiu Lan tiba-tiba menghilang saat menyadari aura kekuatan yang membuat bulu kuduknya merinding. Saat Ia mengalihkan pandangan ke arah aura itu berasal, mata Qiu Lan segera melotot lebar.
Bian Chi dan Lian Li pun mengalihkan pandangan mata mereka ke arah dimana Zhu San berada.
BLAAAMM
Bola segel pelindung yang Zhu San buat, tiba-tiba meledak saat gagang Pedang Tanpa Bilah dan sebuah bilah pedang tanpa gagang yang memiliki tujuh warna bersatu.
Suasana redup karena mendung di siang yang akan mencapai puncaknya itu, seketika diterangi oleh cahaya tujuh warna yang memancar dari Pedang di tangan Zhu San.
“Akhirnya aku bisa menggabungkan Bilah Pedang Tujuh Warna dengan Pedang Tanpa Bilah, Aku ingin tahu sekuat apakah pedang pusaka semesta ini?”
Zhu San mengalihkan pandangannya ke arah Qiu Lan sambil tersenyum. Senyum yang membuat Qiu Lan berdebar karena jerih melihat kepercayaan diri Zhu San yang kini terlihat semakin besar.
Menyadari situasinya dalam keadaan yang tidak menguntungkannya karena kalah dalam jumlah, Qiu Lan berniat menghabisi Bian Chi yang telah berada dalam cengkeraman tangannya.
Tubuh Bian Chi tersentak ke arah Qiu Lan, saat benang itu ditarik dengan kuat oleh Dewi Kegelapan itu.
Wajah Bian Chi memucat saat melihat dari tangan kanan Qiu Lan yang menyeringai kejam, muncul pedang energi berwarna biru seperti kristal dengan ujung yang sangat tajam.
Dua meter lagi tubuh Bian Chi berada dalam jangkauan pedang energi itu, tiba-tiba sebuah cahaya melesat menebas kelima Benang yang mengikat tubuh Bian Chi.
Qiu Lan terkesiap sesaat sebelum tubuhnya terpental akibat putusnya kelima Benang Seribu Jiwa yang ditebas oleh Zhu San.
Suami Bian Chi itu, berpindah dalam sekejap untuk menyelamatkan sang Isteri dari maut yang hampir menjemputnya.
Qiu Lan yang telah berhasil menguasai dirinya, mendengus marah mendapati senjata Benang Seribu Jiwa bisa dipatahkan oleh Pedang di tangan Zhu San. Hal yang menunjukkan jika kekuatan pedang itu begitu dahsyat.
__ADS_1
“Aku harus menggunakan kekuatan penuhku dan segenap kekuatan dari senjata pusaka yang ku miliki untuk bisa mengalahkan mereka.”
Qiu Lan berkata dalam benaknya saat melihat Bian Chi telah terbebas dari ikatan Benang Seribu Jiwa dan kini ketiga lawannya telah bersiap untuk menyerang.
Ia segera memindahkan Cermin Pelebur Sukma ke tangan kirinya. Sesaat setelah membaca mantera untuk membuka kekuatan Ketiga Iblis Sejati di dalam cermin itu, Qiu Lan segera mengalirkan energi ke tangan kanannya.
Di saat bersamaan, dua aura mencekam memancar kuat dari tempatnya berada seiring dengan Cermin Pelebur Sukma yang permukaannya kini bercahaya dengan tiga warna yang berbeda.
Sementara dari tangan kanan Qiu Lan, memancar cahaya kebiruan yang sangat terang dan semakin lama semakin membesar hingga membentuk sebuah lengan sebatas siku dengan panjang lima meter.
Suasana tiba-tiba berubah menjadi sedikit redup saat tubuh Qiu Lan mengeluarkan asap hitam yang pekat. Perlahan namun pasti, tubuh setengah ular Qiu Lan, membesar hingga tiga kali lipat dari sebelumnya.
Bangunan dalam radius dua kilometer, terlihat bergetar dan banyak yang mulai runtuh di beberapa bagiannya.
“Hati-hatilah … Dia menggunakan kekuatan penuhnya untuk melawan kita. Kerahkan seluruh kekuatan penuh kalian!”
Zhu San memperingatkan Bian Chi dan Lian Li setelah menyadari aura kekuatan Qiu Lan meningkat pesat.
Pedang Berbilah Tujuh Warna di tangan Zhu San, seketika memancarkan cahaya terang yang Zhu San sendiri terkesiap saat merasakan betapa besarnya kekuatan yang tersimpan pedang tersebut.
Sebuah kekuatan mengalir ke dalam tubuh Zhu San dan membuat aura kekuatannya meningkat pesat secara tiba-tiba. Hal itu membuat Bian Chi dan Lian Li terhempas beberapa meter dari tempat mereka sebelumnya,
Kedua mata perempuan itu, melotot lebar mendapati tubuh Zhu San kini memancarkan cahaya yang terdiri dari tujuh warna seperti susunan warna pelangi.
Namun bukan hal itu yang membuat Qiu Lan tiba-tiba mendapat firasat buruk. Ia segera menembakkan cahaya tiga warna ke udara di depannya.
Serangkum cahaya yang terdiri dari warna merah, ungu dan hijau, melesat sangat cepat ke arah Zhu San yang kini telah berada paling dekat dengan Qiu Lan.
Setelah itu Qiu Lan pun menggerakkan Energi Berbentuk lengan Kristal berwarna biru ke arah dimana Bian Chi dan Lian Li berada.
__ADS_1
Melihat serangan cepat itu, Zhu San segera menebaskan pedang Berbilah Tujuh Warna tepat ke arah datangnya serangan dari Qiu Lan.
BLAAAAMMM
Cahaya tujuh warna dan cahaya tiga warna beradu di udara. Apa yang terjadi kemudian, benar-benar di luar dugaan Qiu Lan maupun Zhu San sendiri.
Ledakan itu begitu besar dan kekuatannya sangat dahsyat, sehingga seluruh bangunan kota Jiangyao hancur dan rata dengan tanah. Pekik kematian dan jerit histeris, sempat terdengar keras di telinga Zhu San.
Baik Zhu San maupun Qiu Lan, keduanya sama-sama terlempar lebih dari seratus meter, Sedangkan Bian Chi dan Lian Li, terhempas dua puluh meter lebih jauh dari Zhu San.
Kondisi Zhu San baik-baik saja walau dadanya terasa sangat sesak. Namun Hal berbeda terjadi dengan Qiu Lan. Qiu Lan memuntahkan darah segar dari mulutnya dalam jumlah cukup banyak.
Wajah Qiu Lan terlihat memucat, seluruh tubuhnya merasakan sakit yang tidak ringan apalagi dengan tangan kanannya yang seperti kristal itu, kini terlihat mulai retak.
Saat Ia berhasil menguasai dirinya, Zhu San terlihat telah melesat ke arah dirinya dengan Pedang Yang berada di tangan kirinya dan Pedang Berbilah Tujuh di tangan Kanannya.
Rahang Qiu Lan menggembung saat melihat apa yang dilakukan oleh Zhu San yang tiba-tiba menempelkan bilah Pedang Yang ke bilah Pedang Tujuh Warna.
Sesaat kemudian sebuah energi berbentuk ular naga dengan ukuran yang tak biasa
Tak Ingin mati konyol, Qiu Lan lalu memutuskan untuk menggunakan seluruh kekuatannya dengan melakukan serangan terakhir.
Tubuhnya seketika berputar cepat, Cermin Pelebur Sukma kembali memancarkan cahaya tiga warna yang segera menyelimuti tubuh Qiu Lan dan sesaat kemudian, seluruh tubuh Qiu Lan berubah menjadi seekor ular King Cobra yang memiliki tiga warna berbeda.
Ukurannya dua kali lipat dari energi berbentuk ular naga yang dibuat Zhu San dari kedua Pedang di tangannya.
“Matilah Kalian Semua!”
Sesaat setelah berteriak keras, dari mulut ular cobra raksasa itu, melesat cahaya tiga warna yang memiliki kekuatan dan kecepatan dua kali lipat dari sebelumnya.
__ADS_1
Zhu San pun segera menggerakkan energi ular naga bertubuh tujuh warna menghadang semburan energi dari mulut Ular Cobra Qiu Lan.
---------------------O-------------------------------