Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
227: Tongkat Sihir: (End Of Arc 3: Kemelut Kekaisaran Qing)


__ADS_3

Tongkat Sihir kini bercahaya kuning keemasan setelah Zhu San mengalirinya dengan energi qi dalam jumlah yang cukup besar.


Aura kekuatan yang menyejukkan, seketika memenuhi udara di malam hari yang semakin terang oleh cahaya kuning keemasan dari tongkat di tangan Zhu San.


“Aura macam apa ini? Aku belum pernah merasakannya selama hidupku?!” Perempuan berbulu mata lentik, menggumam seraya bersikap waspada.


Ia memandang ke arah Zhu San yang masih memejamkan matanya. Sementara lawan bertarung pemuda itu, tengah mematung tanpa ada yang mengetahui jika sesuatu sedang terjadi.


“Aku tidak bisa menang dengan tongkat itu di tangannya. Tongkat itu bisa membuat kekuatanku tak berarti apa-apa?!” Sosok yang mengambil alih kesadaran Jin Fang berkata dengan kesal.


Jin Fang mendengus kesal, Ia pun bertanya yang membuat sosok penghuni Cincin Tengkorak itu akhirnya menjelaskan dengan cepat tentang siapa dan mengapa dirinya begitu ketakutan dengan tongkat di tangan Zhu San.


“Kau ingin tahu aku dari bangsa Apa? Baiklah .. ketahuilah olehmu Aku adalah Rajanya para siluman di bumi ini. Walau kekuatanku sangat tinggi namun aku punya kelemahan dan tongkat itulah salah satunya.”


Sosok itu terdiam sesaat, lalu kembali menjelaskan bahwa tongkat itu dulunya milik seorang Pertapa Maha Sakti yang memiliki kekuatan setengah Dewa dan kabarnya telah memiliki kehidupan abadi.


Pertapa Sakti itulah itulah yang telah mengalahkan dan merusak jasad kasarnya. Hal itu karena sepak terjangnya di masa lalu yang membunuh ribuan manusia.


Manusia yang Ia bunuh, Ia serap hawa kehidupannya untuk menambah kekuatan Ilmu yang Ia dalami saat itu, hingga akhirnya Ia bisa hidup dalam wujud roh seperti saat ini.


“Sebaiknya kita cepat pergi dari sini!” Tanpa menunggu jawaban dari Jin Fang, Roh Raja Siluman itu segera melesat secepat kilat, pergi dari tempat tersebut.


Namun beberapa detik kemudian, Zhu San telah menghadang di depannya dengan tongkat yang kini terlihat kuning kemarahan. Beberapa saat kemudian, Bian Chi pun datang menyusul.


“Gawat!! … Pemuda ini kecepatannya jauh diatasku. Apakah aku harus menggunakan lagi teknik itu?” Jin Fang terbengong dengan apa yang diucapkan Roh Raja Siluman.


“Kenapa tidak Kau gunakan sedari tadi dan membunuh pemuda itu!” Roh Raja Siluman mendengus mendengar bentakan Jin Fang.


“Baiklah karena Kau yang memintanya, maka jangan salahkan Aku!”

__ADS_1


Ia pun membalas dengan bentakan. Dan sesaat kemudian terdengar jeritan Jin Fang yang merasakan sakit di kepalanya, kesadaran pun perlahan menghilang dari raganya.


“Hahahaha kau sendiri yang meminta kematian, tak ku sangka hawa hidupmu begitu besar walau kental dengan kegelapan.”


Roh Raja Siluman berumur ribuan tahun itu tertawa senang setelah membunuh Jin Fang dan menyerap hawa kehidupannya.


Kekuatannya pun meningkat secara drastis dan hal ini mengejutkan Zhu San yang akan melesatkan serangan dengan Tongkat Sihir di tangannya.


“Apa yang terjadi?! Kenapa kekuatannya tiba-tiba meningkat pesat?!” Tidak Zhu San sangka, pertanyaan dalam pikirannya itu, mendapat sebuah jawaban dari suara yang tidak Ia kenali.


“Ia memiliki Teknik Sesat, jurus yang bernama Penghisap Serat Jiwa. Ia baru saja menghisap roh pemilik raga yang Ia rasuki. Hal itu membuat kekuatannya meningkat.” Suara iu terdiam sejenak.


“Gunakan kekuatan tongkat di tanganmu untuk mengalahkan sekaligus membunuhnya. Gunakan Jurus Melebur Sukma Membasmi kegelapan. Caranya, putarlah Tongkat Sakti itu sebanyak tujuh kali. Lalu lemparkan ke udara, dan segeralah menjauh setidaknya seratus meter dari sini.”


Zhu San mengikuti arahan dari suara yang entah berasal dari mana. Ia tidak sempat lagi untuk bertanya, karena melihat Tubuh Jin Fang telah bercahaya dengan Aura mencekam yang sangat kuat.


Setelah memutar tongkat sebanyak tujuh kali, Zhu San segera melemparnya ke udara, dan melesat meraih Pinggang Bian Chi dan membawanya pergi seratus meter dari tempatnya semula.


Dari jarak seratus meter, Zhu San melihat wujud seorang setinggi sepuluh meter, sedang menggenggam tubuh Jin Fang dan tiba-tiba sebuah ledakan sangat dahsyat terjadi.


BUUUMMM


Udara berfluktuasi sangat hebat, bahkan Zhu San dan Bian Chi terlempar hingga puluhan meter. Energi ledakan itu juga sampai ke kota Qingzen dan meluluhlantakkan ratusan atap rumah penduduk.


Sesaat kemudian dari tempat dimana ledakan itu terjadi, setelah gumpalan asap putih dan hitam menghilang, muncul sebuah benda kecil berbentuk bola kekuningan serta Tongkat Sihir yang kembali ke bentuk dan ukuran semula.


“Roh itu telah tersegel dalam Bola Emas. Ambil dan simpanlah tongkat Sakti itu baik-baik. Sementara Segel Bola Emas itu, antarkan ke tempat dimana Aku berada saat kau sedang tidak ada urusan.” Suara sepuh itu kembali terdengar di dalam kepala Zhu San.


Zhu San segera melesat dan meraih Tongkat Sakti serta bola sebesar kelereng berwarna kuning keemasan itu. Kedua benda itu menghilang dari pandangan saat Zhu San memasukkannya ke dalam Cincin Jiwa.

__ADS_1


“Siapakah Sesepuh yang berbicara melalui telepati denganku? Dan kemanakah Aku harus mengantarkan Segel Bola Emas ini?” Tanya Zhu San dalam benaknya.


“Aku pemilik Tongkat Sakti yang kau pegang tadi. Jika Kau senggang, tolong antarkan ke sebuah goa di daerah utara di Puncak Gunung Awan Putih. Semoga kita bisa lekas bertemu di sana. Sampai Jumpa Anak muda.”


Suara itu menghilang sebelum Zhu San sempat menanyakan nama Sesepuh itu. Wajahnya yang terlihat kesal, membuat Bian Chi yang baru datang segera bertanya padanya.


“San Gege .. Kenapa denganmu? Apakah ada sesuatu yang salah?”


“Tidak ada, Aku hanya lupa menanyakan sesepuh yang memintaku mengantarkan Segel Bola Emas itu.” Jawab Zhu San sambil tersenyum lega.


“Sesepuh?” Bian Chi mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru, Ia pun meraba dahi sang suami untuk memastikan bahwa Zhu San sedang baik-baik saja.


“Apa maksudmu? Aku tidak melihat siapapun disini selain kita. Apakah Kau baik-baik saja?” Tanya Bian Chi yang penasaran dengan apa yang sebenarnya telah terjadi.


“Kita kembali ke Istana sambil ku jelaskan semuanya.”


Keduanya pun melayang perlahan-lahan karena Zhu San menjelaskan apa yang baru terjadi dan sebuah tugas yang harus Ia lakukan.


Tugas yang akan membawanya pada sosok yang yang telah lebih seribu tahun usianya dan memiliki keabadian walau dirinya bukan seorang dewa.


Keabadian yang membuatnya hidup sunyi tanpa teman dan keluarga. Keabadian yang dulu Ia dambakan itu, kini memenjarakannya dalam sepi yang menyesakkan.


“Semoga Pemuda itu berjodoh dengan Pusaka ini, dengan begitu aku bisa terbebas dari penderitaanku karena keabadian tubuhku ini. Aku yakin Ia bisa menghapus penderitaanku dengan tubuh istimewanya itu. Akhirnya Ajalku akan segera tiba. Sebentar lagi Aku akan mati meninggalkan dunia yang sunyi ini. Hahahahahaha.”


Di dalam sebuah goa di puncak gunung Awan Putih yang terletak di wilayah utara Kekaisaran Jian, Sosok sepuh yang tadi berbicara melalui telepati dengan Zhu San, tertawa bahagia.


Suara tawanya menggema ke seluruh area pegunungan dan terdengar hingga radius beberapa kilometer. Hal itu membuat gempar seluruh penduduk yang berada di desa di kaki gunung.


Mereka semua segera berbondong-bondong memasuki rumah dan tidak ada satupun yang keluar hingga keesokan pagi.

__ADS_1


------------ O ------------


__ADS_2