Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
208: Zhu San Vs Bao Chang


__ADS_3

Saat Zhu San sedang memperdayai Cao Bang, Jenderal Luan Hu segera memerintahkan pasukannya menyerang para pendekar yang jumlahnya tinggal separuh dan dalam keadaan terluka dengan kepala yang terasa sakit.


Sepuluh ribu pasukan segera bergerak menyerang ke arah lawan, sementara prajurit Kota Qingxian yang berada di atas tembok, bersiap dengan serangan panah mereka.


Hujan anak panah pun terjadi, ratusan prajurit Kekaisaran Qing yang sedang berlari dan terlambat mengangkat perisai mereka, tewas terkena anak panah. Beberapa ratus orang mengalami luka di bagian yang tidak vital.


Melihat hal itu, Lu Fang dan Xiong Gi segera melesat ke udara seraya mencabut pedangnya. Kedua melayang ke arah kanan dan kiri dari pintu gerbang utara kota Qingxian, dimana lebih dari dua ratus prajurit pemanah berada.


Para prajurit pemanah segera mengalihkan serangan mereka, ketika melihat Keduanya mendekati tembok kota. Namun tak satu pun dari anak panah mereka yang berhasil mengenai Lu Fang ataupun Xiong Gi.


Bahkan hal sebaliknya terjadi, energi pedang yang dilesatkan kedua jagoan tua itu, berhasil membuat sepuluh hingga dua puluh orang pemanah tumbang dalam sekali serang.


Mereka pun berlarian turun dari atas tembok namun keduanya tidak membiarkan begitu saja. Serangan-serangan energi pedang mereka, berhasil membuat pasukan pemahat berkurang lebih dari separuhnya.


Dengan tidak adanya serangan panah dari atas tembok kota, maka para prajurit berhasil mendekati para pendekar yang juga telah bersiap untuk bertempur.


Menghadapi serangan prajurit sebanyak itu, para pendekar tak terlihat gentar sedikitpun, karena merasa kemampuan bertarung mereka, bisa mengungguli dua hingga lima orang prajurit sekaligus.


Namun mereka salah menduga, luka dalam di kepala mereka membuat kemampuan tarung mereka melemah. Gerakan mereka yang setengah linglung itu, menjadi lambat dan mudah untuk ditangkis atau dihindari oleh para prajurit.


Dua hingga tiga orang prajurit, mengeroyok satu orang pendekar yang sedang linglung itu, setiap satu dari mereka tewas, maka dua orang prajurit yang lain, berhasil membunuh pendekar lawannya.


Secara perlahan-lahan prajurit Kekaisaran Qing berhasil mendesak mundur para pendekar yang menjaga kota Qingxian di bawah pimpinan Qiang Cao itu.


Sementara di udara, dua ratus meter di atas pertempuran itu berlangsung, Zhu San sedang berjibaku dengan Bao Cang yang tubuhnya dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun.


Bao Cang sering kali memaki marah karena beberapa kali burungnya hampir terkena tendangan Zhu San yang bertarung dengan menggunakan jurus Tinten Siba.


Walau Jurus Gagak Hitam Menyambar Ikan telah Bao Cang kuasai selama lebih dari tiga puluh tahun, namun jurus kuatnya itu tidak berhasil mengimbangi Jurus Tinten Siba Zhu San.

__ADS_1


Merasa serangan langsung tidak berhasil mengalahkan lawannya, Bao Cang yang merasakan tubuhnya sedikit kepanasan karena sinar matahari dimana pagi telah beranjak siang, memutuskan untuk menggunakan serangan energi.


Ia melesat mundur setelah lebih dari dua ratus kali bertukar serangan dengan Zhu San. Dengan tatapan sangat kesal Bao Cang akhirnya menghimpun seluruh tenaga dalamnya ke arah kedua telapak tangan.


Melihat hal itu, Zhu San pun segera bersiap dengan menggunakan Tapak Naga Yinyang. Ia bisa merasakan aura kekuatan besar memancar dari tubuh tua itu.


“Besar juga tenaga dalam Kakek ini.”


Hal itu Zhu San katakan karena Ia merasakan udara berfluktuasi sangat kuat seiring dengan geraman Bao Cang yang semakin keras. Dan dari kedua telapak tangannya muncul bayangan seekor burung Gagak Hitam yang besar besar.


“Hahahaha … Bersiaplah untuk mati anak muda sialan!”


Dengan sombongnya Bao Cang berkata, namun Ia tertegun saat melihat yang Zhu San lakukan. Zhu San menggerakan kedua tangannya, lalu muncullah dua ekor ular Naga dengan aura yang berbeda.


Satu ekor dengan tubuh diselimuti oleh api dan satu ekor naga yang lain tubuhnya berwarna putih yang mengeluarkan asap dingin.


“Bagaimana bisa Ia memiliki dua energi panas dan dingin sekaligus di dalam satu tubuh?” walau tercekat melihat hal itu, namun Bao Cang tak merasa gentar.


“Sayap Pedang Gagak Hitam!”


Bao Cang berteriak keras seraya menggerakkan kedua tangannya ke depan. Energi berbentuk burung gagak hitam itu, segera mengepak-ngepakkan kedua sayapnya.


Lalu melesatlah pedang energi berbentuk bulu sayap yang menderu ke arah Zhu San dengan sangat cepat.


Melihat serangan itu, Zhu San segera menggerakan tangan kirinya. Ular Naga Es segera menunduk dan menyemburkan energi dingin tepat saat belasan energi pedang berbentuk bulu sayap itu berada di depannya.


Seketika saja, energi pedang itu membeku dan segera hancur saat Ular Naga energi itu menyemburkan hawa dingin kedua kalinya.


Bao Cang kesal melihat serangannya dengan mudah dapat dihadang oleh lawan. Ia segera memekik keras.

__ADS_1


“Murka Si Gagak Hitam!”


Energi berbentuk Burung Gagak yang berwarna Hitam pekat itu, segera melesat ke arah dimana Zhu San berada.


Zhu San pun segera menggerakkan tangan kanannya, Ular Naga Api segera melesat menghadang laju. Lalu tangan kirinya bergerak membuat Ular Naga Es itu meliuk-liuk dari bawah menyerang ke arah dimana tubuh Bao Cang berada.


Bao Cang terperanjat melihat datangnya serangan itu. saat Ia akan menghindar, ledakan keras menggelegar. Membuat udara berfluktuasi sangat hebat.


Tubuh Bao Cang terhempas hingga lebih dari lima meter dengan darah segar menyembur dari mulutnya. Namun energi berbentuk ular naga itu, terus mengejarnya.


Posisi melayangnya yang sedang goyah membuat Bao Cang terlambat menghindari semburan Ular Naga Es yang berhawa sangat dingin itu.


Tubuh Bao Cang seketika membeku terbungkus energi es yang sangat dingin. Sesaat kemudian Ular Naga itu datang dengan mulut terbuka lebar.


BLAAAM


Suara dentuman kembali terdengar, saat ular naga es itu hancur bersama dengan tewasnya Bao Cang dengan tubuh yang berkeping-keping.


Namun raut wajah Zhu San terlihat tegang.


Hal itu terjadi saat Zhu San menyadari tiga orang berkemampuan tinggi telah berada di belakangnya. Sesaat sebelum tubuh Bao Cang tertelan Ular Naga Es.


“Shao Meng dan Tong Bai! Siapa satu orang lagi itu? Kekuatannya sangat tinggi. Jangan-jangan … Benar tak salah lagi. Dia yang waktu itu datang menolong Shao Meng dan menyerangku dengan serangan energi petirnya.”


Zhu San berkata sendiri dalam benaknya. Seandainya ada Bian Chi di sisinya saat ini, mungkin Zhu San tidak akan merasa khawatir. Ia pun menyesali keputusannya beberapa hari yang lalu.


“Hebat juga kau anak muda, bisa membunuh Bao Cang seorang diri dan juga membuat adik seperguruanku terluka.” Sosok yang tidak Zhu San kenali itu, berkata lantang padanya.


Walau merasa ada sedikit nada meremehkan dirinya, Zhu San tidak mengumpat kesal. Karena Ia bisa merasakan jika sosok itu, memiliki kekuatan yang sepertinya lebih besar darinya.

__ADS_1


******


__ADS_2